Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
aku adalah milikmu


__ADS_3

rasanya arnav sudah lumayan lama menunggu istri kecilnya yang berada di dalam toilet, tak lama yang ditunggu akhirnya menampakan batang hidungnya.


''hei kenapa kau lama sekali, aku masih banyak urusan yang harus ku selesaikan''


''maaf mas ''kata perempuan itu menundukkan kepalanya, dia sengaja membiarkan rambutnya terurai bebas, agar bisa menutupi wajah yang habis menangis.


''hei, sepertinya habis keluar dari toilet, kok kamu jadi pemalu, atau ada sesuatu lagi yang kau sembunyikan dari ku?'' tanya arnav, padahal dia sudah mengetahui raut wajah itu.


'' gk apa-apa kok mas, Mecca habis cuci muka, makanya lama '' katanya berbohong


'' pintar sekali kau menyembunyikan perasaan mu'' kata arnav dalam hati


'' oh yasudah, kalau begitu ayo aku antar kau pulang'' ucapan arnav lagi


setelah mereka naik mobil, Mecca sama sekali tidak bersuara dia hanya diam.


''habis ini aku akan keluar, kau mau dirumah atau ikut dengan ku'' kata arnav memecah suasana


'' ikut mas, bukankah mas udah janji sama ibu sebelum kesini, kemana mas pergi akan membawa Mecca'' kata gadis cantik itu


'' oke, tapi disana kau harus patuh, dan jangan banyak bicara '' kata suaminya memperingatkan


'' baik mas'' jawabnya singkat.


setelah sampai di rumah, mereka segera masuk menuju kamar, sebelum mereka menaiki tangga, mereka berpapasan dengan Melisa yang sudah memakai gaun cantik.


'' meli kau mau kemana?'' tanya arnav kepada adiknya itu


'' aku ada acara kak'' jawab Melisa


''awas, jangan pulang malam-malam, gk baik anak perempuan pulang malam '' kata arnav yang tidak mengetahui kalau adiknya juga pergi kepesta enjelin diam-diam


'' baik kak, ku kira semenjak kau beristri, kau sudah tidak mempedulikan saudari mu lagi'' kata Melisa yang melirik kearah Mecca


'' udah lah, pergi sana'' kata arnav sambil berjalan menaiki tangga di ikuti Mecca di belakangnya.


setelah dikamar, arnav segera merebahkan badannya sejenak diatas ranjang, Mecca hanya duduk dipinggir ranjang membuka hpnya, karena dia mendapat pesan wa dari Mila sahabatnya.


'' ca gima kabar mu?''


'' ca kok kamu susah di hubungi ''


''ca aku udah di Jakarta''

__ADS_1


banyak lagi pesan masuk dari mila, Mecca hanya tersenyum membaca pesan sahabatnya itu satu persatu.


arnav yang melihat istrinya tersenyum-senyum sendiri langsung curiga


''siapa yang chat dia, kok dia seceria itu'' kata arnav yang penasaran, tiba-tiba arnav mendekat dan sengaja meletakan kepalanya di paha istrinya.


''mas kenapa?'' tanya Mecca yang agak risih dengan sikap suaminya, dia segera menghentikan kesibukannya membalas chat dari Mila.


'' kenapa? apakah kau terganggu'' tanya arnav memandang wajah istrinya


'' bukanlah seorang kakak tidak tidur dipangkuan adiknya'' kata Mecca membalas perkataan arnav sewaktu makan di tempat somay tadi.


''iya, memang gk boleh, tapi kalau dikamar gak bisa di pungkiri kau tetap istriku'' kata arnav yang tidak kehilangan akal untuk menjawab serangan istrinya.


'' mas katanya ada acara, ayo mandi sana'' kata Mecca sambil menyentuh wajah arnav untuk pertama kalinya, entah dapat keberanian dari mana dia sekarang


'' arnav merasa istrinya sudah berani mengekpresikan perasaanya, dia hanya diam dan membiarkan tangan mulus itu menjelajah di wajahnya.


Mecca baru sadar kalau arnav memperhatikan tingkahnya, segera mengalihkan tangganya dari wajah suaminya.


'' maaf mas'' katanya dengan wajah yang memerah menahan malu


''gk apa-apa, kau sadar gak, kalau lelaki di hadapan mu ini adalah milik mu, bukan milik orang lain, seharusnya kau mempertahankan milikmu dari sentuh siapa pun, bukan malah terus mengalah, kau harus berani jangan sedikitpun kau takut, kalau kau merasa benar yang kau perjuangkan itu milikmu'' kata arnav yang masih tidur paha istri kecilnya


'' gimana kalau yang mau dipertahankan itu sebelumnya memang milik orang, dan Mecca yang datang terlambat'' kata gadis itu


'' sebenarnya mecca mau mempertahankan, tapi gak ada daya mas, dan yang mau dipertahankan itu juga tidak pernah berpihak kepada mecca'' kata Mecca yang memandang lekat manik hitam suaminya


'' kenapa kau tidak berani memastikan hatinya, kalau kau merasa dia milikmu, kau bebas untuk bertanya, kenapa kau begitu takut terhadap sesuatu yang belum kau pastikan.


