
Saat Arnav memulai syuting.
Mecca langsung memasukan makan-makanan itu kedalam tong sampah, setelah itu dia segera menuju parkiran dan menemui Rere, karena dia telah punya janji dengan Rere.
Dia minta Rere agar mau mengatakan kerumah Reyna tampa harus berkenalan.
Dia hanya ingin mengetahui Reyna saja tapi tidak mau berkenalan dulu itu alasannya pada Rere.
''Mbak Rere makasih ya mau mengantarkan aku ketempat Reyna'' kata Mecca
''iya tenang saja kita kan sahabat baik jadi aku akan berusaha memenuhi keinginan kamu'' balas Rere
''apalagi kamu adiknya Arnav kalau tidak ogah aku mengikuti kemauan aneh ini'' gumam Rere
''oya kenapa kamu mau menemui Reyna tapi tidak mau Reyna tau kalau kamu adiknya Arnav '' kata Rere lagi.
''iya aku tidak mau memperkenalkan diriku sebagai adiknya kak Arnav karna belum tentu aku bisa menerimanya sebagai kakak ipar ku lagian aku hanya ingin mengenalnya sebagai orang lain dulu agar aku tau sifat aslinya'' alasan Mecca lagi.
''Oh ternyata seperti itu.
kalau begitu pas sampai di apartemen Reyna kamu pura jadi teman aku aja ya'' pinta Rere
''Baik mbak Rere '' kata Mecca
Sedangkan Arnav masih asik dengan syutingnya, dia tidak curiga sama sekali kalau Mecca akan senekat itu.
Tidak lama berkendara Rere dan Mecca telah sampai di apartemen Reyna, dengan agak gugup Mecca mencoba menenangkan dirinya agar tidak kelihatan gugup ketika berjumpa dengan Reyna.
''Ting Tong'' terdengar suara bel di pintu apartemen Reyna.
Segera mbak membukakan pintu, karena sebelumnya si mbak suruhan Arnav telah mengintip dari balik pintu.
''silahkan masuk mbak Rere'' ucap mbak
''Makasih. Oya mbak mana Reyna?'' tanya Rere
''Mbak Reyna lagi di kamar, tunggu aja saya akan memanggilkan'' ucap mbak
Sedangkan Mecca hanya mengikuti langkah Rere dari belakang.
sekarang Rere dan Mecca sudah berada di ruang tamu, tak lama menunggu. Baru Reyna muncul dengan si mbak menggunakan kursi rodanya.
''Hei Reyna '' ucap Rere yang melihat kedatangan Reyna.
''Hei. Tumben kesini tanpa di telfon dulu'' jawab Rere dengan wajah yang kurang senang pada Rere''
''Iya,,,,aku hanya rindu dengan kamu sambil membawakan makanan kesukaan mu'' jawab Rere.
''oh makasih'' Jawab Reyna dengan wajah yang memperhatikan Mecca dari tadi.
''oya Reyna aku bawa teman kuliahku, tadi kami habis makan siang, jadi sekalian aja aku membawa dia mampir'' kata Rere dia tau kalau sekarang pasti Reyna bertanya-tanya.
''Oh'' jawab Rere singkat.
''Rin kenalin Rere ini sepupu aku yang cantik dan baik'' kata Rere lagi.
''Segera Mecca bersalaman memperkenalkan dirinya pada Reyna.
''Sepertinya aku mengenal wanita ini, tapi siapa ya'' gumam Reyna lagi.
Mecca yang menyadari dia lagi di perhatikan oleh Reyna, segera mencari kesibukan dengan memainkan handphonenya.
''Ah bodoh amat mau siapa dia yang penting dia tidak mengenal aku'' gumam Reyna lagi.
Sedangkan Arnav telah selesai dengan syutingnya, sekarang waktunya dia istirahat dia berniat untuk menemui kembali istrinya.
Tapi kali ini Arnav mempunyai rencana lain yaitu mengunjungi Reyna.
