
Arnav membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk sampai ke tempat yang dikatakan Rian, kerena tempat itu selain terpencil akses jalanya juga agak sempit dan rusak.
Sedangkan Mecha merasa sangat ngantuk, sehingga dia tidak bisa lagi menahan matanya untuk tidur,
Semejak hamil Mecca memang begitu suka tidur, tidak peduli di manapun, mungkin bawaan hamilnya yang membuat dia seperti itu.
Saat Rian melihat Mecca yang lagi tidur sambil duduk, alangkah kagetnya Rian, dikiranya Mecca pingsan.
Segera Rian mendekati Mecca sambil menepuk pelan pipi wanita cantik itu.
''Hei kau sakit ya?''tanya Rian sambil meraba dahi dan menepuk pipi mulus wanita hamil itu.
''Gak kak, aku sangat ngantuk '' kata Mecca membuka matanya, Rian menatap lekat mata indah wanita hamil itu, sesaat dia sungguh terpesona oleh keindahan mata Mecca.
''Apa yang aku pikirkan, bodoh dia istri orang apalagi dia mengandung anak musuhku, kenapa aku memikirkan hal bodoh seperti ini'' gumam Rian dalam hati.
''Kak!" kata Mecca yang melihat Rian mematung di hadapannya, lamunan Rian buyar seketika mendengar suara Mecca.
Dia segera menjauh dengan jantung yang sangat berdebar-debar.
Sedangkan Arnav telah sampai di rumah kecil yang terletak di pinggir sungai itu.
Dia segera menyusuri tempat itu dari jauh, dia melihat sekeliling rumah itu di kawal oleh preman yang berbadan kekar.
Arnav segera menuju halaman rumah tersebut dengan langkah yang sangat berani, dia juga sudah melengkapi dirinya dengan sepucuk senjata.
Arnav adalah seorang yang pintar menembak, dia juga mempunyai ilmu bela diri yang tinggi, makanya tanpa ragu dia memasuki rumah itu untuk menemui istrinya.
''Berhenti'' kata seorang lelaki yang berbadan tegap menghentikan langkah Arnav, tapi Arnav tidak menghiraukannya, dia tetap saja berjalan.
Lelaki itu langsung melayangkan tinju ke kepala Arnav, dengan sigap Arnav menangkis tangan kekar lelaki itu. Tidak lama datang empat orang lagi mengeroyok Arnav, tapi Arnav dapat melumpuhkan mereka semua karena dia mempunyai ilmu beladiri yang sangat terlatih.
Segera satu orang lainya berlari masuk untuk memberi tahu Rian.
''Tuan ada seseorang di depan, dia memaksa untuk masuk''kata seorang lelaki dengan tergesa-gesa.
''Biarkan dia masuk'' titah Rian
Segera Arnav masuk dan menepati istrinya tertidur sambil duduk dengan kaki dan tangan terikat.
''sayang,,,'' kata Arnav berlari menghampiri Mecca sambil meraba dan mencium Istrinya
Mecca yang melihat kedatangan Arnav segera terbangun dan tersenyum.
''Mas di sini?'' tanya Mecca
''sayang katakan pada ku apa yang kau rasakan, apakah mereka menyakitimu?'' tanya Arnav sambil meraba semua tubuh istrinya
''Tidak mas, Mecca baik-baik saja. Kakak yang memakai topeng itu sangat baik'' jawab Mecca.
''Prok prok prok ''' terdengar tepuk tangan dari belakang mereka.
Belum sempat juga Arnav melepaskan Mecca, Enjelin sudah datang dengan membawa banyak orang suruhannya, yang berbadan kekar dan dilengkapi senjata.
''Bagus sekali aku bisa melihat perempuan ini tersiksa'' kata Enjelin sambil menodongkan pistol ke kepala Arnav.
''Honey, aku kembali untuk bayi ku yang telah meninggal sebelum dia sempat melihat dunia kejam ini'' kata Enjelin
__ADS_1
Sedangkan satu orang lainya juga menodongkan pistol ke kepala Mecca.
tempat itu sudah dikepung oleh semua anak buah Enjelin.
Rian juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Mecca, dia tidak ingin kakaknya tau kalau dia telah berkhianat.
