Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Penyamaran


__ADS_3

''Sayang kamu kenapa,,, kok kamu diam-diam aja. Apakah kamu bosan?''tanya Arnav. yang agak binggung melihat kediaman istrinya.


''Gak. Mecca gak bosan''Jawab Mecca.


Arnav berusaha menyelidikinya terus.


Tiba-tiba Arnav tidak sengaja melihat kertas yang di kasih oleh Rere tadi berada di atas meja.


''Mmm rupanya ini yang membuat dia marah, tapi sampai kapan dia bersikap seperti ini. Kenapa dia tidak menanyakannya langsung'' gumam Arnav.


''Sayang apakah ada yang ingin kau tanyakan, atau ada yang mengganjal di hatimu?'' tanya Arnav lagi agar Mecca mau menanyakannya sendiri.


''Ayo tanyakan'' gumam Arnav.


Mecca kembali duduk dan memberanikan dirinya menanyakan tentang kertas yang ditemukannya tadi.


''Tadi mas menjatuhkan sesuatu'' kata Mecca sambil mengambil kertas seperti bola kecil di atas meja.


''Akhirnya dia berani juga'' gumam Arnav.


''Memang itu apaan ya,,,, boleh minta tolong bukakan'' pinta Arnav.


Segera Mecca membukakan dan membacakan nama dan nomer handphonenya.


''Rere 08********"


''Sayang,,,,Apakah kau tidak mau menanyakan siapa Rere itu''


''Gak '' jawab Mecca singkat


''Serius, tapi kalau aku perhatiin dari tadi kau seperti diam dan marah gitu''


''Mecca hanya kepikiran aja mas, sampai kapan Mecca akan mengalami hal seperti ini. Dari mbak enjelin, mbak sekretaris, mbak Reyna, sekarang Rere lagi. Gak tau entah siapa lagi besok-besoknya'' kata Mecca.


''Jangan pikirkan tentang itu. mungkin aku udah biasa menghadapi perempuan-perempuan seperti itu, tapi aku tidak pernah tertarik pada mereka.


Yakinlah sejak aku mengucapkan ijab Kabul, sejak itu aku tidak pernah lagi punya perasaan dengan perempuan lain.


Hanya kamu yang selalu bermain di otakku. Jadi jangan rusak kebahagiaanmu gara-gara pikiranmu sendiri oke''


''Kayak mas ingat aja saat mas ijab qobul dulu'' jawab Mecca.


''Ya,,,,aku hanya ingat wajah bocah kecil yang membawaku berkeliling di dalam toko buku. Bocah yang ketakutan saat malam pertamanya, yang paling aku ingat bocah konyol yang melamar pekerjaan di tempat suaminya sendiri'' kata Arnav sambil mencolek hidung istrinya.


''Beneran mas udah mengingat semuanya''


''Mmm tentu saja, aku adalah pria yang sangat beruntung bisa di jodohkan dengan wanita seperti mu, walaupun dalam hati masih belum siap menikahi anak SMA yang umurnya beda jauh dari ku.


Dulu aku menentang yang namanya perjodohan, apalagi menikahi bocah, tapi siapa sangka bocah ini yang bisa membuat aku berubah, dan anak SMA ini juga yang mampu membuat aku merubah pandangan ku terhadap wanita'' kata Arnav.


Mas tau gak, pertama Mecca tau kalau pria yang jadi suami Mecca seorang lelaki dewasa yang pemarah dan sombong. Mecca begitu takut dan sedih, apalagi mas telah mengakui kalau mas udah punya kekasih dan sering video call saat di kamar'' kata Mecca lagi mengingat masa lalunya.


''Sayang,,, kau perempuan kecil yang hebat. Kau mampu membuat aku menyingkirkan benalu yang tumbuh di antara pernikahan kita.


Ya,,,,walaupun aku harus mengurus mu dan selalu bersabar menghadapi semua kekonyolan mu, yang paling membuat aku sangat tersiksa adalah menahan nafsu untuk tidak menyentuhmu, menunggu kau tamat dari SMA'' kata Arnav.


''Apakah itu beneran,,,,tapi mas tetap aja tidak sabaran, saat Mecca baru lulus. Mas langsung melakukanya pada bocah kecil ini'' jawab Mecca.


''Harusnya kau bersyukur lho,,,, kalau aku tidak melakukanya saat itu. Sekarang kita belum mendapatkan dua malaikat kecil itu''


''Makasih ya mas,,,, karena mas selalu melindungi Mecca dari siksaan mbak Enjelin dan saat mama dan kak Melisa tidak menyukai Mecca.


Mas selalu melindungi Mecca.


Sampai sekarang mas selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Mecca.


Maaf ya kalau Mecca masih seperti ini''


'' Wajar saja umurmu masih terlalu muda saat ini.


