
dengan berat hati mecca mengikuti kemauan suami dan ibunya, untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang baru di ditekuninya itu.
di toko buku tempat dia bekerja, Mecca tidak tau bagaimana cara memberi tahu Mila sahabatnya itu.
'' hei Mecca, kenapa hari ini kamu terlihat murung '' tanya Mila yang baru saja datang
'' aku ada sesuatu yang harus aku bilang sama mu '' ucap Mecca kepada sahabatnya itu
'' apa,,,,, jangan bikin aku jadi mati penasaran, setelah itu aku juga mau mengatakan kabar gembira sama kamu ca '' sambil tersenyum bahagia
'' kabar gembira apa mil'' tanya Mecca
'' yeee kok jadi aku duluan yang ngomong, kamu aja dulu '' kata Mila sambil mencubit pelan tangan sahabatnya.
'' mil sebelumnya aku mau berterimakasih kepadamu, karena telah memasukan aku kerja di sini, mil mungkin hari ini hari terakhir aku bekerja di sini '' kata gadis itu memberi tahu sahabatnya dengan wajah sedih
''kenapa ca, apa karena kamu tak sanggup dengan perlakuan kak rita?'' tanya Mila
'' gk, aku ingin di rumah aja dulu, sambil memikirkan tawaran kuliah yang di berikan orang kaya itu'' jawabannya
'' oh aku rasa kau harus mengambil tawaran itu ca, tenang saja kamu tidak akan meninggalkan aku di sini, aku juga mungkin hari ini akan mengundurkan diri dari sini ca, '' ternyata Mila juga mau mengundurkan diri dari toko buku itu.
'' kenapa mil, apakah kau dapat kerja yang lebih bagus '' tanya Mecca menyidik
'' gk, aku akan kuliah di biayai pamanku di jakarta, tapi aku harus bekerja paroh waktu untuk membantu pamanku di kafe miliknya.
'' apa,,, kau sangat beruntung mil '' ucap Mecca senang.
'' berarti hari ini kita sama-sama mengundurkan diri dong mil, kasihan kak Aldo ya '' ucap Mecca lagi
'' yang perlu di kasihi mak lampir ca, dia akan tambah tua di sini karena akan datang lagi anak baru yang akan di ajarnya dari nol, pasti dia akan marah-marah terus, kalau kak Aldo ma setau aku cuma bantu-bantu aja disini, kerena kak Aldo akan membuka cabang miliknya sendiri di Jakarta ca'' penjelasan Mila kepada sahabatnya itu.
'' udah lah mil, karena sekarang hari terakhir kita di sini, kita harus meninggalkan kesan yang baik dengan mengerjakan pekerjaan Serapi dan sebersih mungkin oke'' ajak Mecca
'' oke siapa takut'' jawab Mila
sedangkan di rumah, arnav asik dengan laptop dan semua laporan yang harus di dikerjakannya.
__ADS_1
setelah kerjaan yang menumpuk itu selesai, dia berjalan mengelilingi kampung, sekarang dia berjalan di daerah persawahan karena dia tidak pernah menempuh area persawahan itu,pas kakinya menginjak lumpur membuat dia sangat kesusahan, dan agak merasa jijik dengan lumpur hitam yang lunak itu,
setelah lama dia berjalan, dari kejauhan dia melihat wanita paruh baya yang sedang memberi makan bebek, arnav segera mendekati wanita tersebut yang merupakan ibu mertuanya.
'' eh nak arnav, apakah nak arnav ada perlu sehingga menyusul ibu sejauh ini, atau nak arnav menunggu ibu untuk makan siang ??'' tanya Bu Lastri
'' gk Bu, aku sudah makan siang, makasih ya Bu sudah memasak yang enak-enak setiap hari untuk ku '' ucap arnav semari memandang kearah kolam yang berisi ternak ikan mas.
aku hanya jalan-jalan aja menghilangkan jenuh, apakah aku boleh membantu ibu memberi makan bebek itu ''ucap arnav lagi
'' jangan nak ini sangat kotor'' jawab ibu menolak
'' gk apa-apa Bu, aku mau mencoba '' sambil mengambil alih ember berisi makanan bebek di tangan mertuanya.
sedangkan ditempat kerja, Mecca dan Mila membersihkan dan merapikan semua buku-buku dengan cekatan, sampai sampai mereka tidak menyadari kalau hari telah sore, mereka segera akan bersiap-siap pulang, sebelum pulang mereka sudah siap untuk mengatakan pengunduran diri mereka kepada Aldo.
