
Dua bulan telah berlalu.
Semenjak itu hubungan Reyna dan Arnav semakin dekat, Reyna jelas memiliki perasaan kepada Arnav, tapi Arnav tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadap Reyna.
Dia mendekati Reyna hanya ingin mengetahui apakah Reyna ada hubungan dengan masa lalunya.
''Kak Arnav,,, pulang pemotretan ini kita makan dulu ya,,,,'' ajak Reyna
''Maaf Reyna aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, lagian tidak pantas rasanya kamu dan aku sering bersama'' jawab Arnav dingin
''Kenapa kak'' kata Reyna lagi dengan ekspresi kecewa.
''Kamu tidak sadar apa,,, berapa jauh beda umur mu dengan umur ku, lagian aku tidak mau dibilang pengasuh mu oleh orang-orang'' jawab Arnav.
''Kak itu tidak masalah tentang umur, mendingan aku yang hanya beda enam tahun dari mu, ada lagi yang lebih parah.
Lelakinya umur dua puluh tujuh tahun, sedangkan perempuannya masih umur belasan tahun, kira-kira anak SMA gutu'' kata Reyna lagi.
''Mana ada yang seperti itu, mustahil'' jawab Arnav lagi
Lagian apakah kamu tidak kenal dengan perempuan yang selalu datang menemui ku, dan sering mengandeng tangan ku '' kata Arnav lagi.
''Iya itu Enjelin si nenek sihir.
Maaf ya kak, aku berani berkata seperti itu karena aku tau kamu tidak menganggap perempuan itu, saat kau jalan dengannya, aku lihat kakak seperti terpaksa'' jawab Reyna.
Saat mereka asik berbincang-bincang Enjelin tiba-tiba datang untuk menemui Arnav.
''Honey ayo kita pulang, aku telah masak makanan spesial untuk mu'' kata Enjelin sambil melirik benci kepada Reyna.
''Hei Bu! yang sopan dong, jangan mentang-mentang serumah dengan kak Arnav, seenaknya saja memutus pembicaraan orang'' kata Reyna yang melihat kedatangan Enjelin secara tiba-tiba.
''Apa kata mu,,,, Bu! hei ingusan apakah mulut mu tidak pernah sekolah, kau belum tau siapa aku. Aku ini adalah senior mu, kalau kau bicara seperti itu lagi awas! akan ku pastikan karir yang baru seumur jagung ini akan berakhir sekejap mata'' kata Enjelin dengan mengancam
'' Ih aku takut,,,,tapi lebih takut lagi kak Arnav yang selalu terpaksa mengikuti keinginan mu, kau seperti nenek-nenek yang menjaga cucunya'' kata Reyna meledek Enjelin.
''Apa! kau ini'' kata Enjelin sambil menaikan tangganya hendak menampar Reyna, tapi Reyna begitu sigap menghindar dan menarik tangan Arnav agar mendekatinya dan menjauhi Enjelin.
''Hentikan, aku bilang sekali lagi berhenti!" kata Arnav dengan nada tinggi.
"Kau Enjelin, aku tidak mau viral gara-gara kekerasan mu kepada anak kecil'' kata Arnav sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
''Nav tunggu'' kata Enjelin sambil berlari menyusul Arnav, tapi langkah Arnav begitu cepat meninggalkan Enjelin dan dia langsung menghentikan taksi.
''Nav kau mau kemana?'' tanya Enjelin sambil berlari kecil, tapi Arnav tidak menghiraukannya sama sekali.
Sedangkan di Indonesia terlihat mami Mecha lagi membawa kedua bayinya untuk jalan-jalan pagi di taman dekat rumah.
''Arav, Ara kalian senang gak jalan seperti ini'' kata Mecca sambil terus mendorong stroller spesial untuk anak kembar, tanpa dia sadari ada seorang lelaki yang diam-diam mengikuti Mecca, dan kedua bayinya.
''Dia terlihat lebih cantik, dan dia seperti membawa adiknya, bayi-bayi itu belum pantas kalau di bilang anaknya, karena dia begitu muda sebagai seorang ibu.
Ini kesempatan ku untuk mendekati perempuan ini selagi Arnav menghilang, aku yakin Arnav tidak akan kembali karena aku sangat mengenal Enjelin, dia tidak akan melepaskan Arnav, dia lebih baik menghabisi Arnav dari pada membiarkan Arnav kembali kepada wanita ini'' kata lelaki sambil bicara kecil yang selalu mengikutinya dari tadi.
