
setelah ciuman panjang itu selesai, segera lelaki itu menjelajah bagian leher istrinya dengan rakus.
''ooooost, maaf aku jadi kebablasan, aku lupa kau lagi datang bulan'' katanya yang melepaskan istrinya, dia melihat wajah istrinya yang memerah dia tersenyum kecil.
''aku heran kenapa setiap kayak gini kau selalu merasa malu, apakah kau tidak terbiasa, dan tidak pernah berciuman seperti ini sebelumnya'' kata arnav menanyakan sikap pemalu istrinya, Mecca hanya menggelengkan kepalanya.
''apakah kau selama ini tidak mempunyai kekasih'' katanya lagi penasaran
''tidak'' jawab Mecca dengan wajah yang masih memerah
'' serius, berati baru aku yang pertama dalam hidupmu, tapi aku melihat tukang buku itu memperlakukan mu seperti kekasihnya'' tanya arnav lagi
'' kata kak Aldo dia menyayangi mecca, tapi pembicaraan kak Aldo terputus, gara-gara mas nelpon waktu menjemput Mecca ke toko buku, mas sih,,,'' kata gadis itu memonyongkan bibirnya
''untung aja aku cepat menggagalkan aksi bocah itu, coba aja dia berani lagi bicara Semarang kepada mu, lagian kenapa kau kesal aku menggagalkan aksi tukang buku itu, apa kau berharap! coba aja, akan ku habisi bocah itu''
katanya yang langsung berdiri mencari ganti
pakaianya dengan wajah kesal, sepertinya dia sangat cemburu kepada aldo, setelah selasai dia Menganti pakaianya, langsung dia pergi meninggalkan kamar Tampa sepatah katapun.
Mecca yang melihat tingkah suaminya masih aja tidak peka, malah dia menyalahkan arnav.
'' aneh mas arnav, kenapa dia marahnya sama Mecca, ya udah biarin.
Mecca ngapain di rumah ini ya, mau keluar takut, atau Mecca segera bersiap-siap menyusulnya ke kantor itu sendiri, tapi Mecca juga tidak tau alamatnya'' Tampa berpikir panjang dia segera menemui Mella.
''kak Mella boleh mecca masuk'' katanya yang berdiri diluar kamar Mella.
'' boleh'' kata Mella yang sibuk bermain hp
'' apakah kak Mella marah juga sama Mecca? yasudah kakak pukul aja Mecca, biar kakak puas '' dia berdiri dihadapan Mella yang cuak karena sibuk main hp.
''tapi kalau aku dimangsa suamimu yang galak itu, apa kau tega melihat ku, aku gk marah kepadamu, hanya setelah kejadian tadi aku cemas, takut Kak melisa akan tambah nekat untuk menjatuhkan mu'' kata Mella
''makanya mecca kesini, mau minta alamat kantor mas arnav sama kakak''
'' kau mau apa ke sana,,, apa kau mau melamar kerja, biar selalu nempel sama kakak'' katanya mengejek Mecca
'' benar juga ya, mecca kan bisa kerja sampingan, bisa bikin kopi buat orang-orang disana, Mecca juga bisa bersih-bersih, atau bisa jadi tukang parkiran, kak ajari mecca buat surat lamaran'' kata Mecca memohon kepada Mella.
''kau mau kerja di perusahaan sebesar itu, memang kau sudah punya pengalaman kerja dimana?'' kata Mella menginterviewnya langsung.
''pernah kerja di toko buku my book '' katanya polos
'' ha ha ha ha gadis kampung, itu Banaran kau, yang mengajak kakak jalan-jalan sampai kemenu masakan, ha ha ha lebih baik kau urungkan niatmu untuk kerja disana, kalau kau masih nekat, kau hanya akan jadi tukang fotokopi disana''
''mau, mecca mau jadi tukang fotokopi, apa disana juga ada alat buat fotokopi kak'' katanya lagi dengan wajah yang penuh harap.
