Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Dendam masa lalu.


__ADS_3

Dalam mengemudi Arnav mencoba meredam emosinya, karena dia ingat ada Mecca yang berada di sampingnya.


Sesampainya dia di hotel.


Dari belakang Mecca mencoba menghentikan langkah Arnav dengan menarik tangan Arnav dengan lembut.


''Mas masih emosi ya,,, mas Mecca tidak ada hubungan apa-apa dengan mas Rian '' kata Mecca menjelaskan karena dia merasa tidak enak telah merusak suasana hati suaminya.


''Sayang kau tidak salah, aku percaya padamu. Aku hanya emosi melihat wajah pendosa itu dekat-dekat denganmu''jawab Arnav sambil mencium pucuk kepala istrinya.


''Rian adalah orang yang membuat aku hilang ingatan, dia adalah sepupu Enjelin''kata Arnav menjelaskan.


''Apa,,, ternyata selama ini Mecca bergaul dengan musuh kita'' ucap Mecca merasa tidak percaya karena selama ini Rian begitu baik padanya dan anak-anak mereka.


'' Ya jelas saja kau tidak mengenalnya, dia adalah pria yang bertopeng itu.


Sayang dari mana pertama kau mengenal penjahat itu?''tanya Arnav lagi.


''Saat Mecca jalan-jalan dengan Anak-anak. Tiba-tiba dia datang menyelamatkan Mecca saat Mecca menyebrang jalan. waktu itu Mecca hampir di serempet sama mobil''kata Mecca menjelaskan.


''Apakah dia sering menjumpaimu setelah kejadian itu?''


''Iya. dia sering muncul di taman dan dia juga sering muncul di kampus, dia juga dekat dengan anak-anak'' jawab Mecca.


''Brengsek. berani-beraninya dia berpura-pura baik pada istri dan anak-anakku, dan mendekati keluargaku' gumam Arnav.


''Apakah dia pernah menyatakan perasaannya padamu?''


''Penah mas, tapi Mecca tidak menanggapinya karna Mecca tau mas akan kembali'' Mecca menjawab semuanya dengan jujur tanpa ada yang dia sembunyikan.


''Sayang mulai sekarang berhati-hatilah dengan pria itu. Aku sangat mengenalnya'' titah Arnav.


''Baik mas, tapi mas janji jangan melakukan apapun atau membalaskan dendam yang sudah lama. Mecca takut terjadi hal buruk lagi dengan mas''pinta Mecca.


''Iya aku janji'' jawab Arnav singkat.


''Mas Mecca pingin mandi bareng.


Waktu dislokasi syuting Mecca telah menahan rasa sakit hati karena semua wanita di sana mendekati mas, orang-orang itu seperti lebih dekat pada mas di bandingkan Mecca, karna penyamaran itu '' pinta Mecca berharap emosi Arnav sedikit teredam, dia melihat raut wajah Arnav yang masih emosi.


''Sayang jangan sekarang ya, besok-besok kita akan mandi bareng untuk seterusnya'' tolak Arnav karena dia masih merasa bed mood.


''Mas ini bukan ingin Mecca lho, tapi ingin anak mas '' kata Mecca menunjuk ke perutnya.


''Kau mulai nakal ya, kau memanfaatkan anakku'' kata Arnav yang berdiri sambil malas malasan.


Sesampainya di dalam kamar mandi. Mecca langsung membuka baju suaminya. Setelah baju Arnav terbuka, dia memeluk tubuh atletis suaminya sambil mengamati wajah tampan Arnav.


''Sayang ada apa denganmu'' kata Arnav merasa heran.


''Mecca tadi merasa cemburu melihat mas di pegangan sama Semarang orang, tapi Mecca kembali mengingat kalau tubuh ini hanya milik Mecca'' kata Mecca bergelayut manja.


''Sayang aku senang kau merasa cemburu. Dan bermanjaan seperti ini padaku, kau harus ingat orang-orang itu hanya mengagumi, tapi mereka tidak memiliki. Hanya kamu yang memilikinya'' kata Arnav membalas pelukan istrinya itu.


''Mas ayo mandi. Mecca tidak suka ada bekas tangan orang lain menempel pada tubuh mas'' kata Mecca


''Ayo,,, tapi hanya sebentar saja ya, ini sudah hampir malam''


''Iya'' jawab mecca.


