
setelah Mecca memasuki rumah paman Mila, dia sedikit segan, karena dia datang dalam kondisi seperti ini, tapi mau gimana lagi, ini tempat satu-satunya yang dia punya untuk berlindung dari arnav, setelah berganti pakaian dengan pakaian Mila, Mecca segera di ajak keruangan keluarga tempat paman, dan bibinya berkumpul, disana mereka saling berkenalan
''paman, bibi ini sahabat Mila yang tadi Mila ceritakan '' ucapan Mila kepada paman dan bibinya, segera Mecca bersalam pada kedua suami istri itu.
''kamu canti sekali'' balas bibinya Mila
''makasih bi'' jawabnya sopan
'' anggap rumah ini sebagaai rumahmu sendiri, bibi mau tanya, memang di Jakarta kamu tinggal bersama siapa'' tanya bibi baik itu
''om dan Tante saya bi'' jawab Mecca berbohong, dia tidak enak kalau harus jujur
''kalau boleh paman tau, siapa nama om kamu'' tanya paman Mila
''tuan Andi Sanjaya, paman'' mendengar nama Sanjaya, langsung paman Mila kaget, dia tau kalau itu nama keluarga yang tersohor di negri ini, mereka sering disoroti oleh stasiun televisi, sebagai keluarga pebisnis.
''sepertinya saya sering dengar nama itu, bukankah mereka keluarga yang sangat terkenal, mempunyai anak lelaki seorang aktor, dia juga pewaris satu-satunya, paman sering melihat dia, dan sangat mengidolakannya, gini aja, sampai Mecca menemukan lagi keluarga Sanjaya itu, Mecca tinggal disini aja dulu ya, paman juga tidak bisa membantu banyak, karena paman juga tidak kenal Meraka, hanya tau lewat televisi aja ''Mecca hanya heran mendengarkan ucapan paman, juga tidak mengetahui apa-apa, bahkan dia tidak tau kalau suaminya seorang yang sangat terkenal.
''benarkah yang dikatakan oleh Paman,kok mas tidak pernah cerita ya'' gunanya dalam hati.
''yasudah, Mecca kalau mau makan, silahkan saja, jangan sungkan-sungkan ya'' tawaran bibi Mila
''makasih bibi, paman'' ucap Mecca sopan
segera mereka berdua makan malam di rumah itu.
sedangkan arnav masih dijalan mencari keberadaan istrinya, dia merasa kehilangan atas kepergian istrinya itu.
''mecca sayang dimana kau, saat aku sudah merasakan cinta itu nyata, kau malah pergi begitu saja''' ucapnya yang tidak berhenti berkemudi sambil menanyakan kepada setiap orang yang lewat semari memperlihatkan fotonya
hari sudah mulai larut malam, Mila sudah tertidur dengan pulas, berbeda dengan Mecca, dia sama sekali tidak biasa tidur, gadis itu terbiasa tidur dalam pelukan suaminya, dia sangat merindukan hangat pelukan, dan harum parfum yang melekat ditubuh lelaki itu, dia selalu membayangkan wajah tampan arnav, air matanya juga tidak henti-hentinya turun seperti gerimis yang juga ikut berjatuhan.
__ADS_1
''mas ,besok aku tidak lagi merasakan wangi tubuhmu saat aku bangun nanti, dan aku juga tidak akan repot membuka rambutku yang selalu kau mainkan di jari mu, kau juga tidak akan repot mengurusku sepanjang hari, menyuapiku, menghawatirkan ku, dengan seiring waktu, cinta ini juga akan hilang sendirinya.
seandainya benar aku hamil, aku anggap itu sebagai kenang-kenangan darimu, tanda aku pernah menikah dengan seorang lelaki tampan seperti mu'' katanya lagi, semakin dia mengingat arnav, semakin hatinya menahan Sesak.
sedangkan setiap malam, arnav masih berada di jalan yang sepi, dia melihat semua tempat yang ada keramaian, berharap istrinya berada disana, dia selalu memanggil nama gadis itu, dalam gelap dan hujan.
kini pagi sudah datang lagi, dia masih tidak putus asa untuk terus mencari , dia kembali ke perusahaan sebentar saja, untuk mandi, dan berganti pakaian, disana sudah ada segala kebutuhannya, dan ruangan pribadi layaknya seperti kamar kedua baginya, semalaman dia tidak tidur, sekarang dia berencana lagi untuk mencari istrinya itu, sebelum dia pergi, dia mau berpamitan dulu sama papanya, untuk libur beberapa hari ke depan, dengan alasan mengurus rumah baru yang akan dia, dan Mecca tepati.
''tok tok tok silahkan masuk'' kata papanya yang dari pagi sudah berada di kantor, arnav segera duduk, dan membuka pembicaraan dengan papanya itu.
''pa, aku mau ijin untuk tidak masuk, beberapa hari ke depan'' katanya dengan sopan kepada papanya.
''kamu ada acara apa nav, dan semalam kamu, dan Mecca juga tidak pulang'' tanya papanya menyidik
''iya pa, semalam aku sama Mecca udah mulai menepati rumah baru yang mau kami tempati, makanya aku mau libur dulu, masih banyak yang mau diurus, dan aku juga sudah mendapatkan kampus yang cocok buat Mecca, aku harap papa handle semua pekerjaan ku'' pintanya kepada papanya.
