
setelah meminum teh anget, perasaan Mecca mulai agak tenang, arnav menatap lekat wajah nan cantik itu.
'' aku tidak habis pikir di tempat kau bekerja ini, apakah tidak ada laki-laki yang bisa mengerjakan pekerjaan seperti tadi'' tanya arnav
''itukan tugas ku mas, kan sudah tiga hari aku libur '' jawabnya
'' tapi kau perempuan kau gk boleh melakukan hal yang berbahaya seperti tadi, sekarang dengarkan aku, kau harus keluar dari tempat ini, aku masih bisa menafkahi mu dan ibu '' titah pria tampan itu
'' gk bisa gitu juga mas, Mecca gk enak sama kak Aldo ''
'' apa kata mu, kau gk enak sama dia, atau kau memang suka terus dekat dengannya'' wajah arnav menyidik istri kecilnya itu
'' bukan gitu mas ''
'' pokoknya aku gk mau kau bekerja di sini!!!! tempat ini tidak cocok untuk perempuan yang penakut seperti mu.
'' mas Mecca janji Mecca akan berani, dan gk akan cengeng lagi menghadapi kak Rita '' dia memohon kepada suaminya itu
'' o o o istriku, itu mustahil yang bisa kau lakukan hanya menangis, dan diam '' arnav memutarkan telunjuknya kepada wajah istrinya
'' benar mas, Mecca janji kalau gk akan menangis lagi''
'' gk, aku gk mengijinkan kau kerja di sini lagi, kau adalah istriku, maka kau harus patuh terhadap suami mu
Mecca hanya diam dan menundukkan kepalanya
'' Oya, aku kesini mau bilang padamu, kalau nanti malam tidak pulang, aku sekarang akan melihat teman ku yang sakit, jadi kau sampaikan kepada ibu juga oke'' kata arnav
'' baik mas '' jawabnya singkat
setelah lama berbincang, arnav segera meninggalkan mecca di tempat itu sendirian
Mecca hanya duduk menyendiri sambil berpikir keras
'' bagaimana caranya aku membujuk mas arnav untuk mengijinkan ku tetap kerja di dini'' gumamnya dalam hati
sedangkan arnav segera melajukan mobil sport merah miliknya ke Jakarta, setelah lama menempuh perjalanan panjang, arnav sampai di alamat yang di kirimkan kekasihnya itu.
''setelah mobil itu terparkir di depan apartemen, terlihat wanita berambut pirang melambaikan tangannya.
''cinta, aku sangat merindukan mu'' bergelantungan manja di lengan kekar pria tampan itu.
'' ya aku tau itu'' jawabnya tak bersemangat
'' kok sepertinya kamu tidak merindukanku, apakah kau terpaksa? '' tanya perempuan itu kepada pria tampan
__ADS_1
'' sudah lah jangan mulai mencari keributan, aku sekarang pingin istirahat, aku capek'' jawab pria itu sambil menuju kamar milik enjelin
''baiklah kau istirahatlah dulu, aku akan memesan makanan, kau butuh energi untuk memuaskan ku cinta'' sambil mencium leher pria itu
sedangkan Mecca sepulang kerja langsung menemui ibunya, dan menyampaikan pesan suaminya kepada ibunya itu.
'' Bu tadi mas arnav ketempat kerja Mecca, katanya dia malam ini tidak pulang dia mau melihat temanya yang sakit katanya Bu''
'' oh kok kamu gk ikut sama dia nak '' tanya ibu
'' tadi mas arnav ke toko masih jam kerja Bu,,, gimana mau ikut'' jawabnya
'' lagian Mecca gk mau ikut kalau di ajak mas arnav tadi, kalau Mecca ikut ibu sama siapa''??tanya Mecca
'' sayang,,, kau jangan jadi orang yang egois, kau harus memikirkan suami mu juga,,, '' ibu Lastri memberi pemahaman kepada anak gadisnya ini
'' ya bu'' dengan memajukan bibirnya
.
'' Bu Mecca masuk kamar dulu ya bu'' Mecca segara Pamit kepada ibunya
setelah dia membuka pintu kamar, dia langsung kaget dengan perubahan kamarnya, yang sekarang sudah mempunyai ranjang baru yang besar, dan kokoh.
'' gk ca, ibu yang beli tadi, pakai uang yang di kasih arnav '' kata ibu
'' Bu itu tidak perlu,,, kalau ranjangnya sebesar ini, Mecca mau tidur sebelah mana, gak muat kan untuk karpetnya '' Tanya anak gadis itu kepada Bu Lastri
'' apa !!!jadi selama ini kamu tidur terpisah dari suami mu nak'' tanya ibu kaget
'' mas arnav tidur di bawah pakai karpet, sedangkan Mecca tidur di atas '' jawabnya berbohong kepada ibunya padahal sebaliknya.
