
Besoknya Arnav dan Mecca sudah berada di rumah sakit untuk Konsultasi dengan dokter.
Nyonya Gita juga ikut dengan mereka berdua.
Selesai memeriksa Mecca, Arnav langsung mengutarakan keinginannya untuk mengadakan acara resepsi pernikahan mereka dalam waktu dekat ini.
''Dokter mungkin dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan resepsi pernikahan kami, apakah istri saya memungkinkan untuk melakukanya dok?'' tanya Arnav.
''Menurut saya tidak masalah tuan, karena dari semejak hamil sampai sekarang nona sangat kuat, dan tidak ada keluhan yang serius yang beliau rasakan'' jawab dokter.
''Dokter, adakah vitamin untuk membuat menantu dan cucu-cucu saya meningkatkan imunnya agar lebih sehat lagi, sebelum kami melaksanakan resepsi ini, dan agar menantu saya tidak gampang capek?'' tanya nyonya Gita.
''Ya tentu saja nyonya, kami akan memberikan beberapa vitamin, dan jangan biarkan nona terlalu capek usahakan agar nona banyak istirahat. Satu lagi jangan biarkan nona ikut memikirkan semua persiapanya'' titah dokter.
''Baik lah dokter'' jawab nyonya yang ikut duduk di samping Arnav.
Setelah panjang lebar mereka bicara. Akhirnya semuanya selesai tanpa ada keraguan dari dokter, sehingga mereka bisa melaksanakan acara tersebut.
''Nav menurut mama sampai acara itu di adakan, kamu dan Mecca tinggal di rumah besar aja dulu'' kata mama yang sangat khawatir
''Tidak usah ma, Arnav sudah terbiasa merawat Mecca.
Di rumah juga ada mbok Yem. Kalau tidak merepotkan gimana kalau mama tuliskan saja menu sehat untuk Mecca, biar mbok Yem membuatkannya tiap hari'' pinta Arnav menolak secara halus, karena dia merasa rumah besar itu tidak aman untuk Mecca dan calon anak mereka.
''Baik lah Nav, besok akan mama buatkan dan akan mama anterin kerumah kalian, sambil mengajarkan bi Yem '' kata nyonya Gita lagi.
Setelah sampai di rumah besar itu, mereka semua segera turun.
Malam ini Arnav kembali menginap di rumah besar.
''Mas Mecca sudah tidak sabar untuk menemui tukang jahit baju'' ucap Mecca.
''Desainer sayang '' kata Arnav menjelaskan.
''Iya,,,, apa ajalah itu, yang penting dia membuatkan baju untuk kita'' ulas Mecca.
''Ya udah terserah kamu aja, ayo ganti baju kamu, aku risih melihat kamu pakai baju dalam kayak gitu, takut jatuh turun naik tangga ''titah Arnav
''Segera Mecca Manganti pakainya, tapi dia tidak mempunyai pakaian lagi, dia sangat bingung mau pakai baju apa, karena di sini dia hanya mempunyai dua pakainya yang sengaja ditinggalkannya, ke dua baju tersebut juga sudah di pakainya, karena sudah dua hari mereka nginap di rumah besar itu.
''Mas ayo sini'' kata Mecca memanggil suaminya.
''Iya ada apa sayang?'' tanya Arnav yang mengikuti Mecca keruangan ganti.
''Mas Mecca tidak mempunyai baju lagi, Mecca hanya punya celana legging ini '' kata Mecca yang memegang legging warna hitam.
''Sayang kamu pakai baju aku aja untuk sementara ya''
''Baik mas'' segera Mecca mengenakan baju kaos Arnav. sedangkan Arnav hanya menatap lekat perut istrinya yang buncit itu Menganti pakaian di depannya tanpa malu-malu, dan hanya mengunakan dalaman.
__ADS_1
''Tuhan kasihan sekali Mecca, sepertinya perutnya berat sekali. cepatlah putar waktu ini tuhan, agar istri kecilku cepat terbebas'' gumam Arnav.
''Mas ini tidak cukup'' ulas Mecca yang memperlihatkan pusarnya, baju itu tidak menutupi semua perutnya
''Ha ha ha sayang kamu lucu amat kalau seperti ini'' kata Arnav yang melihat lucu istrinya.
''Hi hi hi lucu ya'' kata Mecca yang mencubit pipi suaminya dengan keras
''Au sakit'' keluh Arnav.
''Aku ambilkan lagi yang lebih besar ya'' kata Arnav yang mengambil baju kemeja putih yang agak besar di lemari bagian atas, baju itu masih terbungkus plastik bening yang masih menempel harganya.
''Jangan ini mas, ini sangat bagus dan mahal, sayang kalau di pakai tidur'' Tolak Mecca.
''Aku lebih sayang kamu dari baju ini'' kata Arnav lagi.
Segera Arnav membantu membukakan baju kaos yang menempel di badan Mecca.
Setelah baju itu terlepas, kembali Arnav menatap perut yang kini seperti ada gerakan di dalamnya, saat gerakan kedua bayinya berlangsung. Segera Arnav berlutut meraba gerakan yang berpindah-pindah itu.
''Hei kalian ngapain di dalam, kalian mentertawakan mami kalian juga ya'' kata Arnav.
Kemana gerakan itu pindah, Arnav juga mengikutinya.
Akhirnya Arnav memeluk perut buncit itu sambil meneteskan air matanya, dia merasa bahagia dan agak takut.
''Sayang kalau mereka lagi aktif kayak gini, apakah kamu merasa sakit?'' tanya Arnav sambil menghapus air matanya, dia tidak ingin kelihatan cengeng oleh istrinya.
