Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
area sensitif


__ADS_3

di atas mobil menuju perusahaan, rasanya dia ingin kembali pulang untuk melihat kondisi istri kecilnya itu,


tapi ego yang selalu di kemungkakanya, membuat laju mobil sport itu melaju terus menuju perusahan.


setelah tiba di depan bangunan megah bertingkat itu, dia segera turun semua kariawan disana langsung menyambut kedatangan tuan muda anak bos mereka, semua kariawan membungkukkan badannya, aura yang luar biasa itu, seketika mengikat lawan jenis yang sedang bertugas di perusahan Sanjaya tersebut.


selamat pagi tuan, muda ucap semua kariawan dengan serentak, yang sudah berdiri dipintu masuk perusahan.


'' pagi'' ucapnya


'' tuan muda, anda telah di tunggu oleh tuan besar di ruangan beliau'' ucap perempuan yang berpakaian seksi, dia adalah sekretaris tuan Andi, yang menggantikan sekretaris Han yang sudah pensiun.


arnav pun segera melangkahkan kakinya keruang papanya itu


'' pagi pa'' terdengar suara maskulin anak lelakinya, yang sedang menuju kursi di depan meja papanya.


'' nav, bagaimana keadaan istrimu '' Tampa banyak basa basi, langsung saja tuan Andi bertanya tentang menantu kesayangannya itu.


'' maaf pa, kalau papa hanya mau menanyakan itu, apakah sebaiknya tidak disini'' jawab arnav


'' iya,,,, kamu tidak usah terlalu formal juga nav'' ulas papanya


'' papa menyuruh aku kesini ada urusan apa ya pa??''


'' begini nav, papa cuma mau bertanya, apakah keputusan kamu untuk terjun keperusaha ini sudah kau pikirkan dengan matang''


'' sebenarnya kalau boleh jujur, arnav belum terlalu paham arnav terjun kesini hanya untuk memenuhi keinginan keluarga, kalau keinginan arnav papa udah taukan jawabnya '' ucap anak lelakinya itu.


'' jadi kamu belum terlalu yakin, nav menurut papa mulai dari sekarang tinggalkan dunia entertainment itu, apakah kamu tidak ingin melanjutkan perusahan yang sudah turun temurun dari kakek dan nenek mu.


kalau kamu masih berkecimpung di dunia hiburan seperti itu, kamu hanya akan membuang banyak waktumu sendiri.


'' memang orang akan lebih banyak mengenal mu, tapi itu tidak akan berlangsung lama nak'' begitu serius tuan Andi menjelaskan keinginannya kepada anak lelakinya.


'' tapi kalau aku harus mengurus perusahaan, aku akan belajar dari nol lagi dengan papa, walaupun aku sudah lama kuliah, tapi teori tidak akan sama seperti prakteknya pa'' jawab arnav


'' iya papa mengerti, tapi melihat kerjamu waktu menyelesaikan bangunan yang kamu pegang kemaren, papa rasa itu sangat bagus, dan kamu mempunyai bakat yang lebih bagus dari papa'' jawab tuan Andi agar anaknya itu lebih percaya diri lagi


'' baiklah kalau papa ingin arnav lanjut mengurus perusahaan ini, tapi arnav harus banyak belajar lagi. ucapannya mengiyakan keinginan papanya itu.


'' tentu saja, kalau kau tidak keberatan ayo kita bisa melihat ruangan mana yang akan kau gunakan nantinya'' ucapan papanya itu

__ADS_1


'' baik lah pa ayo '' segera mereka berdua melangkah menuju ruangan baru milik arnav


'' tak lama setelah mereka sampai di depan ruangan barunya, tuan Andi langsung mempersilahkan anak lelakinya itu masuk.


disana sudah tersedia ruangan yang ukurannya sama dengan ruangan papanyan, disana sudah terdapat semua peralatan dan barang-barang mewah menghiasi ruangan itu.


'' bagai mana menurut mu'' tanya tuan Andi


'' bagus aku suka pa'' jawabnya


'' baiklah kalau begitu, coba kamu amati aja dulu kalau ada yang tidak kamu suka, segera kamu ganti itu semua terserah dirimu saja, kamu bebas karena perusahaan ini tak lama lagi akan jatuh ke tangan mu seutuhnya , paling-paling papa hanya sebentar lagi saja, kalau kamu sudah bisa sendiri papa akan pensiun, berharap bisa bermain dengan cucu-cucu papa nantinya'' ucap tuan Andi panjang lebar


setelah tuan andi pergi, arnav langsung megambil hp miliknya dia segera menghubungi istri kecilnya itu, menanyakan apakah udah makan siang atau belum, karena udah waktu makan siang.


sedangkan istrinya masih duduk memangku lututnya, masih seperti yang di tinggalkannya tadi.


perempuan itu masih mencerna perkataan adik iparnya


bagaimana bisa mereka menuduh ibunya sekeji itu, bukankah ini hanya salah paham, lagian ibunya juga sudah menceritakan semuanya.


di balik pintu itu, Mecca tak henti-hentinya menangis


'' tteeet treeet'''' bunyi suara hp miliknya, tapi dia tidak menghiraukan hp tersebut, karena pikirannya masih mengingat omongan adik ipar dan suaminya yang menyalahkan dirinya


rasanya arnav tidak sabaran lagi untuk mendengar suara pemilik hp yang sedang di hubunginya itu.


