Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Jatuh cinta pada istrinya sendiri


__ADS_3

Sesampainya di rumah, tidak sabar rasanya Mecca memberi tau Mella tentang kejadian tadi, saat Ara memanggil papi kepada Arnav, tapi Mella belum pulang juga.


Dia segera memencet handphone dan menghubungi mertuanya meminta mertuanya untuk mampir kerumahnya.


''Halo ma'' sapa Mecca


''Halo Mecca ada apa nak?'' jawab nyonya Gita.


''Mah bisa kerumah sebentar gak ma.


Ada yang mau Mecca ceritakan tentang kejadian tadi siang'' kata Mecca lagi.


'' Sayang mama sama papa masih dijalan dari Bandung, mama akan sampai sebentar lagi.


Mama akan mampir di rumah mu ya'' jawab nyonya Gita


'' Ya ma Mecca tunggu '' ulas Mecca lagi.


''Iya ca'' jawab nyonya Gita. dan sambungan itu langsung terputus.


Setelah menelpon dengan mertuanya Mecca langsung mengendong Ara keatas tempat tidurnya dan mencoba mengajak Ara bicara lagi.


''Ara panggil mami'' kata Mecca kepada Ara


''akak'' jawab Arav yang berdiri disamping ranjang.


''Arav,,,, jangan ajarin adik mu yang tidak benar'' kata Mecca kepada Arav.


''Sayang ayo panggil mami'' kata Mecca mengulang mengajari Ara.


''akak'' jawab Arav lagi, dia seperti menjahali Mecca.


''Arav,,,,'' kata Mecca yang ikut mengendong dan mendudukkan kedua anak kembar itu berdekatan.


''Arav dari sekarang panggil mami bukan kakak'' titah Mecca kepada anak laki-lakinya itu.


''Papi'' kata Ara menunjuk ke foto Arnav.


''Sayang kamu mau menyebut papi mu, tapi kamu tidak mau memanggil mami, mami sedih tau'' kata Mecca pura-pura menangis.


''Mi,,,,mi'' kata Ara, mendengar itu alangkah bahagianya Mecca dan langsung mengangkat anak perempuannya itu tinggi-tinggi.


''Sayang kamu sungguh pintar'' kata Mecca dengan bahagia.


''No dede,,, akak'' kata Arav berteriak menunjuk Mecca dan minta Ara memanggil kakak bukan mami kepada Mecca.


''Sayang jangan dengarkan kakak mu itu, dia dapat aliran sesat dari aunty mu'' kata Mecca.


''Sepertinya ada yang menjelek-jelekkan aunty ni'' kata Mella yang biru pulang.


Mendengar suara sorak Sorai dari kamar si kembar langsung dia masuk ke sana.


''Kak Mella, Ara udah bicara kak'' kata Mecca memberitahu Mella dengan bahagia.


''Benarkah! Ara kesayang ku udah bicara'' jawab Mella yang juga ikut bahagia.


''Sayang ayo ucapkan sesuatu agar aunty yakin'' kata Mella kepada Ara.


''Sayang panggil mami'' kata Mecca kepada Ara.


''papi,,,'' kata Ara yang kembali menunjuk ke foto arnav.


''Ara,,,,,,,,,,, kamu beneran bicara sayang, eh tunggu dulu kenapa Ara malah manggil papinya bukan kakaknya'' kata Mella dengan heran.


Tok tok tok


''Kak tunggu dulu sepertinya mama sama papa udah datang'' kata Mecca sambil menuju pintu.


Rupanya mbok Yem udah membukakan pintu untuk Nyonya Gita dan tuan Andi terlebih dahulu.


''Mama,,, papa'' kata Mecca sambil memeluk kedua mertuanya itu.


''Ada apa Ca, sepertinya ada hal yang menggembirakan, tidak biasanya kamu seperti ini'' kata tuan Andi.


''Kak Mella,,,,, tolong bawa Ara ke ruangan keluarga kak'' kata Mecca dengan suara agak kencang.


''Ma, pa'' ada kabar gembira.


Ara udah bisa bicara, dia juga udah merespon semua yang kita katakan kepadanya'' kata Mecca memberi tau kedua mertuanya.


''Syukurlah dia udah bicara.


Jujur papa sebenarnya sangat khawatir melihat Ara yang belum kunjung bicara dan tidak merespon perkataan kita.


Apalagi setelah mendengar vonis dari dokter.


Selama setahun ini papa mencari informasi tempat yang bagus buat terapi Ara, tapi syukurlah papa sungguh bahagia vonis dokter rupanya salah''


Kata tuan Andi.


Sedangkan nyonya Gita tidak bisa berkata-kata, dia hanya menangis senang mendengar kalau cucunya udah bisa bicara.

__ADS_1


''Cucu opa sini sayang, ayo panggil opa'' pinta tuan Andi.


''Papi''kata Ara dengan suara lucunya.


''Iya dia udah bicara ma, cucu kita bicara'' kata tuan Andi.


Mendengar itu nyonya Gita dan tuan Andi langsung memeluk Ara.