Segera mereka berendam sambil bercanda.


Arnav mengosongkan sabun dan shampo ditubuh istrinya dengan lembut.


''Mas besok Mecca gak usah ikut ya''pinta Mecca.


Kenapa? Aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian disini''

__ADS_1


''Mecca takut merusak profesi mas, apakah mas tidak merasa risih karena tidak bebas untuk bergaul'' kata Mecca.


''Aku tidak merasa risih sama sekali, malahan aku senang bisa melihat mu berada di sana. Aku merasa aman dan aku juga bisa mengontrol asupan mu''


Di sela-sela waktu istirahatnya. Arnav selalu menyempatkan mengurus istrinya. Memastikan asupan Mecca terjaga dengan baik.


Setelah Arnav menyabunni tubuh Mecca, dia segera meraba perut yang mulai berisi itu.


''Dengan kandungan yang masih muda, aku rasa perutmu agak besar dari hamil Arav dan Ara dulu''


''Gak tau mas. Mungkin kali ini Mecca akan melahirkan anak kembar tiga'' jawab Mecca.


''Mmm sepertinya aku harus lebih giat lagi bekerja, karena kita akan mempunyai lima orang anak, Oya sayang besok kita cek ke dokter memastikan kalau anak kita dalam keadaan sehat oke''


''Gak mau mas. Biarkan saja dulu, lagian Mecca merasa sehat kok. Nanti aja ya mas kalau udah di Indonesia'' pinta Mecca


''Ya udah, aku rasa anak ini sehat, karena setiap malam aku telah menemui mereka secara langsung''kata Arnav bercanda.


Setelah mereka selesai melaksanakan ritual mandi,


Arnav langsung memesan makanan untuk mereka berdua.


Tak lama bagi mereka menyantap makanan yang telah di pesan itu.


Entah benar-benar lelah, atau hanya tidak tidur siang seharian. Setelah makan Mecca tertidur di pangkuan suaminya yang asik yang mengerjakan pekerjaan yang di berikan papanya dari Indonesia.


Karena memang pekerjaan itu adalah pekerjaan yang di tangani oleh Arnav sebelum dia keluar negri.


Sambil mengacak laptopnya. Arnav sekali-kali mengusap rambut panjang istrinya.


''kau sangat lelah mengikuti aku seharian ya'' gumam Arnav yang masih mengusap kepala wanita cantik yang tertidur di pahanya.


''Ting'' terdengar suara handphone milik Mecca pertanda ada wa masuk.


Segera Arnav melihat benda pipih itu dan tidak sengaja dia melihat kalau pesan itu adalah pesan dari Rian.


Dia kembali mengambil hanphon itu dan membuka isi wa dari Rian tersebut.


''Ca mas mohon maaf tentang kejadian tadi, tapi suamimu itu sangat berlebihan dan bukankah hubungan kita sudah terjalin dari dahulu dengan baik.


Mungkin kamu telah mendengar cerita dari suamimu tentang penyekapan yang terjadi padanya, tapi aku memiliki alasan di balik semua itu. Aku ingin memberi tahu sisi kelam orang yang kau panggil suami itu.


Dia tidak lebih baik dariku'' kata Rian dalam chat wa.


Arnav kembali mengeram membaca wa tersebut, dia ingin membanting hanphon Mecca yang berada di tangannya.


Arnav sejenak melihat pada Mecca. merasa Mecca benar-benar tertidur Arnav segera mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan Mecca di hotel sendirian.


Arnav menuju klub malam, tempat biasa dia mengabiskan malam dengan mabuk-mabukan dulu.


Setelah berada di klub malam tersebut.


Arnav langsung di dekati beberapa wanita cantik, tapi Arnav langsung menolaknya dengan mengangkat tangannya.


Dia kesana berniat mencari Rian yang juga sering bermain di sana.


Benar saja lelaki yang di carinya berada di meja sambil meneguk minuman memabukkan. Menunggu jawaban wa dari Mecca.


Tangan kekar Arnav menarik kerah baju Rian yang separoh mabuk itu.


Keluar klub.


Sesampainya di luar Arnav segera memasukan Rian ke kap bagian belakang mobilnya.


Lelaki yang terbakar emosi itu berniat membawa Rian ke gudang kosong. Kini tekatnya bulat ingin menghabisi Rian.


