Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Suara bisikan


__ADS_3

Setalah sampai di kediaman Sanjaya suami dan istri itu langsung turun dari mobil.


''sayang ayo kita turun, ajak Arnav kepada Mecca, sungguh berat rasanya bagi Mecca melangkahkan kakinya masuk ke rumah Sanjaya.


Karena dia tahu mertuanya akan mengatakan hal-hal yang sangat menyakitinya.


''Nav kamu udah sampai sayang'' terdengar suara wanita paruh baya itu dari dapur.


''udah ma baru sampai'' jawab Arnav datar


''Oya Nav mama udah masak makanan kesukaan kamu'' kata nyonya Gita yang mengiring Arnav kemeja makan.


''Mah nanti aja, aku juga habis makan mau pulang tadi, sekarang aku mau keatas dulu mau istirahat '' jawabnya


''Mas bukanya mas baru sedikit makanya, mas harus makan lagi biar siap itu mas minum obat '' kata istrinya.


''Oke baiklah'' jawabnya


''kamu ya Nav, giliran istri kamu yang menyuruh kamu langsung nurut '' kata mamanya sambil menuangkan nasi ke piring arnav.


''Sayang ayo makan sekalian ajak arnav kepada istrinya, Mecca hanya mematung dia sebenarnya ingin makan, tapi melihat raut wajah ibu mertuanya membuat dia agak takut.


''Sayang ayo makan, kalau kamu gak mau makan aku juga gak jadi makan'' kata Arnav lagi.


''Kamu ngapain masih berdiri, sana makan.Kamu hamil cucu saya, jadi kamu juga harus menjaga makan kamu'' kata nyonya Gita


''Makasih ma'' jawabnya sambil duduk


''Sayang kamu harus makan banyak ya, karana sekarang ada dua orang yang harus kamu kasih makan, tiga sama kamu, biar semuanya kebagian '' kata Arnav memasukan nasi yang porsi jumbo kepada Mecca.


''Maksud kamu dua, memang anak kamu kembar Nav '' kata nyonya Gita kaget.


''Iya mah, ada kabar gembira.


Mecca mengandung anak kembar dan semuanya sehat-sehat '' jawab arnav tersenyum dengan bahagia


''Syukurlah Nav, mama hanya bisa berharap istri kamu ini bisa mengurus anak-anak kalian, di usia yang masih belasan tahun akan susah untuknya melahirkan '' kata nyonya Gita sebenarnya dia juga agak khawatir.


''Mecca kuat kok mah Arnav yakin, itu makanya arnav akan lebih ekstra hati-hati lagi untuk menjaganya, dan bayi-bayi Arnav'' katanya sambil menyuap nasi ke mulu nya.


''Sayang ayo nambah lagi '' kata Arnav yang melihat Mecca begitu cepat menghabiskan nasi sepiring itu.


''Udah mas, Mecca udah kenyang '' katanya menolak


''Sayang baru kamu yang kenyang, kedua bayi ku siapa tau belum kenyang '' jawab Arnav kembali menambahkan Setu sendok nasi lagi. Nyonya Gita hanya melihat tanpa reaksi apa-apa.


''Nav mama sangat bahagia dengan berita ini, tapi mama ragu jika Mecca tidak kuat hamil anak kembar. Apa lagi umurnya yang masih sangat muda'' gumam nyonya Gita dalam hati, sepertinya wanita tua itu sudah mulai luluh dengan Mecca


Setelah mereka makan, Arnav segera mengajak Mecca ke atas untuk istirahat.


Tapi Mecca menolak, dia cukup tau diri, setelah mekan segera Mecca membereskan semua dan ingin mencuci piring yang sudah kotor bekas makan itu.


''Mecca kamu temani aja suami kamu, kasihan dia terus menunggu mu, tinggalkan semua biar bibi yang bereskan'' kata nyonya Gita yang ikut membereskan.


''Makasih ma'' kata Mecca, dia belum berani menatap langsung wajah wanita tua itu.


''Mas ayo ke atas '' kata Mecca baru Arnav mau bangkit dari duduknya.


Setelah sampai atas, Mecca langsung duduk di ranjang dan menarik Arnav untuk duduk disampingnya.


