Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
pertemuan Arnav dengan Aldo


__ADS_3

Arnav menunggu sampai istrinya pulang, dia begitu lega karena istrinya sudah memaafkannya. Di perjalan pulang mereka berbincang seperti biasa.


''Mas kita pulang kerumah mama aja ya mas, Mecca merasa tidak enak karena kejadian tadi'' kata Mecca mengajak Arnav.


''Sayang kita pulang kerumah kita aja, aku tidak mau kamu selalu tersakiti dengan sikap mama, aku tidak peduli lagi mama mau menerima kamu atau tidak. terserah mama aja, yang penting sekarang kesehatan kamu '' jawab Arnav.


''Mas besok Mecca gak mau kuliah lagi ya'' kata Mecca memohon.


''Kenapa sayang? kenapa kamu Mau berhenti kuliah'' jawab Arnav heran


''Mecca takut nanti mas berpikir untuk punya istri lagi gara-gara Macca kuliah'' jawabnya dengan memandang wajah tampan itu.


''Sayang maafkan aku telah meragukan kamu tadi, kalau tidak berpengaruh sama kesehatan kamu, kamu kuliah aja ya sayang. Nanti kalau ada tugas biar aku bantuin mengerjakannya, lagian kamu tidak mau mengecewakan ayah bukan'' bujuk Arnav agar istrinya tetap lanjut


Setelah tiba dirumah Arnav kembali duduk dan bicara serius dengan istrinya.


''Sayang malam ini kita dinner ya, aku belum pernah membawa kamu makan diluar, setelah itu kamu mau kemana terserah kamu'' ajak Arnav


''Mas Mecca ingin sekali ketempat orang yang ada musiknya keras-keras itu, tempatnya gelap Mecca sangat penasaran. Di televisi Mecca melihat kalau semua orang disana sangat senang'' katanya


''Sayang,,, perempuan kecil seperti kamu tidak boleh masuk ke sana. Apalagi kondisi kamu yang lagi hamil, nanti dede bayinya kaget'' jawab Arnav menolak secara halus


Mas Mecca bukan gadis kecil lagi. Mecca udah jadi calon ibu'' jawabnya lagi tak mau kalah.


''Sayang walaupun kamu akan menjadi seorang ibu, tapi umur kamu aja baru Sembilan belas tahun , lagian itu tempat orang jahat dan orang mabuk'' Dia menakuti istrinya agar istrinya takut dan meminta yang lain.


''Gimana lagi, gue harus mengatai diri gue sendiri orang jahat, agar mecca tidak meminta kesana '' gumam Arnav dalam hati.


''Kamu mau nonton gak, habis makan kita nonton ya'' bujuknya lagi


''Mas,,, disana ada flem sibotak kembar gak, yang tidak pernah tayang di televisi ??'' dia kembali meminta hal yang aneh.


''Apa yang kamu tau hanya sibotak kembar saja, apakah kamu tidak pernah nonton flem laga atau flem luar gitu???'' tanya Arnav lagi.


''Gak mas'' jawabnya singkat


''Pantasan aja dia tidak mengenal gua. Semua orang mengidolakan suaminya di luaran sana, isteri sendiri malah mengidolakan sibotak kembar. Sial lho Batak kembar, gua kutuk lho botak selama-lamanya'' gerutu Arnav dalam hati.


''Kalau tidak boleh ke tempat orang yang joget-joget, kita naik odong-odong aja yok mas'' pinta Mecca lagi.


''Maksudmu ke pasar malam ya'' katanya memperjelas lagi.


''Iya mas,,, tempat yang banyak permainan itu '' jawabnya dengan mata yang berbinar.


''Sayang itu tidak aman dan bahaya. Kalau kamu naik terus kalau kamu jatuh gimana???'' Arnav kembali mencari alasan.


''Mas ini, itu gak boleh, ini gak boleh bolehnya ngapain sih'' kata Mecca memonyongkan bibirnya.


''Sayang kita makan aja, habis itu kita nonton. Setelah itu kita main kuda-kudaan aja di rumah gimana?'' tawaran arnav lagi.


''Memang mas mau beli kuda juga '' katanya dengan polos.


''gak, maksudku kamu yang jadi kudanya, aku yang naik. Kalau udah capek ganti posisi seperti kayak yang kita lakukan tiap malam'' jawab Arnav tersenyum nakal kepada istrinya kecilnya, Mecca langsung paham maksud suaminya.


''Mas ini maunya itu aja, gak bosan apa?'' katanya mencubit lengan suaminya.


