Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Bimbang


__ADS_3

Setelah Mecca benar-benar tertidur Arnav kembali duduk memesan makanan jika Mecca terbangun. Dia sekarang kembali jadi suami siaga.


Treeert treeert treeert terdengar suara handphone milik Arnav bergetar, segera dia mengangkat panggilan itu.


''Halo Arnav ini aku Rere sepupu Reyna. Aku sekarang di apartemen kalian.


Sepertinya Reyna kurang enak badan, Apakah kamu bisa pulang sekarang'' pinta seorang perempuan dia adalah sepupu Reyna.


''Hari ini aku mungkin pulang malam, kalau kamu mau pulang gak apa-apa tinggal aja dia sendiri sama si mbak, nanti kalau aku pulang aku akan mengurus semuanya'' kata Arnav.


''Tapi aku ingin kau pulang sekarang, aku tidak tega melihat Reyna sendirian''


''Baiklah aku akan segera pulang'' kata Arnav dengan terpaksa, agar keluarga Reyna tidak curiga kepadanya.


Setelah mematikan handphonenya, dia kembali menghampiri istrinya yang sedang tertidur itu di atas ranjang.


''Cantik kamu tidur aja dulu ya,,, aku mau keluar sebentar'' kata Arnav sambil mencium pucuk kepala istrinya.


Setalah itu Arnav segera menuju apartemen Reyna yang jaraknya tidak terlalu jauh.


Tidak lama dia sudah sampai di apartemen wanita penipu itu.


''Arnav kau cepat sekali'' kata Rere sepupu Reyna.


Sebenarnya Rere dari dulu udah menaruh hati pada Arnav, tapi dia kembali mengurungkan niatnya karena Reyna sudah mengatakan perasaanya pada Rere.


''Rere gimana kabarmu, kau tambah cantik aja'' puji Arnav didepan Reyna. Dia tidak mempedulikan Reyna sama sekali.


Melihat gelagatnya Arnav tau Rere menaruh hati padanya, jadi dia bisa memanfaatkan Rere.


''Kamu juga tambah tampan. Oya Nav kamu mau minum apa?'' tanya Rere yang sudah melayang kerena pujian Arnav.


''Terserah kamu Re, apa saja. Asalkan kamu yang buat akan ku minum'' jawab Arnav mengedipkan sebelah matanya.


Saat Rere ke dapur. Reyna segera mendekati Arnav ingin mengeluarkan unek-uneknya.


''Apakah kakak suka sama dia?'' tanya Reyna.


''Menurut mu'' jawab Arnav singkat.


''Sebentar lagi kita akan menikah, kamu tidak boleh memberikan perhatian pada perempuan lain selain aku. Apalagi perempuan itu adalah sepupuku'' kata Reyna dengan suara menekan.


''Sepertinya kau salah orang, bukan perhatian dari aku yang kau butuhkan, tapi perhatian dari dokter'' jawab Arnav lagi.


Arnav segera berdiri meninggalkan Reyna. Dia menuju dapur menghampiri Rere, dia ingin membuat sepupu Reyna itu klepek-klepek padanya. Agar rencananya semakin gampang untuk dilaksanakan.


''Rere kau tidak usah repot-repot, nanti tangan mulus ini jadi rusak, wanita cantik sepertimu sungguh tidak pantas berada di dapaur'' kata Arnav memainkan tangganya di pipi Rere.


''Nav,,, kamu nakal'' jawab Rere sedikit melambai, sambil membawa nampan minuman keruangan tamu.


Rere tidak ingin saudara sepupunya mencurigainya berlama-lama berduaan sama Arnav.


Setelah Rere di depan, Arnav langsung mencuci tangannya.


''Oh ini sangat menjengkelkan. Mecca sayang maafkan aku, aku hanya terpaksa menyentuh perempuan itu'' gumam Arnav.


Saat dia mencuci tangan.


Arnav di hampiri oleh seorang wanita yang sudah berumur, yang dia sewa untuk membantu Reyna.


Mereka bicara kecil di dapur yang cukup luas. itu.


''Mbak apakah kamu telah mendapatkan sesuatu tentang Reyna ?'' tanya Arnav sambil mencuci tangannya berlama-lama.


''Aku belum mendapatkan apa-apa, aku rasa dia benar-benar lumpuh mas'' jawab orang suruhannya itu.


''Oh mbak jangan bodoh.dia sehat-sehat saja kau tertipu olehnya''


''Aku sering memata matainya, tapi tidak ada yang m mencurigakan'' jawab perempuan itu lagi.


''Cobalah lebih teliti lagi'' kata Arnav sambil berjalan meninggalkan mbak itu.