'' adalah, alat potong rambut juga ada disana, kalau kau salah-salah sedikit, rambut panjang mu ini, bisa botak keluarnya'' katanya menakuti gadis kampung itu, mendengar ucapan Mella langsung wajah yang penuh harap berubah jadi takut.
'' serius kak, tolong bikinin surat lamaran buat Mecca, dari pada Mecca mati ketakutan disini'' katanya lagi
'' tok tok tok, Mel, kamu lagi ngapain di dalam, suara tawa mu udah kayak nenek lampir aja terdengar sampai kebawah, kata Melisa bertanya dari luar pintu, mendengar suara Melisa, Mecca merasa merinding Tampa pikir panjang, langsung dia lari menuju lemari pakaian Mella untuk sembunyi, Mella yang melihat ketakutan dari kakak iparnya, hanya memandang aneh,karena suara Melisa masih ada dibalik pintu, dia segera membuka pintu untuk kakaknya.
''ya kak, masuk aja, didalam tidak ada siapa-siapa, tadi aku hanya melihat video lucu, makanya aku hampir mati gara-gara ketawa katanya lagi.
''oooh, hei apakah kau melihat perempuan bodoh itu, dari tadi aku melihatnya ke kamar kakak, dia tidak ada disana'' katanya menyalidik
'' mungkin dia dibawa kakak ke kantor '' kata Mella berbohong.
'' mungkin juga, tapi awas aja dia pulang, aku akan buat perhitungan dengannya, udah la aku mau berangkat ke kampus '' kata Melisa langsung pergi meninggalkan kamar mella,
setelah kakaknya pergi, Mella langsung memanggil Mecca agar keluar dari persembunyiannya.
__ADS_1
''mecca keluarlah, kak Melisa udah pergi'' mendengar ucapan Mella, segera Mecca keluar dari dalam lemari.
''apakah kak Melisa udah pergi?'' katanya bertanya pada Mella
''udah, kau ini benar-benar pengecut ya, pantesan aja tuhan memilihkan mu jodoh orang seperti kakakku, agar bisa melindungi mu, dan saling melengkapi, yang satu keras pemberani, dan yang satunya lagi pengecut dan cengeng.
'' kak, ayo bikinin surat lamaran'' katanya lagi memohon
'' kasihan juga aku melihat mu, baiklah, akan ku bantu kau membuat surat lamaran itu, tapi kau harus janji, kakak gak boleh tau yang membantumu adalah aku, kalau kakak tau habis aku nanti, apa lagi kalau ada yang tau kau istrinya, kakak bisa-bisa akan malu.
'' jadi Mecca tidak boleh ngaku ya kak, kalau mecca istrinya mas arnav'' katanya sangat mengerti dengan posisi nya.
'' ya, sebaiknya seperti itu'' kata Mella
'' baiklah kak, tapi kakak bisa pinjamkan Mecca baju kemeja putih, Mecca hanya punya celana panjang warna hitam.
'' kampung,,, kau kira harus pakai seragam kayak gitu kalau melamar kerja di sini, kau harus pakai rok seksi'' Keta Mella memberi petunjuk
'' Mecca mau pakai yang formal aja, hitam putih'' katanya dengan yakni
''baiklah, sekarang kau ambil baju kemeja putih di lemariku sana, dan segera kau ganti pakaian mu, sementara aku akan siapkan surat lamaran untuk mu'' kata Mella memerintah Mecca.
segera Mecca meninggalkan kamar Mella, dan berganti pakaian hitam putih seperti pakaian waktu dia kerja di toko buku keluarga aldo, setelah selesai bersiap-siap, dia kembali ke kamar Mella.
'' kak aku udah siap '' katanya dengan memakai seragam hitam putih, dengan harnet di kepalanya, untuk membungkus rambut panjangnya itu.
'' kau benar-benar akan membuat kakak syok nanti, ni surat lamaran mu '' kata Mella menyodorkan map warna coklat
'' kak, aku berangkat ya'' katanya meninggalkan Mella
'' mana sepatu kerja mu?''
