Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
menyuapi istri kecilnya satu piring berdua


__ADS_3

setelah menyaksikan semua, barulah arnav paham dengan tingkah istrinya yang aneh.


apa benar gadis pengecut itu yang telah melakukan semua ini,dari mana dia mendapatkan semua kekuatan itu'' ucap arnav dalam hati


'' kak, aku yakin pasti istri mu yang telah melakukan semua ini, karena dia mau balas dendam Tetang masalah tadi siang ''ucapnya lagi.


'' hei,kau jangan asal tuduh ya, aku dan dia baru saja pulang dari rumah sakit, asal kau tau gara-gara perbuatan mu padanya, dia sekarang menjadi sangat takut melangkahkan kakinya di rumah ini, lagian menurutku, yang kau terima ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang kau lakukan padanya itu.'' arnav begitu emosi saat berhadapan langsung dengan adiknya sendiri


'' Kakak sekarang sudah memihak orang asing dibandingkan dengan aku adik mu sendiri'' ucapanya yang menuding arnav


'' apa kau kira, aku tidak memihak kepada mu, karena aku memihak kepadamu makanya kau masih tetap di sini bukan dipenjara, menurut mu hukuman apa yang pantas di terima oleh seorang yang meniaya fisik orang lain???


Melisa hanya terdiam, kerena merasa agak takut kalau benar istri kakaknya itu melaporkan perbuatanya ke polisi.


'' satu lagi, kalau kau masih berani berbuat seperti itu kepada gadis itu, aku tidak akan melindungi mu lagi, apalagi kalau papa tau tentang ini bisa habis kau ''ucap arnav lagi memperingati adiknya itu


mendengar keributan dari kamar melisa, nyonya Gita dan anak bungsunya juga ikut berlarian ke kamar Melisa.


'' ada apa meli??'' tanya nyonya Gita


''itu mah, semua tugas ku hilang dan baju yang baru ku beli udah di sobek-sobek '' ucapnya yang nunjuk ke lantai


''apa!!!! perbuatan siapa ini???'' tanya nyonya Gita lagi, begitu kagetnya menyaksikan kejadian itu


'' mungkin kakak gk periksa dulu sebelum gaunnya di bungkus,,, '' jawab adik bungsunya itu dengan santai


''tidak mungkin!! ini pasti perbuatan seseorang di rumah ini, mama yakin itu'' kata nyonya Gita sambil menoleh ke arnav


'' nav, apa kamu tau sesuatu '' tanya nyonya Gita menyelidik


''maksud mama, Mecca si gadis pengecut itu, gk mungkin mah, semejak kejadian tadi siang dia sendiri aja tidak berani lagi melangkah di rumah ini, jangankan melangkah di rumah ini, ke kamar mandi dalam kamar aja dia udah gk berani, apa mama tau seberapa parah luka yang di alami gadis itu, kalau papa tau atau dia melapor ke polisi, hukuman apa yang akan di dapat oleh anak mama ini'' penjelasan arnav sangat menakuti ibu dan anak itu sehingga mereka terdiam.


'' menurutku gak usah memperpanjang masalah sepele seperti ini, dari pada masalah ini jadi menyebar luas'' kata arnav sambil melangkah pergi meninggalkan kamar adiknya itu

__ADS_1


sedangkan di kamar, Mecca masih dihantui ketakutan


mendengar dentuman suara kaki seseorang yang masuk kamarnya,Mecca langsung mengira kalau yang masuk itu Melisa, atau gak ibu mertuanya yang kejam itu.


rupanya itu suara kaki suaminya.


pas masuk kamar, arnav menyusuri semua tempat mencari istrinya.


'' dimana kau pengecut'' kata arnav sambil mencari istrinya ke kamar mandi, kolong meja, dan terahir pandanganya terhenti di depan lemari pakaian, dia melihat kalau selimutnya,terjepit di pintu lemari besarnya itu.


'' ternyata itu dia '' gumamnya dalam hati


arnav pura-pura bicara sama mama dan adiknya melisa


'' mah aku sudah mencari dia kesemua tempat tapi gk ada mah, coba kau cari Meli Taku aku yang gk kelihatan'' ucapnya pura-pura


mendengar itu Mecca keringat dingin dan gemetar, keringatnya bercucuran di dalam selimut tebal yang membungkus badanya.


tak lama setelah mengerjai istrinya, arnav segera meninggalkan kamarnya, semua keluarganya sudah menunggu di meja makan untuk makan malam.


''dia sakit pah '' jawabnya sambil membidik adiknya, mendengar jawaban kakaknya Melisa begitu senang, karena perempuan pengecut itu tidak memperlihatkan wajahnya di depan papanya.


'' abis makan ini biar papa lihat dia ke atas'' ucap tuan Andi lagi, mendengar itu nyonya Gita langsung deg deg dia sangat takut kalau suaminya tau, kalau anaknya telah mencelakai menantunya itu.


'' gk usah juga kali pa, dia cuma sakit datang bulan biasa'' ucap arnav sambil menyendok nasi dan lauk kedalam piringnya dalam porsi yang besar.


'' kakak kok makanya banyak amat, gk seperti biasanya '' tanya Mela adik bungsunya itu


'' aku mau makan di kamar aja, biar sekalian buat mecca'' ucapnya sambil menuang air


'' nav, apa kau sekarang sudah menjadi baby sitter anak itu'' tanya mamanya kesal, tapi arnav sama sekali tidak menghiraukan omongan mamanya, dia mengambil nasi dan air yang sudah dituangnya meninggalkan semua keluarganya di meja makan.


'' biarin aja sih mah, kayak mama gk pernah muda aja'' ucapan tuan Andi

__ADS_1


setelah di kamar, dia langsung memanggil istri kecilnya agar keluar untuk makan.


'' gadis pengecut aku udah tau persembunyian mu, ayo keluar atau ku suruh mama dan Melisa menyeret mu keluar dari sana ucapnya


'' mas aku takut mas'' mendengar ancaman dari suaminya baru dia mengeluarkan suaranya.


'' apa kau mau mati kelaparan di dalam terus '' ucap arnav lagi


'' mas, tolong bawain nasinya ke sini aja mas, aku mau makan di sini aja '' katanya sambil membuka pintu lemari itu sedikit.


'' dasar bodoh, lama-lama menghadapi mu, aku juga ikut-ikutan bodoh'' ucap suaminya yang mengambil kursi dan menggeser kursi itu ke depan pintu lemari


dengan sabar suaminya itu menyuapinya dari luar, pintu lemari itu terbuka hanya pas tangan dan sendok aja yang bisa masuk ke dalam.


sambil menyuapi istri kecilnya dia juga sekalian makan.


'' mas,,,'' terdengar panggilan dari istrinya dari dalam lemari


'' ya'' jawabannya singkat


''mas tolong air minumnya''


tangan arnav segera memberikan segelas air kedalam lemari pakaian itu.


hanya lintingan sendok aja yang terdengar di kamar itu, sepasang suami isteri lagi asik menikmati makan malamnya, satu piring berdua.


arnav seperti biasa dia makan hanya dengan porsi yang kecil, selebihnya disuapinya untuk istrinya


'' mas kok nasinya gk habis-habis ya '' ucap gadis itu yang merasa sudah kekenyangan, tapi sendok yang berisi nasi, belum juga berhenti datang untuk menyuapinya.


'' kau ini banyak ngomong, udah tinggal kunyah aja, aku sengaja ngambil banyak, agar tenaga mu kuat untuk tinggal di dalam lemari ini selama sebulan'' ucap suaminya itu dengan santai.


bersambung*

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...


__ADS_2