
Dengan langkah cepat Arnav berlarian keluar berharap bisa menyapa wanita yang mendorong stroller itu, tapi di luar dia hanya menemui adik bungsunya.
''Mella,,,'' kata Arnav sambil berjalan menghampiri Mella, begitu juga dengan Mella yang berlarian menuju kakaknya .
''Kak gimana kabar kakak, apakah kakak baik-baik saja ?'' tanya Mella sambil memeluk lelaki tampan itu dengan erat, perasaan Mella bercampur antara bahagia dan kesal kepada Arnav.
''Kakak baik-baik aja kok.
Mell kenapa kau tidak merespon satupun pesan yang kakak kirim, kakak kira kamu tidak datang untuk menjemput kakak'' kata Arnav
''Iya,,, aku pasti datang menjemput kakak, karena sudah setahun kakak hilang tanpa kabar'' jawab Mella
''Baru setahun ya, Oya Mella sebelum pulang ada yang harus kakak beritahu kepada mu'' ulas Arnav lagi.
''Hallo,,, apakah acara berpelukannya sudah usai'' kata Reyna yang datang dari belakang Mella
''Reyna kenalin ini Mella adik bungsu ku'' kata Arnav sambil melepas pelukannya dari Mella.
''Halo Mella,,, kenalin aku Reyna pacar kak Arnav, eh maksudnya calon pacarnya'' ulas Reyna lagi.
''Reyna jangan mulai lagi. Mella dia teman ku yang kebetulan juga orang Indonesia '' kata Arnav
''Mella apakah kau sendiri aja, mana mama, papa dan Melisa apa mereka tidak datang menjemput ku'' tanya Arnav.
''Tadinya aku tidak sendiri kak, aku bersama'' ucapan Mella terputus karena dia merasakan handphonenya bergetar di kantong celananya.
''Mella ada apa nak, barusan mama lihat ada panggilan tak terjawab dari kamu, tadi mama di kamar si kembar merapikan mainannya'' kata nyonya Gita.
''Ma, apakah kakak ipar sudah sampai rumah?'' tanya Mella dengan wajah yang begitu khawatir.
''Belum, Mella katakan pada mama apa yang terjadi, kenapa kamu tidak bersama Mecca'' kata nyonya Gita dengan nada tinggi, karena dia merasa ada yang tidak beres.
''Ceritanya panjang ma, nanti aku ceritakan.
Oya ma sekarang kakak udah bersama ku'' kata Mella menjelaskan.
''Ya sudah, mama akan segera menghubungi papa biar papa yang mencari Mecca, mama takut terjadi apa-apa dengannya, apalagi dia membawa kedua si kembar'' kata nyonya Gita.
Setalah sambungan itu terputus.
Langsung Arnav menyambung pembicaraannya tadi.
''Mella tadi kau dengan siapa?''tanya Arnav lagi dengan penasaran.
''Tadi aku dengan kakak ipar kak '' jawab Mella.
''Kakak ipar,,, siapa kakak ipar mu'' tanya Arnav bingung.
''Masa kakak tidak tau siapa kakak ipar yang aku masut'' jawab Mella lagi.
''Ada sesuatu yang harus kau ketahui Mel, kakak hilang ingatan kakak melupakan sebagian memori kakak. kakak tidak ingat kejadian lima tahun belakangan ini'' kata Arnav menjelaskan.
''Apa,,, kakak tidak bercandakan, jadi kakak melupakan hari-hari penting selama lima tahun ini?'' tanya Mella dengan wajah yang tidak percaya.
''Iya Mel, semenjak kakak terbangun di rumah Enjelin di luar negri, kakak sudah tidak mengingat apa-apa lagi. Bahkan kakak juga tidak mengingat kalau kakak dan Enjelin pernah menjalin hubungan seperti yang di ucapkan Enjelin, malahan kakak hanya mengingat Mayang sebagai kekasih kakak bukan Enjelin'' ungkapan Arnav sambil mengajak Mella duduk di bangku panjang di area bandara tersebut.
''Dengan Enjelin aja kakak lupa yang telah duluan menjalin hubungan, apalagi dengan Mecca yang hubungannya baru-baru ini terjadi '' gumam Mella
''Serius kakak malupakan semuanya'' kata Mella mengulang pertanyaannya.
''Benar Mel kakak serius, kakak tidak tau apa penyebab semua ini terjadi. Jujur sebenarnya kakak merasa ragu pulang kerumah, mendengar cerita dari Enjelin kalau papa dan mama telah mencoret nama kakak dari keluarga, kerena papa dan mama tidak merestui pernikahan kakak dengan Enjelin'' kata Arnav memberi tau semua yang dikatakan Enjelin kepadanya.
''Dasar perempuan ******, semua yang dikatakannya tidak benar kak, kalian tidak pernah merencanakan untuk menikah'' Jawab Mella dengan emosi.
