Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
dua detakan jantung


__ADS_3

Enjelin merasa sesak melihat kemesraan kedua suami istri itu . Enjelin sengaja menunggu ketiga sahabat Arnav pergi baru dia berani muncul.


''Mas memang kalau mas bicara seperti itu Dede nya bisa mendengarkan '' kata Mecca setelah ciuman itu terlepas.


''Menurut ku dia mendengarkan aku, oya sayang kenapa kau memakai daster seperti ini?'' arnav sangat lucu melihat istri kecilnya memakai daster


''Iya bukankah orang hamil itu harus pakai daster, memang mas gak suka melihat Mecca pakai daster'' kembali dia bertanya kepada suaminya itu.


''Sayang kau lucu kalau pakai daster seperti ini aku suka, apa aja yang kau kenakan aku juga suka. apalagi kalau kau tidak mengenakan apa-apa'' katanya kembali bercanda


''Mas mesum amat sih'' kata Mecca memukul dada suaminya. Enjelin masih memandangi suami istri yang sedang be canda itu. Enjelin merasakan sangat jauh perbedaan cara Arnav memperlakukannya dengan Mecca, dia begitu cemburu. seakan tidak terima dengan semua itu.


Tidak lama setelah itu, datang keluarga Arnav untuk melihat Arnav, mereka baru mendapatkan kabar dari Angga bahwa arnav mengalami kecelakaan. Enjelin segera bersembunyi lagi dia belum siap hadir saat ini ,dia berencana hadir menunggu waktu yang tepat.


''Nav kamu tidak apa-apakan nak, kenapa kamu tidak segera memberi tau kami'' kata nyonya Gita dengan ekspresi khawatir. sambil mencium anak lelaki satu-satunya itu


''gak ma arnav baik-baik saja, Arnav juga tidak sadarkan diri. Mecca juga baru tau tadi malam dari sahabat Arnav '' kata arnav yang masih Santai duduk dibawah, sedangkan Mecca masih berbaring dia belum sempat untuk turun, ketika mertua dan adik iparnya datang.


''Kakak yang sakit kenapa istri kakak yang disana '' kata Melisa emosi melihat Mecca.


''Iya heran bukanya menjagain kamu sakit, malahan dia enak-enakan tidur'' ulas nyonya Gita lagi


''Udah ma, aku sengaja menidurkan Mecca di atas, dia lebih penting, sekarang Mecca hamil'' kata Arnav membela istrinya, Mecca segera duduk dan hendak turun, tapi Arnav mencegahnya.


''Hamil,,,'' entah apa yang dirasakan nyonya Gita sekarang.


''Nav mama ragu dengan istri mu ini, apakah dia mampu mengurus anak mu nanti ''kata nyonya Gita lagi


''Mah tidak usah khawatir, kita juga bisa membantu mengurus cucu kita'' ulas tuan Andi


''Udah ma jangan pikirkan itu.


Mecca mampu dia ibu yang baik untuk anak-anak kami'' ucap Arnav lagi.


''Kak kalau kakak udah merasa baikan ayo kita pulang '' ulas mella sambil mendekati dan ikut membelai perut datar Mecca, dia sangat bahagia dengan kabar kehamilan Mecca.


''Aku mau melanjutkan perawatan aku disini, mungkin sore aku bisa pulang, selagi di rumah sakit aku mau USG Mecca dulu'' kata Arnav menolak.


''Bagus Nav, kamu harus sangat memperhatikan Mecca. Orang hamil itu butuh perhatian'' kata papanya mendukung.


''Iya pa'' jawab arnav singkat.


'' Nav kamu yakin tidak apa-apa, setelah ini kamu pulang ke rumah mama dulu sampai kamu sembuh'' titah mamanya.


''Iya mah '' jawabnya lagi.


''kalau begitu mama sama papa pulang aja, yang sakit yang ingin dilihat duduk, sedangkan yang sehat malahan enak-enak tidur'' kata mama arnav dengan judes.


''Menyusahkan aja'' ulas Melisa lagi Mecca yang mendengarkan sungguh tak enak hati.


Yasudah kami pulang ya kak'' kata adik-adiknya.


''Kaka ipar jaga ponakan ku dan makan yang banyak'' kata Mella sebelum keluar. Mecca hanya tersenyum membalas ucapan mella.


''Nav semoga lekas sembuh, dan secepatnya kamu USG. Papa juga mau lihat hasilnya'' kata tuan Andi yang juga ingin keluar.


''baik pah'' jawab arnav


setelah semuanya pulang, Mecca hanya diam duduk tertegun, dia merasa kalau kata-kata mertuanya tadi seperti pisau baginya.


''Hei cantik kenapa kau sedih?'' kata Arnav melihat dan membelai rambut hitam panjang istrinya.


''Mas kenapa mama bicaranya seperti itu sama Mecca'' katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


''Sayang jangan pikirkan itu, anggap aja perkataan mama ujian untuk mu agar bisa menjadi wanita yang lebih dewasa, dan tangguh '' kata Arnav membujuk istrinya itu.


''Tok tok tok terdengar suara kerukan dibalik pintu.


