
''Kakak ipar kau dimana''? terdengar suara Mella memanggil mecca yang tak kunjung keluar kamar.
''Kakak ipar aku masuk ya'' Mella memutar gagang pintu tampa izin sipemilik kamar.
Di sana Mella melihat kamar yang luas itu tidak ada setitik cahayapun yang menyinari, sehingga membuat kamar itu begitu gelap gulita.
Segera Mella menghidupkan lampu untuk melihat keadaan Mecca.
''Kakak ipar kenapa kau melakukan semua ini kak'' kata Mella yang melihat Mecca mengacak-acak semua alat mekeupnya sambil mengoleskan make-up itu ke pipinya. Sampai-sampai wajahnya persis seperti badut.
Dia terus mengoleskan blushon kepipinya sambil menangis.
Mella jadi tidak tega melihatnya. segera Mella memeluk Mecca dengan penuh kasih sayang, Mella memperlakukan Mecca persisi seperti adiknya sendiri.
''Kak,,,, dia udah bosan katanya kak, dia mengatakannya dengan jelas kalau Mecca perempuan yang tidak bisa merawat diri''
''Kakak ipar,,, dengarkan aku. Mungkin dia sedang ada masalah lain, sehingga dia melampiaskannya pada mu, karena hanya kamu orang terdekatnya, hanya kamu orang yang paham tentang dia'' kata Mella mencoba membuat gadis cantik itu tenang.
''Tidak. dia tidak ada masalah lain. Dia benar-benar bosan saja, dia membandingkan Mecca dengan Reyna wanita cantik yang selalu mengikutinya, kenapa mas Arnav baru menyadari kalau dia bosan sekarang. Bukankah kemaren dia mengatakan. Walaupun ada seribu Reyna dia tidak akan tertarik.
''Stttttt sudahlah, tenangkan dirimu. Kau harus bangun dari sini ayo kasihan anak-anak jika melihat kau hancur seperti ini'' bujuk Mella lagi.
Dia mencoba membuat Mecca berdiri dan mengantarkan Mecca ke kamar mandi.
''Tuhan,,, kasihan Mecca dan kakakku, mereka sama-sama tersiksa. Mereka sama-sama hancur. Tidak adakah harapan untuk mereka kembali bersama tuhan'' gumam Mella di balik pintu.
Setelah membersihkan makeup dari wajahnya, Mecca segera keluar dari kamar mandi dengan mata bengkak.
''Sini aku sisirkan rambutmu'' kata Mella mengambil sisi dan menyisir rambut panjang yang cantik itu.
Mella memperlakukan Mecca dengan kasih sayang, dia begitu menyayangi Mecca semenjak Mecca masuk kedalam keluarga sanjaya, hanya Mella yang selalu ada untuknya.
''Siapa bilang kau jelek, dan berpenampilan seperti orang kampung.
Asalkan kamu tau, pertama melihatmu aku iri dengan kecantikan yang kau miliki ini.
Kau sempurna kau persisi seperti putri dalam flem dongeng. Seandainya aku laki-laki aku orang yang pertama mendapatkan kamu'' kata Mella sambil menyisir rambut Mecca.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Paginya Mella kembali membuka pintu kamar Mecca Tampa izin. Karena semalam Mecca tidak tidur dengan sikembar, biasanya kalau tidak ada Arnav Mecca akan tidur di kamar anak-anaknya, walaupun agak terasa sempit, tapi Mecca merasa bahagia bisa terus dekat dengan anak-anaknya.
''Kakak ipar'' pelan-pelan Mella memutar kembali gagang pintu tersebut.
Saat pintu itu terbuka Mella tidak menemukan si pemilik kamar tersebut.
''Kemana dia sepagi ini? apakah dia ke kampus. tapi tidak mungkin si kembar aja belum bangun. Dia paling pantang kalau meninggalkan anak-anaknya yang belum mandi dan makan'' gumam Mella.
''Ting terdengar bunyi hp Mella petanda ada wa masuk.
__ADS_1
''Kak Mella. Mecca titip si kembar ya. Kali ini,,,, aja.
Mecca disalon.
Mecca mau membuktikan sama mas Arnav kalau Mecca juga bisa seperti mbak Reyna.
Mecca tidak ingin mas Arnav berpaling dari Mecca dan anak-anak. Mecca harus bersabar menunggu ingatannya kembali dan akan terus mempertahankannya'' isi pesan wa dari Mecca.
''Mella langsung terhempas mendengar kalau Mecca sekarang berada di salon.
''Mecca asalkan kamu tau kalau kakak tidak mempermasalahkan penampilanmu, itu hanya alasannya agar kau mau menjauhinya. Dia sangat tersiksa dengan semua ini'' gumam Mella.
Segera Mella menghubungi Arnav memberi tau Arnav kalau Mecca sedang berada di salon.
Sedangkan di salon. Mecca di tangani oleh lelaki yang sedikit gemulai, sambil memperlihatkan foto model potongan rambut yang kekinian, tapi Mecca hanya memilih satu gaya rambut yang menurutnya sangat cocok untuknya.
''Mungkin rambut pendek seperti ini cocok untukku dan ini akan membuat penampilanku berbeda'' gumam Mecca.
sekarang sudah ada suatu foto di tangannya.
