
ditempat kerja, arnav bersiap-siap untuk menyelesaikan pekerjaannya agar semuanya kelar, jadi dia tidak terlalu memikirkan pekerjaan saat dia si Jakarta.
'' syukurlah semuanya sudah kelar, aku harus segera pulang untuk menjemput gadis kecil itu, agar aku tidak kemalaman sampai di Jakarta '' ucapnya sambil meregangkan otot-ototnya
jam sudah menunjukan pukul empat sore, dia segera melajukan mobil mewah miliknya itu kerumah mertuanya,
sesampainya di halaman rumah, dia segera memasuki rumah sembari memberi salam kepada Bu Lastri.
'' Bu apakah Mecca sudah bersiap-siap '' tanya arnav duduk di kursi depan
'' sepertinya dia masih di kamar, dari tadi ibu belum melihat nya '' jawab Bu Lastri
'' oh baiklah Bu, aku akan menyusul ke kamar dulu '' arnav pamit sambil menuju kamar setelah sampai , segera dia membuka pintu kayu itu, dia malah menepati kalau istri kecilnya itu tertidur pulas.
arnav mencoba membangunkan dengan mencubit pipi mulus istrinya
'' hei kenapa kau masih tidur, kapan mau berangkat'' ucapnya duduk di samping ranjang
'' mas,,, '' jawab gadis itu dengan suara serak nya
''m, ayo cepat bangun dan mandi, aku akan menunggu mu kau harus siap dalam waktu tiga puluh menit '' titah suaminya itu
'' baik mas'' dengan langkah malas dia mengambil handuk dan baju ganti miliknya
setelah tiga puluh menit Mecca masih belum keluar dari kamar mandi, arnav yang sedari tadi menunggu sudah merasa jengkel dan resah
setelah lama menunggu, akhirnya gadis itu muncul juga dengan menggunakan baju pink panjang tangan dan celana jeans.
'' kau lama sekali, ini udah lebih tiga puluh menit aku juga mau mandi'' ucap arnav kesal meninggalkan perempuan cantik itu
dengan tergesa-gesa gadis itu membereskan semua pakaiannya, dan merias dirinya dengan rambut di kuncir tinggi, terlihat begitu cantik walau baju yang dikenakannya hanya baju murahan.
arnav pun telah siap melakukan ritual mandinya, segera dia Menganti pakaiannya dengan pakaian santai
Mecca sudah bersiap menunggu suaminya itu di ruang tengah,sambil berbincang dengan ibunya.
'' ca ingat ucapan ibu, kalau setibanya di sana kamu harus sopan rajin dan jangan membuat mertua mu jengkel''
''baik Bu '' jawabnya singkat
Oya Bu, nanti Mecca akan menelpon ibu setiap hari '' ulasnya manja sambil memeluk Bu Lastri, dia merasa sangat sedih karena baru kali ini dia jauh dari ibunya.
setelah arnav selesai bersiap-siap, dia segera keluar dari kamar, dia tidak membawa pakaian apapun untuk di bawa ke rumahnya di jakarta.
'' Bu, aku dan Mecca jalan dulu ya Bu '' pamit arnav kepada mertuanya sambil mencium tangan wanita paruh baya itu.
'' hati-hati ya nak, titip Mecca ya '' ucap mertuanya
__ADS_1
'' baik Bu, aku akan menjaganya dan membawanya kemanapun aku pergi'' ucap arnav
Mecca merasa berat hati meninggalkan ibunya sendiri di rumah itu, dia terus memeluk ibunya seperti tidak bisa dipisahkan oleh apapun.
'' ayo sana ikuti suami mu, kau harus jadi istri yang patuh kau paham'' titah bu Lastri
'' baik Bu '' Mecca mencium tangan ibunya dan mencium pipi kiri dan kanan, setelah itu dia mulai menaiki mobil sport merah bersama suaminya.
setelah mereka menaiki mobil, arnav membawa laju mobil sport merah miliknya dengan kecepatan sedang, belum terlalu jauh dari rumah dia menepikan mobil itu.
setelah mobil itu menepi sempurna dia mendekati istri kecilnya, membungkukkan badannya kearah istrinya, membuat istrinya itu ketakutan padahal dia hanya ingin memasang sabuk pengaman.
melihat ekspresi istrinya dia tersenyum kecil
'' manis sekali dia kalau di lihat sedekat ini, lama-lama aku makan juga gadis pengecut ini'' gumamnya dalam hati
mulai pikiran jahil menjalari otak pria itu
dia mulai mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah perempuan pengecut itu.
