Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
mengunjungi makan pak anto


__ADS_3

matahari kini sudah mulai menampakan dirinya. kedua suami istri yang kelelahan masih berada dalam satu selimut, Mecca masih tidur dengan nyenyak, mungkin gadis cantik itu merasa capek Karana melayani suaminya yang begitu candu dengan tubuhnya itu.


sedangkan arnav sudah mulai terbangun, ketika dia membuka matanya pandanganya membidik wajah istrinya yang masih tertidur. langsung membuatnya tersenyum


''cantik'' bisik hatinya, segera dia mencium pucuk kepala gadis yang masih tertidur itu


''tidak pernah ku bayangkan gadis kecil sepertimu membuatku menyadari kalau cinta itu nyata, aku sungguh mengagumi semua keindahan yang kau punya, terutama rambut panjang ini, aku akan menemanimu sampai rambut hitam mu Memutih, dan akhirnya anak-anak Perempuanku akan mewarisi kecantikan dan rambutmu ini'' gumam arnav dalam hati, tak lama setelah itu. gadis cantik itu juga ikut terbangun merasakan ciuman dari suaminya,


''mas apakah ini sudah pagi?'' tanya Mecca dengan suara seraknya


''udah sayang, sepertinya kau begitu capek ya'' tanya arnav yang melihat istrinya kelelahan


''iya mas, boleh gak Mecca tidur sebentar lagi, kenapa paginya datanya sangat cepat '' kata gadis itu dengan malas


''sayang kau harus bangun sekarang, nanti siang kau sambung lagi tidurnya di rumah kita. disana kau bisa tidur sepuasnya '' kata lelaki itu yang duluan menuju kamar mandi mempersiapkan air mandi untuk mereka berdua, setelah air mandi itu siap, dia kembali lagi menuju ranjang, dan mengendong istrinya untuk mandi bersama dalam bathtub, yang sudah dihiasi kelopak bunga dan wewangian.


''mas kenapa harus mandi disini, Mecca gak biasa, Mecca mau mandi pakai Gayung aja'' kata perempuan itu dalam pelukan suaminya.


''sssst, banyak orang dirumah ini, nanti ada yang menguping'' arnav mendiamkan istrinya yang rewel, terpaksa Mecca mengikuti kemauan suaminya, mereka segera mandi berdua sambil kembali memandu kasih, masih dalam bathtub, arnav berbicara kepada istri kecilnya


''sayang siang ini kita balik kampung ya, kau harus mengurus semua keperluan mu, agar aku segera bisa mendaftarkan mu, aku juga ingin mengunjungi makam ayah'' kata arnav


''Banaran mas,, kita akan pulang nanti siang, Mecca sudah kangen sama ibu, mau apa mas ke kuburan ayah??'' dia kembali bertanya pada suaminya itu


''aku hanya ingin berterimakasih telah menolong papa, dan aku juga berterimakasih karena beliau telah meninggalkan gadis cantik untukku, dan aku mau minta ijin kepada ayah, untuk membawa mu'' kata arnav mengendong istrinya untuk di sabunni, dan diberi shampoo di bawah shower.


setelah mereka mandi, arnav sengaja berlama-lama di dalam kamar dengan istri kecilnya, agar mamanya tau kalau dia, dan Mecca sudah menyatu secara lahir dan batin.


semua keluarga sudah berada dimeja makan, tinggal mereka berdua yang belum muncul,


''mas, Mecca gak mau ikut sarapan dibawah ya, Mecca malu dengan rambut basah ini, nanti takut ketahuan mama dan papa''' kata istri kecilnya sambil menyisir rambutnya didepan kaca.


''sayang kenapa harus malu, malahan aku sengaja agar semua orang tau, ngapain kita semalam dan tadi '' kata arnav yang ikut menyisir kan rambut panjang istrinya


''ayo'' kata arnav menarik lembut tangan istrinya, setelah sampai dibawah, semua orang melihat kemesraan pengantin baru itu.


''wow, kak, kalian baru habis mandi'' kata Mella yang tersenyum sendiri membayangkan cerita Mecca kemaren malam


''hem, nav kamu habis bekerja keras ya'' kata papanya mendehem sambil senyum

__ADS_1


''iya, papakan udah menyarankannya bukan'' kata arnav datar, sedangkan Mecca hanya diam dengan wajah memerah karena malu,


''mecca, kenapa masih berdiri, ayo kita sarapan'' kata papanya yang melihat wajah merah menantunya.


sedangkan nyonya Gita tidak menegur dan begitu kesal melihat rambut basah menantunya.