''Apa! semuanya hanya karangan Enjelin saja,,,, kakak minta tolong ceritakan apa yang telah terjadi lima tahun ini'' pinta Arnav kepada adik bungsunya itu .
__ADS_1
''Hello,,, bisakah kita membahas itu lain waktu saja, karena hari sudah mulai sore, kalau menunggu kalian selesai sampai besok pagi kalian tidak akan beranjak dari bandara ini'' kata Reyna yang dari tadi hanya jadi pendengar antara dua saudara itu.
Sedangkan Mecca hampir sampai di rumahnya, dia menaiki taksi untuk pelang.
Disepanjang perjalanan Mecca hanya menangis sambil memangku kedua anaknya.
''Akak jangan ngis'' kata Arav yang tanpa hentinya mengoceh sambil memandang wajah Mecca, dan tangannya juga terus menghapus air mata yang jatuh di pipi mulus maminya itu.
Sedangkan Ara sekali-kali juga ikut menangis, seolah-olah dia juga ikut merasakan perih dari wanita cantik yang menggendongnya itu.
''Sayang dia pria jahat, dia sengaja meninggalkan kita demi kesenangannya.
Hanya kalian yang mami punya, kalian kekutan mami'' kata Mecca terisak, ketika hatinya benar-benar terasa sakit dengan kuat dia memeluk kedua buah hatinya. Mereka berdua seperti obat bagi Mecca.
Di bandara Mella belum sempat mengatakan apapun kepada Arnav tentang pernikahannya, dan kedua anak kembarnya.
Dia berencana memberi tahu kakaknya di rumah nanti agar Reyna tidak ikut mendengarkan kisah pribadi Arnav.
''Baikalah kak, sebaiknya kita pulang dulu agar kita lebih leluasa untuk bicara hal pribadi'' kata Mella
''Oke, Oya Reyna siapa yang menjemput mu?'' tanya Arnav kepada Reyna.
''Kak Arnav, aku boleh ikut kerumah kakak dulu untuk sementara tidak'' kata Reyna
''Maaf ya Reyna, kami tidak mungkin membawa kamu kerumah kami, karena hubungan keluarga kami lagi memanas, aku tidak mau kau malah membawa masalah nantinya'' kata Mella menegaskan
''Aku tidak bicara dengan mu Mella, aku lagi bicara dengan kak Arnav'' ulas Reyna dengan wajah kesal kepada Mella.
''Kak kalau kakak membawa perempuan ini kerumah, aku tidak akan mengantar kakak pulang. Bahkan aku akan meminta papa dan mama untuk mengusir perempuan ini'' ulas Mella lagi.
Mella sangat tidak suka dengan perempuan ini, dia merasa kalau perempuan ini hanya akan jadi duri dalam rumah tangga kakaknya.
''Maaf Reyna kalau keluarga kamu belum bisa menjemput mu, biar kami Hantakan saja kamu ke hotel ya'' kata Arnav menolak permintaan Reyna.
Setelah berbincang dengan Reyna. Segera Arnav dan Mella menaiki mobil dan pergi meninggalkan bandara tersebut.
Sedangkan Mecca sudah sampai di rumah duluan, melihat taksi yang berhenti segera satpam berlari untuk membuka pintu, membantu menurunkan stroller dan sikembar dari taksi tersebut.
''Pa ayo kita cari Mecca pa, mama khawatir dengan Mecca dan sikembar'' kata nyonya Gita berbincang di ruangan keluarga dengan tuan Andi.
''Baiklah ma, ayo kita berangkat sekarang'' kata tuan andi
''Mama, papa Mecca udah pulang'' kata Mecca yang tiba-tiba muncul dari pintu.
''Sayang kamu kenapa nak, bicarakan pada papa apa yang terjadi sebenarnya'' kata tuan Andi yang bergegas menghampiri Mecca yang terlihat berantakan dan hancur.
''Pa ternyata selama ini mas Arnav sengaja meninggalkan Mecca dan anak-anaknya.
Dia jahat pa, dia pulang mengandeng perempuan lain lagi'' kata Mecca sambil terisak. Tangisnya langsung pecah seketika.
''Mecca maafkan papa nak, ini salah papa yang menjodohkan kamu dengan lelaki seperti itu'' kata tuan Andi yang juga ikut menangis melihat hancurnya mecca.
''Ma,,, bukankah kata mama kalau Mecca udah mama anggap seperti anak mama sendiri'' kata Mecca yang menghadap nyonya Gita dengan berurai air mata.
''Iya mama telah menganggap kamu seperti anak mama sendiri nak, mama akan sakit melihat kamu di sakiti, walaupun yang menyakiti kamu adalah anak kandung mama sendiri'' jawab nyonya Gita
''Kalau begitu biarkan Mecca pergi dari sini.
Mecca tidak sanggup bertemu lagi dengan mas Arnav, setiap Mecca melihat mas Arnav, Mecca akan merasa terluka lagi'' pinta Mecca kepada nyonya Gita
''Sayang kamu mau kemana nak?''tanya nyonya gita.
