Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Mengulang kembali


__ADS_3

Sesampainya di rumah. sekuriti langsung berlarian membukakan pagar untuk tuan dan nyonya mereka.


Mbok Yem juga berlarian untuk membantu Mecca menurunkan sikembar dari dalam mobil.


Setelah itu mereka segera masuk ke dalam rumah kediaman keluarga kecil mereka.


''Apakah mas mau mandi dulu atau mas mau makan'' tawar Mecca.


''Aku mau mandi dulu. Setelah itu aku ingin main dengan kedua anak-anakku'' kata Arnav.


''Ya udah Mecca siapkan air buat mas dulu ya'' ulas Mecca lagi


''Gak usah aku bisa sendiri, lebih baik kamu kerjain aja yang lain'' kata Arnav sambil memasuki kamar mandi.


''Sepertinya aku harus mulai dari kamar ini, aku akan menyulap kamar ini seperti dulu seperti sebelum mas Arnav pergi dari sini'' gumam Mecca sambil mengacak lemari untuk mencari seprai dan semua sarung bantal berwarna biru. Itu adalah warna kesukaan Arnav sebelum Arnav menghilang dulu.


Setelah beres dengan kasur.


Mecca langsung membereskan bagian letak dan tata mejanya. Semua di buatnya persisi seperti dulu.


''Mas tidak ingin mengingat semuanya, tapi Mecca ingin itu terjadi agar mas kembali seperti suami Mecca yang dulu.Semua perjuangan cinta kita sungguh sayang untuk di lupakan begitu saja'' gumam Mecca sambil menatap kamar itu yang telah sempurna


Setelah dirasa semua selesai segera Mecca menuju dapur untuk melihat masakan apa yang telah di siapkan oleh mbok Yem.


''Suasana kamar ini membuat ku seperti sangat mengenal setiap sudutnya, padahal baru kali ini aku tidur dan tinggal di sini'' gumam Arnav yang baru keluar dari kamar mandi.


Setelah Mecca memastikan semuanya telah selesai, dia segera mengambil bubur untuk kedua buah hatinya.


''Kalian semua di sini rupanya. Apakah papi boleh ikut'' kata Arnav sambil mendekatkan wajahnya pada Ara yang lagi makan, saat Arnav mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi, tanpa di duga Ara mengeluarkan bubur dari mulutnya dan ingin memberikan pada Arnav.


''Cih sayang kamu jorok sekali nak'' kata Arnav yang buru-buru mengambil tissue.


''Mecca berikan bubur itu pada ku. Biar aku yang menyuapi meraka. Lebih baik kamu mandi sebelum hari semakin gelap'' titah Arnav pada Mecca.


Segera Mecca memberikan mangkok yang berisi bubur itu pada Arnav, dan Mecca berlalu pergi dari ruangan itu hendak membersihkan badannya.


''Di dalam kamar mandi Mecca merasa sedikit canggung.


Dia teringat omongan Mella tadi yang telah membuatnya malu


''Aku harus bagaimana? atau malam ini aku tidur dengan anak-anakku, aku malau kalau tidur dikamar, nanti mas Arnav mengira aku ingin kembali karena ingin melakukan hal itu'' gumam Mecca.


Setelah dia selasai membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


perempuan berambut panjang itu segera memakai pakain seksi yang agak menerawang, saat dia bercermin dia merasa malu dengan pantulannya sendiri.


''Duh pakain ini. Nanti mas Arnav meledek ku lagi, dia akan mengira yang bukan-bukan '' katanya lagi.


Dia segera mengacak isi lemarinya untuk mencari pakain yang agak tertutup.


''Aha... Aku pakai pakain yang dulu aja, pakain sederhana yang sering aku pakai sebelum mas Arnav menghilang.


Semoga dengan pakaian seperti ini dia sedikit mengingat masa lalunya'' kata Mecca lagi bicara kecil sambil meraih baju kaos putih dan celana jeans pendek di lemari bagian bawah.


Setelah dia mengenakan pakaian itu. Dia kembali kedepan cermin untuk melihat pantulan dirinya sendiri.


''Duh pakain ini seperti tidak pantas lagi untuk ku, malahan aku tambah kelihatan seperti anak SMA. Bukankah aku udah ibu anak dua. Kalau seperti ini pasti mas Arnav mengatai ku lagi. Kalau aku tidak cocok di panggil mami oleh anak-anakku '' ulasnya Mecca lagi.


Di ruangan keluarga Arnav telah selesai menyuapi kedua buah hatinya, dia segera memanggil mbok Yem untuk membersihkan semuanya.


Kenapa Mami kalian mandinya begitu lama. Apakah dia mandi sambil tidur'' kata Arnav kepada kedua anak-anaknya.


