Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
dari saat ini haramkan aku bagi mu


__ADS_3

'' halo'' jawab arnav singkat sambil melap bibirnya dengan jempol masih terasa sisa manis bibir mecca di bibirnya sambil mencari tepat yang aman untuk bicara dengan kekasihnya


'' honey aku cuma mau mengabari kamu kalau aku sekarang sudah pindah ke apartemen, aku bosan terus terusan di hotel itu'' kata kekasihnya yang berambut pirang itu


'' ya baaguslah'' jawabnya lagi


'' kapan kau mengunjungi ku aku kangen '' dengan suara manja nya


'' maaf sekarang aku gk ada waktu mungkin 2 atau 3 hari lagi aku akan mengunjungi mu''


'' janji ya tapi kalau kau gk datang jangan salahkan aku kalau aku yang mengunjungimu kesana ''


'' stop tunggu aja aku di sana'' dengan cepat dia menghalangi niat kekasihnya itu karena dia tau kalau kekasihnya itu sangat nekat


'' aku tunggu ya aku gk sabar untuk bermain dengan mu ah'' terdengar suara yang sedikit mendesah di balik telpon


'' ya udah dulu ya '' langsung arnav mematikan telepon sebelah pihak


sedangkan Mecca masih merasakan jantungnya yang terpacu cepat sampai sampai dia tidak fokus


'' Mecca ada apa nak kenapa baju mu jadi terbalik kayak gitu '' tanya ibu menyidik


'' masa sih Bu '' langsung dia melirik kearah baju yang di kenaikannya dengan posisi bagian depan kebelakang dan sebalik nya


'' mungkin itu cara baru yang dia pelajari bu'' jawab arnav meledek tiba tiba dari belakang ibu dan Mecca


'' dasar anak kecil baru saja permainan kecil kau sudah hilang akal seperti itu '' gumam arnav dalam hati


dengan bergegas Tampa menoleh ke sumber suara pria tampan itu gadis kecil melangkah menuju kamar,


kini nyalinya telah hilang untuk sekedar memandang saja dia sudah tak mampu lagi gara gara kejadian itu


'' Bu Mecca langsung mandi ya Bu '' secepat kilat menghilang dari ruangan itu


'' cepat nak sebentar lagi akan gelap taku kena flu ''


sedangkan arnav masih mengingat kejadian di kamarnya membuat dia ingin kembali mencicipi bibir manis itu


'' duh kenapa aku melakukan hal seperti itu aku harus bisa menahan diriku sendiri dan kembali


kerencana awal'' gumanya sendiri


setelah menyelesaikan mandinya Mecca kembali ke meja makan


hanya terdengar suara lintingan sendok tak ada satupun yang angkat bicara apalagi Mecca pandanganya hanya fokus ke piring miliknya


jangankan menoleh ke kiri dan ke kanan menjulurkan tangannya mengambil minum aja dia sudah tak sanggup lagi

__ADS_1


'' huk huk huk '' suara batuk karena terserak akibat dia tidak minum air sama sekali


'' Mecca ada apa dengan mu nak, kenapa kau tidak menuang air untuk dirimu, sepertinya semenjak pulang kau berubah jadi aneh ''


dengan heran Bu Lastri melihat tingkah anaknya sambil menyodorkan segelas air putih


'' iya Bu aku rasa dia berubah jadi orang penakut atau dia di takut-takuti karena kebanyakan bermain'' kata arnavseolah olah tak hentinya arnav meledek gadis kecil itu


setelah selesai mereka menikmati makan malam, terdengar suara ibu memecah keheningan di meja makan


'' ca gimana acara wisuda mu tadi'' tanya ibu


'' lancar bu'' jawabnya pendek


'' kenapa kamu tidak mengajak nak arnav ikut dengan mu '' tanya ibu lagi


'' ibu kan tau kalau mas arnav selalu sibuk tiap hari'' jawabnya Tampa menoleh ke arnav


'' ibu lihat kamu di anterin oleh mobil hitam tadi siapa yang mengantar mu '' tanya ibu menyidik


''itu,,, kak Aldo Bu anak bos tempat Mecca bekerja'' jawabnya lagi


'' kenapa dia bisa mengantar mu pulang kalian ketemu dimana kamu kan gk kerja '' kata ibu


'' tadi kak Aldo menghadiri acara wisuda Mecca Bu menemani Mecca dan mila '' jawabnya takut


bagi seorang wanita bersuami cukup suaminya saja yang akan menemani dia kemanapun dan hanya suaminya saja yang berhak atasnya '' mencoba memberi pengertian sama Mecha


'' tapi Bu mas arnav juga'' langsung di tikung sama arnav pembicaraan istrinya supaya istrinya tidak membocorkan rahasianya kalau dia telah mempunyai kekasih


'' biarin aja Bu mungkin dia malu dengan keadaanya kalau dia sudah bersuami anak-anak seumuran dia masih pingin main'' jawab arnav cepat


'' ya tapi bagaimanapun dia harus menghadapi semua ini nak dia tidak boleh terus di ikuti '' cetus ibu


'' Bu mas Mecca ke kamar dulu '' terlihat matanya yang sudah berkaca-kaca sembari berlari memasuki kamarnya sambil menyapu air matanya


'' nak arnav maafkan Mecca ya dia belum paham arti pernikahan ini yang dia bisa lakukan saat di desak hanya menangis '' kata Bu Lastri


'' gk apa-apa Bu berikan dia waktu dulu'' jawab arnav


sedangkan Mecca memangku lututnya sambil merenungi omongan ibu baginya ini semua tidak adil.


