Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
menyesal


__ADS_3

''Nav kau lupa berapa buruknya kelakuanmu padanya dulu, kau melukainya dengan hubunganmu dengan Enjelin, kau melukainya dengan sengaja menghubungi Enjelin dengan vc dihadapannya, itu hampir tiap malam kau lakukan , kau melukainya dengan bermesraan didepan gadis kecil itu tanpa rasa bersalah.


Yang kau dapatkan sekarang tidak ada apa-apanya, kau juga mendengar semua penjelasanya tadi, kalau dia tidak tau apa-apa, seandainya kau kehilangannya, kau akan menyesal. Dia akan pergi untuk selamanya, dan tidak akan kembali untukmu'' kata hatinya mengatai kebodohannya itu. Arnav kembali terbayangkan pertemuan pertanyaan dengan Mecca sampai sekarang. Puluhan kali luka yang diberikan Arnav kepada gadis itu.


''Mecca'' dia kembali sadar dengan perbuatanya yang begitu kejam , dia kembali menaiki mobilnya untuk kembali kerumahnya, memastikan kalau istrinya masih disana.


Kini hanya ketakutan yang dia rasakan, dia takut kalau istrinya itu pergi meninggalkannya.


Saat menyetir Arnav menjatuhkan handphone kebawah tempat dia duduk, dia menepikan mobilnya dan meraba handphonenya itu, tapi dia malah meraba benda yang di jatuhkan istrinya tadi pagi, yaitu hasil testpack, Arnav meraih benda itu, matanya melihat lekat benda yang sudah ada dua garis merah muda yang terpampang jelas.


'' testpack,,, Mecca hamil'' katanya lagi kini pikirannya bercampur aduk antara bahagia, sedih, takut, cemas, dan sangat merasa bersalah, dia melajukan mobil itu dengan kencang.


Sedangkan dirumah, Mecca menguatkan dirinya untuk berdiri dia mengemasi pakainya, dia merasa tidak pantas berada disana, setelah dia mengemasi barang-barangnya dia membulatkan tekatnya untuk melangkah keluar dari rumah itu, saat dia menarik gagang pintu untu keluar, saat itu juga arnav masuk menghalangi Mecca.


''sayang kau mau kemana?'' tanya arnav


melihat istrinya yang sudah berkemas.


''mecca mau pergi mas, mecca tidak pantas disini '' kata Mecca menarik gagang pintu untuk keluar. Mendengar itu arnav sangat terluka dengan kata-katanya yang dibalikan oleh istrinya, arnav menarik kasar tas yang berada ditangan Mecca


''Sayang aku minta maaf bukan itu maksudku'' kata Arnav memohon


''mas jangan biarkan penipu hidup denganmu, biarkan Mecca pulang, Mecca tidak pantas untuk mas dan untuk ini semua'' kata Mecca lagi bersikeras untuk pergi dia dengan sigap mengambil tasnya dan melangkah keluar.


''Berhenti!! kau tidak bisa pergi dari ku, kau telah membawa harta berharga ku'' kata arnav yang menghentikan langkah istrinya kecilnya.


''Mas Mecca hanya mengemas baju yang Mecca bawa dari kampung, juga telah meninggalkan barang yang mas belikan, juga kartu dan uang yang mas berikan tadi pagi'' kata Mecca lagi dengan mengeluarkan isi tasnya untuk diperiksa.


''Sayang bukan itu maksudku, kau tidak bisa memisahkan aku dari calon bayiku, kau taukan rasanya terpisah dari ayahmu, jangan biarkan anak kita juga mengalami nasib yang sama seperti mu'' kata Arnav menarik tas itu kembali.


''Anak, mecca lupa kalau Mecca tidak pantas mengandung anak ini'' dia segera ke dapur mencari pisau, dengan sigap Arnav mengikutinya tapi Mecca sudah mendapatkan pisau itu duluan.


''Mas Mecca akan keluarkan anak ini dari perut Mecca, Mecca tidak pantas memilikinya, Mecca tidak pantas jadi ibunya '' katanya mengambil pisau dan mengarahkan pisau itu keperutnya.


''Begitu juga dengan pakaian ini, cincin ini'' ulasnya lagi, dia membuka cincin pernikahannya, dia juga meraih gunting merobek baju itu dengan tangan yang gemetaran.

__ADS_1


''Mecca tolong jangan main-main dengan benda itu aku mohon, apa kau tidak kasihan dengan nyawa yang bergantung hidup kepadamu, dia buah cinta yang sama-sama kita tunggu'' kata Arnav meminta senjata tajam itu dari Mecca sambil memohon.


Mendengar kata-kata Arnav, Mecca segera menjatuhkan pisau dan gunting itu bersamaan , dia sadar kalau dia sangat mencintai janinnya itu, dia kembali menangis dengan sesenggukan memanggil ayahnya.


''Ayah kalau saja ayah tidak membantu orang yang tidak pantas untuk ditolong, pasti Mecca tidak akan merasakan hidup mewah yang tidak pantas Mecca rasakan ini, kalau saja waktu bisa diputar kembali, pasti ayah, ibu dan Mecca bisa hidup dengan sepantasnya. Bukan hidup menumpang, sampai Mecca lupa diri seperti ini '' katanya lagi duduk mengaku lututnya dan meraba perutnya.


Arnav juga ikut menangis mendengar kata-kata istrinya, kata-kata itu bagaikan sembilu di hati Arnav


''Sayang hentikan kata-kata mu, maafkan aku, ini salahku aku terlalu emosi'' kata arnav membujuk istrinya itu.