''Sepertinya Mecca aman disini, lagian aku juga udah menyetok banyak makanan. Sekarang pasti dia asik dengan novelnya itu''gumam Arnav.
Segera Arnav meninggalkan lokasi syuting dan menuju kediaman Reyna.
Di apartemen Reyna mereka bertiga tidak terlalu banyak bicara.
''Rey aku permisi menerima panggilan telfon dulu ya'' kata Rere.
segera Rere keluar dari ruangan tersebut. Kini hanya tinggal Mecca dan Reyna berada di dalam.
''Mbak saya juga permisi ya mau toilet''kata Mecca merasa tidak nyaman kerena hanya tinggal mereka berdua.
''Ya silahkan'' ucap Reyna.
Setelah semua orang tidak ada di sana kesempatan Reyna untuk bebas berdiri dari kursi rodanya, dia merasa capek duduk di atas kursi roda tersebut.
Dia tidak mengetahui kalau Mecca diam-diam lagi memata-matai dirinya dari balik ruangan.
''Ini saatnya aku harus mendapatkan video dan foto kalau mbak Reyna tidak lumpuh'' gumam Mecca yang asik memotret.
Setelah berhasil mendapatkan foto-foto Reyna, dia tidak lupa mengambil Vidio Reyna agar memperkuat bukti.
Sedang asik mengambil video. Entah kenapa handphone itu tiba-tiba jatuh dari tangannya.
__ADS_1
mendengar sesuatu yang terjatuh segera Reyna bergegas melihat.
Mecca yang belum sempat mengambil hanphon tersebut.
Tiba-tiba Reyna sudah berada di hadapannya dengan video yang masih menyala.
Segera Reyna menarik kasar Mecca sebelum tangan itu mendapatkan kembali handphonenya.
''Siapa kau sebenarnya'' kata Reyna yang menarik dan mendorong Mecca dengan kasar .
Untung saja Mecca cepat menstabilkan dirinya sehingga tubuhnya tidak jadi terjatuh kelantai.
''Jawab siapa kau sebenarnya!?'' kembali Reyna mendekati Mecca yang masih belum siap dengan posisi berdirinya.
Tampa pikir panjang Reyna hendak melayangkan tamparannya pada Mecca.
''Berani sekali kau menyentuh wanita ku'' tiba-tiba tangan Kokok Arnav menahan tangan Reyna.
''Kak Arnav,,, siapa lagi perempuan tomboi ini apakah dia suruhan mu untuk memata-matai ku?'' tanya Reyna dengan emosi.
Mendengarkan perkataan Reyna.
Dengan keberanian Mecca membuka penyamarannya.
''Apakah sekarang mbak udah mengenal saya!!!'' kata Mecca penuh keberanian mendekati Reyna.
''kau,,,,,'' ucap Reyna lagi.
''Plak, plak, plak '' entah apa yang merasuki perempuan hamil ini sehingga dia sangat berani menampar wajah Reyna.
Arnav tidak berkutik, dia tidak menyangka kelinci kecilnya bisa emosi dan seberani itu.
''Kau wanita yang ingin memisahkan aku dengan suami ku.
Kau juga yang ingin membuat anak-anakku tumbuh tampa seorang ayah, kau wanita jahat yang sangat licik. Apakah kau tau aku tidak akan menyerahkan suamiku pada siapapun. Apakah kau tau perjuangan kami dari dulu. Kenapa wanita tidak punya hati sepertimu terlahir di dunia ini'' kata Mecca menunjuk kearah Reyna.
''Mas ayo kita pulang. Mecca telah mendapatkan semua bukti kebohongan perempuan ini'' ucap Mecca lagi.
Arnav hanya tersenyum melihat keberanian istrinya.
''Sayang sepertinya dia tidak pantas kalau di biarkan berkeliaran seperti ini'' kata Arnav yang ingin menelpon kantor polisi.
''Kak aku mohon jangan kak, aku minta maaf. Aku salah, tolong kak demi persahabatan kita'' kata Reyna memohon di kaki Arnav.