'' Mecca tau kepastian yang sebenarnya mas'' ucapnya yang membelai rambut suaminya


'' saat melihat aku dengan perempuan lain, apakah di dalam sini kau merasa luka?''tanya arnav menunjuk ke dada Mecha.


''treeet treeet treeer'' belum sempat dia menjawab pertanyaan suaminya, terdengar bunyi hp di si samping duduknya, itu suara hpnya ada panggilan masuk dari ibunya.


'' halo Bu '' sapa Mecca yang masih membelai rambut suaminya.


''halo nak, gimana kabar mu''tanya ibu


''kabar Mecca baik bu, ibu gimana''


''ibu juga baik, gimana? apakah kau sudah menemukan kampus yang cocok untukmu''

__ADS_1


'' belum Bu, Mecca ikut kata mas arnav aja, biarkan mas yang mengurus semua bu''


''oh ya udah, jaga diri baik-baik ya nak''


''iya bu, tapi Mecca kangen ibu''


''iya selesaikan dulu urusan mu disana, baru kau boleh pulang untuk mengambil segala keperluan mu.


'' baik ibu,,, jaga juga diri ibu baik-baik ya, jangan sampai capek titip salam sama bibi''


''baiklah nak, kamu juga harus patuh sama suami mu ya''


''baik Bu, daaa ibu'' setelah sambungan itu terputus, Mecca kembali melihat lelaki di pangkuannya yang sudah tertidur Karana lelah


'' mas kok tidur, mas belum mendengar jawaban Mecca, mas Mecca sangat sakit melihat mas dengan mbak enjelin, Mecca ingin jadi istri seutuhnya, Mas kenapa bertanya mempertahankan, sementara mas tau dengan kemampuan ku yang tidak berdaya dan tak akan mampu '' gumamnya dalam hati


dia pelan pelan memindahkan kepala suaminya keatas bantal, setelah itu dia beranjak dari atas ranjang, langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, dia juga ingin bersiap-siap untuk ikut dengan suaminya malam ini.


arnav yang mendengar gemercik air dalam kamar mandi, langsung tersentak dalam tidur singkatnya, dia seperti telah bermimpi berbicara seserius itu dengan istri kecilnya itu,


tak lama setelah itu, Mecca kembali dari kamar mandi masih memakai jubah mandi, arnav segera berdiri dan membuka lemari pakainya mengambil paper bag dari lemari,dan menyerahkan kepada Mecca, dia sengaja membelikan baju buat istrinya dua hari yang lalu, supaya istrinya juga bisa ikut ke acara kekasihnya.


''mas ini apa?'' tanya gadis itu


'' jangan banyak tanya, pakai dan pergi ke kamar Mella, minta dia untuk mendandani mu''


'' segera Mecca mengambil paper bag dari arnav, dan segera masuk keruangan ganti, setelah dia memakai baju yang di belikan arnav, Mecca segera keluar dari kamarnya menuju kamar Mella.


'' kak Mella apa aku boleh masuk'' kata Mecca di depan ruangan mella''


'' ya silahkan'' baru Mecca berani membuka pintu kamar itu


'' hei, kau pakai baju secantik ini bukan baju ku kan'' tanya Mella menyelidiki


''bukan kak, ini baju yang dibelikan mas arnav'' kata gadis kecil itu


''wow ini sangat cantik, pasti harganya juga sangat mahal'' kata Mella


''percuma juga kak, kalau baju ini ku jadikan untuk menyaksikan pertunangan suamiku, dengan perempuan lain'' kata Mecca menundukkan kepalanya


'' apa!! kau jangan ngarang, gk mungkin kakak akan bertunangan, dia masih punya istri masak malah bertunangan sama orang lain, lagian aku gk yakin kalau kakak akan melakukan itu kepadamu, ayo sini ku dandani supaya semua orang tidak bisa mengalihkan pandangnya dari mu''


sedangkan arnav dikamar juga sudah siap dengan stelan kemeja dan jas, dia sangat tampan dengan balutan dasi warna coklat, setelah serasa dirinya udah siap segera dia membuka lemari, mengambil kado buat enjelin dia menukar kado yang berisi cincin dengan kado yang berisi jam tangan, yang tidak terlalu mahal, karena dia tau berapapun harga yang diberikan kepada kekasihnya itu, tetap saja kekasihnya menginginkannya.

__ADS_1


*bersambung*


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...


__ADS_2