Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Gadis tomboi


__ADS_3

Sesampainya mereka di gerbang tempat lokasi syuting.


Semua awak media dan semua kamera sudah siap menyambut kedatangan mereka. Menanyakan banyak hal termasuk tentang gadis tombol yang di bawa Arnav.


Arnav hanya berjalan santai karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu.


Sangat beda dengan Mecca yang terlihat ragu-ragu dengan benda-benda bercahaya yang menyorot kedatangan mereka.


Tiba-tiba ada seorang wartawan menanyakan tentang perempuan tomboi yang di bawa Arnav.


Dengan tegas Arnav mengatakan kalau perempuan ini adalah adik bungsunya yang ingin mengetahui kegiatannya.


Mecca selalu berada di belakang Arnav seperti anak kucing.


''Sayang. aku akan mencarikan tempat duduk yang aman buat kamu ya,,,,'' kata Arnav berbicara kecil.


Segera Arnav menuju tempat yang sudah di sediakan untuk para istirahat tamu, tempat itu sangat bagus dan terbuka sehingga semua orang tidak akan merasa bosan kalau duduk berlama-lama di sana.


Segera Mecca duduk dan mengeluarkan novelnya agar dia tidak terlalu bosan menunggu Arnav.


Setelah Arnav mastikan istrinya aman untuk di tinggalkannya, baru dia pergi keruangan ganti.


Sedangkan di apartemen.


Reyna merasa bosan terus-terusan berada di apartemen itu, dia tau kalau Arnav sangat sibuk hari ini, dan mustahil juga Arnav mengunjunginya ke sana.


Sekarang dia bebas untuk berdiri dan jalan-jalan di sekitaran apartemennya.


''Mbak mau gak kalau hari ini kita shopping dan jalan-jalan.


Aku bosan terus-terusan berada di sini'' kata Reyna pada mbak yang di percayakan oleh Arnav.


''Oke, tapi aman gak,,, Saya hanya takut ketahuan oleh mas Arnav '' jawab si mbak.


''Aman kok,,, kak Arnav sekarang lagi ada syuting, jadi dia tidak akan keluar di lokasi syuting sampai sore'' jawab Reyna.


Orang suruhan Arnav ternya sudah kerja sama dengan Reyna.


Dia ingin membuat Reyna dan Arnav bersatu. Baginya Reyna adalah orang baik.


Orang suruhan Arnav telah disogok oleh Reyna dengan membiayai sekolah anaknya di kampung.


Reyna juga telah menjanjikan tiket gratis untuk kembali ke Indonesia.


Tidak saja itu. Reyna juga memberikan tunjangan yang begitu besar untuknya asalkan dia mau menyimpan rahasia Reyna. Tapi wanita suruhan Arnav itu tidak pernah mengatakan pada Reyna kalau dia orang suruhan Arnav.


''Nona Reyna adalah orang yang baik dan telah banyak membantuku. Aku akan membuat mas Arnav dan Nona Reyna bersatu,sebagai tanda terima kasihku pada nona Reyna. aku akan menyembunyikan semua rahasia kalau nona Reyna tidak lumpuh pada mas Arnav. Juga tidak memberi tahu nona Reyna kalau aku suruhan mas Arnav agar tidak terjadi ke salah paham '' gumam si mbak.


Kembali ke tempat syuting.


Mecca masih asik dengan novelnya tampa memperhatikan sekitarnya.


''Mmm novel yang bagus, aku merasa kalau kondisi aku sama Aliqa sama.


Sama-sama menyamar, tapi bedanya dia menyamar jadi laki-laki kalau aku menyamar sebagai perempuan tomboi'' gumam Mecca


Tanpa sengaja Mecca melihat Arnav di dirias oleh dua orang perempuan.


''Lah kenapa mas Arnav di rias segala, jangan katakan dia juga akan menyamar sebagai perempuan di dalam film yang diperankannya. Amit amit cabang bayi''


Mecca tidak putus-putusnya melihat kearah Arnav.

__ADS_1


Setelah Arnav di rias, baru Mecca lega ternyata suaminya itu hanya di rias sedikit, agar terlihat lebih tampan lagi dan berwibawa.


