Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Tidak sejalan


__ADS_3

'' Apa,,,, Mas Arnav menutupi semua kecerobohan yang telah Mecca lakukan?'' kata Mecca terhempas kembali ke lantai.


''Kak Arnav sangat mencintai mu, dia tidak ingin kau dalam bahaya. Dia juga tidak ingin si kembar kehilangan mami mereka.


Kakak memilih hidup terpisah dari kalian, dan memilih melepaskan ikatan pernikahan kalian dari pada kau merasakan dinginnya lantai di dalam penjara'' kata Mella yang tidak lagi menutup nutupinya dari Mecca.


''Kenapa kakak tidak memberi tahu Mecca dari kemaren kak?''


''Kak Arnav memohon agar kami tidak memberi tau mu masalah ini, dia takut kau hidup dengan rasa bersalah seumur hidupmu.


Kak Arnav juga tidak ingin kau merasa ketakutan karena dia tau istrinya ini adalah seorang perempuan pengecut'' ulas Mella lagi.


''Mas Arnav tidak boleh melakukan ini.


Mecca rela masuk penjara dari pada melihat mas Arnav menikahi wanita lain''


Sedangkan Arnav ingin segera pulang dan mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya, tapi dia tidak pulang kerumah besar dan dia juga tidak pulang kerumahnya , dia lebih memilih pulang kerumah kedua Sanjaya.


Yaitu rumah yang di tepati keluarga sanjaya sebelum mereka pindah ke rumah yang sekarang.


Rumah ke dua itu terletak dipinggir kota.


Arnav berencana tinggal disan sampai kepergiannya ke luar negri, dia tidak ingin Mecca mengikutinya kerumah besar untuk memohon agar dia tidak pergi.


Sesampainya di rumah kedua, segera Arnav menghubungi Mella mengatakan kalau dia tidak pulang malam ini, agar keluarganya tidak khawatir padanya.


''Treeet treeert treeert'' terdengar suara handphone milik Mella bergetar di tengah pembicaraannya dengan Mecca.


''Halo,,,,,'' sapa Mella


''Halo Mel,,, kakak hari ini tidak pulang ke rumah.


Sampai keberangkatan kakak keluar negri kakak akan nginap di rumah kedua, bilang sama mama agar mama tidak khawatir.


Oya Mell,,, Tolong bawa Mecca kerumah besar dulu ya.


Kakak takut dia melakukan hal yang tidak-tidak, karena terlalu sedih dengan ucapan kakak padanya tadi.


Tolong jaga anak-anak juga ya Mell'' kata Arnav.


''Baik kak. Jaga diri kakak baik-baik, tenang saja aku akan menjaga istri dan anakmu'' ulas Mella.


Mecca yang mendengarkan ucapan Mella langsung bergetar hebat, dikiranya Arnav udah terbang keluar negri. Rasa takut akan kehilangan suaminya segera membayang di benaknya.


Setelah sambungan itu terputus.


Mecca mencoba menguatkan kakinya mendekati Mella dan mengguncang tubuh Mella agar mau mengatakan dimana Arnav berada saat ini.

__ADS_1


''Kak,,, mas Arnav dimana kak???''


''Dia berada di rumah kedua saat ini'' Balas Mella.


''Rumah kedua,,'' Mecca ingat dulu Arnav pernah bercerita tentang rumah kedua itu. Rumah pinggir kota yang menyimpan kenangan masa kecilnya dengan Melisa dan Mella.


''Mama,,, kakak. Tolong jaga anak-anak dulu ya,,, Mecca akan menyusulnya kesana'' kata Mecca memberikan kedua anak-anak pada mertua dan iparnya.


''Mecca sayang,,, itu sangat jauh di pinggir kota nak ''


''Tidak ma, itu tidak jauh. semua akan terasa jauh kalau mas Arnav udah menikahi perempuan itu'' kata Mecca berlalu pergi.


''Ca jangan pergi sendiri nak, minta tolong sama mang Ujang untuk mengantar mu'' kata nyonya Gita sambil berteriak, tapi Mecca tidak menghiraukannya, dia berlari mencari tumpangan.


Kebetulan di pinggir jalan di depan rumah Sanjaya ada taksi kosong dan Mecca langsung menaiki taksi tersebut untuk mengantarnya ke terminal.


Sedangkan Arnav baru sampai di rumah ke dua dipinggir kota itu.


Dia merasa agak sedikit tenang sambil menghirup udara yang cukup sejuk di daerah itu.


Setah cukup baginya menenangkan pikirannya, dia segera Menganti pakainya dengan pakain santai.


