Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Jurus pengikat


__ADS_3

Dengan perasaan yang begitu kacau Arnav mengendara dengan kencang menuju pulang kerumahnya.


Tidak membutuhkan waktu lama dia segera memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah mewah miliknya itu.


''Aku berharap kalau Mecca memang istriku yang di maksud oleh Mayang tadi.


Aku begitu berharap karena aku terlanjur jatuh cinta kepadanya.


Semoga pernikahan ku tidak seburuk yang ku bayangkan dan semoga kedua anak kembar itu benar-benar anak kami, bukan malah sebaliknya.


Tidak bisa aku bayangkan kalau Ara dan Arav itu adik Mecca seperti yang aku tuduhkan padanya, kalau mereka adik-adik Mecca jangan sampai aku bapak mereka bertiga, ih itu sungguh menakutkan'' kata Arnav bicara kecil .


Setelah lama berpikir dia segera masuk dengan langkah yang gontai kedalam rumah mewah itu.


''Nav kamu dari mana nak, kok wajah kamu seperti ada masalah gitu?'' tanya nyonya Gita.


''Gak kok ma, maaf mama Arnav mau keatas mau bersih-bersih'' kata Arnav melangkah pergi meninggalkan nyonya Gita sendiri di lantai bawah.


Sesampainya dia di kamar, Arnav segera membersihkan tubuhnya, saat dia ingin membuka bajunya dia merasakan wangi bayi yang ditingkatkan oleh Ara di bajunya itu.


''Sebelumnya aku tidak begitu menyukai anak kecil, tapi setelah bertemu dengan Ara dan Arav aku langsung merasa begitu menyayangi mereka'' gumam Arnav sambil mencium bajunya itu


Sedangkan dirumah Arnav.


Mecca memikirkan perkataan dokter Mayang yang mengatakan kalau dia harus hati-hati, takut ada wanita lain yang akan menggoda Arnav.


''Duh kok perkataan dokter Mayang tadi terus terngiang-ngiang di telinga ku, aku jadi takut kalau itu beneran terjadi. Apalagi sekarang ada perempuan cantik yang dekat dengan mas Arnav''gumam Mecca sambil menidurkan anak-anaknya.


Tidak terasa malam berganti pagi.


seperti biasa Arnav selalu bangun lebih pagi untuk berolah raga. Setelah itu Arnav segera bergabung sarapan dengan keluarganya.


''Nav apakah kamu udah bisa keperusaah?'' tanya tuan Andi pada anak lelakinya itu.


''Maaf pa sekarang belum bisa, aku janji setelah semuanya jelas aku akan fokus untuk kembali keperusaah'' jawab Arnav.


''Memang kamu mau menjelaskan apa nak?'' tanya nyonya Gita.


''Kalau aku tanya sama papa dan mama itu akan percuma, mama dan papa akan terus menutupi sesuatu dari ku.


Sekarang aku sendiri yang akan mencari taunya'' kata Arnav dengan santai meneguk minumnya.


''Mohon maaf tuan muda, ada paket untuk anda'' kata sekuriti yang berjalan sambil jongkok masuk keruang makan.


Segera Arnav memeriksa paper bag pink yang berisi boneka, dan paper bag hitam yang berisi mobil-mobilan mini.


'' letakan semua ini dalam mobil ku'' pinta Arnav.


Segera sekuriti berjalan sambil jongkok keluar menuju mobil Arnav.


''Itu buat siapa Nav?'' tanya nyonya Gita lagi.


''Itu buat anak kecil yang Arnav temui di mall semalam, Oya mah pa aku mau berangkat duluan'' kata Arnav dengan sopan kepada kedua orang tuanya.


Sedangkan Mecca sudah bersiap-siap berangkat ke kampus. Seperti biasa Ara dan Arav akan di titipkan dengan Mella sampai nyonya Gita datang untuk bergantian.


Sesampainya di kampus Mecca dikagetkan oleh kedatangan Rian dari belakangnya.

__ADS_1


''Hei Ca'' sapa Rian.


