Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Hanya mengetahui tapi tidak mengingatnya.


__ADS_3

Setelah sampai di perusahaan Sanjaya group.


Arnav langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusaan besar itu.


Di depan gerbang. semua kariawan telah menundukkan badannya menyambut kembali kedatangan tuan mudah yang sudah lama menghilang itu, semua karyawan tidak mengetahui kalau Arnav hilang ingatan, yang mereka tau kalau tuan muda mereka pergi keluar negri memperdalam ilmunya.


Semua karyawan menyapa Arnav dengan sopan.


''Selamat pagi tuan muda. Selamat datang'' sapa kariawan yang paling depan.


''Selamat pagi,,,'' kata Arnav dengan wajah dinginnya.


Sesampainya dalam perusahaan Arnav menatap sekeliling dengan agak bingung.


''Perusahaan ini sudah banyak berubah, yang aku ingat terakhir aku kesini sepuluh tahun lalu sebelum aku keluar negri'' gumam Arnav


Setelah itu Arnav segera melangkahkan kakinya hendak ke ruangannya, tapi dia tidak ingat dimana ruangannya itu.


''Nina bisa antar aku ke ruangan ku'' titah Arnav kepada sekretaris yang sedari tadi mengikutinya.


''Baik tuan muda'' jawab sekretaris itu dengan cepat.


Setelah sampai di depan ruangan tersebut, Nina langsung membukakan pintu dan mempersilahkan tuan muda itu untuk masuk.


''Silahkan tuan muda'' kata Nina membukakan pintu dan membungkukkan badannya.


''Terima kasih'' jawab Arnav singkat.


Setelah berada dalam ruangan itu Arnav benar-benar tidak mengingat apapun, tapi dia merasa nyaman berada di dalam.


Sesampainya dekat meja kerjanya. Lelaki itu langsung melirik pada foto gadis kecil yang tersenyum dengan malu-malu.


''Perempuan egois ini. Sepertinya dia sangat berarti di masa laluku, tapi aku juga tidak bucin sehingga membiarkan dia berbuat seenaknya'' gumam Arnav.


''Treeet treeert treeert''terdengar suara handphone milik Arnav bergetar di dalam kantong celananya, dia segera menerima panggilan itu


''Halo pa'' sapa Arnav.


''Ya Nav. Apakah kamu sudah di perusahaan?'' tanya tuan Andi


''Udah pa. Aku bosan di rumah terus. Lagian aku sekarang harus menghidupi keluarga ku, jadi aku harus giat bekerja'' jawab Arnav.


''Baguslah Nav. Selamat datang kembali dan selamat menjalankan peran kamu sebagai pewaris Sanjaya group, Papa tau kamu bingung harus mulai dari mana Setelah kamu melupakan semuanya, tapi papa yakin kamu bisa belajar dari nol lagi'' ulas tuan Andi.


''Baik tuan besar. Aku akan berusaha sebisa ku, sekarang apa pekerjaan yang bisa aku lakukan?'' tanya Arnav kepada papanya.


''Kamu tunggu aja. Nanti Nina akan mengantarkan berkas yang harus kamu tanda tangani, sebelum itu kamu harus mempelajarinya terlebih dahulu.


Nanti papa akan menyusul kamu ke kantor. Sekarang papa ingin bermain dengan cucu-cucu kesayangan papa '' kata tuan Andi


''Baik lah pa'' jawab Arnav.


Sedangkan Mecca sudah berada di kampus dengan raut wajah yang masih cemberut, dia sangat susah menyembunyikan perasaanya itu.


''Ca apakah ada masalah?'' tanya Mila sahabatnya.


''Gak mil. Gak ada masalah apa-apa'' jawab Mecca.


''Ca kamu tidak pintar untuk berbohong, ayo ceritakan pada ku'' kata Milla lagi.


''Mil. Mas Arnav telah mengetahui kalau aku istrinya dan Arav sama Ara adalah anak-anak kami'' kata Mecca membuka pembicaraan.


''Ca harunya kamu senang,,, kamu dan suamimu sudah kembali, tapi kok kamu sedih seperti itu?''' tanya Milla lagi.


''Aku senang mas Arnav telah kembali, tapi dia sangat berubah dia tidak seperti suami ku lagi, hanya fisiknya aja yang sama'' kata Mecca

__ADS_1


''Apakah sifatnya dia kembali seperti dulu. seperti saat pertama kalian nikah bersikap kasar dan dingin terhadap mu'' kata Milla.


