
Tidak terasa hari sudah gelap sempurna. Kedua anak kembar itu masih betah untuk bermain.
Mecca juga ikut bermain dengan kedua anak-anaknya, Mecca bermain dengan boneka membuat suaranya persisi seperti kartun. Ini rutinitas tiap hari yang di lakukan Mecca sebelum tidur. mendongengkan kedua buah hatinya.
Arnav hanya mengamati perempuan kesayangannya itu mendongeng.
''Aku merasa kalau hidupku benar-benar sempurna. Terlepas dari semua ingatanku yang hilang, aku merasa aku orang yang sangat beruntung saat ini'' gumam Arnav.
Kedua anak kecil itu merasa capek untuk mendengarkan dongeng mami muda itu.
Meraka juga merasa mengantuk. Mecca segera merapikan kembali ranjang yang sudah berantakan akibat mereka berguling-guling kesana sini.
Ara tidur di pelukan Mecca sedangkan Arav tidur paling pinggir dekat dinding.
Arnav juga udah siap-siap untuk tidur, dia udah mengenakan piyama tidurnya terus berbaring sambil menunggu kedatangan isteri kecilnya untuk tidur dengannya.
''Kok Mecca gak datang-datang ya, apakah dia lupa kalau suaminya udah kembali'' gumam Arnav. Setelah lama menunggu
dia memutuskan untuk menyusul Mecca ke kamar anak-anaknya itu.
Dia membuka pintu dengan hati-hati kerena takut si kembar akan terbangun lagi. Setalah dekat dengan ranjang, Arnav segera membangunkan Mecca untuk pindah ke kamar Meraka.
''Hei bangun. Ayo pundah'' bisik Arnav ,tapi
Mecca pura-pura tidak mendengarkannya.
''Mecca ayo kita kabulkan keinginan mama untuk membuatkan adik untuk arav dan Ara '' kata Arnav di telinga Mecca, tapi tetap saja wanita berambut panjang itu pura-pura tidur.
''Oke,,, Kalau kau tidak mau pindah. Disini boleh juga, lagian kedua anak-anak udah tidur. Seandainya mereka terbangun Meraka juga tidak mengerti dengan kegiatan kita'' kata Arnav lagi.
''Mas,,,,'' perempuan itu langsung bangun, tapi dia tidak masuk kamar. Dia keluar berdiri di teras karena malam ini banyak bintang di luar.
''Kok kamu malah kesini. Aku mau kita ke kamar'' kata Arnav bicara kecil.
''Mas tau gak.Dulu sebelum mas di bawa oleh mbak Enjelin. tiap malam sebelum tidur kita akan duduk di sini.
Mas lihat gak bintang itu. Dulu ada satu bintang kecil yang paling terang di Antara bintang lain.
Kata mas itu ibaratkan Mecca. Walaupun banyak bintang yang terang, tapi bintang yang paling kecil itu yang tidak akan pernah redup'' kata Mecca sambil menunjuk ke langit.
''Aku tau kau berusaha untuk mengingatkan aku tentang masa lalu kita.
Aku hargai itu, tapi kau harus tau tidak ada yang berubah walaupun semua memori tentang mu terhapus di otakku.
Cinta ku tidak berubah sama sekali. Buktinya saat jauh dari mu, aku tidak pernah berpaling sama sekali darimu.
Karena aku tau ada kau di dalam sini, jadi tidak usah memaksakan untuk mengingatkanku '' kata Arnav yang memeluk Mecca dari belakang dan meraih tangan Mecca ke dada bidangnya.
''Mas tau gak,,, Semenjak mas pergi Mecca tidak pernah lagi tidur di kamar itu.
Karena Mecca takut dengan malam-malam yang terasa panjang dan menakutkan yang terus menghantui Mecca.
Perempuan itu telah merenggut semuanya.
Saat itu Mecca baru saja melahirkan anak-anak kita.