Mungkin anak-anak seumuran kamu masih asyik main dan ngumpul-ngumpul sama teman-teman mereka, tapi kau sudah bertanggung jawab untuk anak-anak kita, lagian menurutku kau sudah banyak berubah.


Sekarang kau sudah semakin dewasa.


Kadang-kadang aku merasa aneh saat aku hilang ingatan hanya bocah kecil ini yang mampu membuat aku nyaman''


''Mas Mecca senang mas udah bisa mengingatnya, tapi mas janji dulu ,,,Besok jangan tinggalkan Mecca lagi disini sendirian'' pinta Mecca.

__ADS_1


''Baiklah. Sebelumnya kau harus mengetahui misi ku. dan kau harus mengetahui juga tentang Rere.


Dia sepupu Reyna. Dia sepertinya suka padaku, jadi aku berfikir tak ada salahnya kalau aku memanfaatkan perempuan itu untuk menyelidiki tentang Reyna. Aku harus lebih licik dari Reyna.


'' Mecca kasihan sama mbak Rere itu, pasti dia kecewa kalau tau mas hanya memanfaatkan dia''ulas Mecca.


''Sayang orang seperti itu harus dikasih pelajaran, apalagi hobinya berkhianat.


Dia tau kalau aku sama Reyna dekat, tapi dia masih berusaha untuk mendekati aku'' jawab Arnav.


''Besok mas mau ke tempat mbak Reyna lagi?''


''Gak. Besok jadwal ku padat.


Kamu ikuti kemana aku pergi, tapi ingat kamu harus jadi istri penurut ya?


Oya sayang kamu mau gak mengikuti rencana pertama kita besok?''


''Rencana apa mas?''


''Besok kamu ikut aku ke lokasi syuting, tapi kamu harus menyamar jadi adikku untuk sementara. Gimana?''


''Iya Mecca mau'' kata Mecca kembali merebahkan tubuhnya.


''Sayang, apapun yang terjadi besok dan seterusnya, aku harap kau bersabar ya,,,demi rencana kita.


Dan wanita manapun yang dekat-dekat sama aku di lokasi syuting, kamu janji kamu gak boleh marah karena ini hanya permainan, aku juga akan menghindar sebisaku. Ingat hanya ada Mecca untuk Arnav tidak ada wanita lain lagi oke''


''Tapi mas janji ya,,,, Setelah urusan sama mbak Reyna selesai, kita akan kembali dan mas tinggalkan pekerjaan mas ini ya,,,,,,''


''Iya sayang,,,,, aku janji, Sayang kamu capek gak?'' tanya Arnav dengan wajah meminta sesuatu dari Mecca, tapi Mecca cukup berpengalaman dengan gelagat suaminya.


''Massssss'' jawab Mecca sambil membelakangi Arnav.


''Ayolah aku belum menjumpai si kecil''


Tanpa ijin Mecca, Arnav langsung meraba gunung kembar istrinya. akhirnya semua kenikmatan itu kembalian terjadi.


Memang Arnav begitu candu dengan tubuh istrinya ini itu.


Mecca kembali merapikan pakaiannya, karena dia ingin menghubungi kedua buah hatinya lewat video call.


Mungkin di sini sudah malam, tapi kalau di indonesia masih siang.


''Treeet treeert treeert ''terdengar hanphon Mella bergetar, segera Mella mengangkat hanphon nya.


'' Halo kak Mella,,, gimana kabar kakak, mama, papa dan anak-anak'' tanya Mecca.


''Semuanya baik-baik saja. Apakah kamu mengalami kesulitan selama berada di sana?'' Mella balik bertanya.


''Gak kak. Semuanya aman kok, oya kak mana Arav dan Ara, Mecca merindukan mereka''


Segera Mella mengarahkan kamera kearah kedua bocah yang asik bermain dengan nenek mereka yang baru datang dari kampung, dan memberikan hanphon itu pada Bu Lastri.


''Halo ibu,,, bu maaf ya,,, Mecca kemaren belum sempat minta ijin kalau Mecca mau berangkat keluar negri. Mecca juga mendadak perginya ''kata Mecca pada Bu Lastri yang baru datang dari kampung.


''Gak apa nak, ibu juga di kasih tau sama mama mertuamu waktu kamu dalam perjalan. Jaga diri di sana ya nak, jangan selalu menyusahkan nak Arnav'' ulas Bu Lastri.


''Iya bu''


Mendengar suara mertuanya. Arnav langsung bergegas memasang kembali pakainya, dia juga ingin melihat wajah mertuanya yang sudah dia anggap sebagai orang tua kandungnya itu.


''Bu,,, apakah ibu sehat-sehat aja'' kata Arnav yang merebut hanphon itu dari tangan Mecca.


''Alhamdulilah ibu sehat nak. Nav ibu titip Mecca ya '' ulas Bu Lastri


''Baik Bu'' jawab Arnav.