Mecca kembali menarik Arnav.
''Jauhkan tanganmu dari suamiku'' kata Mecca dengan lantang.
Kini Arnav hanya mematuhi istrinya, dan pergi dari apartemen Reyna.
Di perjalanan Arnav menyetir dalam diam masih belum percaya wanita cengeng yang dinikahinya ini, sekarang sudah berubah jadi seorang wanita pemberani.
Seketika Arnav berhenti menyetir. Mecca juga heran kenapa Arnav menepikan mendadak mobilnya.
''Sayang kau tidak sakitkan ?'' tanya Arnav sambil meraba kepala istrinya.
''Mas Mecca tidak sakit mas'' jawab Mecca.
''Sayang apakah ini benar-benar kamu?'' Arnav balik bertanya.
''Mas jangan seperti ini'' jawab Mecca memonyongkan mulutnya.
''Sayang aku masih tidak percaya dengan keberanian kamu tadi''
''Mas wanita manapun akan akan emosi kalau berhadapan dengan pelakor yang ingin merebut suaminya'' jawab Mecca
''Sayang hari ini aku sangat bangga dengan mu, tapi aku masih belum yakin apakah ini murni dari dari mu atau karena di dalam perutmu ada anakku yang membuat kau ganas seperti tadi'' ucap Arnav kerena memang wanita cengeng ini sangat berbeda. Biasanya dia akan pasrah dan menangis saat di sakiti.
''Mas Mecca juga manusia yang bisa marah dan emosi '' jawab Mecca.
Baiklah sekarang ayo kita kembali, nanti di hotel kita bicarakan lagi'' kata Arnav kembali menyetir menuju hotel.
Sesampainya di hotel Mecca langsung berkemas, dalam pikirannya semua telah selesai dan dia harus kembali.
''Sayang mau kemana?'' tanya Arnav dengan heran.
''Mas ayo kita pulang sekarang. Mecca sangat merindukan anak-anak'' pinta Mecca sambil merengek.
''Aku lebih suka melihat kamu manja seperti ini, mungkin aku telah bisa dengan semua ini, tapi sayang kita kembali tidak semudah ini.
Kita harus kembali ketempat syuting dulu. Aku janji cuma satu hari saja karena aku tidak terikat kontrak '' kata Arnav mencium pucuk kepala istrinya.
''Ya,,,,, menunggu lagi'' ucap Mecca.
''Sabar ya cantik, bagaimana kalau malam ini kita jalan-jalan dan mencarikan oleh-oleh untuk orang rumah'' kata Arnav.
''Baik mas, tapi mas harus janji kalau kita harus kembali secepatnya'' pinta Mecca.
''Iya cantik'' jawab Arnav mereka segera meninggalkan hotel.
Tidak terasa sehari telah berlalu kini pagi kembali datang.
__ADS_1
Saat di mobil Mecca heran. Kenapa Arnav masih memintanya memakai penyamaran
''Aku mau nanya rasanya gak enak, kenapa mas menyuruh aku masih menyamar ya. Atau mas malu kalau ketahuan sudah beristri'' gumam Mecca dengan wajah murung.
Arnav tidak menyadari perubahan istrinya itu. Dia tetap santai dalam menyetir.
Sesampainya di lokasi syuting ternyata Arnav sudah di sambut oleh banyak wartawan, dia sengaja mengumpulkan semua wartawan untuk mengumumkan dan mengenalkan pada dunia Tetang statusnya dan istri kecilnya.
Mecca terheran-heran, bisanya suasana tempat syuting tidak ramai seperti ini.
''Mas ada kecelakaan ya,,,, kok jadi rame seperti ini?'' tanya Mecca.
''Gak sayang ini hanya ada acara kecil'' jawab Arnav.
''Saat mau masuk. Arnav segera memegang Mecca berjalan sambil berpelukan tidak seperti biasa.