''Mas Mecca minta tolong. kalau di depan mama, mas tidak usah menunggu Mecca seperti tadi, Mecca tidak enak, bukankah Mecca harus membuktikan Mecca juga mampu seperti perempuan lain, agar mama sedikit suka sama Mecca'' katanya bicara serius.


''Sayang ini tidak saatnya kamu memikirkan itu, sekarang kamu harus banyak istirahat, aku tidak mau kamu terlalu cepak gara-gara kamu merasa tidak enak. Sebenarnya aku mau kita pulang ke rumah kita, dari pada disini kamu akan merasa kurang nyaman'' kata suaminya sambil mengelus perut datar Mecca.


''Treeer treeet treeer'' terdengar suara handphone milik Melisa berdering dia buru-buru mengangkat handphone.


''Halo '' sapa melisa


''Halo Melisa ini aku enjelin''


''Iya, ada apa Enjel kamu tumben menghubungi aku'' kata Melisa yang masih diperjalanan pulang.


''Aku mau ketemu sama kamu sekarang'' kata enjelin.


''Baiklah, aku sangat senang bisa ketemu lagi sama kamu'' balas Melisa


''bagus, sekarang aku tunggu kamu di kafe xxx ya''

__ADS_1


''baiklah aku segera meluncur '' jawab Melisa, dia merasa senang ketemu dengan Enjelin. Melisa sangat mengagumi wanita berambut pirang itu .


Setelah tiba di kafe tersebut, mereka saling cupika cupiki.


''Melisa gimana kabar mu?'' sapa Enjelin


''Baik kamu gimana, tambah cantik aja'' puji Melisa


''Thank, Oya aku mau minta tolong sama kamu, aku mau kerumah kamu ingin melihat Arnav. Kamu bisa gak bantuin aku'' kata Enjelin langsung tanpa basa-basi.


''Tentu aku akan membantu kamu. Bahkan aku bisa membuat kamu di terima di keluarga aku sebagai menantu, dengan syarat ''


''Iya aku paham, kamu ingin jadi seorang model terkenal, itu soal gampang. Aku akan mengenalkan teman aku yang akan menjadikan kamu seorang model terkenal'' kata Enjelin dengan sebuah janji.


''Oke, kapan kamu mau ke rumah aku?'' tanya Melisa lagi


''Malam ini '' kata enjelin singkat


''Besok aja ya biar papa kekantor dulu, kalau ada papa pasti kamu tidak akan bisa masuk, karena papa sangat menyayangi menantunya itu'' kata Melisa lagi.


''Gimana dengan mama kamu? '' Enjelin kembali bertanya.


''Kalau soal mama jangan khawatir, mama sangat mengagumi dan menginginkan kamu jadi menantunya. Bukan perempuan kampung itu, mama sangat membenci perempuan itu '' jawab Melisa sambil menikmati minum yang di pesan Enjelin.


''Oke aku akan kabarin besok pagi sebelum kamu berangkat kuliah, baru aku ke sana.


Ya udah aku ada janji sama teman aku, besok aku hubungi kamu ya'' ulas Enjelin lagi sambil membayar minumannya dan minuman Melisa.


''Ya udah da,,,,'' kata Melisa dan cupikacupiki lagi sebelum pergi.


Setelah Enjelin pergi, segera Melisa melanjutkan mobilnya kerumah, setibanya di rumah segera dia mencari mamanya yang membersihkan kamar.


''Ma Melisa punya kabar baik'' katanya menyeret lembut tangan mamanya menuju ranjang.


''Ada apa meli, kamu ini baru pulang bukanya bersih-bersih malahan ke sini'' kata mamanya


''Aku tadi ketemu kekasih kakak yang cantik itu, mama taukan Enjelin model terkenal itu, dia mau kesini melihat kakak. dia sangat cocok sama kakak dia juga perempuan berkelas tidak seperti gadis kampung itu'' kata Melisa menjelaskan


''Iya gak apa-apa, tapi tunggu papa berangkat dulu'' kata mamanya.


''Iya tentu saja mama mau, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi, karena perempuan itu lagi hamil cucu mama. Mama tidak ingin mengambil resiko kalau sekarang Enjelin masuk, Mecca akan stres dan akan mempengaruhi kandungannya'' kata mama nya dia tau resiko yang akan di alami kalau Mecca banyak pikiran.


