
Besok adalah acara resepsi pernikahan mereka.
''Sayang kamu yakin kuat untuk duduk lama besok?'' tanya Arnav
''Yakin mas, mas tidak usah khawatir'' jawab Mecca dengan senyum lebar.
''Baik lah '' jawab Arnav singkat
Setelah makan malam, Arnav segera mengambilkan vitamin untuk Mecca.
Malam ini mereka kembali menginap di rumah besar, sambil mempersiapkan acara resepsi yang di laksanakan besok di hotel berbintang.
Semua tamu juga bukan orang sembarangan, mereka dari kalangan atas dan pejabat tinggi di negara ini. Keluarga Sanjaya adalah keluarga terpandang yang sangat di segani di negri ini.
''Mas Mecca jadi deg degan memikirkan acara besok'' kata Mecca kepada Arnav.
''Sayang rileks aja, anggap semua tamu yang datang adalah orang-orang biasa yang kamu kenal ''
''Oke mas,,, Oya besok ada ibu, bibi Miko dan keluarga lain yang datang dari kampung, apakah mereka mempunyai pakaian yang bagus untuk besok?'' tanya Mecca
''Pakaian ibu sama pakaian bibi udah aku pesan dari butik termahal, kalau buat saudara-saudara yang lain juga sudah aku pesan, walau tidak sebagus pakaian ibu dan bibi, pokoknya kamu jangan memikirkan semua itu '' jawab Arnav
''Makasih ya mas'' ulas Mecca
''Sayang ayo tidur dari awal, biar besok kamu segar dan tidak terlalu capek '' titah Arnav.
Segera Arnav membaringkan istrinya kembali di dada bidangnya, Mecca sebenarnya tidak bisa memejamkan matanya, tapi Arnav terus memaksa.
''Mudah-mudahan besok berjalan lancar tanpa ada kendala'' gumam Arnav.
Tidak lama setelah itu dia melihat kalau Mecca benar-benar tertidur dengan nyenyak.
Arnav juga berusaha untuk tidur, karena pikirannya begitu gelisah, dia sebenarnya tidak mencemaskan hari esok seperti Mecca, kerena dia sudah terbiasa terjun di acara seperti ini. Namun yang dia cemaskan adalah sepuluh hari lagi Mecca akan melahirkan.
Arnav sangat khawatir dan cemas memikirkan itu.
Tidak lama Arnav juga tertidur dengan beban pikiran yang susah untuk diungkapkannya.
Mentari pagi bersinar dengan cerah. Mecca menggeliat dan meraba suaminya, tapi dia tidak menemukan Arnav di sebelahnya.
Sengaja Arnav bangun lebih pagi untuk mempersiapkan obat-obatan, vitamin, dan semua keperluan Mecca. Arnav sangat teliti dan hati-hati untuk segala kebutuhan istri kecilnya.
''Sayang kamu sudah bangun'' tanya Arnav yang baru kembali dari lantai bawah sambil membawa sarapan untuk Mecca.
''Ayo mandi dulu, airnya sudah aku siapkan dan aku akan membantu mu untuk mandi'' ulas Arnav lagi.
''Gak usah Mecca bisa sendiri'' tolak Mecca.
''Baiklah sayang, setelah ini kamu sarapan dan minum semua vitamin yang sudah aku siapkan , habis itu kita kebawah, semua keluarga sudah bangun dan bersiap-siap'' kata Arnav lagi.
''Baik mas'' segera Mecca menuju kamar mandi, dengan cepat Mecca menyelesaikan mandinya, dan dia juga segera sarapan dan minum semua vitamin yang sudah dipersiapkan oleh Arnav.
Setelah semua selesai, Mecca langsung menyusul semua keluarga di lantai dasar.
''Ini menantu kita rupanya, dia sangat cantik, apakah kamu sehat-sehat saja sayang?'' Tanya tante Arnav yang baru datang dari luar negeri.
''Sehat Tante'' jawab Mecca malu, karna baru pertama kalinya dia berhadapan langsung dengan keluarga besar Arnav.
''Mecca sini dulu, kenalin ini adik mama nomor dua, dan yang ini sepupu mama, dan ini anak Tante Ita'' kata nyonya Gita yang memperkenalkan semua keluarga besarnya kepada Mecca.
