
Matahari kini telah mulai menampakan dirinya dengan memancarkan sedikit cahaya.
Perempuan cantik yang terkulai lemas di ranjang besar itu memaksakan tubuhnya agar bisa bangkit untuk memulai rutinitasnya sehari-harinya.
''Mas,,,'' kata Mecca sambil duduk, tapi matanya masih enggan untuk terbuka, dia hanya meraba-raba bantal kosong di sampinnya.
Lelaki yang membuat dia kelelahan semalam sudah tidak ada lagi di sampingnya.
''Apakah mas udah bangun'' kata Mecca yang membuka sedikit matanya.
Melihat tidak ada Arnav di sampingnya, dia berusaha menarik selimutnya menuju pintu kamar mandi.
Sedangkan di kamar sebelah lelaki tampan itu tertidur pulas dengan kedua anak kembarnya. Rupanya setelah Mecca tertidur semalam, Arnav pindah kerena mendengar rengekan putri kecilnya sehingga dia membujuk putrinya itu agar tertidur kembali, dia juga memutuskan untuk tidur di samping putrinya itu.
Setelah Mecca selesai membersihkan tubuhnya, dia segera mencari di seluruh ruangan rumahnya.
Dia berharap suaminya sudah duduk dengan santai, tapi harapannya tidak sesuai dengan kenyataannya.
''Mas kemana sepagi ini?'' tanya Mecca pada dirinya sendiri.
Bosa mencari Arnav. Dia memutuskan untuk melihat kedua buah hatinya saat dia membuka pintu. Dia menyaksikan suaminya yang sudah tertidur sambil memeluk putrinya.
''Ruapnya semalam mas pindah kesini. Dasar curang'' gumam Mecca lagi.
Dia sungguh bahagia dengan pemandangan yang dia lihatnya saat ini.
Sepertinya aku harus membantu mbok Yem untuk membuatkan sarapan sebelum suami dan anak-anakku terbangun'' gumam Mecca lagi sambil melangkahkan kakinya dengan berhati-hati agar tidak menimbulkan suara berisik.
Tidak terasa waktu udah menunjukkan pukul enam tiga puluh.
Kedua si kembar itu udah terbangun duluan dari Arnav.
Mereka berusaha membangunkan papi tampan itu dengan mencubit hidung dan pipinya.
''Sayang kalian udah bangun'' kata Arnav tersenyum manis melihat usaha kedua anaknya itu membangunkannya.
''Papi ndong'' kata putri kecil itu sambil membuka tangannya. Pertanda dia ingin di gendong keluar dari kamar.
''Kiss dulu dong'' pinta Arnav pada putri kecilnya itu.
Sedangkan Arav berusaha untuk turun dari rajang dengan memundurkan pantatnya.
''Arav nanti nak'' kata Arnav sambil menyambut Arav agar tidak jatuh ke lantai.
''Akak'' hanya itu yang terucap di bulut Arav, dia kebingungan mencari Mecca.
Tidak biasanya perempuan yang di panggilnya kakak itu tidak menggelitiknya untuk bangun.
Arav bersikeras untuk lepas dari pelukan Arnav. Setelah Arnav melepaskannya dia segara jalan sempoyongan mencari wanita cantik itu.
Sesampainya di ruangan keluarga. Arav masih tidak menemukan keberadaan wanita itu.
''Aka,,, hik hik hik'' kata Arav berteriak sambil menangis, karena dia tidak menemukan wanita yang disayanginya itu.
Mendengar teriakan anak laki-lakinya Mecca segera berlari keruangan asal suara.
''Arav sayang kamu udah bangun nak. Sini tampan'' kata Mecca membuka tangannya lebar-lebar.
''Hei jagoan kenapa kau menangis. Bukankah ada papi di sina'' kata Arnav mengikutinya sambil mengendong Ara.
Si kecil Arav memandang Arnav dengan tatapan tidak suka, karena dia beranggapan lelaki itu telah mengantikan posisi maminya. Biasanya setiap membuka mata orang yang pertama di lihatnya itu adalah Mecca, tapi hari ini dia melihat pemandangan yang berbeda.