''Habisnya enak banget'' jawab arnav lagi mengedipkan sebelah matanya dan mengigit bibir bawahnya, kini Mecca kehilangan akal untuk meminta, karena semua permintaannya di tolak oleh Arnav.


''Sayang udah sore ayo mandi, habis itu kamu dandan cantik kita dinner oke''


''Mas disana banyak perempuan cantik gak, kalau banyak Mecca gak mau '' kata Mecca membuang mukanya.


''Kenapa sayang, tidak ada yang menandingi kecantikan istri kecilku ini'' jawab Arnav merayu


''mana ada perempuan hamil itu cantik '' jawab Mecca lagi.


''Sayang kamu itu seksi banget tau. Apalagi kalau perut kamu tambah besar, pasti akan lebih seksi lagi''


''Mas global,,,,'' jawab Mecca singkat. setelah itu mereka mandi dan beres-beres untuk keluar dengan pakaian yang bagus, Mecca mengenakan dress warna biru navy serasi dengan Arnav.


Setelah mereka keluar, sopir bergegas membuka pintu mobil, tapi Arnav ingin mengendara sendiri.


''Pak biar aku yang mengendara sendiri '' pinta Arnav.


''Maaf tuan muda, tuan muda belum sehat dan tangan tuan belum pulih. Saya di beri tugas oleh tuan Besar untuk mengantar tuan kemana aja tuan '' jawab sopir itu


''Udah tidak masalah, saya akan berhati-hati ''jawab Arnav singkat


''Tapi tuan muda'' Tampa peduli Arnav masuk di bangku kemudi, dan membukakan pintu buat istrinya.


''Setelah tiba di restoran ternama di jakarta, dia segera masuk dan duduk di tempat spesial, khusus untuk pengunjung yang sudah sering berkunjung ke restoran itu.


''Selamat datang tuan muda Arnav'' sapa seorang pelayan, dan pelayan lain membukukan badannya.


''Mas dia kok kenal sama mas'' kata Mecca heran.

__ADS_1


''Iya sayang, aku sering makan disini. Ini restoran milik Yudi, kami sering ngumpul di sini '' jawab Arnav.


''Oyo sayang duduk'' kata Arnav menarik kursi untuk gadis kecil itu.


''Segara pelayan menghidangkan semua makanan favorit disana, Mecca melihat semua makan itu seperti hilang selera.


'' Mas disini tidak ada bakso beranak'' tanya Mecca dengan polos.


''Apa itu bakso beranak, emang dia udah nikah,,, dan dimana beranaknya '' Jawab Arnav meledek, dia sebenarnya paham yang dimaksud istrinya itu.


''Itu mas,,, bakso besar, kalau di potong keluar bakso kecil-kecilnya '' jawabnya polos.


''Sayang disini tidak ada bakso semacam itu, sekarang nikmati aja yang ada ya,,,'' kata Arnav mengambil sedikit daging bakar dan mencicipi ke mulut istrinya.


''huak huak huak , mas Mecca mual mas'' katanya ingin mengeluarkan isi perutnya, sontak semua orang di sana menatap Mecca.


''Sayang kamu tidak suka ini?'' katanya sambil memberikan es jeruk untuk Mecca.


''Mas jauhkan semua ini Mecca mual '' jawabnya sambil menutup mulutnya.


''oke-oke ''kata Arnav sambil menyuruh pelayan untuk membereskan semuanya.


''Mas maaf yaaa'' kata Mecca dia merasa tidak enak dengan Arnav.


''sayang tidak apa-apa, nanti ku cari makan yang lain aja '' jawabnya membelai rambut panjang istrinya. Kesabaran Arnav sangat diuji saat ini


''Hei bro, lho kesini kenapa tidak kasih kabar dulu sama gue, kalau gue tau gue akan mengosongkan ruangan ini untuk kalian berdua'' kata Yudi pemilik restoran ini.


''Santai aja bro, tadinya gue tidak ada rencana untuk kesini'' jawab Arnav


''Halo Mecca,,, gimana kabarnya '' sapa Yudi melambaikan tangannya kepada Mecca, gadis kecil yang sekarang mengikat Arnav. Sehingga Arnav tidak ada waktu untuk teman-temannya.


''Baik kak yudi'' jawabnya ramah


''Bro kalian juga disini'' kata Arnav yang melihat Angga, Arman yang juga menuju mereka, di ikuti oleh tiga perempuan cantik. Meraka saling bersalaman dengan Arnav dan Mecca.