Mecca juga memberi salam dan senyuman dengan ramah.
''Sayang kamu ini ya, aku cariin dari tadi rupanya kamu disini, kenapa kamu tidak mau mendengarkan aku, bukankah sudah aku bilang jangan turun dan naik tangga sendirian'' kata Arnav di hadapan semua keluarga besarnya.
''Maaf mas,, kata Mecca.
Mecca merasa malu kalau harus di perlakukan berlebihan seperti itu di depan semua keluarga besar, yang sangat asing bagi Mecca.
''Cie,,,, Arnav sekarang sudah banyak berubah, kamu begitu menyayangi gadis cantik ini,sehingga kamu lupa di dalam ruangan ini juga ada kita.
Tenang aja Nav,,, kita juga siap menjaga Mecca'' kata Tantenya.
''Udah,,,, ayo kita bersiap-siap untuk ke hotel, MUA juga sudah datang menunggu kalian'' kata nyonya Gita.
''Papa mana ma?'' tanya Arnav yang tidak melihat keberadaan papanya.
''Papa datang lebih pagi untuk mastikan kalau semuanya sudah siap'' jawab nyonya Gita.
Segera Arnav dan Mecca menuju hotel dan di iringi oleh keluarga besarnya.
Sedangkan di kediaman Mecca.
Bu Lastri dan keluarga dari kampung juga sudah bersiap-siap menuju hotel dengan sopir.
__ADS_1
Sesampainya mereka di hotel, mereka langsung di sambut oleh banyak pelayan dan orang suruhan tuan Andi.
Mereka berdua langsung menuju kamar hias yang terpisah.
Disana sudah ada MUA yang menunggu, MUA tersebut menghias kedua mempelai dengan begitu tampan dan cantik, wajah Mecca yang jarang dipoles makeup. Kini setelah dipoles Mecca begitu berbeda dan bertambah cantik sempurna.
setelah dirias mecca segera menuju ruang ganti, untuk mencoba gaun yang telah mereka pesan.
Setelah gaun pengantin yang berwarna merah muda menempel di tubuh wanita hamil itu, membuat semua semakin sempurna.
''Arnav juga sudah selesai merias dirinya, sekarang dia mengenakan jas yang serasi dengan gaun Mecca, Arnav begitu tampan. Tidak diragukan lagi memang dia adalah mantan model pria, dengan bayaran yang cukup tinggi, karena wajah blasteran dan tampang yang macho membuat semua pakaian akan cocok untuk dia kenakan.
Sekarang dia sudah tidak sabar menemui Mecca di ruangan sebelah. Setelah dia berada di hadapan Mecca. dia sangat terpesona dengan kecantikan yang sempurna istri kecilnya itu.
'' Cantik'' cuman itu yang terucap di hati dan di mulut Arnav.
''Sayang kamu sangat cantik kamu jauh berbeda '' kata Arnav yang berbisik di telinga macca.
''Mas Mecca sangat grogi'' cuman itu jawaban Mecca.
''Sekarang gandeng tangan ku agar kau merasa tenang'' titah Arnav.
Meraka segera masuk kedalam ruangan yang sudah di dekor dengan mewah.
Mecca kelihatan tegang saat melangkahkan kakinya berjalan di atas karpet yang bewarna memerah, beda dengan Arnav, karena Arnav telah biasa menghadapi situasi seperti ini, karena dia adalah ahlinya.
Semua tamu berdecak kagum melihat sepasang pengantin yang sempurna melewati mereka, walaupun perut Mecca yang sudah terlihat jelas, tapi tidak mempengaruhi kecantikan wanita hamil itu.
''Serasi amat ya, yang satu tampan dan yang satunya cantik'' puji semua tamu
''Mecca sayang kamu cantik sekali'' kata ibu dan bibi yang langsung menghampiri mereka.
''Ibu juga terlihat cantik dengan riasan seperti ini'' kata Mecca yang melihat bu Lastri yang juga di rias dengan makeup yang sederhana oleh tukang rias.
Setelah itu para tamu mulai berdatangan dan mengucapkan selamat kepada mereka.
Mereka juga melakukan foto prewedding di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.
''Sayang kalau kamu lelah jangan paksakan lagi'' kata Arnav.