''Kakak ipar sebenarnya apa yang terjadi tadi siang, kenapa Ara tiba-tiba memanggil papinya'' kata Mella.


''Jadi tadi siang Mecca, Arav dan Ara main ke taman


dekat kampus.


Kebetulan mas Arnav dengan wanita itu juga disana.


Karena Arav rewel minta turun, jadi Mecca turunin Arav dari stroller, tapi dia malah lari mengejar balon.


Mecca lupa kalau mas Arnav hilang ingatan, karena panik Mecca titip Ara sama mas Arnav.


Saat Mecca kembali mas Arnav dan Ara sudah saling berpelukan.


Mecca juga kaget mendengar Ara pertama bicara memanggil papinya'' kata Mecca menjelaskan panjang lebar.


''Jadi Arnav sudah mengingat semuanya?'' tanya nyonya Gita.


''Gak ma, sepertinya mas Arnav hanya mengikuti nalurinya aja untuk memeluk anaknya.


Kalau dia mengingat semuanya pasti dia tidak memanggil mecca dengan sebutan cantik, dia pasti kenal dengan istrinya'' kata Mecca


''Cie cie cantik,,, tau gak kakak ipar. Kamu telah berhasil membuat kakak ku jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya pada mu'' kata Mella meledek Mecca.


Mendengar itu Mecca hanya tersenyum malu didepan mertuanya.


''Sepertinya kak Arnav merasa dia jatuh cinta pada pandangan pertama saat dia melihat kakak ipar di bandara kemaren.


Padahal dia jatuh cinta dengan istrinya sendiri'' ulas Mella lagi


''Kak Mella sok tau'' jawab Mecca dengan wajah tomatnya.


''Serius,,, dia sendiri yang bilang saat baru sampai di rumah dari bandara kemaren, kalau tidak percaya tanya aja sama papa dan mama'' jawab Mella.


''Iya Arnav begitu mencintai mu Ca, saat dia melupakan semuanya tapi satu yang tidak dia lupakan yaitu cintanya pada mu'' kata nyonya Gita.


''Biarkan saja kak Arnav mengejar kembali cintanya ma, anggap saja itu balasan karena kak Arnav sudah sering menyakiti kakak ipar dulunya'' kata Mella.


''Tapi mama kasihan dengan Arnav. dia seharusnya sudah ngumpul dengan anak dan istrinya, tapi gara-gara dia hilang ingatan dia harus mengulang semua dari nol.


''Setau papa orang yang hilang ingatan seperti Arnav, tidak ada obatnya ma.


Obatnya hanya ada pada dia sendiri.


Dia sendiri yang harus kembali mengingat semua memori yang hilang .


Tenang saja ma, dia akan kembali kepada anak dan istrinya, karena Mecca dan kedua anaknya selalu ada tempat di dalam hatinya. dia tidak menyadari kalau cinta itu dari dulu sudah ada, tapi gara-gara hilang ingatan dia merasa Mecca orang lain yang membuat dia jatuh cinta pada pandangan pertama'' kata tuan andi.


''Opa ulang'' kata Arav yang meminta pulang kerumah Sanjaya.


''Arav kamu lelaki, jadi untuk sementara kamu harus jaga semua wanita dirumah ini.


Kamu harus kuat seperti papi mu yang selalu menjaga mami mu'' kata tuan Andi.


''Ya opa'' kata Arav seperti memahami permintaan opanya.


''Opa '' terdengar suara Ara yang ikut memanggil tuan Andi.


''Sayang coba ulangi lagi, opa pingin dengar lagi nak'' pinta tuan Andi.


......................


Sedangkan dirumah Sanjaya.


Arnav merasa tidak puas dengan pertemuan tadi, dia dia selalu mengingat kejadian tadi siang. Dimana saja dia duduk, berdiri dan apa saja yang dia lakukan dia selalu terbayang dengan Mecca.


''wanita itu berhasil membuat ku gila. Aku harus bisa menemuinya kembali'' gumam Arnav.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malamnya Mecca merasa senang mendengar perkataan Mella, kalau Arnav telah kembali jatuh cinta lagi kepadanya.


Dan mengetahui kalau Arnav tidak ada hubungan dengan Reyna, di atas ranjang Mecca hanya berguling-guling sambil tersenyum sendiri mengingat setiap momen bahagianya dengan Arnav.


''Masa iya mas Arnav jatuh cinta lagi dengan ku'' gumam Mecca.


''Mas l love you '' kata Mecca mengambil foto Arnav dan memeluk foto itu.


''Benar juga kata kak Mella tadi, kalau dia jatuh cinta lagi kepada ku biarkan dia mengejar ku, aku akan merasakan gimana dikejar oleh seorang Arnav Sanjaya.


Aku akan jual mahal.


Biarkan dia capek.

__ADS_1


Saat pertama dulu aku tidak sempat mengerjainya, sekarang aku akan mengerjainya. betapa susah mendapatkan Mecca yang selalu di anggapnya anak kecil ini'' kata Mecca sambil meletakan kembali foto tersebut keatas meja.