Dia adalah Rian. Lelaki yang diam-diam suka kepada tawanannya sendiri.
Sedangkan Mecca terus berjalan. dia juga mampir di bawah pohon tempat orang berjualan jajan dan mainan anak-anak.
__ADS_1
''Arav kamu mau apa hari ini, Opa akan mentraktir mu juga Ara'' kata Mecca sambil tertawa menirukan suara Tuan Andi.
Mendengar itu Rian yang juga ikut tertawa mendengar kelucuan Mecca.
''Dasar aneh, memang bayi segitu udah bisa jajan mainan '' gumam Rian
Setelah lama berhenti, Mecca kembali mendorong stroller dengan membawa banyak jualan beraneka macam makanan seperti sosis bakar, cilok, gorengan dan banyak lainnya.
''Ara di situ seperti ada yang jualan boneka, ayo kita kesana '' kata Mecca lagi.
Mami muda itu segera menyebrang untuk menuju toko boneka , tapi saat menyebrang, tanpa teliti melihat kiri kanan Mecca langsung menyebrang jalan
sambil mendorong stroller.
''Awas!!!'' kata seorang pengemudi motor yang sedang melaju kencang. Saat motor itu hampir mendekat kepada mereka, saat itu juga Rian dengan sigap menarik stroller dari tangan Mecca, dan mendorong Mecca agar menjauh, bahkan Rian merelakan dirinya di tabrak oleh motor tersebut, untung saja motor itu bisa sedikit terkendali sehingga hanya mengenai kaki Rian yang tidak begitu parah.
''Maaf mas, saya kaget kerena mbak itu tiba-tiba menyebrang'' kata pengemudi motor yang bergegas turun, begitu juga dengan Mecca dengan cepat menghampiri Rian.
''Tidak apa-apa, yang penting meraka selamat'' jawab Rian.
Mendengar itu Mecca sangat merasa bersalah, gara-gara menyelamatkannya Rian jadi korban.
''Mas terimakasih ya'' kata Mecca yang menundukkan kepalanya menghadap Rian.
''Apakah kau baik-baik saja?'' tanya Rian.
''Aku baik-baik saja mas, sekali lagi terimakasih ya'' ulas Mecca lagi.
''Iya,,,,'' jawab Rian.
''Sini aku bantu ''kata Mecca sambil menjulurkan tangannya dan menarik lengan Rian untuk berdiri.
''Makasih'' kata Rian setelah merasa badannya mulai stabil.
''Ayo kita duduk dulu di bawah pohon itu '' ajak Mecca semari menunjuk pohon yang ada tempat duduknya.
''Boleh'' jawab Rian singkat.
''Ngomong-ngomong aku belum tau nama mu'' ulas Rian lagi
''Nama saya Mecca mas, kalau mas namanya siapa?'' kata Mecca balik bertanya
''Aku Rian, Oya kamu suka bayi ya, mereka itu adik mu, atau ponakan mu?'' kata Rian pura-pura bertanya.
''Mereka anak-anak ku'' jawab Mecca
''Hebat. Sepertinya kau masih muda, tapi kau sudah memiliki dua bayi. Memang suami mu tidak menemani mu'' kata Rian lagi
''Suami ku lagi kerja mas'' jawab Mecca berbohong dengan pandangan berkaca-kaca.
''Oh,,, boleh aku jadi teman mu'' pinta Rian yang ingin memulai hubungannya dengan Mecca.
''Tentu saja kak'' jawab Mecca lagi dengan tersenyum manis.
Saat asik berbincang, Ara sepertinya mulai bosan mendengar pembicaraan dua orang dewasa yang tidak dia mengerti itu.
''Uwe uwe uwe'' terdengar suara kecil Ara yang baru belajar untuk mengeluarkan suaranya, setelah beberapa kali di terapi.
__ADS_1
''Ara sayang kamu kenapa?'' tanya Mecca sambil mengambil Ara, tapi tetap saja Ara menangis, tak lama setelah itu tangisan Ara juga di susul oleh tangisan Arav yang suaranya lebih kencang menggelegar taman itu.
''Sayang kalian kenapa?'' tanya Mecca lagi sambil memberikan botol susu kepada Arav.
''Sayang diam lah mami bingung '' kata Mecca yang juga hampir menangis mendengar tangisan kedua di kembar.
''Hei kenapa kau juga ikutan menangis'' kata Rian melihat lucu tingkah Mecca.