''Mas permisi, boleh saya masuk kata suster yang mengantarkan makan.


'''Ya silahkan kata Arnav yang masih duduk dan membelai istrinya.


Segera suster meletakan bubur di atas meja samping ranjang, setelah itu suster keluar.


''Sayang ayo makan'' kata arnav yang meraih bubur hangat itu.


''Mas yang sakit kok Mecca yang makan ''kata Mecca menolak


''Sayang kau harus makan, biar dade juga ikut makan. Setelah itu baru kita periksa ke dokter kandungan '' bujuk Arnav yang mau menyuapi istrinya.


''Kalau mecca makan itu mas mau makan apa??'' kata Mecca kembali bertanya.


''Sayang jangan pikirkan aku'' jawab Arnav yang ingin menyuapkan istrinya


''Kalau begitu mas dulu baru Mecca, kita gantian ya'' bujuk Mecca agar Arnav juga ikut makan.


Mecca segera membuka mulutnya, baru satu suap Mecca makan Arnav udah hampir muntah melihat bubur itu.


''Mas kenapa'' tanya Mecca heran, sayang coba suap sendiri, kalau lihat bubur rasa mau muntah'' kata Arnav yang memberikan mangkok ke tangan Mecca.


Tiba-tiba datang enjelin mendorong pitu dengan kasar, dia sengaja memperhatikan mereka berdua dari luar. Saat mendapat kesempatan untuk menjatuhkan Mecca, dia segera masuk kedalam.


''Sudah saya duga kalau perempuan kampung ini tidak akan becus mengurus kamu honey, coba aja lihat sekarang, bukanya mengurus kamu malahan dia yang enak-enak makan, yang seharusnya untuk mu'' kata Enjelin emosi


''Enjelin mau apa kau kesini, aku yang meminta dia memakan bubur itu'' kata Arnav yang emosi melihat Enjelin yang selalu ikut campur.


''Honey sudah, jngan selalu kau perlakukan gadis kampung ini seperti itu, dia malahan akan memanfaatkan kamu'' kata Enjelin menjawab. Enjelin segara mengeluarkan SOP dan jus melon kesukaan Arnav, dia sengaja masak untuk Arnav. Tanpa mempedulikan semua orang, Enjelin segera menuang SOP untuk arnav.


''Hei kau baru mengenal dia, aku sudah bertahun-tahun mengenalnya, aku lebih tau apa saja yang disukainya ''ulas Enjelin lagi.


''Utu tidak penting mbak, yang penting sekarang dia suami saya, dan kami sedang menunggu kelahiran anak kami.


lebih baik mbak tinggalkan mas Arnav dan tidak usah ganggu dia'' kata Mecca lagi dengan suara yang lantang, sedangkan arnav hanya menonton dan bangga dengan keberanian istri kecilnya.


''Dia belum tau, kalau istriku sedang marah, dia bisa menjadi harimau seketika '' gumam arnav sambil menyeringai


''Mbak bawa ini semua dari dini, lagian kami akan pulang. Saya bisa masak dirumah saya'' kata Mecca lagi sambil memasukan semua bawaan Enjelin, sedangkan Enjelin hanya tertegun melihat perubahan Mecca. Selama ini Mecca yang dikenalnya hanya seorang yang pengecut, dan cengeng sekarang berubah jadi orang lain, yang sangat berani.


Permisi mas, kami akan membantu membersihkan dan Menganti perban anda, cuma satu orang yang boleh mendampingi, selebihnya boleh keluar'' kata dua orang suster


''Saya yang tinggal ''kata Enjelin menawarkan dirinya.


''Mbak gak boleh, mbak bukan muhrimnya mbak lupa kalau lelaki ini sudah mempunyai istri, silahkan mbak keluar ya'' kata Mecca dengan suara menekan.


Silahkan mbak kata seorang suster lagi, Enjelin hanya bisa mengikutuli dengan raut wajah yang kesal.


Setelah Enjelin keluar, semua suster membantu Arnav bersih-bersih dan Menganti perban Arnav, Mecca juga ikut membantu, sekalian dia belajar cara Menganti perban.


Setelah semua selesai para suster keluar dari ruangan itu, tinggal mereka berdua.


''Sayang senyum dong, aku lucu melihat kamu seperi tadi, kayak ibu tiri'' kata Arnav melihat wajah istrinya yang sangat serius, sambil menarik tali pita yang menghiasi bagian dada istrinya.


''Mas Mecca kesal dengan perempuan itu, dia selalu ingin mendekati kamu, aku tidak suka cara pakaiannya yang selalu menonjolkan barang-barang yang besar, dasar wanita kuda'' kata Mecca ketus


''Sayang emang wanita kuda itu kau tau artinya'' kata Arnav tersenyum.


''Gak tau, kata teman-teman mas, wanita itu wanita kuda, memang apa artinya?'' dia balik bertanya kepada arnav

__ADS_1


''Oh itu'' aku juga tidak paham sayang , udah ayo kita keluar kita segera memeriksa kandungan kamu, siap itu kita pulang '' kata arnav berpura-pura tidak tau maksud wanita kuda itu.


