Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Rencana Mella


__ADS_3

Setelah menyuapi istri kecilnya Arnav kembali menanyakan pertanyaan kemaren.


''Cantik nama kamu Mecca ya?'' tanya Arnav lagi.


''Iya,,, jadi jangan panggil aku cantik lagi'' pinta Mecca.


''Tapi aku lebih suka memanggil kamu dengan cantik, emang ada yang marah?'' tanya Arnav.


''Oya apa untungnya buat kamu berbohong ngaku-ngaku punya anak'' ulas Arnav lagi.


''Aku tidak bohong, memang mereka berdua anak ku'' jawab Mecca.


''Aku tidak bodoh cantik, mana mungkin gadis kecil seperti mu sudah menikah dan punya anak.


Aku yakin paling umur mu masih belasan tahun'' kata Arnav.


''Umur ku udah dua puluh tahun'' jawab Mecca lagi.


''Ha baru dua puluh tahun, kau udah mengaku punya anak, dua lagi.


Ketauan sekali kau berbohong'' kata Arnav.


''Oya apakah kau mengenal ku?'' tanya Arnav lagi.


'' Aku bingung mau jawab apa, tapi ikuti kata hati mas, pasti mas tau jawabannya'' kata Mecca.


Dengan penuh keberanian Mecca meletakan tangannya di dada bidang Arnav.


Saat tangan itu masih berada disana, dengan sigap Arnav menangkap tangan itu, agar tangan itu tidak berpindah dari sana.


''Aku yakin kau sangat mengenal ku. Aku ingin penjelasan Yang pasti dari mu'' kata Arnav lagi.


Mendengar itu Mecca berusaha untuk melepaskan tangannya dari sana, setelah tangan itu terlepas dia segera membawa tangan Arnav pada rambut panjangnya.


''Semuanya bermula dari sini'' kata Mecca yang langsung berdiri meninggalkan Arnav.


''Mecca tunggu aku'' kata Arnav lagi tapi Mecca berlalu begitu saja.


''Mas kau lelaki ku, kau pasti bisa mengingat semuanya, aku akan menunggu mu suami ku'' gumam Mecca sambil terus berjalan memasuki ruangan tempat dia menuntut ilmu.


''Kenapa dia hanya memberi isyarat kepada ku, kenapa dia tau kalau dalam bayanganku hanya ada wanita berambut panjang sepertinya, dan aku yakin itu dia.


Aku bisa merasakan saat dia menyentuh ku tadi, begitu juga saat aku menyentuh rambutnya.


Dia beda dengan wanita yang pernah aku temui sebelumnya'' gumam Arnav.


''Baiklah gadis kecil, sepertinya kau mencoba bermain teka-teki dengan ku.


Oke akan ku ikuti permainan mu'' kata Arnav sambil kembali ke kantin untuk memesan nasi goreng untuk mamanya.


''Treeet treeert treeert''


Terdengar suara handphone milik Arnav bergetar di kantong celananya.


segera Arnav mengangkat handphonenya itu.


Halo kak '' sapa seorang gadis centil yang selalu mengikutinya.


''Ya halo Reyna'' jawab Arnav


''Kak Arnav hari ini kakak punya kegiatan apa?'' tanya Reyna.


''Gak aku tidak punya kegiatan apa-apa '' jawab Arnav.


''Kalau gitu kak Arnav ikut aja dengan ku, kita akan menghadiri sebuah acara di hotel malam ini, disana kita akan langsung tanda tangan kontrak '' usul reyna.


''Maaf Reyna aku mundur dari dunia hiburan, aku ingin fokus untuk melanjutkan bisnis keluarga ku'' jawab Arnav.


''Kak pikirkan dulu keputusan kakak. Sayangkan karir dan wajah tampan kakak kalau tidak di manfaatkan semuanya akan sia-sia '' ulas Reyna lagi


''Reyna aku bosan harus seperti ini terus, udah dulu ya Reyna aku mau pulang'' jawab Arnav.


''Emang kak Arnav dimana sekarang'' tanya Reyna lagi.


''Sku lagi di kampus mengantarkan buku adik ku'' jawab Arnav singkat dan memutuskan sambungan telefon itu secara sepihak.


Sedangkan dalam kelas Mecca begitu berdebar-debar, sebelum rencananya yang mau mengerjai Arnav dilakukanya nyalinya udah ciut duluan.


''Duh kenapa aku seperti pertama bertemu dengan suami ku, aku merasa gugup saat berhadapan dengannya.


Padahal aku udah melakukan banyak hal dengannya sampai kami punya si kembar, tapi kenapa aku begitu gugup'' gumam Mecca sambil memegang dadanya.


''Ca kamu kenapa seperti orang baru ketemu hatu gitu?'' tanya Milla sahabatnya.


''Milla aku tadi ketemu suami ku'' jawab Mecca.