''Mbok tolong titip anak-anak dulu ya'' kata Arnav pada mbok Yem


''Baik tuan muda'' jawab mbok Yem singkat.


Setelah itu Arnav segera menyusul Mecca ke kamarnya.


''Apakah aku tidak salah lihat. Kenapa dia berpakaian seperti anak ABG. Oh tuhan dimana aku mendapatkan gadis kecil ini dulunya. Dia lebih tepat di katakan sebagai anak asuhku bukan istri ku'' gumam Arnav.


''Duh aku dandan gak ya,,, pakai lipstik ini aja sepertinya ini cocok untukku ''kata Mecca bicara kecil.


Dikiranya hanya dia yang berada di kamar itu, dia tidak menyadari pria tampan itu berdiri di pintu mengamatinya.


''Duh ini terlalu merona di bibirku. Nanti disangkanya aku menggodanya'' kata Mecca yang menghapus lipstik itu lagi, dia menjadi serba salah. Dia menggantinya dengan lipstik natural dia mengoleskan lipstik itu agak tipis ke bibirnya.


''Ini gara² kak Mella yang meledek ku tadi'' dia telah berhasil membuatku masuk jurang'' kata Mecca lagi sambil menyisir rambut panjangnya.


Setelah semua selesai Mecca kembali menatap pantulannya di depan cermin.


''Aku benar-benar tertinggal jauh dari perempuan yang bernama Reyna itu. Dia begitu cantik dan terawat, dia berpakaian seksi dan modis. Sedangkan aku seperti bibi rumahan yang tidak pintar berdandan '' gumam Mecca lagi sambil mengambil jepit rambutnya, dia ingin menjepit rambutnya agar terlihat sedikit rapi.


''Aku lebih suka melihat rambutmu terurai seperti ini, kalau dengan ku jangan sekali-kali kamu mengikat rambut panjang mu ini, biarkan semuanya terurai bebas'' bisik Arnav sambil mencium leher istrinya.


''Mas dari tadi mas disini?'' tanya Mecca.


Dia begitu kaget dan malu kerana suaminya mendengar dan melihat kekonyolannya itu.

__ADS_1


''Iya dari tadi aku melihat dan memperhatikanmu, Jadi kenapa kamu menghapus lipstik merah merona itu dari bibir mu'' kata Arnav tersenyum kecil.


''Mas,,,,,'' kata mecca.


Kali ini dia benar-benar tidak ada muka lagi menatap suaminya itu. Dia segera melarikan diri untuk menutupi malunya.


Dia ingat waktu dulu saat dia bersembunyi di lemari.


Kini dia ingin kembali mempraktekannya lagi, dia masuk kedalam lemari paling bawah untuk bersembunyi.


''Hei keluar dari sama kau ini persisi seperti anak-anak'' kata Arnav


''Tapi mas janji dulu,,,,jangan banyak tanya jangan mengungkitnya apalagi meledek Mecca'' kata Mecca dari dalam lemari.


''Gak.... Anggap aja aku tidak mendengar dan melihat kekonyolan mu itu '' kata Arnav lagi


Saat Mecca mau keluar Arnav terlihat memegang kepalanya dengan kuat.


Bayangan dulu sekilas hadir di kepalanya, bayangan saat Mecca bersembunyi kedalam lemari dan saat dia menyuapi Mecca dari luar pintu lemari.


''Mas kenapa mas,,,'' kata Mecca yang melihat Arnav seperti kesakitan memegang kepalanya.


''Aku ingat bukankah kau pernah bertingkah seperti ini juga dulu. Kau bersembunyi dalam lemari dan aku menyuapi kamu sampai kau tertidur dalam lemari di rumah papa'' kata Arnav sambil memegang kepalanya.


''Mas apakah mas telah mengingat semuanya '' kata Mecca dengan raut wajah yang begitu bahagia.


Arnav segera berjalan dan mengambil botol minyak telon dan menggosokkannya pada leher Mecca.


''Bukankah kamu suka wangi minyak ini juga. itu sebabnya aku merasa wangi ini begitu spesial dan selalu aku rindukan'' kata Arnav.


''Betul. Mas udah mengingat semuanya'' kata Mecca sambil memeluk Arnav.


''Hanya kekonyolan mu yang aku ingat, selebihnya aku tidak mengingat apa-apa lagi '' kata arnav.


'' Mecca yakin dia akan kembali dengan berlahan, jadi mas harus sabar ya'' kata Mecca lagi


''Iya. Setidaknya aku ingat kalau istri kecilku ini memang konyol dari lahir'' kata Arnav


''Walaupun konyol seperti ini mas tetap sayang sama Mecca'' kata Mecca memonyongkan bibirnya.


''Iya,,, tampa sadar aku telah jatuh cinta lagi pada wanita kecil yang sama '' kata Arnav membalas pelukan istrinya.


*bersambung*

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2