''Iya Mil. Dia agak keras kepadaku, dia juga tidak mau minta maaf atas semua ucapannya yang menyakiti ku'' kata Mecca.


''Ca kamu harus menerima kondisinya seperti itu, dia hanya mengetahui kalau kamu istrinya, tapi dia tidak mengingat seberapa besar cintanya dan perjuangan cinta kalian'' jawab Milla.


''Aku paham dia tidak ingat apapun. Dia hanya mengetahuinya aku istrinya tanpa mengingat perjuangan cinta kami.


Sifatnya seperti pertama bertemu dengan ku dulu. Dia pemarah'' kata Mecca.


''Wajar aja itu Ca, karena dia merasa baru mengenal mu kembali'' ulas Milla lagi.


Setelah lama berbincang mereka segera masuk kedalam kelas untuk mengikuti kuis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak terasa hari udah menjelang sore Mecca segera meluruskan niatnya untuk pulang kerumah menemui anak-anaknya, tapi sebelum pulang langkahnya di hentikan oleh Rian yang dari tadi menunggunya.


''Mecca tunggu! jalan mu cepat sekali. Kewalahan aku mengikuti mu'' kata Rian sambil membungkukkan badannya dengan nafas yang tersengal-sengal.


''Ada apa mas Rian?'' tanya Mecca.


''Kamu ada waktu sebentar,,,'' kata Rian.


''Katakan aja sambil jalan mas. Soalnya Mecca lagi buru-buru '' ulas Mecca lagi sambil jalan.


''Memang kamu mau kemana sih Ca,,,. kok buru-buru amat?'' tanya Rian yang kembali mengikuti Mecca.


''Mecca harus Cepat pulang mas,,, Sekarang mas Arnav udah kembali, jadi Mecca harus sampai kerumah secepatnya mengurus suami dan anak-anak kami'' kata Mecca.


''Ca bisa berhenti sebentar gak'' pinta Rian.


Segera Mecca menghentikan sejenak langkanya.


''Ca kamu bahagia gak dengan kepulangan Arnav?'' tanya Rian lagi.


''Oke,,, kalau kamu merasa bahagia aku tidak akan gangguin kamu lagi. aku tidak akan menemui kamu lagi, tapi seandainya Arnav menyia-nyiakan kamu aku tidak akan tinggal diam, aku bersumpah akan merebut kamu dari dia'' kata Rian dengan wajah serius.


''Maksih mas atas semua kebaikan dan pertolongannya selama ini'' kata Mecca sambil memberikan senyum manisnya pada Rian.


''Ca boleh gak aku bertemu sama si kembar untuk terakhir kalinya'' pinta Rian.


''Nanti aja ya mas nanti Mecca izin dulu sama mas Arnav'' jawab Mecca.


''Tin, tin, tin,,,,, terdengar klakson mobil di hadapan mereka yang lagi berdiri. Ternya itu Arnav yang sengaja menjemput Mecca sambil pulang dari kantornya.


''Mas Rian. Mecca duluan ya'' kata Mecca berpamitan.


Setelah itu segera Mecca menuju mobil yang di kendarai oleh Arnav.


Pandangan kedua lelaki itu bertemu seperti mau menerkam satu sama lain.


''Mas kok gak bilang-bilang kalau mau jemput'' kata mecca.


''Sengaja! kalau aku bilang-bilang kau akan lebih berhati bermain di belakang ku'' kata Arnav


''Mas jangan asal bicara. Setiap omongan mas sangat menyakitkan'' kata Mecca.


''Apakah perbuatan mu bicara sambil senyum-senyum seperti itu tidak menyakiti aku??'' kata Arnav balik bertanya.


''Mas udah berubah'' kata Mecca dengan suara kecil.


''Treeet treeert treeert''terdengar suara handphone milik Arnav bergetar di dalam kantongnya. Dia segera mengangkat telepon yang tertera nama Reyna.


''Halo Rey'' sapa Arnav pada Reyna.

__ADS_1


''Kak Arnav aku mau bertemu dan bicara sama kakak '' kata Reyna.


''Maaf Rey. Sekarang aku lagi jalan bersama istri ku'' jawab Arnav.


''Apa,,, istri?'' tanya Reyna.


''Iya,,, ternyata aku laki-laki yang sudah memiliki istri dan anak'' jawab Arnav.


''Kak beri aku kesempatan kak,,, Please'' kata Reyna memohon.


