
Tanpa pikir lagi Angga langsung menghubungi Mecca
'' halo ca ''
''ya kak Angga ''
''sayang maaf kakak menganggu mu malam-malam, kakak mau menanyakan apakah Arnav ada? kakak mau bicara hal penting sama dia '' kata Angga pura-pura ingin bicara dengan Arnav, dia terpaksa melakukan itu dia berpikir seandainya Mecca belum mengetahuinya, jadi Mecca tidak begitu kaget.
''Kak, mas Arnav belum pulang sampai sekarang, Mecca juga udah mencoba untuk menghubungi keluarganya menanyakan keberadaan mas Arnav, tapi tidak ada yang tau dimana keberadaan mas Arnav kak. Papa juga lagi mencari informasi tentang keberadaan mas arnav Sekarang '' kata Mecca menjelaskan
''Sayang kau tenang dulu, ceritakan pada kakak kapan kau bertemu dengan Arnav terakhir kalinya?'' tanya Angga lagi.
''Tadi pagi saat mas arnav mengantarkan sarapan buat Mecca ke kampus, Mecca sama mas Arnav ribut kecil, dan saat itu mbak enjelin juga muncul di kampus Mecca'' Mecca menceritakan semuanya. Kejadian saat di kampus kepada Angga dengan berurai air mata.
''Baiklah sayang, sekarang kau tenang dulu, kakak akan segera mencari keberadaan Arnav. Kau istirahat dan jangan banyak pikiran ya'' kata Angga menenangkan Mecca, dia tau kalau Mecca sepertinya sangat sedih.
Setelah sambungan itu terputus.
Angga segera menghubungi ketiga sahabatnya kembali. dan mereka berjanji ketemu di jalan xx untuk mengatur rencana mencari dimana Arnav dirawat.
Setelah sampai di tempat perjanjian tersebut.
Ketiga sahabat itu berkumpul di balik mobil yang mereka kendarai.
'' Ga ada sesuatu yang tidak beres dengan semua ini, mustahil keluarga dan istrinya tidak tau'' kata Arman
''Iya atau mungkin Arnav terperdaya dengan rayuan wanita kuda itu lagi, sehingga Meraka bisa bersama seperti itu'' ucap Yudi.
''Gak Yud gak mungkin, kita semua sama-sama tau, dan sama-sama melihat bagaimana Arnav sangat mencintai istri kecilnya. Selama gua kenal dengan Arnav baru kali ini gue lihat dia begitu serius, dan lembut kepada wanita. Sebaiknya kita cari informasi ke kantor polisi terdekat tentang kecelakaan itu'' ulas Angga.
''Ya udah, sebelum dia benar-benar hilang'' kata Arman.
Segera mereka mengendarai mobil kekantor kapolsek terdekat yang bukak dua puluh empat jam, mereka tidak sulit untuk mendapatkan informasi dimana Arnav sedang dirawat.Setelah mereka bertiga mengetahuinya, Meraka segera menuju rumah sakit itu.
menjelang subuh mereka sampai di rumah sakit xxx tempat Arnav dirawat
''Ga, lebih baik kita tanyakan kepada perawat itu, dikamar nomor berapa Arnav di rawat '' titah Yudi
''oke '' segera mereka mendekati meja dan menanyakan kepada perawat disana, tapi perawat tidak bisa memberi tahu dengan alasan mereka bukan keluarga.
''Maaf mas, kami tidak bisa membocorkannya, karena kami sudah dapat perintah dari atasan dan kekasih beliau'' jawab sister
''Kami ini sahabat baiknya'' jawab Arman sedikit emosi
''Udah lah Man, lebih baik jemput dulu istrinya, karena istrinya lebih berhak dari pada wanita kuda itu, sepertinya wanita kuda itu sudah mengatur rencana busuknya '' ucap Yudi lagi sambil menjauh dari meja suster itu.
'' Yud sekarang lho jaga-jaga disini, gue sama Arman jemput Mecca kerumahnya'' Angga memberi tugas untuk Yudi.
Setelah membagi tugas , Angga dan Arman segera menuju rumah Arnav untuk menjemput istrinya.
