Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Licik


__ADS_3

Saat makan malam Mecca menceritakan apa yang telah di lihatnya di mall tadi pada suaminya.


''Mas tadi Mecha lihat mbak Reyna, dia lagi belanja. Ternyata benar dia baik-baik saja '' kata Mecca sejenak menghentikan makanya.


''Sekarang dia sudah berani keluar dari apartemennya.


Dan si mbak itu masih tidak tau kalau Reyna tidak lumpuh'' kata Arnav sejenak menghentikan makanya juga.


'' Apakah si mbak yang mas maksud itu wanita tadi.


Mecca lihat mbak Reyna sama perempuan yang jauh lebih tua darinya, perempuan itu hanya berpakaian sederhana saja'' ucap Mecca lagi.


Arnav kembali berdiri dan membuka layar handphonenya, dan melihatkan foto seseorang pada istrinya.


''Sayang coba lihat foto ini baik-baik, apakah orang itu orang yang sama saat menemani Reyna?'' tanya Arnav lagi.


''Iya mas dia perempuan tadi. Mecca lihat dia yang membawakan barang-barang mbak Reyna'' balas Mecca.


''Perempuan bodoh ini membohongiku. Apakah kau sempat mengambil buktinya tadi?'' tanya Arnav lagi.


''Gak mas. Handphone Mecca ketinggalan, tapi Mecca melihat kalau dia benar-benar mbak Reyna'' ucap Mecca lagi.


''Iya,,,aku percaya kok, tapi sayang aja karena kau tidak sempat mengambil buktinya.


''Maaf mas'' kata Mecca lagi.


Setelah makan malam mereka kembali menghubungi buah hati mereka.


Setelah semua kegiatan mereka selesai. Mereka berdua langsung ketempat tidur.


Arnav tampak berfikir untuk membongkar kedok Reyna.


Begitu juga dengan Mecca.


Dia sangat menyesali kerena tidak bisa mengabadikan kejadian tadi, bagaimanapun dia ingin secepatnya terbebas dan ingin kembali berkumpul dengan anak-anaknya dan melanjutkan kuliahnya.


Mecca berpura-pura tidur membelakangi Arnav, padahal dia sedang menangis karena teringat buah hati yang di tinggalkannya.


''Sayang kau menangis???'' tanya Arnav yang memperhatikan istrinya dari belakang.


'' Mecca gak menangis'' jawab Mecca berbohong.


Dia tidak ingin menambah beban pikiran suaminya itu.


Segera Arnav menghidupkan lapu untuk melihat jelas keadaan istrinya.


''Sayang, kau tidak bisa membohongiku'' kata Arnav mendekati istrinya.


''Mas. Mecca kangen dengan Arav dan ara'' kata Mecca sambil terisak.


''Ssssst tenanglah, aku juga sangat sedih karena harus berjauhan dengan mereka, tapi sabar aja dulu ya, aku akan berusaha mencari cara agar kita bisa kembali secepatnya'' kata Arnav sambil memeluk istrinya itu.


Mecca hanya menganggukkan kepalanya.


''Sayang,,, gimana kalau besok kita jalan-jalan menghabiskan waktu berdua saja'' bujuk Arnav lagi.


''Gak mas. Mecca hanya ingin kita kembali berkumpul dengan keluarga kita terutama anak-anak kita.


Mecca tidak bisa tersenyum tampa melihat senyum mereka'' ucap Mecca lagi.

__ADS_1


''Sabar ya,,,, beri aku waktu sedikit lagi'' ulas Arnav lagi.


''Mas Mecca boleh minta sesuatu gak''


''Boleh kamu mau apa sayang''balas Arnav.


''Mecca ingin mas mau mengandalkan Mecca untuk menyelesaikan masalah ini'' ucap Mecca.


''Maksud mu''


''Mecca ingin terus menyamar sebagai Ana, agar Mecca juga bisa menyelidikinya'' pinta Mecca.


''Gak sayang. Aku tidak bisa membuat kamu dalam bahaya.


Aku akan mati kalau terjadi hal yang buruk padamu''tolak Arnav.


''Kali ini aja. Tolong percaya sama Mecca.


Mecca janji akan menjaga diri Mecca baik-baik'' kata Mecca lagi dengan wajah melasnya.


''Maaf sayang, aku tetap tidak bisa. Aku akan melakukannya sendiri'' ucap Arnav lagi.


''Yasudah kalau gak boleh, Mecca tidak akan makan apapun dan Mecca tidak akan bicara lagi sama mas.


Mecca juga tidak akan peduli lagi sama mas'' ancam Mecca kembali membelakangi Arnav.


''Kalau kau gak mau makan, mulai besok aku juga tidak akan makan apa-apa'' kata Arnav balik mengancam.


''Biarin. Gak peduli''' jawab Mecca ketus.