''oke nav, kamu jangan khawatir, sekarang yang penting kamu fokus aja sama semua urusan rumah, dan kuliah istrimu, papa sangat senang, dan bangga, akhirnya kamu bertanggung jawab Dan menyayangi Mecca'' kata papanya lagi
''oya nav, kamu juga harus segera ngasih papa cucu yang banyak, papa Udah Bayangi kalau kamu mempunyai anak banyak, pasti papa tidak kesepian lagi'' kata papanya lagi berbicara kecil.
''gimana mau punya banyak anak pa, dia juga masih kecil'' ucapan arnav ketus
''kalau kamu rajin pasti bisa, walaupun Mecca anak kecil, tapi kau sudah memakannya bukan, jadi kamu harus coba terus kalau bisa kau luangkan waktu untuk itu'' kata papanya lagi
''ih papa ini, kalau begitu aku pulang dulu'' katanya sambil berdiri
''kapan kamu mengundang papa, dan mama kerumah baru kalian'' tanya papanya lagi, mendengar ucapan papanya, segera dia berhenti sejenak.
''katanya minta bikin cucu yang banyak , kalau papa, dan mama datang, pasti semuanya batal. papa taukan gimana pemalu nya menantu papa itu'' kata arnav kembali melanjutkan langkahnya, papanya hanya tersenyum membayangkan kalau dia akan mendapatkan cucu yang banyak.
sedangkan Mecca siang hari mengikuti Mila bekerja di kafe milik pamannya, begitu juga dengan Aldo, yang selalu datang menghampiri Mecca ke sana setiap hari.
__ADS_1
kini sudah dua hari Mecca menghilang, arnav juga hampir dua hari tidak tidur.
siang dan malam dia selalu berada di jalan, dia selalu diberi informasi dari orang suruhannya yang dia kerahkan untuk mencari istrinya, tapi semuanya tidak menemukan titik terang, dia selalu berharap kalau hp miliknya akan ada panggilan, atau wa dari istrinya, tapin tetap saja benda pipih itu diam, arnav yang memeriksa kalau tidak ada wa dari istrinya, segera membanting hp itu sekuat mungkin, hingga benda itu berkeping-keping, sepertinya dia sudah mulai putus asa,
''sepertinya aku harus ke kampung, siapa tau dia sudah berada disana'' katanya lagi, ini cara terakhir yang dia miliki kosetelah mencari kesemua tempat, dan dia juga sudah mengancam enjelin, dia takut enjelin yang berulah, dia juga telah mengikuti adiknya melisa, tapi dia tidak menemukan tanda-tanda, terahir kemaren dia juga sudah bertanya sama Angga,siapa tau gadis itu menghubungi angga..
sedangkan Mecca selalu murung, dan sedih, dia juga merasa bingung tidak mungkin dia menumpang terus disini.
'' Mecca kamu kenapa selalu murung, kalau kamu mau, kakak anterin kamu pulang ke kampung , kalau tidak kamu kerja aja lagi dengan kakak disini'' kata Aldo menghiburnya.
''iya kak, Mecca pikirkan dulu'' katanya sambil mengaduk makanan yang berada di piringnya, Aldo yang melihat Mecca tidak napsu makan, segera mengambil sendok itu, dan menyuapi gadis cantik itu.
arnav sekarang udah bersiap-siap untuk menuju kampung halaman istrinya itu, dia hanya fokus ke depan, karena terjebak macet, dia sedikit menepikan mobil sport miliknya, secara tidak sengaja lelaki itu melihat istrinya yang udah dua hari dicarinya.
lelaki itu menghunuskan pandanganya kepada istrinya yang lagi disuapi oleh lelaki lain, sungguh dia merasa ada setan yang sudah merasukinya, dia memarkirkan mobil itu Semarang tempat, melangkah menuju kafe kecil, dipinggir jalan.
sedangkan Aldo sangat senang bisa menyuapi gadis pujaannya itu.
ada sisa makanan yang tinggal di bibir gadis cantik itu, segera Aldo membersihkan bibir seksi itu, dengan ibu jarinya, belum juga tangan Aldo menyentuhnya, dia dikagetkan oleh seseorang yang melintir tangannya dengan kasarnya.
''mas arnav'' Mecca yang melihat kalau yang datang itu suaminya, langsung berdiri Sakin kagetnya.
arnav masih bisa mengendalikan emosinya saat itu, dia tidak mau menjadi perhatian semua orang disana,Tanpa berpikir panjang dia segera mengendong istrinya ke mobil, Aldo yang melihat, segera menghadang dan mau memukul arnav, tapi Mecca segera teriak agar Aldo tidak melakukan apa-apa, dan membiarkan mereka pergi.
''hei brengsek siapa kau, yang seenaknya membawa mecca, kau tidak akan kubiarkan menyentuhnya'' segera Aldo melayangkan satu pukulannya kepada arnav, tapi arnav tidak menggubris sama sekali.
''kak, jangan kak, aku mohon, biarkan aku pergi '' pinta Mecca lagi, mendengarkan itu aldo segera berhenti'' dengan cepat arnav memasukan Mecca kedalam mobilnya, dia melajukan mobilnya sekencang mungkin, menuju rumah barunya Tampa sepatah katapun, Mecca yang melihat sangat ketakutan , setelah sampai dirumah, dia segera membuka pintu rumah itu, dan menyeret gadis cantik itu ka dalam kamar, sekarang arnav sudah berubah jadi malaikat maut, mungkin dikamar besar itu, dia akan memakan gadis kecil itu, agar dia tau kalau dia sudah bersuami.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...