Sedangkan dirumah, Mecca berbaring di ranjangnya dengan mata sembab. Matanya sama sekali tidak bisa di ajak tidur, pikirannya melayang, dia biasanya tidur selalu dipeluk oleh suaminya, sekarang tidur sendiri. Dia meraih pakaian Arnav mencium wangi tubuh Arnav yang ditinggalkannya di baju kemeja yang dipakainya kemaren, dia berharap Arnav segera kembali.
''Ting tong'' mendengar bel berbunyi Mecca segera bangkit mengejar pintu tersebut, dia begitu senang berharap yang datang adalah suaminya. Setelah pintu terbuka, mecca melayangkan pandanganya mencari lelaki yang diharapkannya, tapi dia tidak menemukan lelaki itu, Mecca hanya melihat Angga dan Arman sahabat Arnav.
''Kak Angga'' segera dia menghambur ke pelukan Angga, dan kembali menangis.
''Sayang tenangkan diri mu, sekarang ayo siap-siap ikut kakak, kita akan segera menemui suamimu di rumah sakit'' ucap Angga sambil menenangkan Mecca, perempuan yang di anggapnya adik kandung itu.
''Kakak katakan apa yang terjadi sebenarnya, kenapa mas arnav dirumah sakit?''Mecca kembali menegang mendengar suaminya di rumah sakit.
''Kakak juga belum tau Ca, mudah-mudahan Arnav tidak kenapa-kenapa dia lelaki yang kuat'' ujar Angga lagi
Tanpa ganti baju, Mecca segera menaiki mobil Angga, di ikuti Arman di belakangnya. Mecca duduk di bagian belakang mobil Angga.
__ADS_1
''Ga kasihan Mecca dia begitu takut. Gue berharap Arnav tidak apa-apa'' kata Arman berbisik.
''Iya dia sangat rapuh, ini semau sebenarnya belum pantas untuk dipikulnya, tapi gue tau Arnav selalu ada disampingnya, sampai adek gue ini mampu untuk melewati semua rintangan dalam pernikahannya '' jawab Angga.
Sedangkan di rumah sakit Enjelin tidak sengaja memergoki yudi yang sedang duduk di bangku, tidak jauh dari ruangan Arnav di rawat saat ini. Enjelin sangat cemas dia tau kalau sahabat Arnav tidak akan tinggal diam kalau tau rencana busuknya. Enjelin segera berbalik arah kembali ke kamar Arnav, dan mencari cara agar dapat membawa Arnav keluar dari rumah sakit itu, dan mengurus semua surat yang dibutuhkannya, agar bisa membawa Arnav pergi jauh keluar negri.
Dia menemukan akal, Enjelin menyamar Memakai tutup kepala dan kaca mata, agar bebas mondar-mandir di rumah sakit, untuk mengurus surat yang dia butuhkan.
Enjelin dengan sigap mengurus semuanya, setelah dia mendapatkan semua surat yang di inginkan, gadis berambut pirang itu segera meminta tolong pihak rumah sakit untuk membawa Arnav keluar dengan ranjang pasien.
Sedangkan Angga, Arman, dan Mecca sudah sampai di halaman rumah sakit. dia segera turun dan langsung masuk mereka bertiga menuju meja informasi, menanyakan dikamar berapa Arnav dirawat.
Sekarang suster tidak bisa mengelak lagi, karena yang menanyakan itu adalah istri sahnya Arnav.
''sus dimana suami saya dirawat, saya adalah istrinya'' kata Mecca yang juga diikuti ketiga sahabat Arnav.
''Tuan arnav di rawat di ruangan xx kata suster tersebut, segera Meraka menuju ruangan itu.
Sedangkan Enjelin sedang mendorong tempat tidur pasien berpapasan dengan Mecca, dan ketiga sahabat Arnav. Mereka tidak menyadari karena Enjelin menyamar dan sedikit menutup wajah Arnav.