'' Bu arnav mau lihat Mecca dulu ya bu'' pamit arnav


'' ya nak'' jawab ibu sambil membereskan meja makan


sedangkan arnav beranjak pergi menuju kamarnya setelah membuka pintu arnav menepati istrinya di ranjang sedang meratapi nasibnya dengan memeluk lututnya sendiri dengan rambut panjang basah terurai

__ADS_1


'' sungguh cantiknya anak kecil ini tapi kalau melihat dia dalam keadaan seperti ini kenapa hatiku jadi terasa pilu'' gumam arnav dalam hati dan tangan kekarnya Tampa sadar sudah membelai rambut panjang nan hitam itu


dan dengan reflek Mecca menghindari tangan arnav


'' hei anak kecil kamu kira aku akan membiarkanmu membocorkan rahasia ku karena aku dan dia sudah memiliki hubungan serius, maka aku akan mempertahankannya dan kau tunggu aja setahun pernikahan ini setelah setahun kau akan bebas menjalin hubungan dengan siapapun yang kau suka, tapi sebelum perceraian kita terjadi kau harus jadi anak yang patuh dan penurut'' kata yang menyakitkan itu membuat luka di hati istri kecilnya itu


'' mas kenapa harus setahun kenapa gk sekarang aja '' ucapnya gemetar sambil menahan tangis


'' ooo begitu cepatkah kau ingin lepas dari semua ini tapi kalau kau mau, bicara lah sama papa ku tapi ingat jangan sekali-kali kau menjatuhkan nama ku, ucap pria kejam itu


ingin rasanya dia mengatakan semua kenyataan ini kepa ibunya dan keluarga tuan Andi tapi apa boleh buat dia adalah seorang perempuan yang pengecut dan tak ada nyali sama sekali.


Tampa permisi lagi dia melangkah keluar kamarnya sambil menggenggam hp miliknya menuju teras rumahnya


'' tuhan yang tidak tidur kau yang paham dan mengerti Mecca karna sedari kecil kau menjaga ku apakah kau tidak kasian dengan ku atau ini adalah rencana mu, tapi selagi kau ada untuk ku aku ikhlas'' gumamnya dalam hati


'' ting'' terdengar suara di hp nya pertanda ada wa dan segera dia membuka wa yang berisikan fotonya dengan Aldo itu semua berhasil membuatnya tersenyum kecil


sedangkan arnav di kamar seperti ada sedikit penyesalan di hatinya karena mengatakan semua kepada istri kecilnya itu


''meca sayang udah larut malam nak ayo cepat masuk kedalam '' terdengar suara ibu yang mencemaskan gadis malang itu


'' baik bu'' jawabnya singkat dan berlalu menuju kamarnya pas di depan pintu kamarnya dia berhenti sejenak


'' apakah pembicaraan mas itu dengan kekasihnya sudah siap aku gk enak jadi nyamuk terus '' ucapnya dalam hati dengan langkah pelan dia melanjutkan langkahnya


sepertinya hari ini suaminya tidak bicara dengan kekasihnya karena hatinya sangat kacau.


Tampa menoleh Mecca langsung menggelar karpet di bawah tempat tidurnya, sedangkan dari tadi arnav memperhatikannya tapi Mecca pura pura tidak tau Tampa sengaja sebelum merebahkan badannya celana di lutunya sedikit terangkat terlihatlah bekas luka di lutut si cantik itu


dengan cepat arnav turun dari ranjangnya berniat melihat dekat luka itu memastikan seberapa dalam luka di lutut istrinya itu


dengan cepat Mecca menepis tangan kekar itu


'' mas mohon jangan lagi mas menyentuhku walau memang kita suami istri tapi haramkan aku bagi mu, apapun yang terjadi dengan ku dari hari ini dan seterunya cobalah tutup kuping dan mata mu jangan peduli kepada ku, dari kecil aku sudah terbiasa seperti ini'' mengatakan itu dengan penuh keberanian


'' oh sekarang kau sudah berani kau sangat pintar tapi kau hanya berani kepada ku kenapa kau tidak berani kapada orang-orang lain yang membuat luka itu'' jawabnya sambil berdiri lagi


'' hik hik hik maaf maaf mas bukanya aku durhaka pada mu, tapi sedalam apapun luka di lutut ku ini tapi masih tetap saja di dalam ini yang terus mengalir darah karena aku telah menggali kuburan ku sendiri telah menikah dengan mu'' tangisan itu terdengar pilu


Tampa kata-kata arnav kembali ke ranjang nya mencoba tidak peduli dengan keadaan istrinya tapi tetap saja mendengar Isak tangis yang tertahan di bantal itu membuat arnav sangat sakit dia meletakan tangannya di dadanya sendiri.


'' tuhan kenapa sesakit dan sepilu ini rasa hati ku, apakah sesakit ini yang di rasakan anak kecil ini sekarang '' semakin kuat Isakan istrinya di bantal itu semakin kuat juga arnav meremas baju di dadanya, terasa ada luka yang mulai menganga di dalam sana


ingin rasanya dia menenangkan istrinya itu si pelukannya tapi gk mungkin, entah jam berapa baru Mecca bisa lelap dalam mimpinya


sedangkan arnav hanya berkecamuk dengan perasaanya sendiri, setelah memastikan istrinya itu tertidur dalam diam dia kembali membelai dan memainkan rambut panjang itu dan mulai tertidur .

__ADS_1


__ADS_2