''gak ada kak, nanti Mecca mampir di toko sepatu sambil lewat'' kata gadis itu membalikan badannya.
kebetulan di perusahaan Sanjaya, lagi bukak lowongan untuk sekretaris.
arnav sangat sibuk hari ini, siap melaksanakan miting, dia segera menyelesaikan laporan yang sudah menumpuk di mejanya.
'' tok tok tok'' permisi tuan muda, hari ini adalah interview semua kariawan yang melamar sebagai sekretaris, tapi lamaran belum satupun diperiksa, kata tuan besar, harus tuan muda sendiri yang meneliti dan memutuskan siapa yang layak untuk kerja disini'' kata sekretaris seksi itu menjelaskan.
'' apakah semua lamaran sudah terkumpul? kalau sudah, segera bawa kesini sebelum semua orang itu datang untuk di interview.
'' baik tuan muda'' kata sekretaris seksi itu melangkah keluar.
sedangkan Mecca yang baru datang, langsung bertanya pada satpam tempat menyerahkan lamaran,dia melihat pria paruh baya dengan badan masih kuat dan tegap, dia adalah satpam yang selalu berjaga disana.
''pak, aku mau memasukan surat lamaran ku, boleh minta tolong, dimana tempat mengumpulkannya ya pak'' kata gadis itu dengan penuh keberanian
''maaf neng, lamaran udah di tutup dari kemaren, tapi gak apa-apa saya bantu, mudah-mudahan rejeki neng untuk kerja disini, bawa sini surat lamarannya biar saya serahkan'' kata bapak itu
segera Mecca menyerahkan surat lamaran yang dituliskan oleh mella
''makasih ya pak'' katanya sopan
''iya, silahkan duduk disebelah sana, sebentar lagi akan datang semua orang untuk interview hari ini '' kata pak satpam yang baik itu
''baik pak '' katanya menuruti pak satpam
pak satpam, segera menyatukan lamaran Mecca dengan surat lamaran yang lain.
setelah semuanya terkumpul, barulah datang sekretaris seksi itu mengambil semua lamaran, untuk diserahkan kemeja tuan mudanya.
setelah membereskan dan menanda tangani laporan, arnav segera membuka map yang berisi surat lamaran itu, satu persatu ditelitinya, hingga sudah hampir setengah, sekarang giliran map Mecca ditangannya untuk diperiksa, arnav heran dengan map satu ini, tidak melengkapi surat yang wajib di cantumkan seperti syarat yang diminta, map itu hanya berisikan surat permohonan kerja dan lembaran pengalaman kerja
__ADS_1
''bodoh, siapa lagi yang mengirim surat seperti ini, dikiranya mau jualan ini pasar apa'' kata arnav, dengan kasar memasukan kembali lembaran tampa membacanya, tapi dia meninggalkan satu lembar diluar, pas mau memasukannya dia melihat sekilas pengalaman kerja di toko buku my book.
'' ini bukankah tempat Mecca bekerja dulu, atau mungkin, ah gak mungkin dia'' dia segera mengambil hpnya dan menghubungi istrinya itu.
diluar Mecca masih duduk di kursi besi yang tadi, satu persatu orang sudah datang mau mengikuti interview, dengan pakaian seksi dengan dandanan yang cantik, beda dengan dia yang hanya menggunakan seragam hitam putih dan harnet di rambutnya.
''treeet treeet treeer'' Suara hpnya bergetar, dia segera meraih hp tersebut didalam tasnya, rupanya itu adalah nomor suaminya yang memanggil dengan panggilan vc, tentu saja dia tidak Meu mengangkatnya, dia takut ketahuan, dan dia memutuskan untuk menonaktifkan hpnya itu.
''kok di matikan, pasti dia malu mengangkat vc dari ku, biasa itu penyakit lamanya, biarkan saja nanti akan ku suruh sopir mengantarnya kesini
sedangkan di luar, semua orang yang di hubungi lewat telepon sudah datang, kecuali Mecca yang datang Tampa dipanggil.