Mecca merasakan jantungnya berdebar kencang saat melewati wanita itu, Mecca menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, dia melihat cincin yang terpasang di jari lelaki itu pas seperti cincin nikahnya, entah kenapa pas lewat di hadapan Mecca, selimut yang menutupi tangan Arnav tertarik seketika.
''Mas,,,,'' Mecca berteriak saat tempat tidur pasien itu mulai menjauh, Arman yang mendengar segera mengejar perempuan yang sedang mendorong ranjang pasien dengan tergesa-gesa. Arman juga agak curiga dengan wanita itu.
Sedangkan Yudi berlari menuju kamar untuk memastikan ada atau tidaknya arnav dikamar itu. ternyata ruangan itu telah kosong. Yudi juga ikut mengejar bersama Angga, saat mereka mendekati ranjang pasien itu.
Arman segera menarik dan memastikan kalau yang ditutupi itu adalah sahabatnya, benar saja kalau itu adalah Arnav.
''Mas,,,'' segera Mecca memeluk Arnav dengan kuat.
''lepaskan, kalian semua jangan ikut campur dan menjauh lah, beri kami jalan'' kata Enjelin menarik kembali ranjang tersebut.
'' Lho yang harus menjauh, Ini istrinya, kami sahabatnya sedangkan lho hanya mantan yang selalu mengemis kepada Arnav'' jawab Yudi
''Hentikan'' enjelin berteriak dengan suara tinggi, tetapi mereka tidak mempedulikan dan mendorong Arnav kembali keruangannya.
''Yud, lho urus wanita itu kalau perlu laporkan ke polisi'' kata Arman emosi
''Sedangkan Angga segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Arnav.
Mecca masih takut melihat kondisi suaminya yang terbalut perban di bagian kepalanya.
Setelah dokter datang di iringi oleh Angga, dokter segera memeriksa Arnav.
Tidak lama setelah itu dokter keluar dan mengatakan kepada mereka semua, kalau arnav baik-baik saja.
''Semuanya tidak perlu dikhawatirkan, tuan Arnav Hanya mengalami luka di bagian kaki dan bagian kepalanya, dan tangannya patah di bagian kirinya akibat benturan keras, kepala beliau mengalami luka sobek tapi semuanya sudah baik-baik saja'' kata dokter
''dokter kenapa suami saya tidak sadarkan diri?'' tanya Mecca dengan wajah khawatir.
''oh tenang saja itu hanya pengaruh bius, beberapa jam lagi tuan arnav akan segera sadar'' jawab dokter tersenyum melihat wajah takut istri kecilnya Arnav. Dokter juga meminta maaf karena telah mendengarkan perkataan Enjelin.
Setelah dokter pergi mereka semua merasa lega karena mendengarkan kondisi Arnav yang tidak begitu parah.
''Ca kamu istirahat aja di rumah, biar kakak anterin pulang'' ajak Angga
'' Gak kak, Mecca mau disini aja sampai mas Arnav bangun'' jawab Mecca
''Baiklah adik kecil, kamu di dalam aja biar kakak Arman dan Yudi berjaga-jaga di luar, takut perempuan kuda itu kembali'' kata Angga sambil meninggalkan ruangan itu.
Mecca melihat lekat wajah suaminya dia mencium tangan suaminya itu sepuas-puasnya, sampai dia juga tertidur sambil duduk dengan kepalanya menumpang keranjang Arnav.
akhirnya Arnav membuka matanya dan orang pertama yang dia lihat adalah istri kecilnya.
__ADS_1
''sayang '' arnav memanggil wanita yang enak tidur di sampinnya, tapi Mecca sama sekali tidak mendengar.
''dimana aku, dan kenapa Mecca tidur seperti itu tidak bagus untuk janinnya'' gumam arnav. Kembali dia mengingat kejadian saat dia mengalami kecelakaan itu, dia mengumpulkan tenaga dan pikirannya setelah merasa semaunya sudah stabil dia segera turun dan mengangkat Mecca keatas ranjang.
''Sayang kau sangat lelah sekali. Matamu seperti mata panda, pasti kau kurang tidur.