''dasar kampung, sepertinya kau sengaja memperlihatkan kalau kau telah menguasai kakak'' kata Melisa yang juga berada di meja makan itu


Mecca segera duduk dengan tenang, dan mengolesi sepotong roti untuk suaminya dan sepotong lagi untuk dirinya sendiri, tuan Andi yang melihat cara Mecca melayani suaminya, sangat bangga kepada menantunya itu,


setelah selesai sarapan, semua orang ingin bangkit dari meja makan, tapi arnav menghentikan. karena ada sesuatu yang mau di bicarakan kepada semua keluarganya.


''papa, mama, dan semuanya aku minta ijin pagi ini aku pindah ke rumah baru ku , mungkin siang ini juga aku berangkat ke kampung. untuk mengurus semua keperluan mecca'' kata arnav meminta ijin kepada semua keluarganya. nyonya Gita sepertinya tidak peduli, dan berjak dari kursi meninggalkan semua orang, begitu juga dengan Melisa yang dari tadi muak dengan pengantin baru itu.


arnav yang memandang kepergian mamanya sangat sedih.


''nav, papa doakan semoga dirumah baru itu kamu bisa hidup bahagia nak, papa sangat bangga kepada mu. papa titip Mecca, jangan sekali-kali kau menyakiti dan meninggalkannya'' pesan papanya


''kak, Mella boleh ya sekali-kali main kesana, kerena mella pasti merindukan kalian, terutama kakak ipar kecil'' kata Mella sebenarnya Mella sangat sedih, karena baru saja dia dan Mecca bisa mengenal satu sama lain.


''tentu saja datanglah kapan kau mau, kakak iparmu juga pasti merasa kesepian, Karana dia tidak punya teman disana''


''mah,,, boleh arnav masuk'' kata arnav didepan kamar orang tuanya, seperti tidak ada sautan, arnav memaksa membuka pintu itu, terlihat nyonya Gita yang berdiri didepan ranjangnya.


''ma maafkan arnav, mungkin arnav telah mengecewakan mama, arnav sangat menyayangi mama, walaupun arnav tidak disini, tetapi akan arnav usahakan sering pulang kesini'' kata pria itu sambil memegang tangan wanita paruh baya itu, tapi wanita itu tetap diam, dan tidak melihat sama sekali


''mah jangan begitu mah, arnav kangen belaian mama, lihat arnav ma'' kata lelaki itu memaksa tangan wanita paruh baya itu menyentuh wajahnya, dia juga segera memeluk mamanya, dan mencium pipi mamanya, langkah terakhir yang dia lakukan agar mamanya itu bicara yaitu duduk, dan mencium kaki wanita itu, melihat itu sontak nyonya Gita segera meraih anaknya, dan memeluk anak lelakinya itu.


''nav'' kata nyonya Gita terisak, tuan Andi yang menyaksikan anak, dan ibu itu juga meneteskan air mata, dan segera tuan Andi memanggil Mecca yang masih duduk di ruangan makan bersama Mella, agar ikut pamit kepada nyonya Gita.


''sayang ayo ikut papa ke kamar, minta ijinlah kepada mama'' kata tuan Andi mengajak Mecca, sedangkan Mella hanya duduk menunggu.


setelah dikamar, Mecca juga mendekati nyonya Gita menjulurkan tangannya untuk bersalaman, dengan berat hati nyonya Gita menyambut salam menantunya,mendapat lampu hijau dari mertuanya segera Mecca meraih tangan itu dan menciumnya,


setelah berpamitan kepada mamanya selesai, arnav segera berpamitan kepada papanya, dan memeluk pria itu, begitu juga dengan Mecca.


''mecca sayang, kapanpun ini tetap rumah mu, jadi kau bisa datang kapan saja'' pesan tuan Andi kepada Mecca


''baik pa, makasih'' jawab Mecca, sebelum keluar Mella juga ikut memeluk Mecca kakak ipar kecilnya.

__ADS_1


''kakak ipar, tunggu aku dirumah mu, masih banyak cerita yang belum kita tuntaskan '' kata Mella lagi, arnav yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya.