__ADS_1


''Apa suami mu,,, maksudmu kak Arnav'' kata Milla sambil mengerutkan kening dengan heran.


''Iya Mil,,,emang siapa lagi cuma itu suamiku'' ulas Mecca lagi


''Kak Arnav masih hidup,,, syukurlah akhirnya kalian ngumpul juga, selamat ya Mecca '' kata Milla


''Tapi kami belum berkumpul Mil, dia hilang ingatan dia melupakan aku dan anak kami, dia hanya mengingat lima tahun sebelum ini'' kata Mecca lagi.


''Ya ampun Ca, tapi kamu harus mengatakan kalau kamu adalah istrinya, Arav dan Ara anaknya ?'' ulas Milla lagi.


''Aku belum berani untuk mengatakan semuanya Mil, aku takut dia tidak bisa menerimanya. Aku akan menunggu dia mengingat semuanya'' jawab Mecca


''Bodoh katakan saja semuanya. mau tidak mau dia harus menerima kalian karena itu memang kenyataannya'' kata Milla


''Mil aku takut dia terpaksa menerima ku dan anak-anak seperti dulu saat kami pertama menikah.


Kalau itu terjadi semua percuma aja Mil, efeknya akan berdampak pada si kembar, kasihan mereka'' kata Mecca.


''Iya juga ya Ca, bukanya kebahagian yang mereka dapat kerena papinya kembali, tapi malah rasa sedih jadi anak yang tidak di anggap'' kata Milla.


''Makanya aku nungguin aja, seandainya dia masih tidak mengingatnya, setidaknya aku bisa melihat reaksi mas Arnav pada kedua anaknya, kalau dia udah bisa menerima dan sayang pada anak-anaknya tanpa dia ingat aku akan mengatakan semuanya kepada mas Arnav'' kata Mecca menjelaskan.


Sedangkan di luar Arnav masih penasaran, dia berencana untuk menunggu Mecca sampai waktu istirahat nanti.


''Treeet treeert treeert''terdengar lagi suara handphone milik Arnav bergetar di kantong celananya.


''Halo ma'' jawab Arnav.


''Nav kamu lama amat, memang kamu ketemu gak sama adik mu?'' tanya nyonya Gita,


''Ma aku tidak lihat Mella di sini. Sepertinya dia tidak membutuhkan bukunya lagi'' jawab Arnav


''Apakah kamu ketemu seseorang disana? '' tanya nyonya Gita menyidik.


''Iya mah aku ketemu perempuan yang aku ceritakan kemaren, dia juga kuliah disini ma'' jawab Arnav


''Ya udah kamu cerita dirumah aja sambil membawa nasi goreng untuk mama'' kata nyonya Gita penasaran


''Rencananya aku mau nungguin dia sampai waktu istirahat ma'' ulas Arnav lagi.


''Nanti aja kamu ke sana lagi saat dia pulang, siapa tau dia mau kalau kau tawarin untuk mengantarnya pulang'' titah nyonya Gita.


''Baaik ma'' kata Arnav mengikuti titah mamanya.


Tidak berselang lama Arnav sudah sampai di rumahnya, dan segera masuk untuk memberikan nasi goreng kepada mamanya.


''Ma ini nasi gorengnya '' kata Arnav.


Mendengar Arnav datang nyonya Gita langsung keluar dari dapur dan langsung menghampiri Arnav


''Nav ayo ceritakan gimana tadi'' tanya nyonya Gita.


''Tadi aku sempat ngobrol dengan dia di kantin, aku benar-benar jatuh cinta pada gadis konyol itu ma'' kata Arnav.


''Gadis konyol,,,, maksud mu''kata nyonya Gita heran.


''Iya dia sangat konyol ma, masa saat berhadapan dengan ku seperti berhadapan dengan hantu, sampai-sampai nasi goreng yang masih panas langsung aja di lahapnya'' kata Arnav menceritakan kejadian tadi.


''Dasar Mecca gak hilang-hilang sifat anehnya itu'' gumam nyonya Gita.


''Terus gimana lagi Nav'' tanya nyonya Gita kembali menanyai anak laki-lakinya itu.


'' kok mama semangat amat ya.


Aku sih takutnya mama tidak setuju karena taunya dia janda anak dua'' kata Arnav.


''Bodoh dia tidak Janda, dia istri dan anaknya itu anak mu'' gumam nyonya Gita lagi.


''Biarkan saja Nav, pokoknya kamu kejar dia terus.


Masalah anak kembar itu jangan dipikirkan'' kata nyonya Gita lagi.


''Sepertinya mama dekat sekali dengan perempuan itu. Mama juga tau kalau anak-anak itu kembar. Padahal aku belum menceritakan apa-apa sama mama'' kata Arnav curiga.


''Itu hanya ramalan mama aja nav'' kata nyonya lagi.


''Oh selama aku pergi mama udah pintar jadi peramal ya'' ulas Arnav lagi.