Sambil duduk Arnav membuka galeri dalam handphonenya, dia membuka koleksi foto anak-anaknya dan foto wanita cantik yang lagi mengendong anak kembar itu.


''Sayang aku yakin suatu saat nanti kamu akan jadi wanita tangguh, aku telah memilih jalanku sendiri, walaupun kita sudah tidak sejalan lagi, tapi kamu dan kedua buah hati kita akan selalu berada dalam hatiku'' gumam Arnav.


Saat dia turun dari bus besar, dia kembali menyambung perjalanan dengan ojek untuk mengantarkannya ke alamat tujuan.


Kini hari sudah hampir gelap, tapi Mecca masih berada di jalan. Saat turun dari ojek dia agak kebingungan dengan alamat yang mau ditujuannya itu, karena baru kali ini dia pergi kesana.


Cukup jauh dia berjalan kaki, dan hampir tiga kali dia menyasar ke kompleks sebelah.


Dalam perjalan sungguh banyak kesulitan yang Mecca rasakan.


Kini gerimis mulai turun dia tetap berjalan seperti seseorang tanpa tujuan.


Dia melewati jalan yang sedikit becek sehingga dia tergelincir ka dalam lumpur bercampur kerikil tajam.


Dia mencoba kembali berdiri dan berjalan. Padahal lututnya udah terasa perih karena goresan kerikil yang tajam itu.


Bagian punggung telapak kakinya juga sudah memerah karena kelamaan berjalan kaki, dia tidak membawa duit lebih sehingga dia kehabisan duit untuk kembali naik ojek.


Untung saja ada yang berbaik hati mengantarkan dia kealamat tujuannya.


Sesampainya di alamat tujuan, tampa bersuara dia menyusup kedalam rumah yang tampak tidak berpenghuni itu.


Saat dia menuju lantai atas, dia melihat laki-laki yang dia cintai itu memandang jauh keluar dari jendela tua, dengan memakai boxer dengan kaos lekbong yang serba hitam.

__ADS_1


Segera Mecca berlari dan memeluk pria yang berbadan bak atletis itu dengan kuat.


''Mas,,,,,,'' kata Mecca sambil memeluk laki itu dari belakang.


Arnav sangat kaget dan tidak percaya kalau yang melingkarkan tangan di pinggangnya itu adalah wanita yang dari tadi bermain di otaknya.


''Mecca kau,,,,''


''Mas,,,,''


''Kenapa kau kesini. Bukankah sudah aku katakan kalau aku sudah tidak menginginkan kamu lagi'' kata Arnav tanpa menoleh pada pada Mecca.


''Gak itu bohong'' jawab Mecca.


''Aku tidak berbohong. Apakah kau mau lihat sendiri saat aku menikahi Reyna agar kau yakin''


Segera Mecca melepaskan pelukannya dan sedikit berpura-pura pusing sambil memegang kepalanya.


''Auuuuh'' Mecca mencoba berpura-pura meringis kesakitan, dia tau Arnav tidak akan tega padanya.


Mendengar Mecca meringis. Segera Arnav memutar tubuhnya.


''Sayang kau kenapa?'' kata Arnav dengan khawatir.


''Gak kenapa-kenapa. Katanya mas udah gak sayang lagi sama Mecca, tapi buktinya mas mengkhawatirkan Mecca''


Arnav melihat lekat wajah istri kecilnya yang sudah terlihat lelah dan berantakan itu.


''Sama siapa kau kesini?''


''Sendiri,,,Mecca naik bus, setelah sampai terminal Mecca pakai ojek''


Arnav tidak menyangka kalau Mecca akan mengikutinya sejauh itu sendiri.


Kenapa kakimu memerah seperti ini?'' kata Arnav yang melihat kaki Mecca ada bekas jatuh, dan memerah kerena kelamaan berjalan kaki.


'' Tadi Mecca salah alamat saat turun dari ojek. Mecca bingung, jadi Mecca jalan kaki dari gang damai sampai kesini ''


''Haaa,,,,, kau jalan kaki sejauh itu, kenapa kau nekat seperti ini'' segera Arnav mengendong Mecca menuju kamar.


Setelah Mecca berada di atas ranjang, segera Arnav berjongkok membersihkan luka istrinya itu dengan hati-hati.


''Kenapa kau tidak mengikuti perintah suamimu. Apakah kau mau jadi istri yang durhaka?'' ada sedikit penyesalan dari Arnav melihat kondisi istrinya yang begitu menyedihkan.


* Bersambung*


Hei kakak🙏 makasih ya... yang udah mampir dan meninggalkan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2