Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Aku akan melindungimu


__ADS_3

Dengan langkah cepat Arnav menuju ambulan untuk memastikan apakah itu benar-benar Reyna atau orang lain.


Ya itu memang Reyna. Arnav segera mengusap wajahnya, dia melihat kondisi Reyna sangat parah dengan bergelumuran darah.


Hampir sehari semalam Arnav menunggu di bangku panjang di luar ruangan itu, dia berharap dokter akan memberikan kabar baik tentang Reyna.


Dia ingin bicara sendiri dan dia akan memohon pada Reyna agar tidak membawa kasus ini ke polisi.


...****************...


Tidak terasa malam berganti pagi. Arnav masih disana dengan wajah kusut.


Ingat. dia tidak mengkhawatirkan Reyna sama sekali, dia hanya mengkhawatirkan istrinya karena istrinya yang menabrak Reyna. Sehingga Reyna berada di dalam bahaya. Arnav tidak ingin istrinya terseret ke ranah hukum yang berat.


''Aku harus melindungi Mecca, aku tau dia tidak akan kuat menanggung semua ini. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Reyna,kalau aku gagal membujuk Reyna dan keluarganya itu akan berakibat fatal'' gumam Arnav


Merasa jenuh di sana sendiri, Arnav segera menghubungi papanya untuk datang kerumah sakit, hanya sekedar berbincang karena tidak mungkin dia membicarakan semua ini pada istrinya. Dia takut kalau istrinya akan cemas dan trauma.


Tidak lama setelah itu pasangan suami istri berjalan tergesa-gesa menuju anaknya dengan kekhawatiran dan kecemasan.


''Arnav apa yang terjadi,,, siapa yang sakit?'' tanya tuan Andi yang di ikuti nyonya Gita melangkah dengan cepat.


''Pa Mecca menabrak seseorang pa'' jawab Arnav sambil memeluk wanita paruh baya itu.


''Terus gimana kabar orang itu sekarang?'' tanya tuan Andi lagi.


Kondisi perempuan itu cukup parah pa, aku tidak ingin Mecha terlibat dengan masalah ini''


''Baiklah Nav'' kalau begitu gimana kalau kita temui dulu keluarganya dan menyelesaikan ini dengan kekeluargaan. Kita akan menanggung semua biaya pengobatan dan kalau perlu kita akan membiayai masa depannya'' kata tuan Andi.


''Semua tidak segampang itu pa. Karena orang yang di tabrak Mecca juga bukan orang Semarang, dia cukup mampu untuk pengobatannya sendiri, bahkan dia juga berasal dari kalangan atas''


''Terus menurutmu apa yang harus kita lakukan Nav''


''Apapun itu pa, yang penting tidak melibatkan Mecca sedikitpun. Bahkan aku rela mengantikan dia di dalam sel seandainya keluarga perempuan ini membawa masalah ini keranah hukum''


''Tidak Nav, mama gak mau kalau kamu harus masuk sel. Ini semua akan mencoreng nama besar keluarga kita Nav'' bantah nyonya Gita.


''Mah harus gimana lagi mah,,, Arnav tidak bisa membiarkan Mecca di tangkap, mama taukan gimana rapuhnya dia. Kalau dia masuk bui apakah mama tidak kasihan padanya dan anak-anak'' jawab Arnav meyakinkan perempuan paruh baya itu.


''Nav mama juga tidak ingin Mecca di tangkap. Tolong cari solusi lain'' pinta nyonya Gita.


Setelah lama mereka berbincang. Datanglah keluarga Reyna untuk mengintimidasi kelurga Sanjaya.


''Tuan apakah anda akan terus menyembunyikan perempuan yang telah menabrak keponakan kami. Asalkan anda tau kemanapun perempuan itu bersembunyi kami akan menemukanya, karena negara ini sangat kecil bagi kami'' kata laki-laki yang menggunakan kaca mata tebal berwajah galak pada tuan Andi dan Arnav.


''Pak. Apakah kita bisa menyelesaikan ini dengan baik-baik secara kekeluargaan saja'' pinta tuan Andi.


Belum sempat bapak itu menjawab pertanyaan tuan Andi. Dokter tiba-tiba keluar dari ruangan Reyna Mengabarkan kalau Reyna sudah siuman.


