
Rian segera membawa Enjelin ke rumah sakit, tapi semuanya telah terlambat anak dalam kandunganya tidak bisa tertolong lagi.
''Yan katakan padaku, kalau anak ku baik-baik saja'' kata Enjelin yang baru siuman.
''Maaf kak, anak kakak tidak bisa tertolong lagi'' kata Rian dengan wajah sedih.
''Awas kau Arnav Sanjaya. Akan ku buat kau menyesali semuanya, tunggu aja saatnya kau akan merasakan sakit melebihi sakit yang di terima kakak ku. Kau bukan manusia'' gumam Rian yang mengepalkan tangannya.
''Yan urus segera penerbangan ku ke Inggris, aku tidak ingin tinggal di disini lagi, semua yang aku pertahankan sudah hancur, orang yang ku sayangi juga sudah berpaling dari ku '' kata Enjelin yang masih lemas.
''Kak, apakah kau tidak mau membalaskan semuanya'' kata Rian yang begitu antusias.
''Ini bukan saatnya Yan, aku akan kembali untuk membuat gadis kampung itu menyesal selamanya.
Kalau aku tidak bisa mendapatkan Arnav kembali, perempuan itu juga tidak boleh mendapatkan Arnav.
Aku lebih memilih Arnav tiada di tangan ku dari pada melihat dia bahagia sama perempuan itu'' kata Enjelin. dia selalu merencanakan sesuatu untuk membalas Mecca.
Sedangkan di rumah tua itu, hari sudah mulai gelap.
''Sayang,,, kita pulang kerumah ibu aja malam ini ya''kata Arnav membujuk istrinya.
''Gak mau, kalau mas gak betah mas pulang aja sana'' tolak Mecca
''Sayang,,, bukanya aku tidak betah, aku bingung malam ini aku mau tidur dimana?'' kata Arnav berbisik
''Tidur di ranjang aja, dulu pertama nikah bukankah mas tidur di atas dan Mecca tidur di bawah, ya udah kayak gitu aja lagi'' kata Mecca.
''Aku tidak tahan untuk pisah ranjang lagi, aku tidak bisa tidur'' kata Arnav sambil menggoda istri kecilnya
''Bu,,, mas Arnav katanya dia gak mau pisah ranjang lagi'' kata Mecca yang membesarkan suaranya'' Bu Lastri hanya tersenyum mendengarkan ucapan Mecca.
''stttttt jangan semua dilaporkan sama ibu aku malu, itu hanya omongan antara suami istri'' kata Arnav yang meletakan telunjuknya di bibir Mecca.
''Makanya mas jangan kayak gitu terus, tungguin aja kapan kita pulang'' ulas Mecca lagi.
''Sayang aku kangen, aku mau mengunjungi Arav sama Ara malam ini, disini tidak aman ranjangnya aja udah keropos kayak gitu, kalau kedengaran bunyi-bunyi sampai luar, aku sangat tidak enak sama ibu dan bibi '' ucap Arnav lagi.
''Buuuu,,,, mas Arnav katanya mau'' segera Arnav menutup mulut Mecca agar tidak melanjutkan pembicaraannya, saat Arnav menutup mulut Mecca, Mecca langsung menggigit tangan Arnav.
''Sayang sakit, kau mau mengerjai ku sepertinya'' kata Arnav sambil menggosok tangannya yang memerah.
''Makanya jangan banyak bicara dan jangan banyak rencana''ulas Mecca lagi.
''Ya udah aku akan diam, tapi ayo ajak ibu pulang kerumah sekarang'' kata Arnav membujuk Mecca, tapi Mecca tidak menghiraukan ucapan Arnav dia merasa nyaman tinggal di sana.
__ADS_1
Setelah makan malam Meraka semua duduk di teras rumah tua itu. Ada tetangga yang mampir menceritakan keadaaan kampung saat ini.
''Bu Lastri kapan sampainya'' kata tetangga yang mampir dan bersalaman sama Bu Lastri dan semua orang disana.
''Kemaren bu, ibu mau kemana?'' balas Bu Lastri.
''Saya mau mencari anak saya bu, katanya dia main bola di lapangan, tapi udah jam segini dia masih belum pulang'' kata ibu-ibu itu
''Bu,,,, kenapa ya kampung kita ini sangat sepi, biasanya jam segini masih banyak anak-anak yang main, dan jam segini semua orang masih jalan-jalan , tapi sekarang sepi amat ya bu?'' tanya Bu Lastri yang heran dengan perubahan kampung kelahirannya itu.
''Emang bu Lastri belum dengar,,, kalau ada arwah gentayangan yang selalu mengganggu orang-orang di kampung kita ini, dia adalah wanita yang berpakaian putih dan berambut panjang, dia selalu mencari gigi saat hari sudah mulai gelap'' kata ibu-ibu itu.
Mecca langsung merinding mendengarnya dan dia langsung meraba semua giginya, sedangkan Arnav ketawa kecil melihat reaksi istrinya itu.
''dasar gadis konyol, sepertinya ini seru juga aku harus memanfaatkan ini'' gumam Arnav dalam hati
''Maaf Bu,,, memang dimana sering kelihatan perempuan yang mencari gigi itu?'' tanya Arnav yang ikut memanasi suasana.