''Mas jangan bikin pangeran ini semakin emosi'' kata Mecca
''Sayang sebaiknya kita mandi dulu agar pikiran mu jernih'' ulas Mecca lagi sambil mengendong Arav masuk kamar mandi.
Tidak terasa waktu sudah semakin siang semua pekerjaan juga sudah beres. Mecca juga telah bersiap-siap pergi ke kampus. Begitu pula dengan Arnav yang juga telah siap mengantarkan Mecca sambil kekantor.
__ADS_1
''Mah Mecca berangkat dulu ya ma'' pamit mecca pada perempuan paruh baya itu. Arnav juga ikut berpamitan kepada mamanya.
Di perjalanan hanphon Mecca terdengar berdering. Mecca segera mengeluhkan hanphon itu dari dalam tasnya.
''Mas Rian'' gumam Mecca.
''Siapa yang menghubungimu. Kenapa kau tidak mengangkatnya?'' tanya Arnav yang melihat Mecca memasukan kembali handphone kedalam tasnya.
''Mas Rian mas'' jawab Mecca terbata.
Mendengar Rian segera Arnav merem mendadak mobilnya, dia sangat cemburu kepada lelaki itu.
''Bawa sini hanphon itu!'' titah Arnav.
Segera Mecca mengeluarkan handphone tersebut dan menyerahkan hanphon itu pada Arnav.
''Mulai sekarang aku tidak ingin lelaki ini menghubungimu, aku tidak suka dengan lelaki ini''kata Arnav sambil memblokir nomor Rian.
Setelah itu datang lagi wa dari Angga sahabat Arnav yang menanyakan kabar Mecca.
Dia mengatakan kalau dia sekarang berada di Jakarta dia ingin bertemu dengan Mecca Arav dan Ara.
''Sayang apa kabar'' isi wa dari Angga.
Dengan tangan bergetar Arnav membuka wa itu keseluruhannya.
''Kau!'' kata Arnav sambil menunjuk Mecca dengan pandangan mata elangnya, dia tidak sanggup untuk bicara lagi karena terlalu emosi.
''Mas ada apa?'' tanya mecca.
''Siapa Angga ini apakah dia selingkuhan mu? tanya Arnav.
''Mas itu kak Angga sahabat mas yang selalu bantuin kita. Dia juga sudah Mecca anggap seperti kakak Mecca sendiri.
Biasanya mas tidak pernah mempermasalahkan ini semua'' kata Mecca.
''Baru satu tahun mas.
Mas aja yang tidak ingat. Gimana kakak Angga, kak Yudi dan kak Arman telah membantu kita melawan mbak Enjelin.
Mereka begitu menyayangi mas. Kalian sahabat baik dari dulu'' ulas Mecca lagi.
''Pokoknya sebelum aku kembali bertamu dan mereka lagi, kamu tidak boleh berhubungan dengan Angga'' titah Arnav.
''Baik mas'' jawab Mecca singkat
''Sepertinya aku harus mengikuti Mecca sampai ke depan kampusnya'' gumam Arnav.
Tidak terasa mereka sudah sampai di parkiran kampus.
''Mas Mecca turun dulu ya'' kata Mecca berpamitan dan bersalaman sambil mencium tangan Arnav.
Arnav tidak menjawab, dia hanya diam. Mecca yang melihat wajah dingin suaminya dia langsung aja turun dari mobil itu.
Setelah Mecca turun Arnav juga turun mengikuti Mecca dari belakang.
Mecca yang merasa di ikut oleh suaminya, dia menghentikan langkahnya dan memberanikan diri mengandeng suaminya itu sambil berjalan di depan semua orang.
''Mas apakah mas juga mau ikut masuk kedalam?'' tanya Mecca.
''Tidak. Aku hanya ingin mengantarkan sampai sini aja, memastikan kalau kau tidak centil sama laki-laki di sini'' ucap Arnav yang sudah berada di halaman kampus.