Arnav kembali ke dapan tempat dimana Reyna dan Rere duduk menikmati minuman mereka.


''Nav sepertinya aku pulang dulu ya, kamu disini aja agar Reyna lekas sembuh'' ulas Rere lagi sambil mengambil tasnya yang berada di dekat Arnav.

__ADS_1


Saat dia mau jongkok. Rere menjatuhkan kertas kecil yang sudah di remas dekat Arnav.


Lelaki itu menaikan satu alisnya, pertanda dia paham maksud dari Rere.


''Reyna sayang aku tinggal dulu ya,,, kamu sekarang bebas berdaun sama pangeran mu'' kata Rere sambil mencium pipi Reyna.


Reyna hanya tersenyum melihat kepergian Rere, dia sangat senang karena tidak ada lagi pengganggu di antara mereka.


Sedangkan di hotel Mecca sudah terbangun.


dia mencari keberadaan suaminya itu.


Dia tidak menemukan Arnav, tapi dia hanya menemukan makan siap makan dan secarik kertas yang bertuliskan ''sayang aku keluar sebentar ya,,, aku udah siapkan makanan. Kamu makan yang banyak ya''


'' Ini makanan macam apa,,, tapi aku akan makan semua makanan ini, agar anakku tumbuh sehat '' gumam Mecca.


Baru saja satu suap dia memakan makan asing itu. Dia langsung memuntahkannya lagi.


''Oh kenapa rasa semua makan ini seperti mentah. Aku gak suka, aku hanya suka makanan rumah''


Di apartemen Reyna, Arnav hanya mengacak-acak telfonnya dengan wajah yang membosankan.


Reyna seperti habis cara untuk menjinakkan sikap Arnav yang dingin dan membosankan itu.


''Kak. Malam ini kakak nginap di sini ya,,,'' pinta Reyna dengan seribu kesabaran.


''Reyna,,, Reyna. Kau harusnya berfikir jernih. Tidak ada untungnya untukku semalaman dengan wanita lumpuh sepertimu, aku butuh wanita aktif bukan wanita yang setiap saat aku bantuin'' kata Arnav


''Cukup! jangan keterlaluan ya. Sepertinya kakak memancing-mancing emosiku dari tadi.Apakah kakak ingin aku menyerah dan membatalkan pernikahan kita.


Sayangnya itu tidak akan terjadi'' kata Reyna dengan suara tinggi.


''Siapa bilang aku ingin membatalkan pernikahan sial ini. Bahkan ini bisa jadi alasan untukku mencari wanita sehat dan normal untuk memenuhi kebutuhan ku.


Bukan wanita lumpuh yang terus-menerus duduk di atas kursi roda sepertimu'' ulas Arnav dengan senyum jahatnya.


''Stop!!!aku tidak akan membiarkan wanita lain mendekati mu, aku akan melakukanya sebisaku, mungkin sekarang aku tidak bisa apa-apa, tapi suatu saat nanti aku akan bangun dari sini'' jawab Reyna dengan emosi sambil membawa kursi rodanya menuju kamarnya.


''Bruk!!!!'' terdengar suara Reyna jatuh dari kursi roda yang terlalu kencang itu.


Segera Arnav menghampiri Reyna berniat untuk menolong Reyna, agar keluarga yang lain tidak curiga sampai dia dapat bukti kebohongan Reyna. Arnav harus lebih hati-hati dan lebih licik dari Reyna.


''Reyna kenapa?tanya Rere. Dia kembali kerena ada barangnya tertinggal di apartemen Reyna.


''Oh dia sungguh keras kepala, tadi aku mau mengendongnya ke kamar, tapi dia wanita pemalu, dia malu kalau aku menggendongnya. Ya,,,ini akibatnya'' jawab Arnav.


''Oh,,, Reyna sayang kamu jangan keras kepala,, '' kata Rere


Segera Arnav dengan terpaksa mengendong Reyna ke kamarnya dan menaikannya ke atas ranjang.


Saat Arnav mendaratkan tubuh ramping itu. Reyna mencoba menarik semua kancing bajunya agar terlepas, dan menarik Arnav agar Arnav bisa menikmati gundukan kembarnya.


''Kak aku mungkin lumpuh, tapi aku kuat seperti yang lain. Kita bisa bermain dengan normal hanya kakiku yang sakit, tapi ini ku dan kewanitaan ku gak apa-apa'' kata Reyna memainkan jarinya di rambut Arnav.


Dia menarik sekuat tenaga kerah baju yang dikenakan Arnav, sehingga Arnav kesusahan untuk bergerak.


Reyna tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


Dia adalah Rere yang tampak kesal dengan adegan panas yang berlangsung di depan matanya.