Foto gaya rambut pendek hampir seperti laki-laki.
Setelah selesai di keramas.
Mecca langsung duduk menghadap pada cermin melihat lekat rambut panjangnya untuk terakhir kalinya.
Rambut yang mencuri perhatian Arnav pertama kali Meraka bertemu.
Dan rambut itu juga sebagai mainan Arnav sebelum masuk kedalam ruang mimpinya.
Kini rambut itu akan di pangkas habis karena Mecca merasa rambutnya yang seperti itu saja dari dulu yang membuat Arnav bosan padanya.
Saat lelaki itu mau mulai memotong rambut panjang Mecca, tiba-tiba ada tangan kekar yang datang menarik Mecca dari kursi dengan keras.
''Mas,,,,,''
''Jangan coba-coba untuk memotong rambut istriku, sedikit saja kau menyentuhkan gunting itu pada rambutnya, sekalian lehermu akan aku potong'' kata Arnav yang datang tiba-tiba
''Mas jangan salahkan dia, Mecca yang ingin memotong rambut Mecca mas'' kata Mecca mencoba meredam emosi Arnav.
Segera Arnav menyeret Mecca keluar dari salon tersebut.
''Buat apa kau merusak rambutmu itu.
Aku tegaskan tidak ada hubungannya dengan rambut ini. Permasalahanya ada pada diriku yang tak lagi mencintaimu'' kata Arnav sambil melihat wajah yang di cintanya itu.
''Mas katakan dengan jelas agar aku bisa menikmati setiap perkataan dari mulutmu sebagai pisau. Setelah aku mendengarnya dengan baik aku akan membuang hati yang selalu berdetak untukmu ini.
''Iya! dengarkan baik-baik aku sudah tidak tertarik lagi padamu, aku ingin menikahi Reyna yang selalu bisa mengimbangi aku'' kata Arnav yang ingin meyakinkan Mecca.
__ADS_1
Plak, plak segera Mecca melayangkan tamparan di wajah Arnav untuk pertama kalinya.
Dia tidak lagi sadar dengan perbuatanya dan keberaniannya itu. Rasa sakit hati telah membuat dia mengalahkan rasa cintanya selama ini.
''Mas aku harap kau segera mendapatkan ingatanmu mengingat semua perjuangan kita.
Setelah kau mendapatkannya, kau akan merasakan sakit yang teramat perih dari yang aku rasakan sekarang, kau akan menyesali setelah kau benar-benar kehilangan aku'' kata Mecca dengan lantang
''Aku tidak akan menyesalinya'' kata Arnav singkat
''Untuk terakhir kalinya aku mohon kembalilah pada kami.
Kembali lindungi aku, bukankah air mataku adalah rekan hidupmu.
Kembalilah untuk menghapus air mata yang selalu jatuh akibat goresan yang datang silih berganti.
Mas kembalilah demi Anak-anak.
'' Kata Mecca sambil membuka tangannya berharap Arnav menujunya.
''Tidak aku tidak akan kembali, aku ingin jadi diriku sendiri, kau lupakan saja aku, kalau masalah anak-anak aku telah mengatur segalanya'' ulas Arnav lagi. Dia berusaha menguatkan dirinya sendiri, agar dia mampu mengeluarkan setiap ucapan yang sangat sulit itu.
Setelah mencerna jelas ucapan Arnav.
Mecca berusaha tetap tegar dan berusaha memundurkan langkahnya pertanda kalau harapnya telah sirna .
Tiba-tiba Angga datang diantara perdebatan mereka dan berusaha menahan tubuh Mecca yang hampir roboh.
''Ca kau tidak apa²'' kata Angga.
Mecca menepis tangan Angga yang ingin menangkapnya.
''Kak Angga bukankah kita bersaudara. kalau itu memang benar turuti keinginan Mecca. Tolong pukul dia kak, pukul kak. Ayo pukul'' pinta Mecca pada Angga agar Angga memukul Arnav di depannya. Tapi Angga tidak mengikutinya karena Angga sudah tau pokok permasalahan kenapa Arnav ingin pergi.
''Ca kau emosi, kakak mohon tenangkan dirimu'' pinta Angga.
''Kak kalau kakak tidak mau memukulnya, tolong antara Mecca ke kantor urusan agama sebelum lelaki asing ini mengucapkan kata talak pada Mecca'' pinta Mecca memohon.
''Ca tenangkan dulu dirimu sekarang ayo pulang, sikembar udah menunggumu kasihan mereka''
Angga terus memaksa Mecca untuk pulang.
Arnav hanya bisa melihat punggung Mecca sampai hilang dari pandanganya.
Setelah Mecca pergi, dia juga masuk kedalam mobilnya mengendarai mobil itu dengan kencang. Saat berada di tempat sepi Arnav melampiaskan semua rasa sakit hatinya pada setir mobil dan menghantam pintu mobilnya dengan kuat.
''Aku telah menghancurkan segalanya. Sekarang dia telah membenciku, aku telah berhasil'' kata Arnav berteriak.
*Bersambung*
__ADS_1
Sabarrrrr ya para pembaca yang baik hati kita ikuti aja alurnya ya