''Sayang kamu sehat-sehat aja kan, maaf kakak belum sempat mampir'' kata Angga memeluk Mecca, itu udah terbiasa untuk Mecca dan Angga. Arnav juga sudah terbiasa karena memang Meraka udah seperti kakak dan adik.


''Nav,,,, terdengar suara seorang perempuan cantik yang langsung menghambur ke pelukan Arnav. Dia Lisa sahabat dekat Arnav.


''Lisa lho jangan kayak gitu lagi, lho gak lihat perempuan di sampingnya. Itu adalah istrinya'' kata Yudi membuat Lisa melepaskan pelukannya.


''Sorry sayang, aku terlalu senang kerena sudah lama lelaki nakal ini tidak muncul'' kata lisa sambil memeluk Mecca.


''Apakah kalian udah makan?'' tanya Yudi


''Sayang memang kamu hamil?'' ulas Liza.


''Iya mbak'' jawab mecca


''Selamat ya Nav, kalau begitu kamu mau apa sayang?'' tanya Lisa lagi


''Istri gue mau bakso beranak, emang lho mau bikinin'' jawab Arnav datar.


''Oh itu,,, soal gampang'' jawab Yudi meminta chef untuk masak bakso beranak untuk Mecca.


Semari menunggu bakso masak Arnav gabung dengan sahabatnya.


''kalian nongkrong tiap malam ya'' kata arnav kepada ketiga sahabatnya.


''Iya kami selalu disini, tadi gue menghubungi lho ingin ngumpul di '' langsung pembicaraannya terhenti.


''Udah jangan di teruskan, gue harap kalian mengerti keadaan gue sekarang'' jawab Arnav menghentikan perkataan Yudi. Dia tidak ingin istrinya mengetahui kalau mereka sering nobar di klub malam.


''Maaf tuan baksonya udah siap'' kata seorang pelayan menghidangkan bakso di atas meja lain.


''Sayang,,, ayo makan baksonya, atau kamu mau aku suapi'' kata Arnav didepan semua teman-temannya. Angga, Yudi, Arman dan Lisa memberi kode mendengar kelembutan Arnav kepada Mecca.


''Mecca sendiri aja mas,,,,, mas disini aja ngobrol, gak apa-apa kok'' jawab Mecca malu karena di perhatikan semua sahabat Arnav.


''Ya udah Ayo aku anterin ''kata Arnav sambil mengiring Mecca ke meja lain, pandangan semua sahabatnya itu tidak putus sampai Arnav di meja itu.


''Sayang sini aku masukin sambalnya. Kamu tidak boleh makan sambal banyak ya, nanti kamu sakit perut '' kata Arnav . Sambil menuang sedikit sambal, kecap dan saus ke mangkok.


Arnav memperlakukan Mecca dengan kasih sayang yang membuat para sahabatnya tertegun.


''Hei gua gak mimpikan'' kata Lisa, Karana Lisa sangat tau sifat Arnav. Dia begitu kasar dan cuek kepada semua wanita.


''Gua salut dengan gadis kecil itu. Tadi gue juga lihat Arnav tanpa malu menyuapi gadis itu dikampus '' jawab Arman


''Gue benar-benar syok, Enjelin yang udah lama dengannya gue lihat dia cuek, kalau Enjelin terlalu banyak pinta pasti dia akan emosi'' kata Lisa karena selain sahabat Arnav dia juga sering jalan sama Enjelin.


''Ya makanya perempuan kecil ini sangat ajaib ''jawab Yudi


''Syukurlah Mecca bisa merubah Arnav '' jawab Angga

__ADS_1


Setelah mencicipi bakso itu. Memastikan aman buat Mecca, Arnav kembali bergabung dengan sahabatnya.


''Hei kalian lagi ngobrolin apa??'' kata Arnav.


''Nav pertahankan ya'' kata Angga menepuk punggung Arnav.


''Maksud lho Mecca, iya lah gue akan mempertahankannya. karena gue sangat mencintainya jawab Arnav.


''Permisi tuan, maaf sepertinya ini handphone milik anda '' kata seorang pelayan kepada Arnav.


''Arnav segera meraihnya, handphone itu milik Mecca yang tadi tertinggal di meja pertama mereka duduk.


''treeet treeert treeert'' terdengar suara handphone milik Mecca bergetar. Arnav melihat ada panggilan wa dari Aldo, hampir Arnav membanting handphone itu, tapi dia menyadari kalau cara itu akan membuat masalah dengan istrinya.


