
Arnav sengaja berlama-lama berjongkok agar Mecca tidak melihat kesedihan yang di tahanya.
''Mas,,,,,duduk disini'' pinta Mecca sambil menepuk kasur empuk di sampingnya.
Arnav segera berdiri dan tidak mengikuti keinginan Mecca.
Dia berusaha menyembunyikan wajah sedihnya menghadap ke jendela dengan posisi membelakangi istrinya.q
''Mas,,,Mecca akan mengakui semua kecerobohan yang telah Mecca lakukan sama polisi, agar mas tidak perlu menikahi mbak Reyna dan meninggalkan kami''
'' Gak!!!! kau tidak sekuat itu. Apakah kau tau orang-orang di penjara itu begitu kejam''
''Mas Mecca bukan gadis pengecut lagi. Mecca bisa melewati semuanya.
Mecca kuat kok,,, asalkan mas terus datang menemui Mecca di penjara tiap hari''
Mendengar ucapan Mecca. Arnav tidak tahan lagi untuk tidak menoleh pada istri kecilnya, dia ingin meyakinkan Mecca agar merelakan kepergiannya.
''Seharusnya kau tidak memikirkan lagi tentang kita.
Kau seorang ibu, kau seharusnya memikirkan anak-anak yang tidak akan bisa menjalani hidupnya tanpamu.
Sayang kau tidak akan kuat merasakan dinginnya dalam penjara, kulitmu akan digigit nyamuk tiap malam.
Aku tidak ingin kau mengalami hal buruk itu'' ucap Arnav mendekati istrinya.
''Mungkin bagi mas semua mudah, tapi Mecca tidak bisa berjauhan lagi dengan mas''
Apakah menurutmu aku biasa hidup hanya dengan bayang-bayangmu, itu sulit bagiku.
Lupakan aku yang selalu membuatmu terus terluka.
Aku mohon untuk kali ini dengarkan aku''
''Mas Mecca kuat menghadapi apapun itu, tapi Mecca tidak akan kuat kehilangan mas. Apalagi menjadikan mas sebagai orang asing setelah ini.
Apakah mas tau,,, saat mas di culik mbak Enjelin dulu, tiap malam adalah malam yang menakutkan bagi Mecca .
Saat hari mulai gelap Mecca akan terjaga menunggu sampai matahari kembali datang.
Semenjak itu Mecca sadar hal yang paling menyakitkan itu adalah saat mas tidak bersama Mecca'' kata Mecca berusaha tegar di hadapan Arnav menahan agar bola kristal itu tidak lolos.
''Sayang,,, menangislah kalau kau mau menangis'' ulas Arnav lagi.
''Gak mas Mecca kuat kok ''kata Mecca dengan suara serak. Arnav sangat paham dengan istrinya itu, segera Arnav membawa Mecca ke dalam pelukannya.
Saat Mecca berada dalam pelukan Arnav, dia langsung menumpahkan air mata yang sangat sulit di tahanya dari tadi.
Dia terisak dalam pelukan suaminya sehingga dia merasa sesak kerena terlalu sesenggukan.
''Sayang kau tak sekuat itu, aku sangat mengenalmu'' Arnav juga tidak bisa lagi menahan air matanya, mereka saling menguatkan dalam pahit pernikahan mereka.
''Sayang aku meninggalkan kamu bukan Karana aku tidak mencintaimu, aku meninggalkanmu karena ingin melindungimu. Tapi berjanjilah tinggalkan sedikit ruang dalam hati mu untukku, walaupun kita sudah tidak dalam satu ikatan pernikahan lagi, setidaknya ada bekas kalau kita pernah saling memiliki'' kata Arnav terus mencium pucuk kepala wanita cantik itu.
''Mas jangan ceraikan Mecca mas,,, kembalilah. Mecca akan terus menunggu mas kembali'' kata Mecca sambil terisak
''Sayang aku tidak ingin lagi menyiksamu dalam pernikahan yang pahit ini.
Ini sangat sulit.
Kau juga berhak untuk menata kembali hidupmu walaupun tidak bersamaku''
''Gimana kalau mas bawa aja Mecca bersama mas keluar negri.
Mecca gak apa-apa tinggal di mana saja. Mecca juga gak masalah berbagi dengan wanita lain''
__ADS_1
''Tidak mungkin sayang.
Itu akan jadi racun dalam hidup mu, Apalagi tingkah perempuan centil itu yang akan membuat kau selalu tersakiti setiap melihat aku bersamanya.
Sayang berjanjilah buatlah hidupmu bahagia demi aku dan demi anak-anak kita. Relakan semua ini, jangan buat aku semakin sulit dengan pilihanku sendiri.
''Gimana cara bahagia itu mas,,,ajarkan pada Mecca , setelah kebahagian Mecca mas bawa pergi jauh bersama wanita lain.
''Sayang ingat buah cinta kita.
Kalau kau tidak bahagia mereka juga tidak akan bahagia.
Mungkin takdir kita sampai disini, tapi takdir buah hati kita sangat panjang bersama kamu. seiring waktu lukamu akan sembuh dengan sendirinya'' kata Arnav mencoba meyakinkan istrinya itu.
''Mas apakah mas mencoba membuang Mecca dari sini? mungkin menurut mas waktu akan menyembuhkan semuanya .
Ruang yang ada untuk Mecca selama ini, mungkin ruang itu akan tergantikan oleh wanita lain. Bagi mas itu sangatlah mudah, tapi bagi Mecca itu tidak mungkin'' kata Mecca meraba bagian dada suaminya.
''Aku berjanji akan mencoba menutup hati ini agar cintaku hanya terjaga untukmu''
''Mas Mecca gak siap. Lebih baik Mecca''
Segera Mecca bangkit dan berlari mendekati jendela besar dalam kamar itu.