Untung saja mama telah berubah dan bisa menerima Mecca sebagai istri mas. Mama dan kak Mella yang telah membantu Mecca untuk mengurus anak-anak kita'' kata Mecca lagi.
__ADS_1
''Maksudmu mama berubah? ''tanya Arnav.
'' Dulu mama dan kak Melisa orang yang pertama menentang pernikahan kita.
mereka selalu ingin memisahkan kita, bahkan dulu mas pernah bilang jangan makan apapun yang di berikan mama atau kak Melisa, kerena mereka berniat menggugurkan kandungan Mecca'' kata Mecca menjelaskan.
''Syukurlah ada hikmah di balik kepergianku'' kata Arnav lagi dengan mata berkaca-kaca mendengarkan kisah pilu istrinya.
''Perempuan itu telah merenggut mas dari Mecca , tapi Tuhan menggantikan dengan mama.
Mama sangat menyayangi Mecca Ara dan Arav.
Bahkan papa dan mama sudah mencari dokter spesialis untuk Ara agar Ara bisa tumbuh seperti anak lainya'' ulas Mecca lagi.
''Aku juga berencana untuk memeriksakan Ara pada dokter lagi. Aku tidak tega melihat dia seperti itu. Oya sejak umur berapa Ara jadi lemah seperti itu?'' tanya Arnav
''Semenjak lahir Ara sudah lemah seperti itu. Mungkin itu gara-gara perempuan itu yang menyekap Mecca saat hamil besar, Mecca sempat pendarahan waktu itu. Karena terlalu takut dan juga agak trauma apalagi saat timah panas itu menembus tubuh mas karena melindungi Mecca'' kata Mecca
''Enejelin Pantas dia menderita dulu sebelum maut menjemputnya'' kata Arnav dengan kesal dan geram.
''Mas kita maafkan aja mbak Enjelin ya,,, Tidak ada gunanya marah pada orang yang sudah meninggal'' kata
Mecca.
''Pantasan setiap aku dekat dengannya, aku sangat membenci dan begitu marah padanya tampa tau alasannya.
Setiap dia mendekat padaku perasaanku terus diselimuti kemarahan'' kata Arnav lagi.
''Mas,,, marah itu memang bawaan mas aja, pertama kita bertemu mas juga marah-marah pada Mecca.
Mas tega memarahi anak yang masih duduk di bangku SMA yang baru mas nikahi dengan alasan yang tidak masuk akal'' kata Mecca.
Mecca menjawabnya hanya dengan tersenyum.
''Ini seperti cerita novel aja. Menikah dengan anak SMA '' kata Arnav lagi.
'' Tapi gadis SMA itu berhasil bertahan dengan beribu-ribu rintangan.
Makanya Mecca ingin mas mengingat semuanya agar mas tau banyak lagi cerita yang kita lalui bersama'' kata Mecca
''Itu tidak penting, yang penting sekarang kau layani suamimu ini dengan baik, mungkin setelah itu aku akan mengingat semuanya lagi'' kata Arnav mengendong Mecca ke dalam kamar Meraka.
Di dalam kamar Arnav langsung membaringkan Mecca dan membuka pakaiannya Mecca satu persatu. Tampa pikir panjang dia juga melepaskan pakaiannya sendiri .
''Mas Mecca tidak mau hamil sekarang. Nanti siapa yang akan mengurus anak-anak kita, lagian Meraka masih terlalu kecil untuk punya adik''
kata Mecca saat Arnav mencium lehernya.
Mendengar itu Arnav menghentikan aksinya sejenak.
''Sttt jangan tolak aku. biarkan semuanya berjalan sesuai yang aku inginkan'' kata Arnav sambil meletakan telunjuknya di bibir istri kecilnya.
Setelah itu Arnav kembali melanjutkan aksinya dengan mencicipi delima milik istrinya.
Saat dia ingin menusukan pisau tajam itu pada Mecca.
Arnav tiba-tiba meraba kepalanya dia kembali terbayang saat pertama berhubungan dengan Mecca.