''Udah lah yang penting kamu perjuangkan perempuan itu ya'' ucap nyonya Gita lagi mendukung anaknya.


''Baiklah selama tidak ada niatannya untuk kembali sama suaminya, akan aku kejar terus wanita itu, tapi aku tidak yakin dia sudah menikah dan punya anak, karena dia terlalu muda dan aku juga dengar kalau anak laki-laki itu memanggilnya kakak bukan mama pada perempuan itu'' kata Arnav lagi kepada mamanya.


''Oh coba aja selidiki, siapa tau anak-anak itu adiknya dan kamu bapaknya dari perempuan dan anak-anak kecil itu'' kata nyonya Gita lagi sambil mencubit anaknya.


''Ih apa-apaan sih ma'' kata Arnav dengan wajah kaget.

__ADS_1


'' Ngapain kamu pikirin itu anak atau adiknya, yang jelas sekarang dekati dia, nanti kamu akan mengetahuinya sendiri '' kata nyonya Gita lagi.


''Oke nyonya besar. Ngomong-ngomong anak tampan anda ini udah di ijinkan untuk makan?'' tanya Arnav lagi sambil bercanda.


''Iya sayang,,, mama udah bikinin sop kesukaan kamu'' kata nyonya Gita.


Setelah sampai di ruangan makan segera nyonya Gita membantu menuangkan nasi kedalam piring Arnav.


''Nav kamu makan yang banyak ya. Mama mau pergi dulu'' kata nyonya Gita.


''Memang mama mau kemana lagi, kok tiap pagi seperti ini mama pergi terus seperti orang kerja kantoran aja'' jawab Arnav


''Mama ada urusan sebentar'' jawab nyonya Gita.


''Ya udah'' jawab Arnav singkat


Setelah dapat ijin dari Arnav.


Nyonya Gita segera pergi sambil menenteng paper bag yang berisikan sop dan bubur untuk makan siang sikembar.


Tidak terasa hari sudah siang.


Arnav ingin kembali ke kampus untuk menemui Mecca.


Saat dia hendak keluar dari rumahnya Arnav dikagetkan dengan seorang gadis yang tiba-tiba bertamu kerumahnya.


''Kak Arnav,,,,'' kata gadis yang memakai baju ketat dengan rok yang seksi.


Perempuan itu adalah Reyna.


''Reyna kamu,,, dari mana kamu tau alamatku ?'' tanya Arnav.


''Gampang bagi ku mencari alamat kakak ini, siapa yang tidak tau dengan keluarga Sanjaya'' jawab Reyna.


''Kak boleh aku masuk'' ulas Reyna lagi.


''Ya silahkan '' jawab Arnav.


''Kak aku boleh lihat-lihat kamar mu'' Kata Reyna tanpa sungkan-sungkan dan langsung berdiri hendak melangkahkan kakinya.


Belum juga Reyna melangkah langsung tangan kekar Arnav menarik lengan Reyna.


''Reyna tidak boleh, ini bukan luar negri sehingga kau bisa berbuat seenaknya'' kata Arnav menghentikan Reyna.


''Bukankah ini udah biasa kita lakukan'' jawab Reyna lagi.


'' Itu kalau di luar negri, kalau disini tidak boleh Rey.


Kami mempunyai aturan yang ketat dirumah ini'' jawab Arnav


''Baiklah aku mengerti'' kata Reyna kembali duduk.


Sedangkan di rumah Arnav.


Nyonya Gita udah sampai dan asik bermain dengan kedua cucunya.


''Ma Mella berangkat dulu'' kata Mella berpamitan.


''Mella tunggu. Ada yang mau mama bicarakan'' kata nyonya Gita.


''Ya mah'' kata Mella yang kembali duduk.


''Tadi mama menyuruh Arnav untuk kampus mengantar buku mu.


Mama beralasan seperti itu agar Arnav bisa kembali menemui Mecca.


Dia benar-benar tergila-gila dengan istrinya itu.


dia begitu bahagia saat menceritakan pertemuan kedua mereka.


Mama ingin kembali mendekatkan dia dengan Mecca siapa tau dengan begini dia mengingat semuanya'' kata nyonya Gita.


''Iya ma, sepertinya itu ide yang bagus aku juga akan membantu mama.


Oya gimana kalau kita atur strategi agar kakak ipar dan sikembar bisa ketemu langsung dengan kak Arnav sekali lagi '' kata Reyna


''Mama setuju, tapi gimana caranya'' ulas nyonya Gita lagi.


''Mah gimana kalau nanti sore aku ajak anak-anak dan kakak ipar ke mall untuk bermain, dan mama bilang sama kak Arnav untuk menjemput ku disana, dengan begitu mereka akan bertemu lagi berempat. Saat mereka berkumpul aku akan menjauh dari sana'' kata Mella memberi ide.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2