Di sana banyak perempuan cantik yang memerhatikan Mecca dan Arnav.
Ada yang kagum, ada juga yang iri melihat pasangan tersebut.
''Mecca apakah kau berani memeluk dan menciumiku di sini sebagai bukti kalau tidak ada yang kau rahasiakan di belakangku'' pinta Arnav.
__ADS_1
''Malu mas'' tolak Mecca.
''Aku curiga kalau ada yang kau sembunyikan'' tuduh Arnav
''Ya tuhan,,, '' kata Mecca sambil mencium pipi, kening dan bibir Arnav secepat kilat. Setelah itu Mecca memeluk erat suaminya dengan cepat juga dia melepaskan pelukan itu.
''puas suami ku sayang'' kata Mecca menekankan suaranya dengan kesal.
''Kenapa dia seperti terpaksa gitu. Hmm aku harus cari cara lain untuk menyelidikinya'' gumam Arnav.
''Ya sudah aku berangkat dulu ya'' kata Arnav sambil mencium pucuk kepala Mecca.
Arnav segera menginjak pedal gas mencari toko baju yang dekat dengan kampus, untuk Menganti jasnya dengan pakain biasa agar dia bisa menyamar memasuki kampus itu.
Setelah sampai di depan toko baju sederhana itu. Dia langsung turun mencoba beberapa baju.
Tampa pikir panjang Arnav segera Menganti pakainya dengan pakain yang sederhana dengan penutup kepala yang menempel di belakangnya.
Dia langsung Menganti pakainya di toko tersebut.
Setelah selesai transaksi Arnav langsung meninggalkan toko tersebut dan kembali ke kampus.
Ditengah hiruk pikuk ruangan yang di penuhi pelajar yang ingin menuntut ilmu.
Arnav juga menyelinap di antara mereka dengan pakaian sederhana layaknya seorang mahasiswa.
Dia mengambil tempat duduk di samping bangku Mecca dengan menutup kepalanya.
Sehingga menutupi sebagian kepalanya dan wajahnya.
Mecca tidak menyadari penyamaran suaminya itu sedikitpun.
''Ca apakah kamu sama suami mu udah baikan?'' tanya Milla sahabatnya.
''Udah. Aku heran dengan tingkahnya. Dia sangat pencemburu'' balas Mecca.
''Baguslah berarti dia benar-benar cinta padamu'' ulas Milla lagi
''Hai Ca aku ada video seru ni, ayo sini kita lihat sebelum pak Arman masuk '' kata seorang laki-laki sahabatnya juga, dia adalah Deno.
Deno memanggil Mecca dengan mencolek punggung Mecca dari belakang.
Arnav yang melihat ada rasa marah pada laki-laki itu.
''Enak aja dia colek² istriku'' gumam Arnav.
''Hei tampan aku perhatiin sepertinya kamu baru ya disini ya'' kata perempuan yang dari tadi memperhatikan Arnav. Dia membuka tutup kepala Arnav sehingga semuanya terbuka
Arnav Sanjaya
Arnav hanya cuek dengan perempuan itu, dia terus membidik istrinya yang asik menonton video.
Sedangkan Mecca masih sibuk dengan Vidio lucu yang diperlihatkan oleh Deno, sehingga dia tidak memperhatikan laki-laki di sampinnya dengan tatapan tajam.
''Den kamu mengambil video ini sendiri,,, kamu berani sakali'' kata Mecca sambil menonton video tersebut.
''Oh rupanya kerjanya di kampus menonton video tidak senonoh'' gumam Arnav yang berburuk sangka .
Tak lama datang Arman dosen yang di jadwalkan mengajar di ruangannya ini.
Mecca memberikan hanphon Deno dengan cepat sehingga hanphon itu terjatuh kesamping di hadapan Arnav.
Mecca menoleh kesamping ingin meraih hanphon Deno.
Setelah dia meraih hanphon Deno dia merasa begitu kaget dengan sesosok lelaki yang berada di sampinnya itu.
__ADS_1