Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
arnav khawatir dengan istri kecilnya


__ADS_3

maksudmu, dia ini istrimu? '' dengan rasa tidak percaya dokter cantik ini mengerutkan dahinya


'' iya, dia memang istri ku'' arnav menjawab pertanyaan dokter cantik itu dengan santai.


''kapan kau menikah, terus gimana dengan enjelin musuh dalam selimut itu'' tanya dokter Mayang lagi.


mereka berpisah karena sahabat dekat dokter Mayang yaitu enjelin, yang tega berkhianat belakang dokter ini, dia berusaha membuat dua pasang kekasih ini agar berpisah, karena ulahnya juga, yang menjebak dokter Mayang dengan pria lain tidur bersama, padahal dokter ini saat itu dalam keadaan tidak sadar di bawah pengaruh obat yang diberikan enjelin.


'' kau mau jadi wartawan dadakan, atau kau mau jadi dokter dulu, kalau kau mau jadi dokter segera periksa istri ku ini, tapi kalau tidak, aku bisa mencari dokter lain'' ucap arnav karena sudah bosan dan gk sabaran dengan kondisi istrinya sekarang.


'' oh baik lah nav, kau dari dulu memang gk berubah, tapi aku tetap bersyukur kau telah menikah dengan gadis cantik ini, bukan dengan perempuan itu, Oya nyonya Sanjaya, berhubung pria ini suami mu, jadi santai saja, ayo kasih lihat pada ku luka mu itu'' kata dokter memandang kearah mecca.


'' tapi dok'' Mecca begitu ragu dan masih menatap arnav dengan takut


'' ayolah cantik, masih banyak pasien ku yang butuh pertolongan ku anak manis. '' bujuk dokter cantik itu


dengan terpaksa gadis kecil itu melepaskan kancing bajunya satu persatu, setelah kancing bagian atasnya terbuka, dokter cantik itu mulai memeriksa kulit yang kena teh panas itu.


'' oh cantik kenapa sampai begini, ini pasti sangat Perih '' kata dokter mayang


mendengar ucapan dokter itu, arnav rasanya sangat khawatir dan dia juga langsung menarik kursi supaya dia bisa duduk di samping istrinya.


'' may, katakan pada ku apakah itu sangat serius'' tanya arnav yang juga ikut melihat dada, dan aset pribadi istrinya walau cuma terbuka sedikit di bagian atasnya,


'' menurutku ini termasuk serius, tapi tenang aja aku mempunyai obat yang sangat bagus, yang bisa meredakan perihnya, walau merahnya tidak secepat itu akan hilang, mungkin butuh waktu sehari atau dua hari semuanya akan baik-baik saja'' ucap dokter itu memberi penjelasan


'' berikan padaku obat itu berapapun akan ku bayar '' ucap arnav


'' tentu saja tuan, kalau masalah uang aku tidak akan meragukan mu sedikitpun, yang aku ragukan apakah kau bisa merawat lukanya ini, karena luka seperti ini harus segera di obat dengan rutin, salep yang ku berikan oleskan dengan rata di bagian kulit yang ada bekas merahnya, dengan berlahan dan lembut, karena obat ini pertamanya sangatlah perih di kulit, tapi kau udah beberapa menit reaksinya jadi dingin. '' ucapn dokter cantik itu lagi


'' baiklah '' jawab arnav singkat

__ADS_1


'' aku juga ada obat yang harus diminumnya, ingat efek obat ini akan menyebabkan kantuk'' penjelasan dokter itu lagi.


setelah semuanya selesai mereka segera berpamitan pada dokter cantik itu


'' makasih dokter'' ucapan Mecca dengan sopan sambil bersalaman dengan dokter mayang.


'' nav, selamat atas pernikahan kalian ya, kau harus setia kepada istri mu nav, cukup aku aja yang merasakan sakitnya di tinggalkan kakasih karena di jebak''


ucapnya yang masih belum rela dengan putusnya hubungan di antara mereka, tapi dia cukup lega karena arnav tidak menikah dengan sahabatnya itu,


'' ingat nav setia itu mahal, dan kau gadis cantik jagalah suami mu ini, jangan seperti ku'' ucapnya lagi.