Di dalam sana Rian yang separoh mabuk berteriak-teriak minta di turunkan, tapi Arnav tidak menghiraukan Rian.

__ADS_1


Sesampainya mereka di sana. Arnav membuka kap mobil belakanganya dan menarik kembali lelaki itu untuk keluar.


''Lepaskan aku kau gila ya'' ucap Rian


Tanpa menunggu aba-aba, segera Arnav memaksa Rian meminum obat penawar agar dia segera sadar dari mabuknya.


Arnav ingin membuat Rian sadar agar Rian merasakan sakit hatinya saat Rian mencoba mendekati istrinya.


Setelah sadar.


Rian menatap lekat wajah laki-laki yang telah membawanya dengan paksa itu.


''Arnav darah mu masih sepanas dulu'' kata Rian dalam posisi terikat.


''Sepertinya kau telah sadar. Baguslah agar kita bisa menyelesaikan ini sekarang juga'' ucap Arnav.


''Kalau kau mau permainan ini seimbang, lebih baik lepaskan aku sekarang'' pinta Rian.


''Aku tidak ingin bermain-main lagi, aku hanya ingin menghabisi mu sekarang juga, aku sangat benci melihat kau mendekati istriku dan berpura-pura baik.


kau juga mencoba mengadu domba hubungan ku, sebenar nya sisi kelam apa yang ingin kau ceritakan pada istriku''


''Ha, ha, ha, kenapa?? apakah kau takut suatu saat aku mengambil istrimu, seperti kau mengambil kekasihku dan mempermainkan saudaraku.


Oh tapi tenang saja, aku sangat berbeda. Aku sungguh-sungguh mempunyai cinta tulus pada istrimu.


Bukan itu saja, aku juga menyayangi anak-anakmu''


Mendengar pengakuan Rian, Arnav kembali memukulnya.


''Pukul aku sepuas hatimu. Tetap saja aku akan menceritakan semua sisi kelam mu di masa lalu, yang suka meniduri pasangan orang lain, dan temperamen yang begitu tinggi. Kau juga mempunyai kasus kriminal dimana-mana. Yang lebih parahnya lagi kau adalah laki-laki yang tak bertanggung jawab. Entah berapa kali kau berhubungan dengan saudariku hanya untuk kepuasan mu.


Setelah itu seenaknya kau membuangnya begitu saja'' kata Rian lagi.


''Brengsek! Kau tidak tau apa-apa tentang itu. jadi berhenti bicara seperti itu.


Apapun masa laluku, aku telah keluar di dunia kelam itu.


Sebelum kau mengatakan ucapan yang sembarangan. Aku akan menghabisi nubyerlebih dahu'' kata Arnav lagi sambil mengayun benda tumpul pada Rian.


Rian sudah mulai menyadari kalau wajah memerah Arnav tidak hanya sekedar menakutinya, tapi wajah itu benar-benar nekat untuk mengatasinya.


Kini Rian mulai di ambang ketakutan.


''Nav jangan Nav. Aku mohon aku hanya asal bicara, aku janji tidak akan mengganggu istrimu lagi'' kata Rian dengan wajah bergetar.


'' Mata Arnav benar-benar menakutkan, dia tidak peduli lagi. Segera dia mengayunkan benda tumpul itu.


''Mas janji jangan melakukan apapun atau membalaskan dendam yang sudah lama.


Arnav teringat janjinya pada Mecca. dan terngiang-ngiang panggilan anak-anak di telinganya.


Arnav menurunkan benda tajam itu berlahan. Dia membatalkan niatnya itu.


Aku tidak boleh melakukan hal ini sekarang. Aku telah miliki anak dan istri yang menunggu ku pulang. Tidak mungkin aku memperlihatkan wajah yang berdosa ini pada anak dan istriku.


Aku harus sadar '' gumam Arnav


Dia kembali melepaskan Rian dan meninggalkan Rian di sana.


Sedangkan Rian merasa ini adalah kesempatan hidup yang di berikan Arnav padanya.


Arnav segera menuju hotel tempat dimana dia meninggalkan istrinya tadi.


''Sayang maafkan aku telah melanggar janjiku '' gumam Arnav lagi


Hanya gadis kecil itu yang mampu membuat dia berubah saat ini.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2