
di meja makan, semua keluarga besar itu berkumpul untuk menikmati sarapan paginya, seperti biasa, semua orang asik dengan makanannya masing-masing, kecuali Mella yang tidak turun, karena dia sibuk mengerjakan tugas kampusnya,
Mecca, gadis yang pengecut itu dia selalu tampak canggung dengan cara keluarga kaya itu menikmati sarapannya, Mecca dirumahnya sendiri biasanya dia hanya akan ngemil gorengan, atau nasi uduk, itupun kalau dipaksa ibunya.
'sedangkan arnav, hanya memperhatikan istrinya itu, sembari memberi kode agar istrinya itu memperhatikannya cara dia mengambil roti, sampai mengolesnya,
agar istri kecilnya itu juga bisa mempraktekan dan tidak selalu merasa minder, kalau berkumpul dengan keluarganya.
'' nav, habis sarapan ini papa ingin bicara hal penting sama kamu '' ucap tuan Andi
'' baik pah '' ucapnya singkat
setelah selesai mereka sarapan, semuanya masih duduk di meja makan itu.
''kak, kemaren kau jadi membelikan kakak ipar pakaian'' tanya Melisa
''jadi'' jawab arnav semari menghabiskan minumannya
''kakak yakin, kalau yang kakak bawa kemaren kakak ipar, kerena aku lihat semalam dia di anterin sama lelaki lain, mereka sangat mesra sekali.''
ucap Melisa sambil melihat sinis kewajah polos Mecca
''melisa jangan suka bergosip '' ucap tuan Andi
'' bukan gosip pa, melisa melihat sendiri kok, coba aja papa tanya sendiri kepada menantu kesayangan papa ini'' kata anak gadisnya itu
'' oh, benarkah itu yang kamu lihat meli, apakah perempuan sekarang sudah tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri, masak udah bersuami, masih aja keluar dengan lelaki lain'' ucapan pedas nyonya Gita langsung membekas di hati wanita cengeng itu
'' Melisa jangan asal menuduh, kemaren yang mengantar Mecca adalah Angga, teman ku anak om Mulyadi '' arnav mencoba menjelaskan kepada keluarganya.
'' bukankah dia pergi dengan mu?, kenapa dia pulang sama lelaki lain, seperti bola bisa di oper-oper kemana aja'' ucap nyonya Gita lagi, memojokkan gadis itu
'' mah diam dulu, kita dengerin aja penjelasan arnav, kenapa istrinya bisa di anterin orang lain'' ucap tuan Andi menengahi keributan kecil itu.
__ADS_1
'' kemaren aku minta tolong Angga untuk mengantar Mecca pulang, karena di tengah perjalanan ban mobil ku pecah, sehingga aku harus mengantarkan mobil itu ke bengkel, karena Angga kebetulan juga lewat disana, makanya aku suruh Angga buat nganterin Mecca pulang. '' arnav menjelaskan kejadian kemaren dengan membohongi semua orang
'' oooh'' ucap nyonya Gita
'' tapi kau tidak boleh membiasakan istrimu ini terlalu dekat dengan pria lain, karena kita gk pernah tahu isi hati seseorang yang baru kita kenal'' ulas nyonya Gita lagi
'' ma aku berteman dengan Angga udah dari SMA, sampai ke perguruan tinggi, gk mungkinlah dia akan berbuat seperti itu''
ucap arnav kepada mamanya, yang dari tadi selalu mengeluarkan kata-kata yang pedas
'' nav, memang kamu sudah mengenal Angga sangat lama tapi maksud mama, memang kamu mengenal istrimu ini, sudah berapa tahun memang kau mengenalnya, setau mama baru satu bulan kau mengenalinya '' kata nyonya itu melihat kearah Mecca dengan pandangan yang tidak suka
'' Ma jaga sikap mu '' kata tuan Andi yang tersulut emosi
'' pa sampai kapan papa akan melindungi wanita ini, apakah papa lupa dengan sikap ibunya, yang hampir mengacau rumah tangga papa dan mama'' kata Melisa
'' Melisa!!! '' emosi tuan andi kembali memuncak, dia mengambil gelas yang berisi air kopi, lalu menyiramkan ke wajah Melisa, sehingga wajah sampai bajunya menghitam terkena air kopi itu.