Sedangkan di kamar Arnav sibuk membereskan semua kenangannya dengan Enjelin, dia tidak peduli piagam dan semua foto-foto tentang Enjelin, sehingga semua lemarinya bersih dari jejak enjelin.


''Mas itu apa? kok dimasukan ke kotak semua'' tanya Mecca yang baru bangun dari tidur siang, Arnav sengaja menunggu Mecca tidur baru dia beresin semuanya.


''Itu foto-foto yang tidak penting'' jawab Arnav, Mecca penasaran dan membuka kotak itu.


''Mas itu bukanya foto kenangan mas waktu bersama mbak kuda, waktu berjuang bersama, kok di buang dan ini piagam, sayang mas jangan di buang'' kata perempuan itu lagi.


''Sayang aku tidak peduli semua itu. Aku hanya peduli dengan perasaan istri kecilku, aku tidak ingin kamu terluka gara semua ini, aku ingin kamu yakin kalau aku hanya milikmu'' katanya sambil kembali mengambil kardus lagi, Arnav kembali memasukan semua majalah dan semua yang menyangkut Enjelin, dia juga membuang cincin yang dulu buat ngerjain Mecca.


''Mas kok cincin ini juga di buang sayangkan ini mahal, ini juga tidak ada hubungan dengan mbak Enjelin'' katanya mengambil cincin itu.


''Sayang buang aja, apa saja yang berhubungan dengan Enjelin aku harus membersihkan walaupun itu niatnya buat ngerjain kamu, perasaan kamu lebih berharga dari harga cincin itu'' kata Arnav lagi.


Setelah Arnav membersihkan semuanya, dia segera menyuruh tukang kebun untuk membawa dan membakar semuanya.


Sekarang semua keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam, begitu juga dengan Mecca dan Arnav. Mereka sudah tampil dengan rapi, Mecca juga sudah membantu Arnav membersihkan tubuhnya dan membersihkan lukanya.


''Nav kamu udah mendingan'' tanya papanya.


''Udah pa, aku hanya menunggu tangan ku benar-benar pulih'' jawab Arnav.


''Melisa, Mella, nyonya Gita dan Mecca, telah menuang nasi ke piring mereka masing-masing. Mecca juga sudah menuangkan nasi buat suaminya, sedangkan Arnav merasa mual dengan bau bawang goreng yang tidak dia suka semenjak istrinya hamil.


''Nav kamu kenapa? kok wajah kamu seperti itu'' tanya nyonya Gita


''Iya mah Arnav tidak suka bau bawang goreng, dan semejak Mecca hamil arnav jadi sangat sensitif dengan penciuman Arnav'' jawabnya


''Kamu persis seperti papa Nav, saat mama kamu hamil papa juga seperti itu. Sedangkan yang hamil biasa-biasa saja, tapi syukurlah kalau kita yang menanggung mualnya, setidaknya kita bisa mengurangi beban istri '' kata papanya lagi.


Sedangkan Mecca makan dengan lahap, waktu Arnav bilang mual dia menghentikan makanya.


''Sayang kamu lanjutkan aja makannya, aku dapat bisikan dari bayi kita kalau setelah ini kamu harus suapi papinya juga'' kata Arnav di depan semua keluarganya.


''huk huk huk Melisa, mamanya dan Mella batuk dengan serempak.

__ADS_1


''Kenapa kok pada batuk, makanya makan pelan-pelan '' kata Arnav heran melihat reaksi keluarganya.


''Jadi pangilannya sekarang papi ya'' kata Mella meledek, Mecca hanya diam dan tertunduk Malu.


''Oya mami tadi jadi gak USG nya'' tanya Mella lagi.


''jadi kak '' jawab Mecca pendek.


'' papa jadi lupa mau nanyain itu, Nav gimana hasilnya, apakah cucu papa sehat dan udah berapa bulan kandungan mecca?'' tanya papanya buru-buru mengakhiri makanya.


''Pa ada berita gembira papa akan dapat cucu kembar, mereka sehat semua, kandungan Mecca baru tiga Minggu pa, jadi Mecca harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak pikiran'' kata Arnav kepada papanya.


''syukurlah Nav papa sangat senang dengan berita ini, pokonya kamu harus jaga Mecca. Jangan bikin dia terlalu capek, kamu juga jangan terus-terusan mengerjainya, papa tau dengan kegilaan kamu sekarang. kamu lagi pingin-pinginya tapi kamu harus hati-hati'' titah papanya.