''Brengsek kenapa dia masih menghubungi Mecca?'' katanya didepan sahabatnya.


''Siapa Nav?'' tanya para sahabatnya heran.


'' Lelaki ini, orang yang membuat rencana ulang tahun Mecca gagal kemaren, dan hampir gue kehilangan anak gue gara-gara dia, karena dia menginginkan Mecca untuk jadi lekasihnya'' jawabnya dengan wajah memerah menahan amarah.


''Bro lho tenang dulu, tidak usah lho angkat dan jangan menyimpulkan sesuatu yang belum pasti. Apalagi lho memarahi Mecca lagi'' kata Arman


''Sini handphonenya'' kata Angga.


Setelah hanphon itu berhenti memanggil, langsung masuk chat dari aldo. Segera Angga membukanya


''Malam Mecca,,, kakak mau ketemu dengan kamu untuk memperjelas apakah benar kamu udah menikah. Dan apakah suami kamu sering menyakiti kamu, kakak rasanya belum rela Ca, kakak butuh penjelasan dan kalau kamu kurang nyaman dengan dia, kakak siap untuk menerima kamu apa adanya'' isi chat dari Aldo.


Arnav segera meraih hanphon Mecca dari Angga dan membacanya, dia begitu emosi, mengepalkan tangannya ingin rasanya dia menghabisi Aldo sekarang.


''Nav tenangkan diri lho, ingat istri lho lagi hamil. Lebih baik kita bertemu dengan lelaki itu secara baik-baik, dan menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin'' ulas yudi.


''oke, tapi jangan salahkan gue, kalau dia masih keras kepala gue tidak segan-segan menghabisinya.


''Oke, sekarang gue balas dulu wa lelaki ini'' kata Angga


''Nav lho tenang ya,,,gue ngerti perasaan lho sekarang'' kata Liza yang juga ikut mendengarkan.


''Baik kak Aldo, sekarang mau ketemu dimana ?'' balasan yang dibuat oleh Angga.


''Di kafe milik paman Milla, kakak tunggu ya '' balasan dari Aldo


''Oke'' kembali lagi dibalas oleh Angga.


Setelah itu Angga kembali memberikan hanphon itu kepada Arnav.


Ayo segera kita ke sana ajak Lisa.


''Gini aja,,, sekarang lho tunggu dulu istri lho makan, terus lho ajak dia ke sana. Gua dengan yang lain akan mengikuti dari belakang.


Hanya memantau lho dari jauh, takut lho lepas kendali'' kata Yudi memberi arahan.


''Nav istri lho datang, sekarang jaga sikap dan tahan emosi lho. Ingat anak dan istri lho'' bisik Angga


''Mas Mecca udah siap '' kata Mecca berdiri dari belakang.


''Sayang apakah kamu udah kenyang, atau mau nambah lagi'' ucapan Arnav santai, dia sangat pandai berekting. Padahal dalam hatinya sangat terbakar mengingat nama Aldo di dalam hanphon istrinya.


''Mecca sayang apakah kamu sudah tidak mual?'' tanya Angga.


''Gak kak, Mecca baik-baik saja'' jawab Mecca.


''Mas ayo kita nonton si botak kembar, yang mas bilang tadi'' kata Mecca, membuat semua sahabat Arnav menahan tawa mendengar ucapan istri kecil sahabatnya itu.


''Mecca, kau tau gak kalau hamil itu banyak pantangannya, kalau kamu sering-sering melihat si botak kembar itu, nanti anakmu lahirnya juga botak '' kata Lisa menakuti.


''Gak takut mbak'' segera dia membayangkan hal yang tidak-tidak di kepalanya.


''Mas kita pulang aja yuk,,,Mecca tidak mau punya anak kembar botak'' jawabnya polos.


''Semua sahabat Arnav ketawa melihat kelucuan Mecca.


''Sayang memang anak kita kembar. Tidak mungkin juga dia botak, maminya aja punya rambut indah masa anaknya botak'' jawab Arnav


''Nav memang anak kalian kabar, lho harus menjauhkan si botak kembar itu dari istri lho Nav, gue takut terjadi benaran '' jawab Lisa


''Diam lho '' jawab Arnav singkat.


''Kalau gitu aku mau kita main ke kafe Mila sahabat kamu, bukankah aku belum sempat ngobrol banyak dengan dia '' kata Arnav


''Banaran boleh mas'' kata Mecca dengan senang, dia tidak tau apa-apa tentang pertemuan Arnav dengan Aldo.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2