'' itu karena didikan mu yang kurang bagus, kepada ketiga anak-anak mu ini '' tuduhan tuan Andi kepada istrinya sambil menunjuk kearah istrinya itu
Melisa lalu melempar tisu itu kearah Mecca, yang sedari tadi hanya duduk, dengan mata yang berkaca-kaca
setelah itu melisa berlalu meninggalkan meja makan, sambil berlari kecil menuju kamarnya.
'' oh tuhan, kenapa setelah aku pulang sepertinya gk ada kedamaian lagi di keluarga ini '' ucap arnav yang juga meninggalkan meja makan sambil meraih tangan istrinya
'' itu semua gara-gara kamu yang membawa pulang gadis itu '' ucap nyonya Gita yang menuding arnav yang belum terlalu jauh dari ruangan itu
tapi arnav tidak menghiraukan mamanya yang dikuasai emosi itu, dia tetap saja menjauh menaiki anak tangga menuju kamarnya, dengan memegang erat tangan istri kecilnya itu
tuan Andi segera masuk ke kamarnya, dan nyonya Gita juga pergi melihat kondisi anak gadisnya tadi.
setelah berada didalam kamar, arnav langsung menghempaskan istrinya itu keranjang dengan kasar
__ADS_1
'' kau penyebab semua ini, kalau saja kau tidak pulang dengan Angga, tentu saja ini tidak terjadi, semenjak kehadiranmu di hidupku dan di rumah ini, semuanya jadi kacau kau hanya membawa sial bagiku
asalkan kau tau, keluargaku ini sebelumnya tidak pernah ada pertengkaran, dan kau juga merusak hubungan ku dengan enjelin, yang dulu berjalan dengan baik, tapi setelah kau datang semuanya jadi kacau
kau hanya gadis bodoh, cengeng dan pengecut, sehingga menolak pernikahan paksa seperti ini aja kau tidak mampu. '' kata-kata arnav sudah mulai tidak terkontrol lagi, sehingga istrinya itu sesegukan, sampai-sampai membuatnya susah untuk bernafas
''treeeet tteeet treeet'' suara hp di kantongnya membuat kemarahannya itu terhenti sejenak, karena dia melihat kalau nomor yang menghubunginya itu adalah nomor papanya, segera dia mengangkat hp miliknya itu.
''halo pa'' sapa arnav yang menahan emosinya itu
'' nav papa mau kamu ke perusahaan sekarang, ada yang mau papa bahas dengan mu'' ucap tuan Andi yang sudah berada di perusahan milik keluarganya
'' baik pa, aku segera menyusul sekarang '' ucapnya sambil mematikan hp miliknya itu
dia tidak peduli bagaimana keadaan istrinya, karena emosi yang memuncak membuat dia melampiaskan semuanya kepada gadis malang ini.
arnav membuka lemari pakainya, memilih jas dan dasi, yang sudah tersusun rapi di lemari khusus miliknya itu.
setelah menemukan dasi yang cocok dengan kemejanya, dia segera masang dasi itu dengan rapi, dibalik cermin dia bisa melihat istri kecilnya itu terduduk di atas lantai sambil memeluk lututnya
benar hatinya sangat perih melihat pemandangan itu, rasanya dia ingin membuang hatinya itu, Karana selalu merasa ada luka yang ternganga saat dia melihat istrinya seperti itu
tapi ego yang membuat dirinya mengacuhkan dan meninggalkan istri kecilnya di sana sendirian, padahal hati dan perasaanya selalu berpihak kepada istrinya itu
di sepanjang jalan menuju perusahaan, dia merasakan penyesalan karena sudah mengatakan hal yang pasti melukai istrinya .
sedangkan Mecca yang selalu terngiang-ngiang ucapan suaminya, terus membuat air matanya turun seperti hujan.
*bersambung*
di bab berikutnya, kita akan membuat istri arnav ini terluka pisik sedikit, keran perbuatan adiknya sendiri, tapi gimana reaksi arnav sepulang kerja, apakah dia akan cuek atau malah membalas kelakuan adiknya itu .
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur
__ADS_1