''Mas Rian sejak kapan di sini?'' tanya Mecca sambil berjalan dengan buku besar yang menutupi dadanya dan tas selempang biru yang yang selalu menemaninya.


''Barusan. Sebenarnya tadi pagi aku udah mengintip di balik pagar rumah Sanjaya, tapi aku tidak melihat pertanda ada kamu di sana makanya aku kekampus mu'' kata Rian.


''Oya mas aku mau tanya masalah semalam, memang mas Rian kenal dengan suami ku mas arnav''? tanya Mecca yang mengingat kalau dia menyebut nama Arnav waktu kejadian semalam.


''Tentu saja aku mengenalnya, aku sering menetap di luar negeri.


Di majalah luar negri lelaki kemaren sering wara-wiri di sampul majalah dewasa.


Di sini dia tidak begitu terkenal sebagai aktor, tapi dia terkenal dengan nama besar keluarganya yaitu keluarga Sanjaya'' kata Rian yang menutupi kalau dia orang dibalik penyekapan Arnav, dan orang yang membuat Arnav hilang ingatan.


''Oh,,,'' jawab Mecca singkat.


''Ca aku ada sesuatu untuk mu, saat di Jepang kemaren aku beli ini hadiah untuk mu'' kata Rian sambil memberikan kado buat Mecca.


''Maaf mas Rian, bukan Mecca tidak menghargai pemberian dari mas, tapi Mecca tidak ingin salah paham apalagi mas Arnav udah kembali'' kata Mecca menolak dengan halus.


''Mecca aku tau hubungan kalian sedang tidak baik, kemaren jelas-jelas Arnav menyerahkan mu pada ku dan dia tidak merasa marah saat aku bilang kalau aku menyukai mu'' ulas Rian lagi.


''Itu semua tidak disengaja nya, karena mas Arnav hilang ingatan dia lupa kalau Mecca istrinya dan Arav Ara anaknya'' kata Mecca menjelaskan.


''Apa,,,, Arnav hilang ingatan, ini kesempatanku untuk menciptakan ke salah pahaman antara mereka'' gumam Rian.


Sedangkan Arnav sudah sampai di parkiran kampus.


Sekilas dia melihat Mecca yang mengenakan pakain santai persisi seperti anak ABG yang masih beranjak dewasa, berjalan dengan laki-laki semalam yang memukulnya.


''Brengsek dia udah datang duluan, padahal aku bela-belaan datang pagi agar bisa berduaan dengan perempuan itu, aku tidak boleh kalah, aku tidak peduli dengan statusnya.


Arnav segera memasuki pekarangan kampus.


Saat dia berjalan semua kaum hawa berdecak kagum dengan ketampanan bapak dua anak itu.


''Wuuuis ganteng amat, siapa itu ganteng sekali sepertinya dia orang baru'' kata kaum hawa yang berhasil di hipnotis oleh ketampanannya.


Saat Arnav sampai di depan macca dan Rian.


Tanpa basa basi Arnav langsung menarik tangan Mecca.


''Hei sampai kapan kau pura-pura menganggap aku tidak ada, dari tadi aku udah seperti pengawal mu yang selalu mengikuti mu, tapi kau begitu cuek pada ku'' kata Arnav.


''Sejak kapan mas disini kok aku gak lihat ya '' jawab Mecca.


''Modus'' ulas Rian.


''Maaf bung saya lihat kau udah dari tadi bicara dengan perempuan ini. aku juga ikut antrian dari tadi, jadi tolong beri aku kesempatan'' kata Arnav menutupi pandangan Rian kepada Mecca.


''Mecca ini terimalah. aku pergi dulu. Rupanya ada orang pikun yang mengikuti kita'' kata Rian sambil memberikan paksa paper bag pada tangan Mecca.


Setelah itu Rian segera meninggalkan pekarangan kampus.


''Untung aja dia hilang ingatan, kalau tidak dia akan melaporkan aku ke polisi karena dia tau kalau aku yang menculiknya sehingga dia hilang ingatan'' gumam Rian sambil menghidupkan mesin mobilnya.