'' jadi nak arnav belum menyentuh kamu sama sekali '' tanya ibunya
'' gk boleh Bu, mas arnav tidak mencintai Mecca, dia hanya menganggap Mecca hanya anak kecil saja, tapi syukurlah Bu'' jawabnya sambil bersantai di ranjang baru itu
'' memang dia anak yang baik, mungkin dia paham kalau kamu belum siap '' jawab ibu sambil mengikuti Mecca duduk di pinggir ranjang itu
'' Mecca dengarkan ibu nak, dia adalah suamimu, kalau seandainya dia menginginkan kau melayaninya, kau harus mengabulkan ke inginnya karena dosa kalau di tolak '' titah ibu
'' ih ibu jangan bicara seperti itu Bu ,,,Mecca gk mau, Mecca malu bu'' sambil mengambil bantal menutup telinganya
dengan menggelengkan kepala, ibu Lastri tersenyum kecil melihat tingkah anak gadisnya itu.
sedangkan di tempat lain arnav berada di kamar kekasihnya, sedang mengumpulkan tenaga, untuk bertempur dengan perempuan itu.
__ADS_1
'' cinta ayo bangun sekarang udah jam delapan malam, ayo kita mandi bareng '' kata enjelin sambil membelai pipi arnav
'' kau mandi aja duluan aku lapar '' jawab arnav bergegas berdiri dari tempat tidur menuju meja makan, di sana sudah tersedia semua makanan yang dipesan enjelin
'' ya udah aku mandi duluan ya cinta ''jawab enjelin sambil melangkah ke kamar mandi
Tampa mempedulikan enjelin, arnav segera menyantap makanan itu dengan porsi kecil.
selesai dia makan, diapun bersiap untuk mandi, sementara enjelin juga bersiap dengan pakaian seksi yang menerawang ,tidak lupa dia merias wajahnya secantik mungkin.
arnav sudah selesai dengan ritual mandinya hanya dengan mengenakan handuk kecil di pinggangnya, dia segera menuju kamar enjelin dengan melihat itu enjelin tidak tinggal diam, dia langsung memeluk dada kekar arnav sambil menarik arnav ketempat tidur.
di atas ranjang, enjelin menggila mencium bibir sampai dada bidang milik pria tersebut, seperti biasa arnav hanya pasrah, tak banyak bekerja, hanya membalas ciuman yang menggebu itu di bibirnya
'' sayang sudah lama rasanya aku menunggu hari ini, ayo kita main sampai puas kau harus menyalurkan semua keinginanmu kepada ku '' kata enjelin dengan nafas berat.
'' tapi tunggu dulu enjelin, aku tidak membawa pengaman '' segera menghentikan perbuatan gila perempuan berambut pirang itu
'' oh cinta jangan khawatir aku mempunyai banyak stok kok'' bergegas enjelin berdiri separoh jongkok, untuk mengambil pengaman itu di atas meja riasnya.
sedangkan arnav melihat tubuh seksi itu menjauhinya, ada sesuatu yang menggeliat meronta di dalam sana, tak sabar dia segera menyeret enjelin ketempat tidur setelah enjelin berhasil membawa kotak berisi pengalaman.
'' cinta kau memang singa ku '' kata enjelin berbisik di telinga pria itu
tak sabaran rasanya, arnav malai membuka pengait gunung kembar milik enjelin, untuk menikmati pemandangan gunung itu.
tapi entah kenapa saat dia mulai mendekatkan wajahnya ke daerah sana ,dia langsung membayangi wajah istrinya yang menangis, reflek membuat dia berhenti sejenak.
' kenapa cinta ??? '' tanya enjelin kaget dengan sikap arnav seakan tidak mau melanjutkan adegan panas, yang sedari tadi ditunggu wanita berambut pirang itu.
'' maaf enjelin sepertinya aku tidak bisa sekarang '' dengan cepat dia segera berdiri dari jongkoknya sambil membenahi handuk kecil masuk ke kamar mandi
di kamar mandi dia segera memasang pakaian lengkap seperti yang dikenakannya tadi.
enjelin hanya mematung, seakan tidak percaya dengan perubahan kekasihnya, dengan mata berapi-api enjelin menghadang arnav yang hendak meninggalkannya.
''maksud mu apa ini, jelaskan pada ku kenapa kau tak bisa melakukan lagi apakah kau sudah mencicipi istri mu itu '' tanya enjelin
'' apa maksud mu menuduh sembarangan, aku gk bisa bukan karena dia, karena aku hanya kurang enak badan, oh tolonglah mengerti enjel'' bentak arnav
setelah itu arnav langsung mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
dengan emosi enjelin melempar semua barang yang berada di apartemen itu, seperti orang gila
'' awas saja kau anak kampung, kau tak akan bisa menjinakkan singa ku'' teriaknya sampai melemparkan sesuatu ke kaca meja riasnya, hingga kaca itu berkeping-keping jatuh kelantai
__ADS_1