Wanita cantik itu merasa begitu putus asa dia ingin terjun bebas dari jendela untuk melupakan semua kemalangan yang menimpanya.
''Sayang aku mohon jangan lakukan.
Itu sangat bahaya''
''Gak mas. kalau mas tidak mau mempertahankan pernikahan kita. Mecca juga tidak mau hidup lagi''
''Sayang jangan lakukan itu aku mohon''pinta Arnav agar Mecca mendekatinya.
''Berjanjilah mas tidak akan pergi meningkatkan mecca'' pinta Mecca sambil mengancam.
Sekarang mendekatlah aku mohon''
Sepertinya Mecca percaya dengan janji yang di ucapkan Arnav itu.
Segera Mecca kembali mendekat pada Arnav. Saat Mecca mendekat. Arnav segera merangkulnya kembali dengan erat.
''Tuhan hukuman macam apa ini tuhan,,, aku hanya ingin melindungi istriku, tapi kenapa sesulit ini'' gumam Arnav.
Setelah lama mereka berpelukan, serasa Mecca udah merasa tenang. Arnav mencoba mendudukkannya di atas sofa.
''Mas ayo kita pulang kerumah kita'' ajak Mecca.
Arnav sedikit terdiam mendengar permintaan istrinya itu.
Dia berpikir waktunya tinggal di Indonesia tidak lama lagi, hanya tinggal tiga hari lagi setelah itu dia benar-benar akan pergi.
''Mungkin ini kesempatan terakhirku memilikinya sebagai istriku, aku akan menghabiskan waktuku berdua saja dengan-nya.
Kalau sama anak-anakku mungkin masih ada waktu, kerena tidak akan ada bekas anak di dunia ini, beda dengan Mecca. Setelah aku berada negara lain, dia akan menerima surat perpisahan dariku, setelah itu dia hanyalah orang asing bagiku '' gumam Arnav
''Sayang,,,, gimana kalau tiga hari ini kita libur disini aja dulu, anggap aja kita lagi menikmati bulan madu kita.
Setelah itu kita akan kembali kerumah kita''
''Gimana dengan anak-anak mas''
''Aku akan minta tolong sama mama dan Mella untuk menjaga mereka.
''Mas yakin kita akan disini dulu'' kata Mecca meyakinkannya.
__ADS_1
''Iya,,,, lagian kakimu juga masih terluka, jadi aku akan merawat mu disini dan menggendong kemana aja kau mau''
''Mas jangan berlebihan gitu, Mecca masih bisa jalan''
''Gak aku telah memutuskannya, kau tidak boleh berjalan dulu''
''Baiklah, ayo gendong. Mecca mau ke kamar mandi'' pinta Mecca.
''Baiklah tuan putri''ulas Arnav.
Mereka menghabiskan waktu sehari ini dengan candaan seakan melupakan masalah kalau setelah ini perpisahan akan datang menghadang mereka.
''Mas apakah tidak ada pakain ganti untuk Mecca''
Untuk sementara kamu pakai pakain aku dulu ya,,, nanti aku akan mencuci pakaian mu itu'' jawab Arnav.
''Mas,,, lebih baik kita keluar aja mencari pakain untuk Mecca, dari pada mas mencuci yang ini'' ulas Mecca lagi.
''Iya,,, kamu tenang aja ya,,,,pokoknya kau tau beres aja oke''
''Mas lapar,,,, '' baiklah ayo kita kedapur, disana ada makanan yang telah di siapkan bi Inah sebelum dia pulang kerumahnya tadi''
''Bi Inah itu Art di sini ya mas?'' tanya Mecca.
''Iya'' jawab Arnav singkat sambil mengendong tubuh wanita cantik itu ke dapur.
''Pantas rumah ini terlihat bersih dan tertata rapi'' balas Mecca lagi.
''Sayang aku suapi ya,,, kau harus makan yang banyak agar kau tidak masuk angin''
''Iya tampan'' kata Mecca sambil mencubit pipi Arnav.
Belum beberapa suap Arnav menyuapi nasi kedalam mulutnya, dia merasakan mual yang begitu hebat seakan tidak tahan ingin memuntahkannya di sana.
''Sayang kamu kenapa?tanya Arnav khawatir.
''Mas ayo ke kamar mandi Mecca mual'' pinta Mecca.
segera Arnav mengendonya kedalam kamar mandi.
Didalam kamar mandi Mecca mengeluarkan makanan yang di suapi Arnav tadi.
''Sayang tunggu sebentar ya,,,, mungkin kamu masuk angin karena kehujanan tadi, aku ambil minyak angin dulu ''
Segera Arnav berlalu mengambilkan botol yang berisikan minyak dalam kotak persegi empat .
''Mas udah'' kata Mecca sambil berpegangan di dinding.
Dengan sigap Arnav kembali mengendonya.
Sayang sini aku oleskan minyak ini di perutmu'' segera Mecca menghadap pada Arnav.
Saat Arnav mengoleskan minyak angin tersebut pada perut istrinya, dia meraba dan merasa kalau ada perubahan pada perut itu.
Tidak puas meraba Arnav memandang lekat perut yang menurutnya agak berbeda itu.
''Sayang ini apa,,,,'' tanya Arnav.
Dia sedikit heran meraba perut istrinya yang menurutnya agak mengeras di bagian tengahnya. Tidak seperti biasnya.
Karena dia sangat hafal setiap jengkal tubuh yang selalu memuaskan nafsunya itu.
Hampir lima bulan Arnav kembali ke Indonesia dan bersatu dengan istrinya hampir setiap malam dia meminta jatah pada istrinya.
Kecuali saat Mecca datang bulan.
__ADS_1
*Bersambung*
Heiii mana dong komennya kok sepi ya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