'' mas mau apa '' tanya Mecca merasa takut
'' aku mau membalas mu ''
'' membalas apa, emang Mecca ada salah '' ucapnya sambil menjauhkan wajahnya
'' gk Mecca gk ngapa-ngapain kok '' ucap perempuan itu lagi.
'' apa kau akan terus berbohong, aku merasakan bibir ini yang mengecup dada ku tadi pagi, sekarang aku yang akan melakukanya di tempat yang sama'' ucapnya dengan penekanan sambil mengelus bibir mungil istrinya
'' mas jangan, kalau mas gitu Mecca gk jadi ikut Mecca pulang aja '' jawab perempuan itu menahan malu karena tingkah konyolnya ketahuan oleh suaminya
'' kau ini Banaran pengecut, kalau begitu coba kau ulangi lagi yang tadi pagi, aku tidak begitu merasakan '' sambil menunjuk ke arah dadanya
'' mas jangan gitu'' Mecca tambah ketakutan dengan tingkah suaminya itu
'' yasudah, sekarang aku gk akan balas dendam aku akan melakukanya saat kau tertidur juga, seperti kau mengambil keuntungan dari ku'' ucapnya lagi sambil melajukan kembali mobil merah miliknya itu
setelah lama berjalan
'' mas aku mau muntah'' Mecca menutup mulutnya
'' muntah,,, apakah kau tidak pernah berjalan jauh dengan mobil'' ucapnya lagi sambil mengerutkan alisnya mendengar omongan istri kecilnya itu.
'' gk mas, ini pertama kali aku jalan jauh '' jawabnya sambil menutup mulutnya
'' oh sssssst kau ini benar-benar kampungan '' ucapnya kesal
__ADS_1
'' mas hentikan mobilnya sekarang ''
secepatnya arnav mencari tepat yang cocok untuk menghentikan mobilnya, setelah mobil itu berhenti, arnav membantu membuka sabuk pengaman dan membuka pintu
setibanya di luar, Mecca mengeluarkan semua isi perutnya
arnav tidak tinggal diam, dia segera mengambilkan air minum dan obat anti mabuk dari dalam mobilnya.
'' mas Mecca gk mau naik mobil itu lagi, sekarang cariin aja Mecca ojek atau becak '' permintaan Mecca memohon kepada suaminya itu
arnav yang mendengarkan permintaan istrinya langsung suara tawanya menggelegar
'' ha ha ha kau kira ini masih di kampung, sehingga kau bisa naik ojek atau becak
udah la, ayo kembali ke mobil setengah jam lagi kita sampai rumah
Mecca terpaksa naik lagi ke mobil itu, setelah setengah jam mereka berkendara akhirnya sampai juga mereka di rumah mewah milik keluarga Wijaya
terlihat satpam membuka pintu gerbang dan di sana juga ada sopir yang telah siap membukakan pintu tuan mudanya.
setelah arnav turun, mobilnya diambil alih langsung oleh sopir untuk meletakan di garasi
'' pak Parto besok tolong servis mobil itu'' titah arnav
'' baik tuan '' ucap sopir itu membungkuk
arnav segera melangkahkan kakinya ke dalam rumah di ikuti istrinya
di pintu sudah ada asisten yang menyambut kedatangan meraka.
''selamat datang tuan dan nona ''ucapan mereka serentak
''m'' ucapan arnav, aura arogannya kembali seketika saat dia melangkah memijakkan kakinya kedalam rumah mewah tersebut.
dari lantai dua nyonya Gita tampak semangat menuruni anak tangga, ingin rasanya dia terbang menuju anak kesayangannya itu, karena wanita paruh baya itu sangat merindukan anak laki-laki satu-satunya.
setelah tiba di hadapan arnav, nyonya Gita langsung memeluk arnav
'' arnav mama sangat merindukan mu nak'' ucapnya
'' arnav juga merindukan mama '' mereka saling berpelukan, Mecca yang melihat dua orang ini hanya terdiam
*bersambung*
tolong tinggalkan jejaknya ya sahabat bagi yang sudah terjebak membaca novel ini, agar author nya jadi semangat menulis cerita
mohon maaf juga jika penulisan yang masih berantakan dan susah dipahami karena ini karya pertama
__ADS_1
selamat membaca