''Dok bagaimana keadaan Reyna?'' tanya Arnav.


Mendengar pertanyaan dari Arnav. Tante dan paman Reyna agak heran. Dari mana Arnav mengenal Reyna.


''Dia udah siuman. Apakah disini ada yang bernama ibu Ana?'' tanya dokter lagi.


''Iya dok saya tantenya'' kata wanita berambut pirang itu melangkah menghadap dokter.


''Silahkan masuk bu'' kata dokter sambil membuka pintu.

__ADS_1


Segera Ana masuk kedalam ruangan keponakanya tersebut.


''Sayang syukurlah kamu udah siyuman'' kata ana saat melihat keponakanya itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


'' Tante kenapa kaki ku tidak bisa di gerakan?'' kata Reyna bertanya dengan wajah khawatir.


''Sayang sabar ya,,, mungkin itu pengaruh obat kamu jangan khawatir''


''Tan. katakan kalau kakiku baik-baik saja. Apa kata dokter tan?'' tanya Reyna dengan mata yang berkaca-kaca.


''Sayang dokter belum memberi tau apa-apa tentang kondisi mu''


''Tante aku mau bertemu dengan dokter sekarang'' titah Reyna.


''Baiklah Tante akan memanggil dokter dulu''


Belum sempat Ana melangkah keluar, dokter sudah di depan pintu ruangan Reyna yang di susul oleh suami ana.


''Dok katakan apa yang terjadi pada kakiku, kenapa aku tidak merasakan apa-apa sama sekali'' tanya Reyna.


''Bu Ana, dan pak Fiki bolehkah kita bicara di ruangan saya'' kata dokter Tampa menghiraukan dan menjawab pertanyaan Reyna.


''Dok apapun yang terjadi katakan saja di sini, kami tau keponakan kami adalah wanita yang kuat'' pinta Fiki paman Reyna.


''Begini nona Reyna. Kaki anda untuk sementara mengalami kerusakan di di bagian tulang paha.


Anda juga kehilangan banyak darah '' jawab dokter.


''Dok apakah saya akan bisa sembuh lagi seperti dulu''


''Tentu saja nona. Ini hanya untuk sementara saja, setelah melakukan terapi kaki anda akan berfungsi seperti biasa'' jawab dokter.


''Terima kasih penjelasanya dok'' jawab perempuan yang berambut pirang itu.


''Reyna gimana kabar mu. apakah dokter mengatakan sesuatu'' tanya Arnav dengan wajah yang sangat khawatir.


''Kak Arnav. Kakak disini? Kakak mengkhawatirkan aku?'' Kata Reyna dengan bahagia melupakan sejenak kesakitan yang di alaminya.


''Reyna. istri dari pria ini yang telah menabrakmu. Apakah kau mengenal dia?'' tanya Tante Reyna.


''Apa....Ternyata kakak di sini karena istrimu yang menabrak ku,,, bukan karena kakak mengkhawatirkan aku''


''Reyna aku minta maaf. Mecca juga tidak sengaja melakukan semua ini'' ucap Arnav.


''Kak aku lumpuh total kak. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, masa depanku hancur'' kata Reyna berbohong.


''Tante dan pamannya hanya diam mendengar penjelasan Reyna yang berbohong.


''Reyna aku yakin kau akan sembuh seperti dulu'' kata Arnav dengan wajah tegang.


''Kak Arnav keluar dari sini!! Aku tidak ingin melihat kakak lagi'' ulas Reyna.


Dengan terpaksa Arnav keluar dari ruangan tersebut, dan terduduk dengan diam di kursi panjang.


''Nav papa akan mencoba bicara pada paman dan bibinya. kamu jangan khawatir, kita akan menghadapi meraka bersama-sama '' kata tuan Andi.


Sedangkan dalam ruangan Reyna di rawat, dua pasang mata menunggu penjelasan Reyna kenapa dia berbohong kepada lelaki itu.


''Reyna jelaskan kenapa kau berbohong tentang kondisimu'' tanya Ana.