''Mas biarkan Mecca pergi'' dia memohon sambil menempelkan kedua telapak tangannya.


'' kalau kau tidak mau tinggal, Aku juga tidak akan tinggal '' kata arnav bergegas membuka lemari mengambil senjata dan kembali ke dapur.


''sayang kau tidak akan melihat orang jahat ini lagi'' katanya yang mengarahkan pistol ke kepalanya. Mecca yang melihat langsung berlarian mengejar Arnav.


''Mas jangan, buang senjata itu!!'' kata wanita itu sambil menangis


''Berhenti disana, kalau kau mau aku menghentikan ini, berjanjilah kau tidak akan meninggalkan aku, kau tidak akan melukai anak dalam kandungan mu itu'' kata Arnav yang menghentikan langkah istrinya.


Barulah Arnav menurunkan senjata itu, sebenarnya dia hanya menakuti istrinya agar tidak pergi.


Dia tau itu satu-satunya cara agar istrinya untuk tetap tunggal, dan dia tau kalau istrinya itu tidak akan bisa melihat dia terluka.


''sayang maafkan aku, dengan cara menakuti mu seperti ini, kau baru mau mengikuti ku. gumamnya


Sedangkan Mecca kembali kedalam kamar mengemas kembali pakainya kedalam lemari.


''Sayang'' kata Arnav ingin mendekati Mecca kembali


''Mas berhenti! tolong jangan mendekat, Mecca bisa tetap tinggal disini tapi belum bisa memaafkan mas'' katanya mengangkat tangannya.


Mecca segera masuk kedalam kamar mandi menganti pakainya, dengan pakaian lusuhnya yang dibawanya dari kampung.


Arnav terdiam melihat istrinya. Cara Mecca berhasil merobek hati Arnav, lelaki itu begitu sakit melihat cara pikir istrinya yang seperti itu.

__ADS_1


''aku sepertinya sangat berani, atau ini bantuan bayiku yang membuat aku jadi kuat'' gumam Mecca setelah Manganti pakainya, dia langsung berdiri di jendela. Membuka gorden melihat cahaya bulan.


''Dedek maafkan mama ya, tadi mama gegabah, mama sangat menyayangimu'' katanya bicara kecil mengelus perutnya.


dia melihat keras melihat bulan yang bulat sempurna.


'' Dia memandang bulan itu dan bicara sendiri ''tuhan indahnya cahaya bulan ini, mau kah kau meminjamkan untuk ku malam ini saja, biar aku bisa melupakan semua kepedihan yang saat ini aku rasakan.


Baru saja engkau beri aku bahagia, sekarang kau uji lagi aku, tuhan aku sakit, aku tidak sanggup, tuhan datangkan ayah untukku malam ini '' kata Mecca bicara dalam hatinya sambil melihat bulan.


Sedangkan Arnav terus mengamati wajah sedih itu dari belakang, Dia merasakan kalau luka yang ditorehkannya kali ini sangat dalam.


Tidak mudah baginya untuk membuat rumah tangganya kembali bahagia.


''Sayang siapa sebenarnya yang berada dalam dirimu, kau bukan seperti istri kecilku yang bisanya cengeng, manja, pengecut. Aku sangat merindukan dirimu yang sebenarnya '' gumam arnav lagi.


merasa cepek Mecca berdiri, dia ingin tidur menghilangkan lelahnya, tapi tidak tidur di atas ranjang dia tidur dibawah beralaskan selimut.


''Sayang kenapa kau tidur di lantai, tidurlah disini'' ajak arnav


''gak mas Mecca disini saja, Mecca dulu terbiasa seperti ini, orang seperti Mecca tidak pantas untuk tidur di ranjang empuk dan bagus, apalagi berada di sisimu, mulai hari ini Mecca akan menjaga sikap, langkah Mecca di rumah ini'' katanya kembali bicara normal seperti biasanya. Mecca membalas kata-kata arnav dengan begitu tajam.


Arnav yang mendengar kata-kata itu kembali berdiri dan keluar meninggalkan Mecca sendiri, dia berdiri di teras rumahnya.


''sayang kau menghukum ku dengan cara yang cukup menyakiti ku, kenapa kau bilang kau tidak pantas untuk ku, kenapa kau merendahkan dirimu, sebenarnya kita sama-sama terluka. Sayang aku akan menunggumu sampai kau membuka kembali pintu maaf itu. Aku akan berusaha untuk mendapatkan hati mu kembali'' kata arnav bicara dalam hatinya. Dia melihat jam tangan di pergelangan tangannya, dan sekarang menunjukan pukul dua belas kurang lima menit, arnav segera masuk kedalam kamar, dia mendekati perempuan yang sudah tertidur itu


''sayang selamat ulang tahun, ini mungkin ulang tahun yang terburuk yang pernah kau alami, dan aku orang pertama yang menghadiahkannya untuk mu, maafkan aku .


Hei anakku maafkan papi telah membuatmu takut, papi begitu ingin menyentuhmu, tapi kau taukan perempuan kecil ini begitu membenci papi, sayang kau sehat-sehat disana ya, besok kita akan berjumpa walau hanya lewat layar '' katanya Tampa menyentuh istrinya dia sedikit mendekatkan hidungnya ke rambut istrinya untuk mencium wanita hamil itu.


dia juga ingin tidur, dia meraih bantal di atas ranjang dan juga ikut tidur dilantai si samping istrinya itu.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2