__ADS_1
Suara Mecca yang mengeluh kesakitan terngiang-ngiang di telinganya, tapi Arnav tidak menghentikan aksinya itu sama sekali. Semakin dia bermain dengan kencang bayangan dan suara itu semakin nyata dia didengarnya.
''Mas apakah kepala mas pusing lagi?''tanya Mecca di tengah permainan mereka.
Arnav tidak menjawab pertanyaan istrinya itu sama sekali karana dia menikmati pelepasannya yang pertama.
Setelah semua selesai Arnav baru menjawab pertanyaan Mecca tadi.
''Tadi tiba-tiba kepala ku pusing lagi. Aku mengingat pertama kita melakukannya dulu, waktu itu kau masih terlalu kecil, merintih kesakitan akibat hubungan intim kita. Aku mendengar dan mengingat semuanya dengan jelas'' kata Arnav lagi.
''Itu terjadi di kamar ini saat kita baru berencana pindah kesini'' jawab Mecca.
''Mecca makasih kau telah memberikannya pada ku, dan kau telah melahirkan anak-anakku. Mengurus mereka walaupun tanpa didampingi olehku.
Bahkan dengan umur yang sangat muda kau telah melewati semuanya yang mungkin orang lain tidak bisa lakukan'' kata Arnav.
''Itu tidak seberapa dibandingkan pengorbanan dan kesabaran mas pada Mecca '' balas Mecca lagi.
''Ca apakah kau tidak berpikir menghabiskan waktumu seperti anak-anak belia seumuran mu. Seperti jalan-jalan, shopping dan menghabiskan banyak waktu untuk bermain?'' tanya Arnav.
''Gak mas. Mecca tidak terpikir untuk itu.
Mecca hanya memikirkan anak-anak dan suami Mecca. Ini adalah dunia Mecca yang sangat berharga untuk Mecca.
Walaupun Mecca tidak sebanding dengan perempuan yang bernama Reyna yang cantik, terawat dan seksi '' kata Mecca
''Hei kenapa kamu berpikiran seperti itu. Aku tidak melihat kalau dia lebih cantik dari mu.
Kamu tau gak pertama bertemu dengan mu di bandara, hanya satu yang terucap di mulut dan di hati ku.
Cantik. Kerena kamu memang sangat cantik. Apakah kau lupa aku Arnav Sanjaya yang bergaul dengan banyak artis dan model, tapi aku tidak pernah melihat wanita secantik kamu'' ulas Arnav lagi.
''Mas mau tau gak kenapa Mecca pulang waktu di bandara'' kata Mecca.
''Kenapa?'' tanya Arnav singkat.
''Mecca hancur melihat suami Mecca membawa perempuan lain. Kalian seperti pasangan kekasih apalagi mengenakan pakain yang sama.
Hati siapa yang tidak sakit melihat suami yang sudah lama di tunggu-tunggunya di gandeng perempuan lain'' kata Mecca memonyongkan mulutnya.
''Itu bukan salah ku. Dia aja yang aneh udah berapa kali aku tolak, tapi dia tetap saja mengemis pada ku'' jawab Arnav.
''Mas pernah berhubungan seperti ini dengan dia''tanya Mecca.
Mendengarkan pertanyaan Mecca membuat Arnav sedikit marah.
''Asalkan kau tau. Jangankan melakukan hal seperti ini dengannya. Dekatnya saja aku merasa malas.
Waktu aku sadar dari koma ku di luar negri.
Aku tidak pernah menyentuh wanita sama sekali. Hanya kamu yang membuat aku seperti singa lapar. Kerena kau telah memancing kemarahan ku, aku mau minta lagi '' kata Arnav yang kembali menindih tubuh Mecca.
''Udah mas,,,,'' jawab Mecca
''Sttt aku belum puas. Baru satu ronde, siapa tau setelah melakukanya beberapa ronde lagi aku akan mengingat semuanya lebih banyak lagi'' kata arnav yang kembali melanjutkan permainannya.
*bersambung*
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......