''Enjelin aku mohon lepaskan istriku, itu sangat bahaya untuk anak ku'' titah Arnav.
''Honey kau hanya memikirkan anak mu saja, kenapa kau tidak memikirkan anak ku saat aku memohon agar kau menikahi ku'' kata Enjelin.
''Aku mohon Enjelin, Mecca tidak tau apa-apa Ini permasalahan kita berdua, biar kita berdua yang menyelesaikannya'' kata Arnav kembali memohon
''Ini memang masalah kita, tapi perempuan ini penyebab semuanya dia telah merebut diri mu dari ku'' ulas Enjelin.
''Katakan apa mau mu '' pinta Arnav
''Aku mau ini'' kata Enjelin sambil mengangkat rambut panjang Mecca
''Aku tau kau mengagumi rambut panjang ini, jadi aku mau ini dimusnahkan biar aku saja yang memiliki rambut hitam dan panjang, sehingga kau hanya mencintai ku seperti kau mencintai dia'' jawab Enjelin tersenyum licik
''Hentikan Enjelin, kalau kau menyakiti atau merusak seujung kuku dari istri ku, aku akan membuat kau menyesalinya'' kata Arnav mengancam.
''Aku tidak peduli lagi'' jawab Enjelin. Segera perempuan jahat itu mengarahkan gunting ke rambut panjang Mecca, dengan ceper Arnav meraih tangan Enjelin untuk membuang guntingnya, melihat itu Enjelin sangat sakit hati dan reflek dia menembakan pistol ke arah Mecca, dengan cepat juga Arnav menghalangi tembakan itu, tembakan itu meleset ke dinding.
''Enejelin jangan main-main dengan senjata itu, aku mohon pinta apa saja yang kau mau, tapi jangan sakiti istri ku, dia hidup ku'' kata Arnav
''Mas Mecca takut mas'' kata Mecca dengan gemetar.
''Sayang tenang ya,,, semua akan baik-baik saja'' kata Arnav menenangkan istrinya yang berada dalam pelukannya.
''Bukankah tadi kau bilang aku boleh minta apa saja, sekarang aku mau kau melayaniku di depan wanita bodoh ini.
Ayo kita lakukan hal yang dulu sering kita lakukan'' kata Enjelin dengan penuh gairah.
''Pisahkan mereka berdua, kalau Arnav tidak mau, segera tembak istrinya, karena itu lebih meyakinkan baginya kalau melihat istrinya terluka'' titah Enjelin kepada orang suruhannya.
''Baiklah Enjelin, tapi berjanjilah jangan sedikitpun kau lukai istriku'' kata Arnav yang melepaskan pelukannya dari Mecca.
''Sayang kalau kau tidak mau lihat semuanya pejamkan mata mu, dan anggap semua hanya sandiwara, kau taukan semuanya aku lakukan untuk keselamatan mu dan anak-anak kita.
Aku mohon mengertilah, apapun akan aku lakukan demi dirimu, walaupun dia menguasai raga ku ,tapi hati ku akan tetap jadi milikmu'' kata Arnav berbisik di telinga istrinya sebelum dia berdiri.
''Tidak mas jangan lakukan itu, lebih baik Mecca terluka dari pada mas melakukan itu di hadapan mecca'' pinta Mecca memohon
''Maafkan aku sayang'' hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Arnav.
Setelah itu segera Arnav berdiri mendekati Enjelin.
''Mbak aku mohon jangan lakukan itu di depan ku, lebih baik bunuh aku dari pada kau melakukan itu dengan suamiku, hanya aku yang boleh melakukan itu karena dia suamiku'' kata Mecca memberanikan diri.
''Apa,,,,!!!, hei bodoh sebelum kau, aku telah dulu memilikinya'' jawab Enjelin emosi.
''Enjelin segera lakukan apa saja yang kau mau, tapi habis ini lepaskan istriku '' pinta Arnav
Semua orang disana di suruh keluar untuk berjaga oleh Enjelin.
Kini hanya tinggal mereka bertiga. Segera Enjelin melepaskan baju Arnav dan membuka
__ADS_1
kancing baju bagian atasnya, untuk memancing Arnav.
setelah baju Arnav terbuka, Enjelin kembali meraba tubuh kekar itu di depan Mecca.
