Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Mecca minta jatah duluan


__ADS_3

Setelah bergurau mereka segera keluar dengan wajah yang yang lucu.


''Ca aku duluan ya, sepertinya ojek langganan aku sudah datang'' kata Mila sambil meninggalkan Mecca sendirian.


Mecca segera mengeluarkan handphone ingin menghubungi suaminya.


Belum juga panggilan itu tersambung, mabil sport merah udah berada di hadapannya, segera Mecca menghampiri dan masuk kedalam mobil.


''Sayang mata mu kok memerah gitu, kau pasti kecapean karena terlalu serius ya'' kata Arnav menyindir istrinya itu.


''Iya mas, Mecca sengat serius, sehingga Mecca sangat merasa lapar.


Mas boleh gak kita mampir di tempat orang jualan bubur ayam'' katanya dengan wajah merayu


Baik sayang, apapun itu akan aku lakukan, karena hari ini seratus buat istri kecilku yang begitu serius untuk belajar'' jawabnya lagi sambil senyum-senyum


''Sayang tadi pelajarannya tentang apa??'' kembali lelaki itu bertanya


''tadi tentang untung rugi'' jawabnya dengan santai, mas kok wajahnya jadi senyum-senyum gitu sih, aneh.


''oh itu tu, aku ingat sahabatku mengirimkan aku foto lucu'' jawab suaminya lagi.


''mana Mecca juga mau lihat?'' katanya yang juga penasaran


''jangan, kalau kau yang lihat pasti nanti kau jadi syok'' jawab arnav lagi.


Tidak lama setelah mereka berkendara, mereka berdua menemukan tempat orang jualan bubur ayam, mobil yang dikendarai Arnav langsung menepi.


''sayang kamu tunggu disini aja ya'' kata Arnav sambil meninggalkan Mecca dalam mobil itu sendiri, arnav menghampiri orang yang menjual bubur ayam itu, setelah sampai disana segera Arnav memesan satu untuk di bungkus, ketika Arnav mendekat ke tukang bubur ayam.


Arnav merasa mual melihat bubur ayam itu, apalagi dengan bau bawang goreng yang sangat menyengat di hidungnya, dia sangat mual, ingin rasanya dia mengeluarkan semua isi perutnya. Setelah dia membayar dan mengambil bungkusan itu, dia segera kembali ke mobil sambil menahan perutnya.


''Mas kenapa??'' tanya Mecca heran melihat wajah suaminya dengan tangan yang memencet hidungnya.


''Aku mual melihat ayam yang di hancurkan itu, apalagi dengan baunya yang menyengat''katanya lagi dengan tanya yang masih menutup hidungnya.


''Mas tidak suka bau bawang gorengan?'' kata Mecca kembali bertanya


''Biasanya aku tidak apa-apa, tapi belakangan ini aku sangat sensitive'' jawabnya kembali mengendara.


Setibanya dikantor. Arnav segera barlarian ke dalam kamar mandi ruangan pribadinya, untuk mengeluarkan semua isi perutnya.


''Mas sakit ya?'' dia bertanya dengan membawakan sebotol air mineral.


''Gak sayang, mungkin aku masuk angin'' jawabnya


''Pasti mas belum makan, ayo kita makan bubur ayam yang tadi aja'' ajakan Mecca, mendengarkan bubur ayam dia kembali muntah.


''Sayang jauhkan makanan itu dari ku'' jawabnya sambil memegang perutnya


Setelah Arnav merasa agak enakan, dia kembali keruangan kerjanya untuk melanjutkan kembali berkas yang harus ditanda tangani.

__ADS_1


Sedangkan Mecca makan bubur ayam jauh dari ruangan Arnav, dia takut arnav akan mual lagi.


''Treeet treeet treeer'' terdengar suara handphone Mecca bergetar, ada panggilan masuk dari Milla.


''Halo Ca'' sapa Mila


''ya mil''


''Ca tadi aku memasukan tugas dari dosen kedalam tas mu, katanya itu hukuman untuk orang tidur'' kata Mila dibalik telpon.


''Apa! jadi aku rugi banyak hari ini, udah tidur, dikasih tugas, dapat teman oon lagi'' kata Mecca kambali mengatai sahabatnya itu.


''Ca jangan gitu sih, Oya bilang sama om dan Tante kamu, kalau besok aku mau mengajak kamu ke kafe om aku.


Aku ada kejutan untukmu''kata Mila


''Baik mil, aku izin dulu nanti ya''jawab Mecca.


Mecca tidak menyadari kalau besok adalah hari ulang tahunnya, sedangkan Aldo juga telah menyewa kafe itu untuk merayakan ulang tahun Mecca.


Dia ingin segera mengatakan perasaanya, dan ingin Mecca segera jadi kekasihnya.


Setelah sambungan itu terputus. Mecca membuka kertas soal yang diberikan oleh dosen untuk dirinya, dia membukanya dan membaca soal itu satu persatu, dia sangat bingung dengan semua soal yang dia baca, Mecca sama sekali tidak mengerti semua soal-soal itu.


''tok tok tok, mas'' Mecca memanggil suaminya dari balik pintu.


''ya'' jawabnya pendek.


'' Minta tolong apa sayang?'' tanya arnav yang melihat wajah istrinya seperti memohon.


''Mecca bingung dengan semua tugas ini mas, bantuin Mecca untuk menjawab semua soalan ini ya'' katanya lagi dengan wajah kasihan.


Arnav segera memeriksa soal itu satu persatu.


''sayang ini sangat mudah, kau pasti bisa, bukankah tadi kau belajar dengan serius, sampai-sampai matamu memerah'' kata arnav memberikan kembali kertas soal itu.