Sayang apakah kau telah memaafkan aku'' kata arnav yang merapikan anak rambut Mecca dan ingin mencium bibir manis istrinya, dia begitu kangen dengan wanita kecil itu, saat dia mendekati bibir itu
''Hem hem hem'' muncul ketiga sahabatnya dari belakang mengagetkannya
''Nav Lo kenapa turun ayo tidur lagi'' titah angga
''udah gue baik-baik aja'' jawabnya
''lo ya, istri tidur masih aja lho sosorin, kayak gak ada waktu aja'' kata yudi berdiri dibelakang Arnav
'' gue gak tahan melihat wajah cantik ini, gue sangat tergila-gila dengan wanita hamil ini'' jawab Arnav kembali
''apa!!! '' ketiga sahabatnya serempak karena mereka baru tau kalau wanita yang selalu dibilang kecil oleh Arnav sekarang bisa hamil.
'' Lo hamillin dia'' kata Angga kaget
''ya iya lah diakan istri gue, wajarlah. Setiap benih yang gue tabur tidak sedikit tau'' jawab Arnav bangga
''Ya syukurlah gue mau punya ponakan, tapi lho harus menjaga isteri lho dari mantan lho yang gila itu.Tadi dia hampir membawa lho kabur '' kata Angga lagi
Angga Arman dan Yudi menceritakan semua kejadian tadi. Arnav juga menceritakan kejadian kegagalan ulang tahun Mecca, dan saat dia ribut juga enjelin yang memohon sampai kecelakaan itu terjadi.
''Gue kasihan sama istri lo, dia begitu rapuh Nav, jadi Lo harus ekstra hati-hati untuk terus melindunginya'' kata Arman yang memandang wajah cantik istri sahabatnya yang sedang tertidur.
''Iya gue tidak nyangka kalau enjelin sampai senekat itu''jawab Arnav
Oya makasih banyak ya kalian telah menyelamatkan gue, kalau tidak ada kalian mungkin gue udah tidak disini lagi, dan tidak bisa menjaga Mecca'' kata arnav kepada ketiga sahabatnya
''Iya tuan muda, kami sepertinya harus pulang sekarang, takutnya kami akan menggangu kemesraan suami istri yang dimabuk cinta ini'' kata Yudi lagi
''Nav kapan lho keluar kabarin kita yah'' ulas Angga
''Ya ga, gue juga belum tau kapan gue keluar. Selagi disini gue mau USG mau ketemu dengan malaikat kecil gue'' kata Arnav.
''Selamat ya Nav'' kata sahabatnya serempak.
''Selamat juga buat kalian yang akan menjadi paman tua, yang belum laku-laku'' kata arnav meledek sahabatnya itu.
Setelah mereka bertiga pergi. Arnav kembali menatap wajah istrinya yang masih tertidur.
Arnav segera membelai perut datar istrinya, dari kemaren dia ingin menyentuh anak yang berada dalam kandungan istrinya itu, Mecca terbangun karena tidurnya terusik dengan tangan kekar Arnav yang membelai dan mencium perutnya.
''Hei anak ku apakah kau juga tidur disana, kau bisa mendengar suara papi, kau jangan nakal-nakal kasihan istri kecilku yang terus membawa mu kemana-mana. Kalau kau laki-laki kau harus selalu menguatkan mami mu, kalau kau perempuan bujuk mami agar mami bisa memaafkan papi ya sayang'' kata Arnav bicara kearah perut istrinya.
''Mas udah sadar'' kata Mecca tersenyum mendengar perkataan Arnav.
''Sayang kau udah bangun, sayang apakah kau udah memaafkan aku'' kata Arnav yang melihat dan membelai wajah cantik istri kecilnya.
''Udah, tapi mas jangan tinggalin Mecca ya, mas tidak boleh pergi tanpa kabar lagi, Mecca takut'' kata Mecca membuka tangganya dia ingin memeluk suaminya.
''Sayang aku sangat merindukan mu, dari kemaren kau mengacungkan aku. Rasanya itu hukuman terberat untuk ku'' kata arnav yang melepaskan pelukan dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
tanpa mereka sadari kalau sepasang mata jahat lagi mengintai mereka.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......