''Honey katakan sesuatu yang membuat permainan kita ini jadi panas, kau tidak memperhatikan tubuhku dan penampilanku, bukankah aku begitu seksi dari pada perempuan itu, aku begini hanya untuk mu karena aku sangat tau selera mu, kau hanya akan mendekati perempuan cantik dan seksi'' kata Enjelin
''Mas Mecca mohon, jangan nodai pernikahan kita''kata Mecca mengais terisak-isak.
Sedangkan Enjelin langsung bermain di dada dan leher Arnav untuk menaikan gairahnya, tapi Arnav tidak merespon, dia merasa jijik dengan tindakan Enjelin.
Melihat tak ada reaksi dari Arnav, Enjelin segera meraih kepala Arnav. Dia ingan mencium bibir seksi lelaki pujaannya itu.
Arnav merasa kalau hatinya sangat terluka seakan ada benda tajam yang menyayat hatinya, dia tau itu adalah yang dirasakan istrinya saat melihat mereka berdua, sebelum bibir itu menempel Arnav segera menarik kasar Enjelin mengunci tangganya dari belakang.
''lepaskan'' teriak Enjelin segera orang suruhannya masuk, saat Arnav menodongkan senjatanya, rupanya Rian telah dulu menebak tangan Arnav agar senjatanya terlepas.
Saat senjata terlepas, Enjelin segera mengambil senjata itu dan mengarahkan senjatanya kepada Mecca, melihat posisi istrinya terancam segera Arnav berlari kearah Mecca, peluru panas itu mengenai lengan Arnav.
melihat Arnav yang tertembak Enjelin juga berteriak.
''honey!! kenapa kau melakukan itu, kau mengorbankan diri mu demi dia kenapa!'' teriak Enjelin seakan tidak terima.
'' Ini saatnya aku membalaskan dendam ku '' gumam Rian yang mengarahkan pistolnya ke arah Arnav dan Mecca, saat Arnav melihat kearah Rian, dia segera memeluk tubuh Mecca untuk melindunginya.
''Dor dor'' bunyi tembakan dari Rian yang mengenai perut Arnav.
''Mas,,,'' kata Mecca yang menggigil takut
''Sayang aku baik-baik saja'' kata Arnav yang menenangkan istrinya kembali.
Seakan tidak puas Enjelin kembali mengangkat pistolnya, sekarang dia berdiri tepat di depan mereka berdua. Dia ingin menembak Mecca.
sebelum Enjelin menembak Mecca, mereka semua mendengar mobil pertanda ada polisi .
''Kak ayo tinggalkan tempat ini, sebentar lagi polisi akan mengepung tempat ini '' kata Rian yang menarik Enjelin keluar.
''Gimana dengan Arnav '' kata Enjelin. Dia tidak tega melihat Arnav yang hampir tumbang akibat peluru panas yang menembus badannya.
''Biarkan saja kak, ayo tinggalkan tempat ini sebelum kita tertangkap'' titah Rian.
Mereka berdua langsung kabur lewat pintu belakang.
Sedangkan Arnav sudah tidak bisa lagi mengimbangi tubuhnya, dengan mata gelap dia menjatuhkan tubuhnya di hadapan mecca.
''Mas bangun jangan tinggalkan Mecca mas, bangun mas'' kata Mecca sambil meletakan kepala Arnav di pahanya.
Mendengar teriakan istrinya Arnav kembali mendapatkan sedikit kesadarannya.
''Sayang jangan menangis, aku baik-baik saja, aku tidak akan kemana-mana, Dede papi kuat jangan cemas bilang sama mami ya'' kata Arnav sambil meraba perut Mecca dengan tangan yang sudah berlumuran darah.
''Sayang tersenyumlah aku rindu senyum mu, aku tidak menyesal telah menikah dan bisa melindungi mu, aku bahagia, tolong jaga anak anak kita, kau wanita yang kuat''ulas Arnav lagi dengan terbata-bata sambil meraba wajah yang penuh air mata, setelah itu Arnav benar-benar hilang kesadarannya dia sudah tidak berdaya lagi.
bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......
__ADS_1