Dari pertama sampai sekarang Arnav hanya terlihat khawatir dengan kondisi istrinya.
''Mas Mecca tidak apa-apa'' kata Mecca dengan semangat.
''Baiklah mana vitaminnya biar saya yang memberikannya'' pinta Arnav
''Maaf tuan, sepertinya kami harus membawa nona ke ruangan dulu, untuk memeriksa denyut bayinya, dan memastikan kalau semua dalam keadaan sehat'' kata suster tersebut.
''Baiklah akan ku temani'' kata Arnav dia juga ikut berjalan di samping istrinya.
''Tuan Arnav Sanjaya'' sapa seorang tamu, dia adalah rekan bisnis yang ingin memberi selamat kepada Arnav.
Segera Arnav menoleh dan berhenti sejenak untuk menyapa, sedangkan Mecca sudah di bawa oleh suster tersebut kedalam ruangan.
Setelah berada dalam ruangan tersebut ,segera suster mengunci dari dalam.
Ternyata suster itu adalah suster palsu suruhan Rian,sedangkan suster asli sudah dulu di sekap oleh Rian sendiri.
Mereka semua tidak menyadari kalau ada penyusup yang telah menyebar di antara mereka, yang di bantu oleh Melisa.
Dalam ruangan Mecca terlihat agak takut, karena tiba-tiba ada seorang lelaki yang memakai topi hitam, masker hitam, dan pakai kacamata hitam, yang muncul dari balik pintu.
''Kamu siapa?'' tanya Mecca takut
''Aku malaikat maut mu'' kata Rian menjawab.
Mendengar itu Mecca begitu gemetaran, tapi dia berusaha menguatkan dirinya demi kedua buah hatinya.
Setelah ngobrol dengan tamu tadi, Arnav segera menyusul istrinya.
Tidak jauh dari ruangan itu, ada seorang wanita yang memakai gaun sama persisi seperti Mecca, dia duduk di bangku yang hanya kelihatan dari belakang saja'' semua itu telah di rencanakan untuk mengelabui Arnav, agar dia mengira kalau itu adalah mecca.
Pintu sengaja di buka lebar agar Arnav tidak mencari ke kamar lain. Melihat istrinya di periksa oleh dua orang perawat, Arnav hanya berdiri di pintu sambil menerima telepon dari Angga, Yudi, dan Arman.
''Nav maaf ya kami agak telat datang, kerena aku menunggu Arman datang menjemput ku '' kata Angga
''Santai aja bro, Yudi juga belum kelihatan'' jawab Arnav
Melihat Arnav yang sibuk.
Itu kesempatan untuk mereka berlama-lama memeriksa Mecca palsu, sedangkan Mecca yang asli telah di ganti pakaiannya dengan pakaian biasa.
Mulutnya juga sudah di lakban, kakinya juga di ikat ke besi kursi roda, dia dipakaikan kerudung besar dan kaca meta hitam, tidak lupa mulutnya juga di tutup dengan masker agar bisa mengelabui semua orang saat di bawa keluar.
__ADS_1
''Kamu harus tetap tenang kalau mau selamat, tapi kalau kamu nekat, aku tidak segan-segan mencelakai suamimu itu'' ancaman Rian.
Setelah penyamarannya dan Mecca sempurna, segera Rian membawa Mecca pakai kursi roda.
Mereka lewat pas dihadapan Arnav. Arnav yang melihat istrinya lewat merasa sesak di dadanya, merasakan ada sesuatu yang membuat dia jadi gelisah.
Dia tidak menyadari kalau yang lewat barusan adalah istrinya.
Karena merasa khawatir, Arnav langsung mendekati wanita yang menyamar jadi Mecca.
''Kalian kenapa lama sekali' kata Arnav yang mendekati kedua suster palsu tersebut.
Arnav segera menyadari kalau ada yang ganjal, karena dia melihat kaki wanita itu terikat kursi, tanpa menunggu lagi Arnav segera mengangkat dagu wanita yang tertunduk pingsan itu dengan mulut yang sudah di lakban.
''Sial mana istri ku'' tanya Arnav sedangkan kedua perawat itu langsung kabur dari sana.
''tunggu'' segera Arnav mengejar kedua perawat itu, dengan cepat kedua perawat itu menghilang dari kejaran Arnav, karena mereka sudah menguasai setiap jalan keluar dari hotel berbintang itu.