''Mas jangan, nanti ada yang curiga''
Arnav hanya tersenyum mendengarkan dan terus mencium kepala perempuan tomboi yang di bawanya itu dengan mesra.
Beberapa langkah mereka berjalan terlihat seseorang mendekati dan menanyakan tentang Mecca.
Dengan lantang Arnav menjawab kalau yang dia gandengannya saat adalah istrinya sambil membuka penyamaran Mecca.
Semua orang sangat takjub saat penyamaran itu di buka.
Arnav juga mengatakan kalau mereka akan segera berangkat ke Indonesia untuk menemui dua buah hati mereka.
Alangkah bahagianya Mecca saat mengetahui kalau Arnav mau memperkenalkan dia pada dunia.
Setelah acara tersebut selesai.
Mereka langsung menuju bandara sambil membawa banyak oleh-oleh.
''Mas makasih ya untuk hari ini''
''Sayang aku yang berterima kasih pada mu. Karena kau selalu setia dan selalu sabar menghadapi aku. Memang Air matamu adalah rekan hidupku tapi kebahagian mu adalah tanggung jawabku'' jawab Arnav sambil mencium bibir istrinya saat mereka berada dalam pesawat.
Tidak terasa tiga hari telah berlalu, meraka telah sampai di bandara.
Papa, mama, mertua dan si kembar telah menanti mereka.
Dengan langkah sigap Ara dan Arav menghampiri mereka.
''Ara udah bisa jalan nak'' ucap Arnav dan Mecca dengan wajah bahagia.
''Alhamdulilah Nav semenjak keberangkatan Mecca.
Ara di asuh sangat baik oleh mama dan mertua mu, apalagi mertua mu sangat rajin memberi ramuan sama Ara '' jawab nyonya Gita.
''Makasih Bu'' jawab Arnav sambil mencium tangan mertuanya dan tangan mamanya.
Sedangkan Arav terlihat sedikit kesal karena sedikit terabaikan.
''Akaaak'' kata Arav berteriak pada Mecca.
''Sayang maaf ya nak, mami terlalu bahagia melihat adikmu yang udah bisa jalan'' ucap Mecca yang ingin mengendong Arav.
''Sayang tidak. Dia sangat berat kau lagi hamil, biar aku yang mengendong jagoan kecil ini'' kata Arnav sambil mengangkat tinggi-tinggi anak laki-lakinya itu.
''Ya udah mari kita pulang dulu. Mella sudah menunggu kalian di rumah jawab tuan Andi.
Lima bulan telah mereka lewati.
''Mas sakit,,,,'' terdengar rengek Mecca di ruang persalinan.
''Sabar sayang sedikit lagi,,,, sebentar lagi anak kita akan segera lahir'' jawab Arnav sambil memegang kedua tangan istrinya.
''Sayang ayo semangat. Tarik nafas, udah kelihatan, sedikit lagi cantik kamu pasti bisa'' kata Arnav sambil memberi semangat dan mengusap keringat yang bercucuran.
''Wek Wek wek'' terdengar suara lantang anak bayi laki-laki yang juga tidak kalah tampan dari Arav.
''Sayang anak kita udah lahir dengan selamat kamu dengarkan'' kata Arnav.
''Makasih cantik kau telah berkorban banyak untuk ku'' ucap Arnav saat bayi itu sedang di bersihkan.
''Mas Mecca sudah tidak sabar mau melihatnya''
''Segera perawat memberikan bayi laki-laki yang sudah bersih dan tampan pada Arnav. Segera Arnav juga mendekatkannya pada Mecca.
''Mas dia sangat tampan'' ucap Mecca.
''Iya,,,, dia mempunyai wajah campuran antara dirimu dan diriku'' kata Arnav lagi.
*Tamat*
Makasih ya kak udah setia menemani selama ini.
mohon maaf telah lama tidak posting
author lagi berjuang saat ini
__ADS_1
Doain agar author sehat selalu ya kakak yang baik.🥰🥰🥰🙏🙏🙏