'' makasih dokter'' ucap Mecca lagi, sedangkan arnav hanya diam Tampa peduli omongan mantannya itu, yang dia pikirkan hanya segera keluar dari ruangan ini, dan memberikan obat untuk istrinya.


setelah Meraka meninggalkan ruang dokter cantik itu, segera arnav melajukan kendaraanya dengan santai, Tampa ada satupun yang mau angkat bicara.


Sedangkan di rumah, Melisa yang begitu kesal mendengar pembicaraan mamanya yang mengatakan, kalau kakaknya mengantarkan gadis itu ke rumah sakit,


dia merasa gadis itu sekarang juga merebut kakaknya dan ayahnya, dia berpikir keras gimana cara membuat kakaknya bisa pisah dari istrinya kecilnya itu.


apa boleh buat, papanya begitu menentang ke inginnya, tapi dia masih belum menyerah untuk berjuang.


setelah lama berpikir terdengar suara hp miliknya berdering petenda ada panggilan masuk di hp itu.


''' hello meli '' terdengar suara perempuan berambut pirang itu memanggil namanya


'' hello enjel gimana kabarmu, kabarnya kau sudah lama di Jakarta, kapan kita bisa ketemu


'' iya adik ipar, besok malam adalah hari ulang tahunku, bisakah kau datang.


'' dimana kau akan merayakan ulang tahunmu enjelin '' tanya Melisa

__ADS_1


'' aku dan kakak mu sudah mengatur tempat yang bagus yaitu di hotel xx


'' baiklah, aku akan menemui mu sebelum kakak ku datang, karena kakak ku belum tau kalau aku mengenalmu '' jawabnya


'' aku juga gk mau kalau kakak mu tau kalau aku dekat dengan salah satu keluarganya, kalau tidak dia akan meninggalkan ku, Oya gimana kabar gadis bodoh itu'' tanya enjelin yang menayangkan kabar Mecca.


'' oh itu gk udah kau pikirkan, aku akan segera mengurusnya '' jawab Melisa dengan senyum licik


'' oh kau memang calon adik ipar ku, udah dulu ya aku ada janji mau keluar sama teman-teman ku sekarang''


'' baiklah daaaa enjelin '' panggilan suara itu langsung terputus


sedangkan arnav masih mengendara, sambil mencari tempat yang cocok untuk makan siang,


setelah menemukan restoran yang cocok, dia segera menghentikan mobilnya di lahan parkir yang sepi


sebelum melangkah keluar dari mobil, dia kembali meraih plastik obat yang di berikan dokter cantik itu.


'' sini aku pakaikan dulu obat mu'' ucapnya sambil membuka salep Yang diberikan dokter Mayang kepadanya.


'' mas aku gk mau memakainya disini, nanti aja aku akan pakai sendiri di toilet,'' ucapannya yang menolak perintah suaminya.


'' apa kau tidak mendengar perintahku, aku tidak akan mengulang untuk dua kali , perlu aku ingatkan lagi, aku ini suami mu, jadi setiap jengkal tubuhmu adalah milik ku, lagian tadi aku juga sudah melihatnya, hanya aku belum mencoba untuk menyentuhnya, aku juga tidak akan melakukan hal bodoh itu kalau tidak untuk kesembuhan mu. jadi apalagi yang membuat mu malu.


'' tapi mas'' ucapnya takut


'' Tampa permisi tangan kekar itu langsung menarik syal itu dari leher istrinya, setelah syal itu lepas, dia langsung maksa untuk melapaskan kancing baju kemeja itu sampai tiga biji kancing aja, karena dia tau kalau di bukanya semua, nafsu lelakinya akan bangkit dan dia pasti tidak akan bisa lagi untuk menahannya, apalagi aset istrinya itu hanya di tutupi oleh baju Tampa pengaman didalamnya.


'' kalau kau malu, kau tutup saja mata mu, anggap aja yang lagi memasang obat mu adalah ibu'' ucapan arnav membuat gadis polos itu segera menutup mukanya, dengan kedua telapak tangan.


setelah kancing itu terbuka, arnav agak sedikit tertegun melihat betapa mulus dan padatnya dua gundukan istrinya, walau dia tidak bisa melihat semuanya, cuma di bagian atasnya saja, tapi itu mampu membuatnya mabuk.

__ADS_1


bersambung*


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...


__ADS_2