Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Anak ku tidak bisu


__ADS_3

Ara yang masih kecil juga berusaha membalas pelukan hangat dari Arnav, seakan dia tidak ingin melepas pelukan hangat itu.


''Papi,,,,'' sekali lagi Ara memanggil sebutan itu kepada Arnav.


Mendengar itu Arnav semakin mempererat pelukannya, Reyna yang melihat berusaha melerai Arnav dan Ara.


''Kak apa yang kamu lakukan, lepaskan anak kecil itu, gimana kalau orang tuanya melihat bisa-bisa kakak di bilang mau menculik anaknya'' kata Reyna. Arnav tidak menghiraukan ucapan Reyna sama sekali.


Sedangkan Mecca berhasil menangkap Arav ditempat orang berjualan balon.


''Arav kenapa kamu begitu nakal, kau membahayakan dirimu nak, mami tidak akan mengikuti apapun kemauan mu lagi, ayo kita kembali'' kata Mecca sambil mengendong Arav.


Di perjalanan dimana Ara di tinggalkannya tadi, Mecca baru menyadari kalau dia telah menitipkan Ara kepada Arnav yang hilang ingatan.


Mecca begitu cemas, dia takut kalau Arnav tidak mempedulikan Ara, dan meninggalkan Ara sendirian disana.


Sebelum sampai ditempat Arnav Mecca hanya bisa menangis sepanjang jalan, kerena di hantui ketakutan akan kehilangan Ara.


''Tuhan tolong jaga Ara'' gumam Mecca dengan langkah cepat. Sesampainya dia disana, langkahnya terhenti sejenak melihat Ara dan Arnav saling berpelukan.


''Mas kamu udah mengingat semuanya'' kata Mecca di belakang Arnav, mendengar suara Mecca Arnav langsung menoleh kebelakang.


''Akak papi'' kata Arav sambil menunjuk kearah Arnav.


''Apakah kamu mengenal ku cantik'' kata Arnav kepada Mecca.


''Ternyata mas Arnav masih belum mengingat ku dan anaknya. Sebaiknya aku cari cara untuk pergi dari sini sebelum mas Arnav menanyakan banyak hal pada ku.


Aku tidak ingin mas Arnav merasa terpaksa menerima kalau dia telah menikah dan punya anak, apalagi mas Arnav sudah kembali ke dunianya.


Kalau dia mengetahui ini tanpa mengingat semuanya, itu akan jadi sebuah keterpaksaan untuknya.


Aku ingin mas Arnav kembali dengan kesadarannya sendiri'' gumam mecca.


''Kak makasih telah menjaga anak ku'' kata Mecca sambil menaikan Arav ke stroller, setelah itu Mecca mendekati Arnav untuk mengambil Ara dari Arnav.


Dengan posisi yang begitu dekat dengan Mecca, Arnav merasa jantungnya terpompa dengan kencang, dia sengaja sedikit menahan Ara agar posisi itu berlangsung lama.


''Wangi ini dia seperti wangi kamar ku, dan wangi ini begitu aku rindukan.Tuhan siapa wanita ini sebenarnya'' gumam Arnav.


''Kak Arnav lepaskan anak itu'' titah Reyna lagi.


Baru Arnav melepaskan Ara ketangan Mecca.

__ADS_1


''Papi,,,'' kata Ara lagi.


Mendengar itu Mecca sangat kaget dan merasa tidak percaya apa yang barusan di dengarnya.


''Ara sayang kau bicara nak, katakan lagi nak apa yang mau kamu katakan'' kata Mecca dengan semangat.


''Papi'' katanya yang terus mengulangi panggilan itu.


''Mas dengar tidak dia bilang apa? Dia bicara.


Ara udah bisa bicara, mbak dengar gak suara Ara barusan, dia benaran bicara'' kata Mecca bertanya kepada Arnav dan Reyna.


Dia begitu bahagia dan tidak percaya mendengar suara anak perempuannya itu.


''Mbak apa istimewanya bagi kami kalau anak mu bicara seperti itu. Memang kalau dia memanggil kak Arnav papi seperti itu, lantas kak Arnav harus jadi papinya, memang selama ini anak mu ini bisu ya'' kata Reyna dengan kasar.


Mendengar perkataan Reyna yang kasar, Mecca langsung terdiam dan membawa Ara ke stroller.


''Maaf ya kak, aku terlalu bahagia karena anak ku di vonis tidak bisa bicara oleh dokter, makanya aku begitu bahagia mengetahui kalau yang dikatakan dokter itu salah'' kata Mecca sambil mengeratkan belt pada pinggang Ara.


''Apakah anak mu ini tidak punya bapak makanya dia sembarangan memanggil orang dengan sebutan papi, jangan-jangan suami mu kabur karena malu punya anak bisu ya'' kata Reyna.


Mendengar itu Mecca merasa bigitu terluka.