''Auuuuu'' terdengar teriakan Rere yang pura ketakutan. Mencari cara agar mereka berdua tidak jadi melakukan yang membuat dia cemburu.


Mendengar pekikan dari Rere. Reflek Reyna melepaskan tangannya dari kerah baju Arnav. Segera Arnav menjauh dan menghampiri Rere.


''Rere kamu kenapa '' tanya Arnav yang langsung mendekat sama Rere.


''Tadi aku lihat cicak jatuh rambutku, aku takut'' rengek manja Rere.


''Kau pucat sekali Re'' kata Arnav mencoba memberikan perhatian kecil pada Rere.


''Mungkin aku terlalu kaget Nav. Aku merasa badanku gemetar'' ulas Rere lagi.


''Dengan kondisi seperti ini kau tidak bisa pulang sendirian Re. Aku anterin aja ya'' tawar Arnav.


''Baiklah aku akan minta ijin dulu sama Reyna ya''

__ADS_1


Jawab Rere sambil melangkah ke kamar Reyna.


Saat Rere masuk. Langsung Reyna menutupi dadanya yang sudah terbuka dengan selimut. Dia gak enak kalau Rere tau dia telah merendahkan harga dirinya di depan Arnav.


''Reyna aku di anterin Arnav pulang, boleh ya,,,,''kata Rere


''Kenapa harus di anterin sih dekat ini. Kamu kan bisa pulang sendiri'' tolak Reyna


''Reyna apakah kau tidak melihat wajahnya begitu pucat karena terlalu kaget, aku tidak mau Rere kenapa-kenapa di jalan, atau biarkan Rere tinggal di sini malam ini'' kata Arnav yang berdiri di depan pintu.


''Baiklah Rere pulang aja, tapi setelah mengantarkan Rere. Kak Arnav kesini lagi ya'' pinta Reyna.


Arnav tidak menjawab sama sekali, dia segera berjalan keluar tempat mobilnya terparkir.


Di tengah perjalanan Rere mencoba mencari topik untuk berkomunikasi dengan Arnav.


''Nav,,, aku boleh tanya gak''Tanya Rere saat berada dalam mobil.


''Ya tentu saja'' jawab Arnav.


''Nav apakah kau benar-benar mencintai reyna?''


''Ya sebenarnya tidak begitu , karena kasihan aja'' jawab Arnav.


''Jadi kita masih'' belum sempat Rere melanjutkan perkataanya, segera Arnav rem mendadak.


''Maaf Re sepertinya kita sudah sampai'' kata Arnav.


Jarak antara apartemen Rere dan apartemen Reyna sangat dekat, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk kesana.


Reyna segera turun dari mobil Arnav. Sebenarnya dia ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan Arnav, tapi dia tidak punya alasan untuk itu.


Setelah mengantarkan Rere, dia kembali ke hotel tempat istrinya.


Tidak membutuhkan waktu lama Arnav telah sampai di hotel, saat dia membuka pintu, dia melihat Mecca yang asik membaca novel pengusir bosanya.


''Sayang apakah kamu sudah makan?'' tanya Arnav mendekati Mecca.


''Mecca gak suka satupun makan di sini mas''


''Kenapa?''


''Mecca merasa kalau semua semua itu seperti mentah.


Mecca mau yang lain aja, seperti sayur asem, somay atau apakah yang penting makanan rumah'' jawab Mecca.


''Cantik,,,, disini gak ada makan seperti itu'' jawab Arnav sambil mengelus rambut panjang Mecca.


''Mas ayam geprek ada gak?''


''Gak ada juga sayang. Gimana kalau ayam goreng aja''tawar Arnav.


''Yaudah'' jawab Mecca.


Segera Arnav menghubungi seseorang untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.


...Saat Arnav berdiri, dia menjatuhkan kertas kecil yang sudah di remas....


...Segera Mecca memungut kertas itu dan membukanya....


...''Rere,,,'' gumam Mecca yang melihat Nama Rere dan nomor handphone....


Saat Arnav berbalik badan Mecca segera berdiri dan meremas kembali kertas kecil itu dengan wajah kecewanya.


''Sayang sabar sebentar lagi ya,,, makanan akan segera datang, sambil menunggu aku mandi dulu ya.


''Segera Arnav ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Mecca mencoba memikirkan apakah dia harus bertanya atau diam.


Dia ragu-ragu untuk bertanya, takut Arnav tersinggung. nanti Arnav akan mengatakan kalau dia tidak mempercayainya sama sekali, tapi kalau diam dia merasa sesak takut Arnav selingkuh.


*Bersambung*


🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


^^^ ^^^


__ADS_2