Mereka kembali saling diam hanyut dengan pikiran masing-masing.


''Mulai besok aku akan mengatur rencana ku sendiri. Aku akan menyamar tanpa satu orangpun yang tau, termasuk mas Arnav. Besok saat mas Arnav syuting, aku akan memanfaatkan Mbak Rere untuk menjalani rencana ku itu'' gumam Mecca.


Mecca mulai tertidur dalam pikirannya sendiri.


Sedangkan Arnav tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, karena dia tidak bisa mendekati istrinya itu.


Arnav kembali memeluk istrinya itu dari belakang, tapi Mecca segera menyadari dan melempar tangan Arnav agar tidak menyentuhnya.


''Sayang ingat ya,,, tubuh ini adalah hak ku, jadi jangan berlaku seakan kau bisa merampasnya dariku'' kata Arnav berbisik.


Kini Mecca hanya terdiam membiarkan Arnav meraba perutnya tanpa bicara sepatah katapun.


Karena itu akan percuma.


Tidak lama keduanya tertidur dengan nyenyak.


...----------------...


Tidak terasa Matahari kembali menampakkan dirinya Dangan wajah yang murung seperti wajah Mecca saat ini.


Wanita berbadan dua itu membulatkan tekadnya untuk membisu pada suaminya.


Dia telah bangun duluan tanpa membangunkan Arnav.


''Perempuan kecil yang dulu penurut, kini telah berubah.


Sekarang dia sangat keras kepala'' gumam Arnav.

__ADS_1


Arnav segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tiba-tiba saja ide cemerlang terlintas di kepalanya.


Arnav berpura-pura tersandung dan menjerit dengan keras.


''Auuuuh''


Dengan reflek Mecca segera menghampiri Arnav.


Terlihat wajah yang begitu khawatir sambil mengusap kaki suaminya.


Arnav yang melihat wajah Mecca yang mengkhawatirkannya, dia tersenyum tipis. Tapi dengan cepat Mecca menyadari kelicikan suaminya itu.


Dia kembali membuang kaki Arnav dengan kasar kelantai, tapi Arnav segera mencium wajah mengemaskan istrinya.


''Cantik,,, kau tidak bisa membuatku menjauh dari mu dan tidak mempedulikan aku'' kata Arnav kembali berdiri.


Mecca sangat kesal dengan kelakuan suaminya, sehingga dia ingin melempar wajah licik suaminya itu dengan sendal jepit.


''Dasar'' gumam Mecca.


Setelah mandi Arnav kembali bersiap-siap untuk pergi.


Mecca juga telah bersiap-siap dengan penyamarannya.


Arnav sengaja tidak menawarkan sarapan atau makan apapun pada istrinya.


Karena dia telah mempunyai rencana yang lebih bagus agar istrinya itu mau makan banyak hari ini,


itu makanya dia datang lebih awal.


Sesampainya di lokasi syuting Arnav segera memesan berbagai makanan.


Setelah makanan itu datang, Arnav mendekati istrinya dan berbisik.


''Sayang,,,aku ingat ternyata aku belum pernah menyuapi mu dari bibirku, sekarang aku akan mencobanya'' kata Arnav sambil mengambil jarak sangat dekat dengan istrinya.


''Mas jangan macam-macam, nanti semua orang bisa tau'' kata Mecca sembari bergeser dari Arnav.


''Aku tidak peduli'' Jawab Arnav.


''Jangan sampai ini terjadi, kalau penyamaran ku terbongkar, pasti aku tidak jadi melanjutkan rencana ku'' gumam Mecca


''Coba lihat sini sayang,,,kau beruntung lho semua orang mendambakan bisa menyentuh bibir suamimu ini, tapi hanya kau yang bisa memilikinya'' kata Arnav tersenyum licik sambil menyuap makanan dan mengambil jarak lebih dekat lagi.


Segera Mecca mengambil alih makanan yang di makan Arnav dan menyuapnya sendiri dengan wajah kesal.


''Dasar licik'' kata Mecca mengunyah makanan itu dengan kesal.


''Ingat sayang kau harus mengabiskan semua makanan ini sebelum aku kembali, kalau tidak. Kau taukan resikonya'' kata Arnav lagi.


Segera dia beranjak pergi, tapi Mecca sangat sakit hati saat ini, dia melampiaskan dengan menginjak keras kaki lelaki tampan itu.


Tapi injakan itu sangat tidak ada rasanya bagi Arnav.


''Dasar pria curang, licik'' kata Mecca mengumpat lagi.


Dia memotong daging dalam piringnya dengan kasar, dia lupa kalau makanan yang di makanya saat ini adalah makanan yang sangat tidak disukainya.


*Bersambung*

__ADS_1


sahabat mohon doanya agar keadaan author membaik ya


Mohon maaf baru bisa hadir dengan tulisan yang amburadul 🙏🙏🙏


__ADS_2