'' eh lihat perempuan yang disana, kok pakainya melamar jadi sekretaris kayak itu'' kata sebagian orang berbisik, dan sebagian orang hanya tertawa melihat penampilannya.
arnav yang sangat sibuk diburu waktu, langsung menuju keruangan lain untuk interview karena semua orang sudah berkumpul disana.
dia melewati semua wanita yang mau di interview, semua wanita itu berdecak kagum melihat ketampanannya,
'' lihat, itu tuan muda, ganteng amat , sangat wangi '' bermacam-macam kata-kata yang dikeluarkan sebagai kekaguman mereka.
arnav dengan wajah dingin, dan arogan tidak mempedulikan bisik-bisik dari semua wanita
disana.
sedangkan Mecca hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri,Tampa disadarinya, kalau suaminya lewat didepan tempat dia duduk, arnav memandang sekilas wajah yang duduk dengan pakaian yang berbeda.
'' kok perempuan itu mirip penjaga toko buku, o...........St itu sepertinya istriku, atau aku salah lihat, karena terlalu memikirkannya , tapi dia tidak yakin dengan penglihatannya, segera dia berbalik arah, dan berhenti pas di depan perempuan yang melamun dengan tertunduk kaku, dia ingin meyakinkan kalau itu istrinya, dia segera membuka harnet yang membungkus rambut panjang itu, dan segera melepaskan, setelah rambut itu terurai bebas, dia memastikan kalau itu benar istri kecilnya,
''ini Banaran kau '' Mecca yang kaget hanya diam ketakutan.
Tampa banyak bicara segera tangan kekar arnav, mengendong gadis itu dan membawa kedalam ruangannya.
''mas, aku mau interview dulu'' katanya yang memberontak di dalam gendongan suaminya,
arnav berjalan dengan santai seperti membawa seekor kucing, sedangkan semua orang yang melihat hanya kaget, dan ada juga yang iri terhadap gadis itu.
setelah tiba di ruangannya, arnav segera mendudukkan istrinya di atas meja kerja,
'' Mecca,,,,,, apa yang kau pikirkan, ngapain kalau disini'' tanya arnav sambil kedua tangannya bertumpu di atas meja
''mecca mau melamar kerja mas '' katanya lagi
'' apa, aku tidak salah dengar, kau mau kerja'' katanya mengerutkan dahinya
'' iya'' dengan jawaban pendek
''kau butuh duit berapa, aku suamimu aku akan memenuhi semua kebutuhan mu'' katanya dengan penuh penekanan
''tapi mas''
''kau mau kerja, oke, kau cukup kerja untuk ku dikamar, melayaniku, dan kau akan tau dengan kerja mu sesungguhnya, setelah kau mencoba pekerjaanmu itu, aku tidak mengijinkan mu menjepit rambutmu pakai benda seperti ini, aku tidak mau rambutmu rusak gara-gara benda sial ini, kau taukan betapa aku mengagumi rambut panjang ini'' katanya melempar harnet itu.
tuan Andi yang mendengar pembicaraan kariawan nya, kalau arnav memaksa seorang perempuan untuk masuk keruangannya dengan paksa, dengan wajah marah tuan andi langsung menyusul arnav.
'' tok tok tok'' nav papa boleh masuk'' mendengar suara papanya dia segera berdiri Tampa bertumpu lagi
'' silahkan pa''
''apa yang terjadi nav'' segera tuan Andi masuk, dan melihat menantu kesayangannya duduk di atas meja kerja.
'' Mecca ada apa sayang, dan kenapa kau berpakaian seperti itu'' tuan Andi heran melihat menantu kesayangannya,
'' tu menantu kesayangan papa mau melamar kerja disini'' kata arnav memberi tahu papanya, tuan Andi hanya tersenyum lucu melihat menantu kecilnya sudah mulai bertingkah
__ADS_1
'' Mecca sayang, kau gak usah memikirkan untuk kerja, anak seumuran mu hanya memikirkan main, dan kuliah saja. dan kau juga harus fokus memberikan papa cucu'' kata tuan Andi membelai rambut menantunya.