''Alhamdulillah hamil sekali dapat dua , pasti pas mereka keluar mereka akan mentertawakan maminya, karena maminya masih kecil tapi udah kuat membawa dua orang sekali gus'' kata Mella bersorak Sorai dengan bahagia.


''Sssst, kamu ini kayak dapat apa aja biasa aja kali'' kata Melisa terlihat kesal dengan berita itu, Arnav yang melihat reaksi Melisa ingin segera menjauhkan istrinya dari sana.


''Sayang kalau kamu udah siap, ayo kita keatas bawa sedikit nasi untukku, suapi aku dikamar aja, disini aku merasa gerah'' katanya sambil berdiri.


''papa, mama Arnav keatas ya '' katanya minta izin kepada kedua orang tua nya.


''Iya,,, ingat kata-kata papa tadi, tahan nafsumu jangan bikin Mecca kecapean melayani mu'' kata papanya lagi.


''Iya pa'' segera Arnav dan Mecca menaiki tangga. Mecca membawa piring dan gelas ke kamarnya yang di tuntun oleh Arnav dengan sebelah tangan.


''Aneh, harusnya kakak yang dipegang karena sakit, kenapa dia yang dipegang kakak, menyusahkan'' kata Melisa melihat dari belakang.


Sedangkan di kamar Mecca menyuapi suaminya dengan sabar.


''Mas kenapa semua orang seperti khawatir mendengar Mecca yang mau melahirkan, apakah seumuran Mecca rawan, dan akan meninggal kalau melahirkan, tapi kalau Mecca meninggal kasih satu anak kita buat ibu ya mas, karena ibu tidak punya siapa-siapa lagi'' kata Mecca dengan mata yang berkaca-kaca.


''Hentikan jangan bicara seperti itu, aku tidak suka.


Kau harus menemani ku sampai tua nanti,lebih baik aku tidak mempunyai bayi kalau harus kehilangan kamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu '' Arnav sengat kaget dengan kata-kata istrinya, dia langsung emosi dan menatap marah kepada istrinya itu, tapi Arnav kembali menyadari emosinya.


''Sayang maaf kamu jadi takut, aku mohon jangan bicara seperti itu, aku yakin kamu kuat. Kita akan melewati semua bersama-sama sampai anak-anak kita lahir dengan keadaan sehat, dan kamu juga sehat '' Arnav segera memeluk istrinya dan mencium dia sangat takut mendengarkan itu.


Sayang berjanjilah jangan tinggalkan aku'' katanya. Dia sudah tidak nafsu lagi untuk melanjutkan makannya, tapi Mecca membujuknya seperti anak kecil, akhirnya makanan itu habis.


setelah itu mereka berbaring di atas ranjang, Arnav siap-siap tidur dengan menggulungkan rambut panjang istrinya di telunjuknya.


''Mas,,,''


''Iya sayang'' jawab Arnav memeluk istrinya


''Maaf kan Mecca soal tadi ya mas'' katanya lagi


''Iya sayang kamu jangan bicara seperti itu lagi, dan janji jangan tinggalkan aku''


''Iya Mecca janji, sampai tua kita akan selalu bersama membesarkan anak-anak kita'' jawab Mecca melihat wajah tampan Suaminya yang begitu dikaguminya.


''Sayang kamu capek gak hari ini''


''Gak mas, seharian ini Mecca hanya tidur'' kata Mecca lagi


''Sayang aku dapat bisikan, kalau anak-anak kita meminta aku mengunjunginya, sebentar aja boleh ya sayang, aku main dengan aman kok, seperti biasa aku akan melakukannya dengan lembut'' pinta Arnav beralasan bisikan anaknya.


''Bukankah tangan mas sakit, jadi gimana caranya''


''sayang yang sakit cuma tanganku, yang dibawah sehat kok, tu dia juga bangun '' katanya menunjuk kebagian bawahnya.


Mecca hanya tersenyum, mereka melakukanya dengan lembut saat main Arnav sering bertanya kepada istrinya.


''Sayang kamu sakit gak''


''gak mas''


''Sayang kamu sesak'' katanya lagi


dan masih banyak pertanyaan Arnav saat melakukanya, dia takut menyakiti istrinya itu.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2