''Mecca dan sikembar akan kembali kekampung '' jawab Mecca.
''Jangan Ca jangan tinggalkan mama. Mama tidak bisa nak, mama sudah begitu menyayangi kalian'' tolak nyonya Gita.
__ADS_1
''Tapi sebentar lagi mas Arnav akan datang kerumah ini, apakah mama mau melihat Mecca hancur seperti ini'' tegas Mecca.
''Mecca gimana kalau untuk sementara kamu pulang dulu kerumah mu, disana aman kok. Rumah itu sudah dibelikan Arnav atas nama kamu''kata tuan Andi
''Ya itu lebih baik menurut mama. Siang hari mama akan disana mengurus sikembar, dan mama juga akan meminta Mella tinggal dengan mu'' kata nyonya Gita
''Baikalah ma, Mecca beres-beres dulu'' kata Mecca menuju kamarnya untuk membereskan semua pakainya, karena kamar itu akan kembali di tempati oleh Arnav.
Sedangkan di jalan Mella meminta Arnav untuk menyetir, karana dia ingin memberi tau orang tuanya tentang kejadian yang menimpa Arnav lewat wa.
''Kak, apakah kakak masih ingat jalan pulang?'' tanya Mella.
''Tentu saja Mell'' jawab Arnav
''Kalau begitu kakak saja yang menyetir, aku gak enak badan, aku mau istirahat di belakang'' kata Mella
''Baikalah'' kata Arnav
Setelah itu segera Mella menepikan mobilnya dan menuju bangku belakang, dan Arnav langsung mengantikan Mella untuk menyetir.
Dibelakang Mella segera mengetik wa untuk mamanya, mengatakan kalau Arnav telah hilang ingatan Selema lima tahun belakangan ini.
''Ma kalau kak Arnav pulang, papa dan mama jangan marah-marah dulu ya, karena kak Arnav tidak berniat meninggalkan Mecca.
Kakak hilang ingatan ma, dia melupakan semua yang terjadi lima tahun belakangan ini, jadi mama dan papa bersikap seperti biasa saja. Kalau mama dan papa terlalu keras kepada, Mella takut dia akan pergi lagi dan tidak akan kembali untuk selama-lamanya '' kata Mella memberi tau orang tuanya.
''ting'' suara wa yang masuk ke hp nyonya Gita, langsung nyonya Gita membuka wa tersebut dan membaca keseluruhannya.
''Pa Mella wa ini pa'' kata nyonya Gita memberikan handphonenya kepada tuan Andi
''Mah benarkah yang dikatakan oleh Mella, tapi giman dengan surat itu ma'' kata tuan Andi
''lebih baik kita selidiki dulu semuanya dan tunggu ingatan Arnav kembali, baru kita bebas untuk menanyakan maksud surat tersebut.
Mama takut itu hanya kerjaan perempuan ****** itu agar kita tidak mencari Arnav'' ulas nyonya Gita lagi.
Setelah Mecca beres-beres dia langsung kelantai bawah untuk berpamitan kepada mertuanya.
''Ca sini nak, ini wa dari Mella mengatakan kalau Arnav sebenarnya hilang ingataan'' kata tuan Andi sambil memberikan hanphon itu kepada Mecca.
''Benarkah ini pa, gimana kalau dia melupakan Mecca dan anak-anaknya untuk selamanya'' kata Mecca lagi.
''Gimana kalau gini aja, tidak usah paksakan mas Arnav untuk menerima Mecca dulu, biarkan dia mengingat sendiri tentang semuanya.
Pura-pura saja selama ini dia belum menikah, biarkan saja takdir yang mengikat Mecca untuk bersatu kembali dengan mas Arnav, Mecca takut kalau kita katakan yang sesungguhnya, dia tidak menerima Mecca.
Karena Mecca cukup tau diri ma, mas Arnav itu begitu sempurna dan seleranya pada perempuan terlalu tinggi, Mecca takut di tolak lagi, itu lebih sakit untuk Mecca '' kata Mecca untuk merahasiakan segalanya.
''Baiklah nak kalau itu mau mu, mama sama papa yakin kalau kalian ditakdirkan untuk bersama selamanya, ini hanya masalah waktu saja'' ulas tuan Andi
Sedangkan di perjalanan Arnav kembali mengingat tentang wanita yang dilihatnya tadi.
''Gila aku sepertinya jatuh cinta pada perempuan kecil tadi, baru kali ini jantung ku berdegup sekencang itu, aku tambah tidak memahami diriku sendiri, pokoknya aku harus kembali
menemukan perempuan itu, kerena wajahnya sudah terekam
dengan baik di benak ku'' gumam Arnav.
Sepertinya dia lagi menemani adiknya, aku yakin itu adiknya karena dia masih terlalu kecil untuk menikah dan punya anak''gumam Arnav lagi.
bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......
__ADS_1