''Ya udah sekarang kamu dimana?'' tanya Arnav.


''Sekarang aku lagi bersama teman-teman ku di kafe dekat jalan xx'' jawab Reyna.


''Yaudah aku akan segera kesana dengan istri ku'' jawab Arnav.


Setelah sambungan itu terputus. Arnav segera melajukan mobilnya ke kafe yang di katakan Reyna tadi tanpa minta persetujuan dulu dari Mecca.


''Mas turunin Mecca di sini, Mecca mau pulang anak-anak juga telah menunggu Mecca dari tadi'' pinta Mecca.


''sebentar aja'' jawab Arnav singkat.


''Bahkan mas tidak minta persetujuan dulu dari Mecca sebelum bertemu dengan perempuan itu'' celetukan Mecca lagi.


''Memang itu penting'' jawab Arnav singkat.


''Terserah mas'' jawab Mecca singkat juga.


Arnav hanya cuek dengan perubahan wajah istrinya yang sudah hampir emosi.


''Ya tuhan kapan suami ku bisa kembali seperti dulu, sekarang sifatnya dingin seperti pertama menikah dulu, aku harus sabar untuk menghadapi dia.


Aku tau jauh di lubuk hatinya, dia sangat mencintai ku, dia adalah laki-laki yang mau mengorbankan hidupnya demi aku, dia juga lelaki yang mampu merasakan setiap rasa sakit yang aku alami. Ini hanya soal waktu, jadi aku harus terus bertahan. Aku tidak akan menyerah dengan sifat angkuh dan pemarahnya'' gumam Mecca.


Setelah sampai di kafe yang di katakan Reyna, segera Arnav memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam kafe.


Sedangkan Mecca hanya mengikuti Arnav dari belakang.


''Hei Rey,,, '' sapa Arnav.


''Kak Arnav'' kata Reyna yang ingin memeluk Arnav.


''Maaf Rey aku lelaki beristri jadi tolong jaga tingkah mu'' kata Arnav


''Kak aku tidak yakin dengan semua ini, apalagi dengan perempuan ini. Dia bukan kelas mu kak,,, bukankah kak Arnav pernah menolak ku dengan alasan kalau aku masih kecil, menurut ku perempuan ini lebih kecil dari ku. Lagian tampangnya belum bisa menyaingi aku sedikitpun , jangan biarkan orang lain mengambil keuntungan dari musibah yang kakak alami'' kata Reyna tanpa memandang pada istri kecilnya Arnav.


''Reyna tolong mengerti, aku benaran telah menikah dan kami juga sudah punya anak'' kata Arnav lagi.


''Kak kalau aku mau curang. Pertama bertemu dulu aku juga bisa mengatakan kalau kak Arnav suami ku seperti perempuan ini'' kata Reyna.


''Tapi dia mempunyai samua buktinya Rey, dia adalah wanita yang selalu aku bayangin, dia wanita yang aku cintai, jadi tolong hargai itu.


Maaf aku harus segera kembali karena anak-anak kami telah menunggu di rumah'' kata Arnav dengan tegas dan langsung balik badan meninggalkan Reyna sendiri.


''Tunggu kak!! oke aku terima kalau kak Arnav udah menikah, tapi apakah kakak tidak curiga kenapa tidak dari pertama dia mengatakan semuanya, apakah hubungan kalian sudah kandas sebelum kejadian itu. Atau ada bangkai yang lagi di sembunyikan'' kata Reyna menuding Mecca.


''Mas jangan terprovokasi oleh wanita itu, aku lebih baik diam. Aku tau suami ku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti ku, dari dulu dia selalu melindungi ku'' gumam Mecca.


Arnav yang mendengar ucapan Reyna terhenti sejenak setelah itu dia kembali melangkah tanpa menoleh sama sekali.


Sesampainya dalam mobil Arnav tertegun sebentar melihat pada istrinya yang juga sudah berada di sampingnya. menghunuskan pandangannya sepertinya tersirat seribu pertanyaan dalam otaknya mendengarkan ucapan Reyna tadi.


''Aku ingin menanyakannya semuanya agar tidak ada keraguan di hatiku, tapi tidak sekarang. Kalau sekarang aku takut terbawa emosi dan akan lebih memperkeruh rumah tanggaku, aku harus berhati-hati karena aku tau istri kecilku ini sangat rapuh dan cengeng. Bagaimanapun sifatnya aku benar-benar mencintainya'' gumam Arnav sambil menarik nafas panjang.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2