Kembali Mecca melanjutkan membaca novel tentang Aliqa yang menyamar sebagai pemain sepak bola demi kelangsungan hidupnya.


Saking asiknya. Mecca tidak menyadari kalau Arnav sudah berada disampingnya.


''Sayang baca apaan sih kok fokus amat ?'' tanya Arnav.


'' Mecca baca novel Tetang seorang gadis yang menyamar sebagai laki-laki, ceritanya seru lho mas, dia juga lucu.


Mas udah kesini aja mamanya udah selesai'' ulas Mecca.


''Aku kesini hanya memastikan apakah kamu baik-baik saja sendiri'' jawab Arnav.


''Baik kok,,,, Mas kembali kesana aja lagi, agar cepat selesainya. Setelah itu kita langsung pulang ya'' pinta Mecca.


''Ntar aja aku kesana, pemeran wanitanya juga belum selasai di dandani'' jawab Arnav yang mencuri-curi membelai perut Mecca dari bawah meja.


''Mas jangan,,, nanti ada yang lihat lho. Ingat Mecca sekarang adik mas. Seorang kakak tidak akan berprilaku sejauh itu pada adiknya sendiri'' kata Mecca memperingatkan Arnav.


''Iya,,, Oya sayang kamu minum vitamin dulu ya, agar kamu sama si kecil tetap sehat'' kata Arnav yang mengambil sesuatu dari dalam paper bag yang di bawanya tadi.


Saat Arnav mengambilkan minum buat istri kecilnya, ada seorang wanita yang akan jadi pasangannya di film yang akan diperankannya mendekat pada mereka.


''Sayang. Sepertinya dia telah selesai, aku kesana dulu ya,,, jaga dirimu dan anak kita baik-baik '' kata Arnav berdiri sesudah memberikan vitamin untuk Mecca, sebelum perempuan itu tambah mendekat pada mereka.


''Oke,,,,mas sana aja,,,fokus aja sama kerjanya ya '' kata Mecca yang


masih asik dengan novel di tangannya.


''Hei Arnav. Apakah anda telah siap'' kata perempuan itu dalam bahasa asing berlenggak-lenggok kerah Arnav.


Perempuan itu ingin mengandeng Arnav, tapi Arnav masih bisa menghindari perempuan itu dengan pura-pura memperbaiki kancing lengan tangan kemeja yang dia kenakan.


Saat berjalan ke depan, dia sejenak menoleh kebelakang menatap wajah istrinya dan mengedipkan sebelah matanya.


Sedangkan Mecca diam-diam mengintip di balik Novel yang dia baca.


''Hem aku tidak boleh cemburu, aku sudah terbiasa menghadapi semua ini. Lebih baik aku kembali melanjutkan baca novelku.


Aku penasaran sampai kapan Aliqa bisa bertahan untuk menyamar jadi Ali '' kata Mecca dalam hatinya.


Dari jauh Rian memperhatikan perempuan tomboi itu.


Dari tadi dia sangat penasaran.


Rian juga seorang aktor. Dia disana untuk menunaikan pekerjaannya.


''Siapa perempuan tomboi itu? Sial aku tidak bisa melihat keseluruhan wajahnya yang di tutupi kacamata dan topi '' kata Rian.


Sedangkan Mecca masih asik dengan novelnya, dia meraba-raba cemilan yang ada di tangannya, tapi cemilan itu sudah habis. Segera wanita berbadan dua itu mencari lagi cemilan untuk menemaninya.


''Ya,,, udah habis'' kata Mecca yang meraba isi paper bag yang siapkan oleh suaminya sebelum berangkat.


''Astaghfirullah ternyata sudah banyak makanan ringan yang aku makan dari tadi. Ada yang lihat gak ya,,,, sepertinya tidak ada. Aku akan membereskan semua sampah makanan ini sebelum ada yang memperhatikanku '' kata Mecca yang sangat kaget melihat tumpukan sampah sisa makanan ringan di bawah dia duduk.


Mecca melihat ke kiri dan ke kanan memantau apakah ada orang yang memperhatikannya.


Saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, dengan cepat Mecca mengumpulkan sampah-sampah itu.


Mecca sungguh tidak menyadari ada dua orang laki-laki yang memperhatikannya saat ini.