''Kalau bayi menangis, seharusnya kau periksa popoknya atau kau gendong dia dengan posisi berdiri di dada mu, apakah boleh aku bantu mendiamkannya'?'' tawaran Rian
''Boleh'' jawab Mecca yang terlihat kebingungan.
Setelah dapat izin dari Mecca segera Rian mengambil alih Ara ke pelukannya, dengan mendirikan kepala Ara ke dada bidangnya, tiba-tiba suara Ara langsung terdiam seketika melihat cara Rian mengendong Ara, Mecca juga mengambil Arav seperti cara Rian tadi, kedua bayi kembar itu langsung terdiam.
''Benar Meraka diam'' kata Mecca dengan raut wajah yang senang karena kedua anaknya sudah diam.
''Iya,,,, aku sering melihat kakak ku mengendong keponakan ku seperti itu kalau mengangis'' kata Rian
''Oh,,, kirain mas Rian sudah menjadi ayah'' ulas Mecca
''Gak aku masih bujangan, aku meniti karirku dulu, setelah mantap baru aku berpikir untuk berumah tangga'' kata Rian sambil menggoyangkan Ara dipeluknya.
Setelah lama berdiri pelan pelan kedua bayi itu kembali di letakan di atas stroller.
''Mas besok kita sambung lagi ya, aku mau pulang hari sudah mau siang'' kata Mecca yang kembali mendorong stroller
''Baiklah. Bye bye anak manis, ingat jangan nakal ya, kasian mami kalian dia begitu mencintai kalian'' kata Rian kepada kedua bayi tersebut.
''Mecca ayo pulang'' terdengar suara wanita paruh baya yang menjemput mereka dengan supir sambil membukakan pintu mobil untuk menantu dan cucunya.
''ma,,,'' kata Mecca setelah berada dalam mobil, dengan wajah yang tertekuk dia takut kalau mertuanya marah mengetahui kalau dia sedang berbincang dengan laki-laki.
''Mecca kamu kenapa nak'' tanya nyonya Gita. Sebenarnya nyonya Gita telah paham melihat ketakutan di wajah menantunya itu.
''Maaf ma, tadi orang itu yang menyelamatkan ku'' kata Mecca menjelaskan sebelum nyonya Gita bertanya lebih jauh.
''Oh tidak apa-apa.
Mama tidak marah kok, mama sangat mendukung kalau kamu mau membuka dirimu untuk dunia luar. Seperti berteman bahkan mama tidak berhak kalau kau berpikir untuk mempunyai suami lagi, kalau Arnav tidak kembali kedua anak-anak mu butuh sosok ayah yang menemani mereka dan mencintai mereka'' kata nyonya Gita
''Mah jangan seperti itu, tidak ada lelaki selain mas Arnav bagi Mecca. Dia adalah cinta pertama dan terakhir Mecca ma. Apakah mama sudah bosan mengurus kami sehingga mama berkata demikian'' tanya Mecca
''Sayang kamu sudah seperti anak mama, kamu bukan lagi menantu bagi mama, Orang tua mana yang tidak senang melihat kebahagian anaknya hidup dengan pendamping yang menerima dia'' kata nyonya Gita lagi sambil memeluk Mecca.
Nyonya Gita sudah benar-benar berubah dia begitu menyayangi Mecca seperti dia menyayangi Mella dan Melisa.
Arnav tidak kunjung kembali nyonya Gita juga merasa bersalah dan bertanggung jawab atas Mecca dan kedua bayinya.
Sedangkan di negara lain Arnav tidak tau kemana tujuannya di atas taksi itu.
Tiba-tiba dia menghentikan taksi di pinggir jalan, setelah lama berkeliling Arnav teringat suatu tempat yang bagus untuk santai.
Setelah turun dari taksi Arnav segera berjalan menuju tempat tersebut dan duduk di bangku sambil kembali berpikir.
''Tuhan kembalikan ingatan ku, aku merasa ada seseorang yang begitu penting untuk ku, aku takut kalau aku memulai hidup baru dengan wanita lain, aku takut ada hati seseorang yang aku lukai, aku ingin memastikan semuanya, mungkin sehabis kontrak ini aku akan pulang ke Indonesia menemui keluarga ku. Terutama mama dan papa, aku ingin bertanya dan memastikan perkataan Enjelin. Aku akan menerima resiko apapun yang penting aku mengetahui semuanya'' gumam Arnav sambil menikmati secangkir kopi.
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......