''Ya udah sini aku bantuin'' kata Arnav yang langsung berdiri memantu Mecca mengancingkan kemeja itu.
Dua hari sudah berlalu Meraka telah kembali kerumah mereka.
Siang ini Mecca dan Arnav juga sudah selesai mengukur gaun pengantin, mereka hanya tinggal menunggu gaun selesai.
di malam harinya Mecca begitu gelisah saat tidur.
''Sayang kamu kenapa gelisah kayak gitu''? tanya Arnav.
''Gak tau mas Mecca serba salah, miring gak enak, lurus juga tidak enak'' jawab Mecca
''Sini sayang'' kata Arnav yang meletakan bantal di dadanya dan menyuruh Mecca untuk bersandar.
''Gimana sayang kamu udah agak enakan?'' tanya Arnav
''lumayan mas, semejak hamil ini mas sangat repot sekali mengurus Mecca. Mecca merasa tidak enak jadinya'' ''kata Mecca
''Aku senang kok, lagian saat tidak hamil aku selalu memanjakan mu seperti ini bukan, walau kadang tidak masuk akal, tapi aku selalu mengikuti kemauan mu'' jawab Arnav sambil memainkan tangannya di perut Mecca.
''Mas pernah kebayang tidak, bakalan menikah dengan perempuan yang harus selalu mas urus seperti Mecca?'' tanya wanita hamil itu.
__ADS_1
''Tidak, tapi Tuhan memberi aku tanggung jawab yang luar biasa karena aku mampu'' jawab Arnav
Setelah lama berbincang, Mecca tertidur di pelukan suaminya dengan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.
''Mecca istri kecilku, kau anugrah terindah yang di berikan tuhan untuk ku, aku beruntung menikah dengan mu, setiap perlakuan ku sangat berkesan untuk mu, dan kau selalu mensyukurinya, aku merasa sangat berarti setiap yang aku lakukan selalu kau hargai'' gumam Arnav
Tidak terasa Arnav juga tertidur dengan nyenyak sambil memeluk wanita hamil itu.
Sedangkan di rumah tuan Andi Sanjaya, Melisa terlihat menghubungi seseorang untuk menghancurkan rencana kakaknya.
''Halo Enjel''
''Halo Melisa,,,, kamu punya kabar apa untuk ku?'' tanya Enjelin yang jauh di negara asing.
''Aku mau mengatakan, kalau sebentar lagi kakak dan wanita itu akan melangsungkan resepsi pernikahan meraka'' kata Melisa menginfokan semuanya kepada Enjelin.
''Biarkan saja, aku jamin setelah acara dia tidak akan bisa lagi menikmati kebahagian itu dengan Arnav, anggap itu kebahagian terakhirnya'' jawab Enjelin.
''Berjanjilah Enjelin, kau tidak akan mencelakai kakak ku, aku tidak mau kalau terjadi sesuatu yang membahayakan kakak ku!'' pinta Melisa.
''Mana mungkin aku akan membahayakan Arnav, bagaimanapun perlakuan Arnav kepadaku, aku begitu mencintainya.
Aku tau dia hanya memanfaatkan gadis itu untuk mendapatkan perusahan dari papa mu, dulu dia telah menceritakannya pada ku sebelum dia menikahi gadis bodoh itu sebagai syarat yang di berikan papa mu.
Setelah semua berada di tangannya , dia juga akan mencampakkan perempuan sial itu, aku sangat mengenalnya, dia tidak punya hati, tapi aku tidak mau menunggunya selama itu, aku tidak butuh harta karena aku sudah memiliki semuanya'' kata Enjelin .
''Aku tidak peduli dengan wanita itu yang penting bagi ku adalah kakak ku'' ulas Melisa kembali
''tentu saja Melisa, aku orang yang pertama yang akan menyesali kalau terjadi sesuatu kepada Arnav'' kata Enjelin lagi.
''Oya Mel, adik ku nanti akan menemui mu di kampus namanya Riyan, dia sepupuku, tolong ya, dia belum mengenal siapa-siapa di Indonesia. Aku harap kalian bisa berteman baik'' kata Enjelin lagi.
''Oke ''kata Melisa yang mutuskan panggilan itu sepihak, kerena Mella adik bungsunya tiba-tiba masuk ke kamarnya, dia takut Mella akan mengetahui rencana jahatnya itu.
Kini pagi kembali datang, Arnav segera membangunkan Mecca. Seperti biasa Arnav akan mengajak Mecca berkeliling di pagi hari.
''Mas jalannya udah dulu ya,,,, Mecca udah capek'' kata Mecca
''Baiklah sayang ayo kita kembali, tapi sebelum itu kamu harus minum air dulu sedikit''pinta Arnav
Meraka tidak menyadari kalau ada seseorang yang mengikuti mereka dari tadi, dia sengaja menyembunyikan wajahnya di balik masker dan pakai kaca mata hitam agar tidak di kenal oleh Arnav.
Dia adalah Rian yang dulu sempat dekat dengan Arnav, mereka dulu sempat bersahabat, tapi semenjak kekasih Rian yang ketahuan selingkuh dengan Arnav, persahabatan merekapun langsung retak.
''Arnav Sanjaya. Sejak kapan hati mu menjadi pink kepda wanita, dan sejak kapan kau jadi pedofil menikahi anak-anak.
Aku sangat mengenal mu, kau tidak akan mengencani wanita kalau tidak untuk kau manfaatkan seperti kakak ku dan kekasihku'' gumam Rian.
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......