__ADS_1


Yaitu Arnav yang sempat mengintip dari atas dan Rian yang berada di balik bonsai yang rimbun.


''Dasar konyol. Dia tidak menyadari telah menghabiskan semua makan itu'' gumam Arnav sambil tersenyum melihat tingkah lucu Mecca.


''Aman, aman, untung aja tidak ada yang lihat. Kalau ada yang lihat. Pasti aku dibilang wanita rakus.


Lebih baik aku buang sampah-sampah ini secepatnya'' kata Mecca bicara kecil.


Dia segera mencari tempat sampah yang tidak terlalu jauh dari tempat duduknya.


''Apakah aku tidak salah lihat, itu beneran Mecca '' kata Rian yang melihat sekilas punggung tangan bekas luka yang tergores di punggung tangan Mecca.


Rian sangat mengenal luka yang di dapatkan Mecca itu. Luka itu dia dapatkan saat dia di sekap Enjelin.


Segera Rian mendekat, diam-diam melepaskan topi dan kaca mata yang di kenakan Mecca.


Sedangkan Arnav sudah selesai dengan pemotretan dan semua aktivitasnya, dia segera ingin menemui istrinya, dari atas Arnav mencari keberadaan istrinya, tapi dia tidak melihat lagi istrinya itu duduk di tempat yang tadi.


Mata elang Arnav segera menangkap Rian yang sedang melepas topi dan kaca mata istrinya secara paksa.


''Mecca ini beneran kamu,,, mas sangat merindukan kamu Ca'' kata Rian dengan sigap memeluk tubuh wanita berbadan dua itu.


''Mas lepasin. Apa yang yang mas lakuin'' pinta Mecca memberontak.


''Ijinkan sebentar saja, mas sangat merindukan kamu'' kata Rian lagi.


Sedangkan Mecca terus memohon untuk di lepaskan.


''Brug brug brug'' langsung tangan kekar Arnav memukul Rian dengan membabi buta.


''Beraninya kau menyentuh istriku'' kata Arnav terbakar emosi.


''Arnav kami hanya bersahabat, jadi wajar saja menurutku. Apalagi kita sama-sama tinggal di negara bebas'' ulas Rian tanpa membalas Arnav.


Dia tidak tau kalau Arnav sudah mengingat semuanya.


''Orang sepertimu tidak pantas di jadikan sahabat, asalkan kau tau kalau aku telah mengingat semua kebusukan mu.


Mungkin ini bukan saatnya, tunggu aja nanti aku akan membuat perhitungan padamu'' kata Arnav menarik kerah baju Rian dengan bicara kecil, agak menjauh dari Mecca.


Dia takut Mecca syok melihat emosinya. Makanya dia agak menahan emosinya sedikit.


Arnav juga menghindari kerumunan wartawan, dia segera mengemas kembali penyamaran Mecca dan meninggalkan tempat itu sebelum wartawan-wartawan datang menyerbu mereka.


Mecca hanya mengikuti langkah Arnav yang mengemas semua barang bawaannya dan segera ke parkiran mobilnya.


Di atas mobil Arnav masih berada di puncak emosinya.


''Mas maaf ya,,, Mecca gak tau kalau mas Rian berada di sana juga'' kata Mecca dengan raut wajah tegang.


''Aku tidak boleh emosi di hadap istriku, aku tidak ingin dia stres.


Dia lagi hamil muda, aku tidak ingin kejadian dulu kembali terulang dan anak yang di kandung Mecca bernasib sama seperti kakaknya Ara'' gumam Arnav.


''Sayang kamu tidak salah kok. Sini aku bantuin melepaskan jaket dan topi mu agar kau sedikit lega'' kata Arnav sambil memperlihatkan senyumnya, padahal di dalam hatinya ada kobaran api yang siap membakar Rian.


Arnav mengingat jelas waktu dia di sekap oleh Rian.


Rian dan Enjelin adalah orang yang membuatnya terpisah dari anak dan istrinya.


''Sayang kamu minum sedikit ya,,, maaf aku terlalu emosi sehingga aku lupa kalau wanita kecil ini tidak bisa melihat kekerasan seperti itu'' kata Arnav lagi.

__ADS_1


*Bersambung*


Makasih atas komentarnya ya BESTie


__ADS_2