Tidak terasa pagi datang begitu cepat, seperti biasa Mecca selalu mengerjakan aktivitasnya rutinya.


''kak Mella Mecca berangkat duluan ya, sikembar udah bersih dan wangi. Jadi tolong kakak suapi aja sikembar ya, buburnya juga sudah Mecca bikin'' kata Mecca.


''Iya kakak ipar kecil, pergi sana nanti kamu akan terlambat lagi'' titah Mella.


''Makasih ya kak'' kata Mecca.


Sedangkan di rumah Sanjaya. Arnav sudah selesai olahraga dan dia segara bersiap-siap untuk mandi.


''Nav ayo mandi cepat, mama mau minta tolong'' pinta nyonya Gita.


''Iya mah''kata Arnav singkat, dan dia segera keatas untuk mandi.


''Mama memang mau minta tolong apa kepada Arnav?'' tanya tuan Andi.


''Mama mau minta Arnav untuk ke kampus Mecca.


Mama ingin dia kembali bertemu dengan Mecca'' jawab nyonya Gita.


''Tapi gimana caranya ma'' ulas tuan Andi lagi.


''Bilang aja kalau Mella minta tolong mengantarkan bukunya yang ketinggalan'' jawab nyonya Gita.


''Sssst'' kata tuan Andi memberi isyarat kalau Arnav datang.


''Nav kamu udah selesai, ayo anterin buku Mella yang ketinggalan'' titah nyonya Gita.


''Ma Arnav gak boleh sarapan dulu'' jawab Arnav.


''Disana aja sarapannya Nav, di kantin kampus Mella semua sarapannya sangat enak, sekalian mama juga mau nitip nasi goreng ya '' kata nyonya Gita


''Oh baiklah ibu ratu '' jawab Arnav. dia segera pergi sambil membawa paper bag yang diberikan nyonya Gita.


Tanpa terjebak macet Arnav sampai dengan cepat.


Baru saja Arnav turun dari mobil sport miliknya, sorot matanya langsung tertuju pada wanita cantik yang dia idamkan itu.


''Dia lagi kebetulan sekali, Oya gimana dengan buku Mella, ah biarkan saja kalau Mella menghubungiku akan ku hantarkan buku ini, yang jelas aku harus menemui perempuan cantik itu'' gumam Arnav.


''Bu Mecca mau nasi goreng setengah porsi aja'' kata Mecca yang langsung menuju kantin.


Setelah itu Mecca langsung mencari tempat duduk di bagian pojok.


Tanpa pikir panjang Arnav juga mengikuti Mecca dan ikut duduk disana.


''Hei cantik'' sapa Arnav


''mas Arnav,,,, aku tidak salah lihat mas Arnav ada di sini'' gumam Mecca.


Jantungnya terpompa dengan cepat saat Arnav mendekatinya.


''Duh kenapa aku jadi seperti ini. bukankah aku akan mengerjainya. Kalau seperti ini jadi berantakan semua rencana ku.


Aku merasa panas dingin dan berdebar saat dekat dengan suamiku sendiri, duh ada apa dengan ku,,, '' gumam Mecca lagi.


''Hei boleh aku duduk'' kata Arnav dengan santai, dia begitu pintar menutupi perasaannya.


''Ya silahkan'' kata Mecca singkat.


''Nona Mecca nasi gorengnya udah selesai'' kata ibu kantin yang menghidangkan nasi goreng panas kehadapan Mecca.


''Maksih bu'' jawab Mecca sopan.


''Kak kamu mau sarapan apa?'' tanya Mecca.


''Aku tidak lapar aku hanya ingin menemui mu, kerena jawaban mu kemaren tidak meyakinkan ku'' kata Arnav yang tidak putus melihat ke wajah cantik istri kecilnya.


''Aku sarapan dulu ya'' kata Mecca


''Iya akan ku tunggu'' jawab Arnav


Mecca segera menyuap nasi goreng panas itu ke mulutnya buru-buru. Karena dia merasa gugup melihat Arnav yang terus memperhatikannya.


''Au'' kata Mecca merasa kepanasan.


''Hei kamu harus meniupnya dulu, jangan langsung suap kayak gitu'' kata Arnav.


''Iya iya'' jawab Mecca dengan gugup


Sekali lagi dia mencoba menyuap nasi goreng itu ke mulutnya, tapi tangganya begitu gemetar, sendok dan garpu itu hanya menari-nari dan bergadang dalam piringnya.


''Konyol sekali perempuan ini. apakah aku menakutinya sehingga dia seperti berhadapan dengan hantu'' gumam Arnav.


Melihat Mecca tidak kunjung menyuap nasi goreng kemulitnya, Arnav segera mengambil sendok itu dan berinisiatif menyuapkan Mecca.


Mecca hanya terpaku menerima setiap suapan dari suaminya, dia sudah lama tidak merasakan itu.


''mas kamu tampan amat mas, kau dan Arav benar-benar mirip'' gumam Mecca.

__ADS_1


__ADS_2