'' kenapa dia tidak mengangkat panggilan dari ku, apakah dia ketiduran '' ucapnya yang masih berusaha untuk menghubungi istrinya


'' Tuhan beri aku sedikit keberanian untuk bicara kepada papa dan ibuku, kalau pernikahan ini tidak seperti yang mereka kira, lebih baik aku pisah dari sekarang, dari pada hatiku semakin berharap kepada mas arnav, Sedangkan dia hanya menganggap ku sebagai wanita pembawa sial baginya '' ucap perempuan malang itu lagi


sudah lebih dari setengah hari, dia masih tetep duduk dalam posisi yang sama, hingga dia merasa ada dorongan keras dari pintu kamarnya itu.


ternyata itu Melisa yang masih memendam emosi karena kejadian tadi pagi, dia tampak membawa segelas air teh panas


sedangkan Mecca yang kaget langsung berdiri dari duduknya, berhadapan langsung dengan Melisa, saat itu juga Melisa menyiram dada Mecca pakai teh panas yang dibawanya tadi.


'' auuuu panas '' ucap Mecca sambil meringis kesakitan


'' mampus Lo, sekarang rasakan apa yang gue rasakan tadi Lo kira enak '' ucap perempuan kejam itu


padahal yang di dilakukannya itu sangat keterlaluan, tadi pagi dia disiram oleh papanya pakai air kopi yang sedikit hangat, dia membalas Mecca berkali lipat.

__ADS_1


'' awas Lo!! kalau mengadu sama papa gue'' ucapnya sambil meninggalkan kamar itu


Mecca hanya merasa sangat perih dan terbakar di bagian leher sampai ke buah dadanya. terkena cipratan teh panas


sedangkan arnav yang sudah tidak sabaran menunggu kabar istrinya, langsung mengambil kunci mobilnya melangkah secepat mungkin


'' tuan muda apakah anda mau keluar ?'' tanya seorang sekretaris seksi yang bernama Nia


'' ya aku mau pulang, kalau papaku bertanya bilang aku pulang mau mengurus istriku'' ucapnya Tampa menoleh kearah sekretaris itu


'' kapan tuan muda menikah '' ucap perempuan itu dalam hati, karena perempuan itu sangat mengagumi tuan mudanya, dia banyak mengoleksi poster tuan mudanya Sakin kagum dan tergila-gilanya pada anak bos nya ini.


sedangkan arnav segera melajukan mobilnya secepat mungkin menuju rumahnya.


setibanya di rumah, langkahnya langsung di arahkan menuju kamar.


di samping ranjang Mecca masih meringis kesakitan sambil menarik bajunya di bagian dada, agar tidak menempel, karena rasa panas itu membuat kulit putih itu menjadi merah


arnav langsung mendorong pintu kamarnya, dan disana dia melihat kalau istrinya sedang meringis kesakitan


'' hei ada apa'' tanya arnav karena melihat wajah istrinya yang menahan kesakitan itu.


secara reflek Mecca menutup bagian atas bajunya dengan tangan secepatnya, karena rasanya dia sangat malu kalau suaminya melihatnya bagian yang menonjol itu


'' gak apa-apa mas'' sambil mengangkat sebelah tangannya, pertanda dia tidak mau di dekati, saat itu juga dia berlari masuk ke kamar mandi belum sempat juga dia menutup pintu kamar mandi, tangan kekar suaminya langsung mendorong paksa pintu itu.


'' apa yang kau sembunyikan dari ku '' ucap arnav sambil menghalangi jalan Mecca, dengan kedua tangannya menempel ke arah tembok


matanya menghunus kalau ada sesuatu yang disembunyikan istrinya, benar saja dia melihat kalau dada yang di tutupi itu memerah


'' ada apa dengan dada mu '' ucapnya lagi sambil membuka tangan yang menutup erat bagian sensitif itu


'' mas jangan '' ucap Mecca sambil menahan malu dan perih


'' ingat aku adalah suami mu, jadi ini juga hak ku untuk mengetahui apa yang terjadi pada istriku'' ucap arnav dengan suara agak keras


'' gk mau mas, ini gak apa-apa '' ucapnya terus menutupi dadanya se kencang mungkin


'' kalau tidak apa-apa aku juga mau memastikannya, sebenarnya dada mu kenapa??, kalau kau gk mau mengatakan dan membiarkan ku melihatnya, aku akan memaksa mu '' ucap suaminya itu yang dari tadi sangat emosi


*bersambung*

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur


__ADS_2