Setelah itu handphone langsung di rebut oleh Arav yang tidak sabaran dari tadi ingin melihat wajah kedua orang tuanya.


''Arav,,,'' kata Mecca sambil melambaikan tangannya.


''Akak ni nenek'' kata Arav yang ingin memberi tau kalau ada neneknya.


''Kok kamu manggil kakak lagi,,, Mami malas dan gak mau pulang kalau kau terus-terusan memanggil mami dengan kakak'' ancam Mecca.


''Ma,,,,,,mi hi hi hi'' kata Arav yang memperlihatkan gigi ompongnya.

__ADS_1


Setelah itu Ara juga berteriak ingin minta hanphon dari Arav, tapi ujung-ujungnya mereka saling rebutan handphone.


''Arav kasihan hanphon sama Ara juga nak. Papi juga merindukannya'' pinta Arnav.


''No pi,,,,, '' jawab Arav.


''Duh kenapa kau sangat keras kepala Arav'' kata Arnav.


''Arav dapat sikap seperti itu turunan dari kamu Nav '' jawab nyonya Gita yang mengambil alih hanphon itu dan mengarahkannya pada Ara''


''Ara sayang senyum dong,,, Papi sangat merindukan kalian'' kata Arnav


Segera sambungan itu terputus tanpa alasan.


''Ya,,,, mati'' kata Arnav meletakan kembali benda pipih itu.


''Sayang sebelum tidur kamu minum susu dulu ya'' kata Arnav berdiri ingin membuatkan susu untuk Mecca.


...****************...


Tidak terasa matahari kembali terbit. Mereka berdua juga sudah bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi syuting.


''Sayang sebelum pergi kita mampir dulu ke butik mencari pakaian yang cocok untuk penyamaran mu ya,,,''


''Baik mas''


Setelah Arnav melajukan mobilnya, dia melihat butik lengkap menjual pakaian pria dan wanita juga lengkap dengan aksesorisnya.


Arnav langsung mengajak Mecca masuk ke dalam butik, dan mencari pakain laki-laki untuk penyamaran istrinya itu.


Yang tentunya bahan pakain yang aman untuk Mecca dan anaknya.


''Mas ini seperti laki-laki'' ucap Mecca.


''Sekarang kau adik Perempuanku yang tomboy, aku tidak ingin kau berpenampilan feminim dan menarik laki-laki lain di lokasi syuting. Dengan begini Reyna juga tidak mengenalmu.


Aku khawatir dia tiba-tiba muncul di sana''kata Arnav menjelaskan.


''Baiklah mas,,,,'' kata Mecca menuruti semua titah Arnav.


Segera Arnav jongkok dan membelai perut istrinya.


''Celana ini aman kok untuk si kecil.


Sayang maafkan papi ya, harus menyembunyikan kamu dan mami mu untuk sementara '' kata Arnav sambil mencium perut datar Mecca.


Arnav memperhatikan dengan seksama penyamaran Mecca yang menurutnya cukup sempurna.


Mecca mengenakan jaket kulit, kaca mata hitam, topi hitam, dan dia merapikan rambut Mecca ke dalam jaket biar tidak kelihatan kalau istrinya itu seorang wanita berambut panjang nan cantik.


Di atas mobil Arnav memberikan pengertian lagi agar Mecca tidak memperlihatkan jati dirinya pada orang lain.


Arnav juga memperingatkan agar Mecca tidak Benyak bicara dengan orang-orang asing itu.


''Sayang,,, nanti jam makan siang kalau aku tidak sempat menyuapi mu, kamu makan sendiri ya, dan setelah itu kau jangan lupa minum susu. Aku telah mempersiapkan semua keperluanmu di dalam paper bag itu.


Satu lagi, kamu jangan sekali-kali membuka topi itu dan memperlihatkan rambutmu pada orang lain oke''


''Mas apakah ini tidak berlebihan?'' tanya Mecca.


''Sayang, untuk sebentar tolong jadi istri yang penurut ya,,,,'' pinta Arnav


''Baiklah kak Arnav '' kata Mecca tersenyum lebar, walaupun dia merasa penampilannya itu begitu aneh.


Saat mereka turun dari dalam mobil, ada laki-laki yang memperhatikan mereka dari jauh.


Dia sangat mengenal Arnav.


''Arnav,,, sejak kapan dia kembali ke sini, dan siapa yang dibawanya itu.


Apakah dia sudah meninggalkan Mecca karena dia gagal mengingat masa lalunya. Mungkin Mecca memang ditakdirkan untukku. Ini kesempatan ku'' gumam laki-laki yang memang dari dulu diam-diam mencintai Mecca.


Dia adalah Rian adik sepupu Enjelin.


*Bersambung*


BESTie kok kurang semangat sih bacanya 😭😭😭 Apakah kalian bosan dengan cerita recehan iniπŸ€”πŸ€”

__ADS_1


__ADS_2