''kau ini membahas sesuatu kepada anak polos, tentu saja dia menjawab semua pertanyaan bodoh mu itu'' kata arnav sambil memeluk adik bungsunya, dan mendaratkan ciuman hangat di pucuk kepala adik bungsunya itu.


'' anak jahil titip papa dan mama ya, Kakak menyayangi mu'' barulah dia pergi menuju mobilnya


diperjalanan dia melihat kalau istrinya tertidur dengan pulas.


''sepertinya dia sangat capek, selagi dia tidur lebih baik aku langsung aja ke kampung, biar dia tidak merasakan perjalanan yang panjang'' gumamnya dalam hati


arnav segera melajukan mobilnya kerah tol menuju kampung istrinya.ini dia lakukan agar istrinya tidak merasakan perjalan jauh, karena dia tau kalau istrinya suka mabuk perjalanan.


setelah tiga jam berjalan mereka belum kunjung sampai di desa, Karana macet yang selalu dia temui Sepenjang jalan, arnav melirik kesamping, wajah cantik istrinya masih tertidur pulas, dia berhenti sejenak untuk merebahkan istrinya agar tidurnya nyenyak, belum juga dia mau menyentuh, Mecca udah bangun duluan.


''mas, kita belum sampai rumah ya?'' tanya gadis itu


''belum sayang, kau tidur saja nanti juga sampai'' katanya


''mas kok perjalanan ke rumah seperti pemandangan mau ke kampung?'' tanya gadis itu heran mengucek matanya


''mas ini Banaran kampungku'' katanya kaget dan bahagia, arnav yang melihat kebahagiaan istrinya ikut senang.


''mas, didepan belok kiri dulu ya, ada yang mau Mecca kunjungi'' arnav hanya mengikuti kemauan istrinya, setelah sampai segera arnav memarkirkan mobilnya, dia sangat penasaran Kemana istrinya akan mampir, gadis cantik itu langsung turun membeli bunga dan air, melihat istrinya membeli bunga dan air barulah dia paham kemana istrinya mau mampir, dia hanya mengikuti istrinya melewati banyak kuburan, dari banyak kuburan itu, istrinya berhenti disalah satu kuburan yang diatasnya tersurat nama Anto, lengkap dengan tanggal lahir dan wafat di pusaranya , di atas kuburannya juga ada bekas kelopak kembang yang tertulis inisial M, segera Mecca duduk dan berdoa, setelah berdoa, dia bicara ke kuburan itu.


''ayah Mecca datang lagi yah, maaf sudah lama Mecca tidak berkunjung, ayah sekarang Mecca kesini tidak sama ibu lagi, tetapi dengan menantu ayah, anaknya tuan Andi yang pernah ayah tolong, sebenarnya Mecca kesal sama ayah, sekarang ayah tidak pernah lagi muncul dalam mimpi mecca, ayah tau gak setiap sholat Mecca selalu menitip doa kepada Allah, agar disampaikan kepada ayah'' kata gadis cantik itu sambil mengusap pusara pak anto, arnav yang melihat ada rasa sedih, dan lucu melihat cara istrinya bicara, arnav juga duduk didepan Mecca dan juga ikut bicara seperti Mecca


''ayah mertua, terimakasih telah menolong papa dan meninggalkan anak cantik. dan baik seperti mecca, aku berjanji akan selalu menyayanginya, dan aku juga akan membahagiakan ibu dan ayah mertua, kalau ayah mertua datang kedalam mimpi anakmu, bilangin jangan terlalu cengeng dan pengecut. siapa tau mendengar permintaan ayah dia bisa berubah, kalau aku yang bicara gak mempan yah'' kata arnav, mendengar ucapan suaminya Mecca memonyongkan bibirnya.


sebelum mereka pergi, Mecca kembali menabur bunga yang membuat inisial M, arnav juga ikut membuat inisial dirinya di samping inisial yang dibuat Mecca, sebelum pergi arnav membacakan surat alfatihah secara merdu, dan berdoa di depan makam pak anto, Mecca yang melihat hanya heran, ternya suaminya yang dianggapnya tidak tau apa-apa tentang agama, ternyata lebih Pasih dalam berdoa dan membaca surat.


setelah itu mereka kembali lagi kedalam mobil,


''mas tenyata mas paham juga tentang agama ya''tanya Mecca penasaran


''tentu saja'' kata arnav kembali mengemudi menuju rumah Bu Lastri


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2