Sedangkan di taman kampus Mecca berbincang dengan Arnav dengan wajah yang malu-malu, karena pandangan Arnav tidak terputus sedikitpun ke wajah cantiknya.

__ADS_1


''Mas ada apa,,,, Kenapa mas Arnav melihat saya seperti itu?'' tanya Mecca.


''Aku heran melihat mu. Di luar gaya mu persisi seperti anak ABG, tapi kenyataannya kau udah punya anak dua'' kata Arnav.


'' Akhirnya mas mengakui kalau si kembar itu anak ku, bukan adik ku lagi''kata Mecca


''Aku hanya ingin menghibur mu, mustahil rasanya anak seumuran mu sudah punya anak dua. Aku hanya ingin tau siapa papi yang mereka maksud, atau benar dugaan ku, kalau kau yang di maksud Mayang istri kecilku itu'' kata arnav menyidik Mecca.


'' Kak Arnav,,,, Kakak di sini juga'' tiba-tiba Reyna muncul antara mereka.


''Reyna kamu ngapain disini?'' tanya Arnav yang melihatkan wajah kurang suka.


''Aku mau lihat-lihat kampus ini, karena aku ingin pindah ke sini'' kata Reyna sambil mengandeng tangan kekar Arnav.


''Perempuan ini, aku takut yang dikatakan dokter Mayang akan jadi kenyataan'' gumam Mecca


''aku harus bisa mengusir perempuan ini, berani-beraninya dia mengandeng tangan suami ku'' gumam Mecca lagi.


''Mbak bisa gak tangannya jangan seperti itu'' kata Mecca.


''Hei! kamu siapa mengatur saya'' kata Reyna dengan kekeh mempertahankan tangganya di lengan Arnav.


''lepaskan'' kata Mecca yang menarik Arnav dengan keras ke belakangnya.


''Kau ini baru kenal dengan kak Arnav udah pintar mengaturku'' kata Reyna kesal.


Kembali Reyna ingin mendekati Arnav lagi untuk menggapai lengan Arnav, tapi dengan sigap Mecca mengambil tas selempangnya dan memasukan Arnav kedalam lingkaran tali tasnya itu.


Setelah Arnav berhasil masuk langsung Mecca memutar tali tasnya dengan kencang dan menarik Arnav ke belakangnya.


Arnav mengikuti saja dengan tersenyum lucu.


''Kau ini udah tidak waras ya, awas saja kalau kulit kak Arnav lecet'' kata Reyna.


''Biarian. Sekarang pergi kamu dari sini, atau mau sekalian aku ikat dengan kabel yang melintang itu. Asalkan mbak tau ya aku mempunyai banyak jurus menghadapai perempuan yang tidak sopan seperti mbak ini, datang tiba-tiba mengganggu orang aja'' kata Mecca


Sedangkan Arnav merasa kepalanya pusing secara tiba-tiba, dia mengingat kalau kejadian seperti ini pernah terjadi, tempanya juga disini. Waktu Mecca duduk di pangkuannya saat Arnav di beri bunga oleh perempuan lain.


''Kejadian konyol seperti ini juga pernah terjadi, persisi di tempat ini'' gumam Arnav.


Reyna yang mendengarkan perkataan Mecca, dia membayangkan kalau kabel-kabel itu benar-benar melilit badannya, dia merasa negeri saat membayangkan hal tersebut.


''Dasar tidak waras'' kata Reyna sambil berjalan pergi.


Setelah kepergian Reyna, Arnav kembali berlahan mendekati Mecca.


''Sampai kapan kau mau mengikat ku seperti ini, kau ini benar-benar konyol'' kata Arnav sambil mendekatkan wajahnya yang ingin mencium rambut panjang Mecca.


''Mas mau ngapain'' kata Mecca merasa grogi.


''Tadi aku ikuti saja mau mu, sekarang gantian, ikuti aja mau ku'' kata Arnav sambil mencium pucuk rambut istri kecilnya dari belakang.


Sepertinya rambut mu ini ada magnetnya ya,,, sehingga aku tidak bisa lepas untuk terus bermain di sini'' bisik Arnav setelah mencium istri kecilnya itu.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2