Setelah semua selesai, mereka segera keruangan ibu dan anak untuk memeriksa kandungan Mecca.


Dokter menerima kedatangan mereka dengan ramah.


''Nona Mecca kapan terakhir menstruasi? '' tanya dokter


''Gak ingat dok'' jawab Mecca


''Istri saya terakhir menstruasi sebulan yang lalu dok'' kata Arnav menjawab, dokter tersenyum mendengar jawaban Arnav.


Mas kok tau kapan aku terakhir datang bulan '' gumam Mecca dalam hati.


''Sayang bagaimana mungkin aku lupa momen yang sangat penting dalam hidupku, pengalaman yang indah itu'' gumam Arnav juga dalam hati. Mereka seperti memahami isi hati satu sama lain.


''nona silahkan berbaring kita akan coba melakukan USG, biar lebih jelas'' kata dokter. Mecca mematuhi perintah dokter, dia segera berbaring yang yang didampingi Arnav.


''maaf ya Nona'' kata dokter itu menaikan daster Mecca, sambil mengoleskan cairan dingin. Saat itu Mecca dan arnav begitu deg degan. Saat layar itu memperlihatkan anak dalam kandungan Mecca, Arnav sangat bahagia melihat penampakan anaknya di balik layar itu.


''sayang kau kecil sekali, papi belum begitu jelas melihatmu '' gumam arnav


'' Tuan Arnav ini kelihatanya belum begitu jelas, kerena kandungnya masih berusia tiga Minggu kita juga belum bisa melihat jenis kelaminnya, jadi harap sabar dan terus periksakan perkembangan janinnya, tapi saya bisa mendengarkan kalau ada dua detak jantung didalam sana'' kata dokter menjelaskan .


''Maksud dokter saya akan mempunyai anak kembar '' tanya Arnav senang.


''Sepertinya kembar tuan'' Arnav sangat bahagia sambil mencium pucuk kepala istrinya, sedangkan Mecca hanya diam. dia tidak tau apa yang mau dia tanyakan nya.


Sayang aku sangat bahagia, anak kita kembar '' berkali-kali Arnav mencium istrinya. Dokter yang menyaksikan ikut bahagia.


'' semoga nona mecca bisa melewati tiga bulan pertama ini, biasanya hanya tiga bulan pertama ini yang membuat ibu hamil begitu kualahan''


''dok semejak hamil ini, nafsu makan saya jadi meningkat, bawaannya juga ingin tidur terus, dan saya jadi seorang pemberani apakah itu pengaruh kandungan juga dok? tanya gadis polos itu.


''Syukurlah nona, memang bawaan ibu hamil itu beda-beda tergantung hormonnya '' jawab dokter tersenyum


Dokter apakah saya masih bisa berhubungan badan dengan istri saya seperti biasa '' tanya Arnav mengedipkan matanya pada Mecca.


''Mas jangan bicara seperti itu'' jawab Mecca dengan wajah memerah menahan malu sambil menutup mukanya.


'' tentu saja, tapi jangan sampai istri anda kecapean, dan banyak pikiran'' jawab dokter tersenyum melihat tingkah istri kecilnya Arnav.


''Taun Arnav bisa kita bicara berdua saja'' kata dokter sementara Mecca duduk saja, dan Arnav menuju ruangan lain.


''Begini tuan Arnav, nona Mecca masih usia sembilan belas tahun. tolong jaga makan dan terutama jangan biarkan dia stres, karena sangat fatal bagi ibu hamil di usia belasan tahun untuk menerima guncangan, dan delapan puluh persen hamil di usia muda mengalami kematian akibat kurang perhatian, mohon maaf bukan saya berniat menakut-nakuti, tapi memang begitu kenyataanya'' kata dokter menjelaskan


''Saya sangat paham dokter, saya akan menjaga isteri saya dengan sebaik-baiknya'' kata arnav, dia sangat paham dengan ucapan dokter.


Setelah mereka menyelesaikan pembayaran, dan menebus vitamin dan obat untuk Mecca dan untuk dirinya sendiri. segera mereka pulang


''Sayang kamu mau kita ke rumah mama, atau langsung ke rumah kita'' kata Arnav yang telah menaiki mobil yang telah ditunggu oleh sopir


''Mas kita ke rumah mama aja, nanti kalau kita pulang ke rumah kita mama marah lagi'' jawab Mecca.


Padahal Arnav tidak ingin pulang kerumahnya dia takut mamanya akan bicara sembarangan yang akan membuat istrinya tertekan.


sedangkan Enjelin sangat emosi di apartemennya, mengingat kelembutan Arnav kepada Macca yang tidak didapatkannya sama sekali, dia mempunyai rencana lain untuk kembali kepada Arnav.


''Aku harus memanfaatkan Melisa. Karena Melisa yang bisa menolongku untuk masuk ke rumah Sanjaya. Aku harus mendapatkan hati mama Arnav, untuk mendapatkan arnav kembali, bukankah kata Melisa kalau mamanya tidak menyukai perempuan kampung itu.'' gumam Enjelin


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2