''Kabarnya dia sering kelihatan di rumah sebelah, karena di sana ada orang meninggal sekeluarga akibat bunuh diri nak'' ucap ibu-ibu itu menjelaskan lagi.
''Setau saya, bukankah makhluk seperti itu sangat menyukai rumah kosong yang sudah lama tidak di tepati ya bu?'' tanya Arnav balik
''Benar nak , dia selalu kelihatan di rumah-rumah kosong, apalagi rumah itu masih bangunan lama itu sangat di sukai nya'' ucapan ibu itu
''Saya baru tau bu, pantesan dari kemaren saya melihat kampung kita ini seperti kampung yang tak berpenghuni ''jawab Bu Lastri
Mecca kelihatan tambah takut mendengar cerita ibu itu. Dia langsung meraba lehernya sendiri, kerena bulu kuduknya sudah berdiri semua.
''Udah dulu ya Bu Lastri, saya takut kemalaman '' kata ibu itu berlalu pergi.
Setelah ibu itu pergi, Mecca langsung menggeser duduknya mendekati Bu Lastri, sedangkan Bu Lastri sangat santai mendengar cerita tersebut.
''Bu,,, ayo kita pulang aja kerumah'' ajak Mecca
''Besok aja ca,,, habis beres-beres rumah ini kita langsung kerumah kita. Ibu juga mau mencari orang yang mau menepati rumah ini agar tetap terawat'' kata Bu Lastri
''Besok siang aja kesini lagi bu, rumah kita sama rumah nenek ini kan dekat'' kata Mecca, tapi Bu Lastri tidak menghiraukan ucapan Mecca.
''dasar gadis pengecut, rupanya kau tidak hanya takut sama manusia, sama hantu juga kau takut rupanya'' gumam Arnav
''Mas ayo kita pulang ''ajak Mecca kepada Arnav.
''Aku nyaman disini sayang aku mau uji nyali, siapa tau mbak Kunti itu mau menemui ku di sini, aku penasaran udah berapa koleksi gigi yang dia punya, lagian kata ibu-ibu tadi dia lebih suka rumah tinggal.
Bukankah rumah ini sudah lama tidak di tepati, apalagi malam ini malam Jumat Kliwon '' ucap Arnav menakuti istrinya.
__ADS_1
''Mas!! jangan ngomong seperti itu'' kata Mecca yang meninggikan suaranya.
''Apa masalahnya, aku mau lihat wajah lucunya itu '' kata Arnav lagi.
''Mas,,, ayo kita aja yang pulang berdua kerumah ibu'' pinta Mecca lagi memohon.
''Baik lah, tapi janji dulu besok pagi kita langsung pulang kerumah kita gimana?'' kata Arnav yang memberikan syarat untuk Mecca.
''Baik mas '' segera Mecca mengemas semua pakaiannya dan minta ijin sama ibu dan bibinya.
''Bu Mecca mau tidur di rumah kita aja, Mecca taku kalau perempuan itu juga minta gigi Mecca '' kata Mecca yang menghampiri ibu di dapur.
''Mecca,,,, tidak ada yang seperti itu nak, ibu lahir dan besar disini, dari dulu ada saja cerita seperti itu, tapi ibu anggap itu hanya tradisi kampung ini, setelah gosip itu, pasti ada saya orang yang kehilangan ternak dan hasil panen mereka''
Kata ibu menjelaskan.
Mendengarkan penjelasan ibu, Arnav pura-pura bercermin di handphonenya sambil memperlihatkan semua giginya, dan menatap Mecca seperti hantu.
Dia sangat pintar berekting karena itu adalah pekerjaannya, dia berbuat seperti itu agar istrinya tidak terpengaruh oleh ucapan ibu. Itu semua di lakukan Arnav saat berada di belakang ibu.
Melihat Arnav yang seperti itu Mecca langsung menunjuk Arnav sambil gemetaran.
''Bu itu hantu giginya datang, Mecca takut bu,,,'' kata Mecca yang sangat ketakutan dan menutup matanya memeluk ibu, mendengarkan itu Arnav langsung mendekati Mecca.
''Sayang kenapa kamu malah mengatakan aku hantu gigi, memang ada hantu gigi setampan aku'' kata Arnav. Mendengar ucapan Arnav bibi langsung tertawa.
''Kak bukankah hantu itu bisa menyamar jadi siapa saja'' kata Miko yang juga sangat ketakutan
''Miko,,,, udah jangan bahas lagi'' kata bundanya.
''Bu dari pada Mecca ketakutan di sini, lebih baik aku bawa aja dia pulang kerumah, jarak rumah dari sini hanya setengah jam'' kata Arnav yang mengunakan kesempatan.
''Benar juga nak Arnav, tapi kalian aja yang pulang, ibu sama bibi masih ingin di sini'' kata ibu
''Baik bu'' kata Arnav yang langsung membawa semua bawaan Mecca.
''Kakak Miko juga mau ikut, Miko tidak mau ambil resiko tinggal disini, Miko takut ompong''kata Miko yang juga mengikuti mereka.
Saat berada di luar, Mecca merasa takut dia melihat kiri dan kanan melangkah berlahan menuju mobil. Begitu juga dengan Miko yang mengikuti Mecca dari belakang.
''Kalian ini masih aja percaya hal yang begituan, kita hidup di tahun berapa coba'' kata Arnav yang melihat reaksi kedua orang itu.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......