'' permisi kak Aldo, boleh kami bicara sebentar kak Aldo ??'' tanya Mila di ikuti Mecca di belakangnya
'' oh tentu saja, silahkan duduk '' ucap Aldo
'' kak mohon maaf sebelumnya, aku dan Mecca mau mengundurkan diri dari sini kak'' kata Mila menundukkan kepala begitu juga dengan Mecca
'' bukan begitu kak, aku mau lanjut kuliah sedangkan Mecca sepertinya juga mau lanjut kuliah kak''
jawab Mila, sedangkan Mecca hanya diam menundukkan kepalanya sambil meremas ujung bajunya, memang Mecca ini gadis yang pengecut
'' oh bagus kalau begitu aku mendukung keputusan kalian, dimana rencananya kalian mau kuliah '' tanya Aldo balik
'' belum tau kak, masih mencari '' jawab Mila
'' Oya ca apakah kamu akan kuliah di Jakarta, kalau begitu aku akan sering mengunjungi mu, karena aku akan membuka cabang disana, dan akan menyelesaikan kuliah ku juga ''
ucap aldo bicara sambil menghadap Mecca, karena dari tadi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mungil gadis ini.
'' iiiya kak'' jawabnya terbata
'' Oya ni gaji kalian, maaf ya aku gk bisa memberi penuh '' kata Aldo sambil menyodorkan uang kertas warna merah empat belas lembar
__ADS_1
'' gk usah kak, kami kerja baru setengah bulan dan belum ada yang benar '' ucap Mecca angkat bicara
'' gk apa-apa, anggap ini untuk bayar makan dan ongkos kalian ucap Aldo.
'' iya ca rejeki kok ditolak '' ucap Mila sambil menerima uang dari Aldo, dan membagi dua uang tersebut untuk dia dan Mecca sembari memberikan dengan paksa ke tangan mecca.
'' kak Aldo baik deh, Mila doain semoga kak Aldo dan Mecca bisa ''
'' Mila kamu ini ya'' ucap Mecca menikung omongan sahabatnya itu.
'' ya udah aku duluan ya kak Aldo, daaa'' sambil meninggalkan Mecca dan Aldo
'' kak Mecca juga pulang ya '' sambil beranjak meninggalkan Aldo, belum selangkah Aldo langsung menghentikan langkah gadis itu.
'' ca ada yang mau kak Aldo bicarakan, apakah kamu ada waktu sebentar '' ucap Aldo
'' baik kak '' ucap gadis itu sambil mengikuti Aldo
'' setelah mereka menemukan tempat duduk yang cocok di warung kecil itu, Tampa membuang waktu Aldo segera memesan jus jeruk untuk dirinya dan Mecca.
'' minum ca'' ucap Aldo
'' makasih kak'' balasnya
'' tampa basa basi, Aldo langsung menyampaikan tujuannya mengajak Mecca bicara.
'' ca kakak mau jujur, selama ini sebenarnya kakak mempunyai perasaan suka sama kamu ca'' dengan langsung Aldo mengatakan perasaannya kepada Mecca, dia tidak ingin mengundur untuk mengatakan perasaan yang sekian lama di pendam nya sendiri.
'' maaf kak sebenarnya Mecca sudah ''
''treeet treeeet tteeet '' terdengar bunyi suara getaran hp di dalam kantongnya, yang membuat pembicaraannya terhenti,
segera dia mengangkat nomor baru yang muncul di hp miliknya, yang bergetar tersebut
****bersambung****
tolong tinggalkan jejaknya ya sahabat bagi yang sudah terjebak membaca novel ini agar author nya jadi semangat menulis cerita
__ADS_1
mohon maaf juga jika penulisan yang masih berantakan dan susah dipahami karena ini karya pertama
selamat membaca