''Mas Mecca bingung, lagian itu mudah menurut mas, mas pasti bisa. Mecca sangat mengantuk mas tolong sekali ini,,,, saja''


segera dia meninggalkan arnav melangkah menuju sofa panjang membaringkan badannya.


''Sayang aku yakin kau gadis yang pintar, kau pasti bisa menjawab semua ini, kalau kau tidak mengerti kau boleh menanyakan kepada ku nanti'' kata arnav yang bicara sendirian.Orang yang di ajaknya bicara sudah tertidur.


''Ini namanya aku yang kembali kuliah'' gumam arnav dalam hati, arnav kembali duduk dan mengerjakan soal itu satu persatu, setelah semuanya selesai Arnav segera bersiap-siap untuk pulang, sementara Mecca masih tidur dengan nyenyak, Arnav segera mengendong istrinya menuju mobil.


''sepertinya badanmu tambah berat, biasanya tidak seberat ini, jangan jangan kau hamil, aku akan membeli tes pack untuk memastikannya, banyak perubahan darimu sekarang '' gumam arnav dalam hati


Betapa enak tidur gadis kecil itu, sehingga dia tidak menyadari Arnav yang sering berhenti untuk mencari makan malam, dan membeli tes pack di toko obat.


''sayang, kalau tidur seperti ini kau seperti boneka.Mudah-mudahan kau banaran hamil, aku sudah tidak sabar untuk bermain dengan anakku'' katanya bicara kecil.


Setibanya dirumah arnav kembali mengendong istrinya yang masih tertidur pulas ke dalam kamar.

__ADS_1


Dikamar dia kembali membaringkan Mecca, dia sendiri segera bangkit untuk membersihkan dirinya, dan menyiapkan makanan untuk kesayangannya itu.


Akhirnya gadis itu kembali bangun, dan menyusuri semua tempat. tapi Dia tidak menemukan suaminya, dia segera keluar kamar, rupanya Suaminya lagi sibuk di dapur dengan penampilan yang santai,lelaki yang wajah tampan itu melakukan pekerjaan dengan cekatan.


Mecca yang mengintip arnav dari pintu, seperti kucing melihat ikan, dia begitu mengagumi wajah tampan itu. Tampa pikir panjang lagi, Mecca segera membersihkan tubuhnya dan berdandan secantik mungkin.


Dengan sedikit memoles dirinya dengan bedak, dan lipstik warna bibir. Rambut yang disengaja terurai bebas. Dia tau kalau itu adalah kelemahan Arnav. Melihat rambut istrinya dia sedang cukup tergila-gila.


''Mas Mecca mau bantuin apa???'' katanya sesampainya di meja makan


''Gak usah kamu duduk aja, sayang kamu sangat cantik'' kata arnav memuji.


''Mas habis makan ini kita bobok boboan yuk'' katanya bicara seperti merayu. Mecca bingung bagai mana cara mengatakannya, kalau malam ini dia sangat ingin merasakan belaian suaminya.


Belakangan ini dia berubah drastis. Tidak saja nafsu makanya yang meningkat, nafsu bercintanya juga ikut meningkat.


''Boboan itu maksudnya tidur, kenapa pakai istilah seperti itu sayang, bilang aja kau mau nyambung tidur lagi'' jawab arnav santai, padahal dia sudah paham dengan cara dan maksud istrinya.


''Mas ini anak-anak amat, tidak mengerti maksud omongan orang dewasa'' ucapnya sambil menghabiskan makanannya.


'' kelinci kecil ini sepertinya udah mulai nakal'' gumam arnav.


Habis makan Mecca segera membersihkan semua peralatan, dan arnav membersihkan meja makan. Mereka sama-sama diam, sepertinya gadis kecil itu sangat kesal.


Setelah itu Mecca segera masuk kamar duluan, arnav masih tersenyum lucu melihat tingkah istrinya.


Arnav juga mengikuti Mecca dari belakang, dan melihat gadis itu udah berbaring membelakanginya.


''sayang bagai mana mungkin aku menolak mu, ini perubahan yang aku tunggu-tunggu, biasanya kau sangat malu setiap aku sentuh, sekarang kau menginginkannya sendiri'' gumam arnav yang juga ikut berbaring


''sayang maksudmu boboan itu, membuat Dede bayi, Tampa kau ajak aku sudah tidak sabar untuk melakukanya, kau meracuniku dengan berpenampilan seperti ini, melihatmu aku mabuk''


Bisik arnav di telinga istrinya, segera arnav memasukan tangan nakalnya kedalam baju Mecca, dia ingin menemukan mainan malam yang membuat dia candu, dia melakukan dengan lembut, kali ini mereka melakukanya ini lebih lama dari biasanya, Karana istrinya malam ini sangat menggoda.


Setelah selesai olah raga, Mecca sangat capek sedangkan itu tidak ngaruh untuk Arnav.


'' Mas besok pulang kampus Mecca ikut Mila ya mas'' katanya yang masih berada diperlukan suaminya.


''mau apa kamu ke sana sayang, apakah kamu tidak mau mengajak aku, atau kamu malu ketahuan sahabat mu itu, kalau kau udah nikah '' kata arnav sambil menikmati harum khas istrinya, dengan mencium leher belakang istrinya.


''tadi Mecca udah mau mengatakannya, tapi ada aja halangannya. Mas boleh ke sana nanti, ketika Mecca telah mengatakan semuanya kepada Milla'' katanya lagi.


''kapan kau mau mengatakan hubungan kita kepada sahabatmu itu?'' tanya arnav lagi


''besoak ya mas, ayo kita tidur'' ajak Mecca.


bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena

__ADS_1


__ADS_2