Melihat Arnav yang berlarian, semua tamu dan pengawal baru mengetahui kalau ada yang tidak beres.
Tuan Andi dan beberapa bodyguard juga ikut menghampiri Arnav .
''Ada apa Nav'' tanya tuan Andi.
''Pa segera suruh orang mengepung hotel ini, Mecca telah di culik pa'' kata Arnav dengan nafas yang tersengal-sengal
''apa!!!'' segera tuan Andi mengarahkan semua orang suruhannya untuk mengepung hotel tesebut, tapi semua sudah terlambat.
Rian telah berhasil membawa Mecca ke parkiran disana, Rian tidak sengaja menabrak seseorang karna terburu-buru.
''Maaf'' kata Rian yang tidak sengaja menabrak bahu angga, tapi Angga hanya menoleh kepada seorang yang berada di kursi roda, dia agak curiga karena sekilas di melihat kaki wanita tersebut terikat pada besi kursi roda.
''Ga ayo, jangan tunggu semua orang pulang'' kata Arman yang membuat Anga menjauh dan terus berjalan.
Sedangkan Rian berhasil memasukan Mecca kedalam mobil, tanpa banyak pikir Rian segera melajukan mobil sebelum semua orang disana menyadarinya.
''Pa gimana ini bisa terjadi'' kata nyonya Gita yang begitu khawatir.
''Papa juga tidak tau ma, ini sangat tiba-tiba''jawab tuan Andi.
Sedangkan Bu Lastri yang mendapat berita ini langsung pingsan.
Semua orang ikut membopong Bu Lastri kesebuah ruangan untuk membuat beliau siuman.
Sedangkan Arnav mencari istrinya ke semua ruangan seperti orang gila.
''Bro ada apa? tanya Arman yang baru sampai, dia melihat kalau ada kekacauan yang terjadi di lokasi.
''Mecca diculik'' kata Arnav sambil menjambak rambutnya.
''Apa !!!sepertinya aku melihat ada yang tidak beras tadi, aku berpapasan dengan seseorang yang memakai topi hitam, dan memakai masker warna hitam.
Dia membawa wanita di atas kursi roda sepertinya itu mecca'' kata Angga menjelaskan.
''Ayo. segera Arnav berlari mengikuti Angga ke parkiran, mereka mencari ketempat Angga di tabrak lelaki tadi, tapi semuanya telah terlambat.
''Sial!!! Nav sepertinya kita lihat rekaman cctv dulu, untuk melihat semua kejadian, dan disana kita bisa mengetahui siapa yang melakukan ini dan kemana Mecca di bawa'' kata Angga.
''Baiklah '' kata Arnav yang berlari menuju ruangan cctv, tuan Andi dan nyonya Gita juga mengikuti mereka.
Disana mereka bisa menyaksikan semua kejadian dari pertama acara sampai saat Mecca di culik .
Semua mata tertuju kepada wanita yang memberi jalan, dan mengarahkan penjahat untuk masuk. Dia juga ikut mengikat suster yang akan memeriksa mecca.
''Melisa!'' kata tuan Andi yang merasa tidak percaya dengan kejahatan anak gadisnya itu.
Wajah Arnav langsung memerah mengetahui adiknya ikut membantu penjahat itu masuk ke dalam hotel. Mereka semua langsung menghampiri Melisa.
''plak plak'' sebuah tamparan keras langsung mendarat di wajah Melisa tamparan itu dari nyonya Gita
''Kau ternyata dalang di balik semua ini. katakan kemana kau bawa Mecca. Ingat kalau terjadi sesuatu kepada Mecca dan cucu mama, mama pastikan kau akan menyesal seumur hidup mu'' ancam nyonya Gita
''Katakan di mana istri ku'' kata Arnav berteriak, dengan wajah memerah sambil meremas dagu Melisa.
Saat melakukan rencana jahat itu. Melisa melupakan kalau ada kamera pengintai di setiap penjuru.
''Kau tidak pantas hidup bebas berkeliaran '' kata tuan Andi yang telah di penuhi emosi.
Sedangkan Melisa seperti tersambar petir akibat perbuatanya di ketahui oleh semua keluarganya.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......