__ADS_1


''Tante, paman berjanjilah pada ku kalau kalian tidak akan mengatakan hal yang sesungguhnya. mungkin ini jalan untuk aku bisa bersama dengan lelaki itu.


Karena sudah lama aku memendam perasaan pada dia, aku mencintainya Tan. Dulu kami selalu bersama saat di luar negri. Sampai ada seorang wanita yang mengaku-ngaku sebagai istrinya dan dia mulai menjauhi aku, saat dia tau kalau dia sudah beristri'' jawab Reyna


''Apa,,,, kau mencintai pria beristri. Tidak Rey paman gak setuju''bantah pamannya.


''Wanita itu bukan istrinya. wanita itu hanya memanfaatkan keadaan kak Arnav yang lagi hilang ingatan'' jawab Reyna.


''Sudahlah pa. Kita ikuti aja kemauan Reyna, bukankah papa udah berjanji akan menganggap Reyna sebagai putri kita sendiri, dan mengikuti keinginannya asalkan dia bahagia. Lagian mama perhatikan lelaki itu bukan orang sembarangan dia orang yang sederajat dengan kita'' ulas Ana.


''Baikalah. Sekarang apa yang harus paman lakukan'' kata lelaki yang berkaca mata itu mengikuti kemauan Reyna.


''Minta dia bertanggung jawab padaku kalau tidak mau, ancam dia katakan kalau istrinya akan menekan di penjara'' pinta Reyna


''Baikalah kalau itu akan membuat kau bahagia'' jawab Fiki


...****************...


Kini matahari mulai tenggelam. Tampa bisa menemui Reyna, Arnav kembali kerumah menemui istrinya karena udah hampir dua hari tidak pulang.


Sesampainya di rumah dia tidak melihat istrinya di ruang tamu dan ruang keluarga. Sedangkan anak-anaknya di asuh oleh Mella adiknya.


''Mell mana Mecca?'' kata Arnav sambil mencium kedua buah hatinya.


''Semenjak kejadian itu dia mengurung diri dikamar kak''


Segera Arnav masuk kamar melihat keadaan istrinya. dikamar dia melihat istrinya yang memangku lutut sambil melamun dengan mata yang membengkak.


''Sayang kau kenapa??'' tanya Arnav yang langsung memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala wanita cantik yang berambut panjang tersebut.


''Mas udah pulang,,,,apakah orang itu baik-baik saja. Apakah Mecca udah membunuh seseorang?''


''Stttt,,,, Sayang dia masih hidup, dia sudah keluar dari rumah sakit kau tidak usah memikirkannya, nanti kau sakit''


''Mas dia siapa?''


''Dia hanya seorang tukang parkiran yang salah menyebrang'' jawab Arnav berbohong, karena dia tidak ingin Mecca merasa bersalah mengetahui Reyna lumpuh, kalau Mecca tau pasti dia semakin takut.


''Mas sekarang dia dimana. Ayo anterin Mecca untuk bertemu dan minta maaf''


''Sayang dia sudah pulang kerumahnya. Aku juga udah mengurus semuanya dan minta maaf mewakili kamu.


Lagian dia mengatakan itu bukan salahmu dia mengakui kalau dia yang ceroboh''


''Benarkah itu'' kata Mecca bernafas lega.


''Iya,,, kamu jangan seperti ini lagi ya... kamu kurang enak badan sepertinya''


''Mecca gak apa-apa, Mecca hanya khawatir aja mas''


''Ya udah gimana kalau habis bersih-bersih kita keluar sebentar menghirup udara seger'' bujuk Arnav menenangkan istrinya itu.


''Baik mas''


''Sayang aku akan melindungimu, kau tidak boleh tau keadaan Reyna yang sebenarnya.


Aku tidak ingin kau merasa bersalah. Aku juga tidak akan membiarkan mereka menangkap mu Aku akan menebus semuanya'' gumam Arnav sambil mencium pucuk kepala istrinya.


*Bersambung*

__ADS_1


Hai sahabat setia ku yang udah berkomentar dan membuat aku kembali bersemangat untuk melanjutkan cerita ini.


Mohon maaf ya say tidak bisa membalas komentar kalian satu persatu๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ yang jelas aku sangat senang membaca setiap komen kalian.


__ADS_2