Melihat Mecca menangis Arnav merasa terluka, dia kembali menekan dadanya.


''Cantik kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi'' kata Arnav yang menghentikan stroller tersebut.


''Tidak aku tidak mengenal kakak. Tolong lepaskan tangan kakak dari stroller itu'' kata Mecca sambil menundukkan kepalanya.


''Akak papi'' kata Arav lagi, anak kecil itu sangat mengenal Arnav, karena setiap malam Mecca akan menceritakan tentang Arnav sambil memperlihatkan foto Arnav kepada kedua anak-anak itu.


''Dek ini bukan papi mu, aku heran kata mu dia anak mu, tapi dia memanggil mu dengan sebutan kakak dari tadi, kalian sungguh tidak jelas ya, ketahuan aja bohongnya. Jelas-jelas dia adik mu kau bilang dia anakmu.


Kamu mau memanfaatkan kondisi kak Arnav ya '' ulas Reyna lagi yang merasa bingung dengan sebutan Arav kepada Mecca.


Mecca tidak menjawab ucapan Reyna sama sekali, dia ingin segera pergi dari sana secepat mungkin.


Tiba-tiba pak Ujang sopir yang mengantar Mecca sudah datang. Pak Ujang berlarian kearah Mecca karena merasa bersalah telah telat menjemput Mecca.


''Nona maaf pak Ujang telat menjemput, pak Ujang terjebak macet'' kata sopir tua itu dengan nafas yang tersengal-sengal.


''Pak Ujang,,,, kamu bukanya kerja dengan keluarga ku, kenapa pak Ujang menjemput si cantik ini'' tanya Arnav mendekati pak Ujang, Karana pak Ujang adalah sopir yang begitu di kenalnya.

__ADS_1


Pak Ujang dulu adalah sopir antar jemput Arnav dari SD sampai SMP. Tadi pagi Arnav juga melihat pak Ujang membersihkan mobil yang akan dibawa oleh tuan Andi ke kantor di rumah Sanjaya.


''Tuan muda, pak Ujang sudah lama tidak bekerja dengan keluarga Sanjaya, sekarang pak Ujang bekerja dengan nona ini'' kata pak Ujang berbohong.


''Pak Ujang bukanya tadi pagi pak Ujang masih di rumah ku membersihkan mobil'' tanya Arnav lagi merasa ada yang tidak beres.


''Maaf tuan muda, pak Ujang permisi dulu'' kata pak Ujang dengan berlari seperti orang kebelet pipis, pak Ujang takut salah bicara, karena tadi tuan Andi telah mengatakan pada pak Ujang tidak boleh memberi tau Arnav kalau dia telah menikah dan punya anak.


''Kak Arnav kenapa kamu selalu memanggil perempuan tidak jelas itu dengan panggilan cantik'' kata Reyna protes.


''Menurut ku dia memang cantik. Memang salah, kamu kok keterlaluan sekali bicara seperti itu kepadanya '' kata Arnav sambil berjalan menuju parkiran.


Reyna hanya diam di tempat, dia sengaja ngambek pada Arnav berharap Arnav akan membujuknya, tapi Arnav tidak mempedulikannya sama sekali.


Arnav langsung aja ke parkiran untuk menyusul Mecca.


Dinparkiran Arnav melihat Mecca yang mau menaiki mobil warna putih.


''Mobil itu, entah kenapa rasanya aku pernah mengendarai mobil itu'' gumam Arnav lagi.


Tentu saja Arnav merasa pernah mengendarai mobil itu, karena mobil itu adalah mobil yang di belinya setelah kecelakaan dulu.


''Aku akan mengikuti mobil itu dan menyelidiki dimana rumah perempuan itu, aku merasa ada yang tidak beres'' kata Arnav bicara sendiri.


Saat mobil yang dikendarai pak Ujang telah berjalan, Arnav juga menyusul mobil itu dari belakang dengan mobil sport miliknya, dia meninggalkan Reyna begitu saja di taman.


Setengah perjalanan Arnav kehilangan jejak mobil yang dikendarai pak Ujang, karena ada truk yang menghalangi pemandangannya.


''Tin,,,, ti,,,,,,n, sial!'' kata Arnav dengan emosi, karena truk itu tidak kunjung jalan.


''Aku kehilangan jejaknya.


Aku harus menyelidiki perempuan cantik itu.


Sepertinya dia masih kecil mungkin dia Masih umuran belasan tahun. Dan dia juga belum pantas memiliki anak, bahkan dia lebih cocok pakai baju putih abu-abu ,tapi kenapa dia mengaku kalau anak-anak tadi itu anaknya, kalau itu memang anaknya kenapa anak lelaki itu memanggilnya kakak.


Dan kenapa anak itu terus memanggil ku dengan sebutan papi. sialnya aku juga merasa dekat dengan kedua anak itu, aku begitu senang saat di peluk oleh anak perempuan itu'' gumam Arnav yang menepikan mobilnya.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2