Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
ulat bulu besar


__ADS_3

setelah mereka sampai di kediaman Bu Lastri. segera perempuan cantik itu berlarian mengejar ibu yang sudah lama dirindukannya.


''bu, Mecca rindu ibu'' kata Mecca langsung mencium pipi, dan memeluk Bu Lastri.


''ca ayo masuk dulu, kasian suamimu sepertinya begitu capek'' kata Bu Lastri, arnav langsung mendekati mertuanya, dan mencium tangan mertuanya itu.


''nak apakah kau lapar, kok kamu tidak kasih tau kalau mau pulang, biar ibu masak banyak'' kata Bu Lastri kepada suami istri yang baru sampai itu


''gak Bu, arnav hanya pingin istirahat'' kata arnav Tampa canggung lagi masuk kedalam kamar yang sempit, yang biasa dia tiduri selama di kampung


''dia memandang lama kamar yang penuh kenangan antara dia dan istrinya, dia juga tersenyum kecil mengingat semua kejadian di dalam kamar ini.


''arnav ,kau harus membiasakan dirimu untuk kembali tidur di kamar sempit ini'' gumamnya kepada dirinya sendiri , dia segera membaringkan badannya


mecca masih berbincang dengan ibunya. mengenai segala aktivitas yang dia lakukan selama di Jakarta.


''ca, apakah mertuamu baik terhadapmu??'' tanya Bu Lastri


''baik Bu, mereka semuanya orang baik'' jawab Mecca berbohong, dia tidak menceritakan semua kejahatan mertua dan adik iparnya, dia hanya menceritakan yang baik-baik saja.


''bu mana bibi??''


''bibimu sekarang masih jualan sampai jam lima sore, ibu sama adik sepupumu saja yang dirumah'' jawab ibunya


''oooh'' setelah lama berbincang, dia melirik ke kamar melihat suaminya, ternyata lelaki itu benar-benar tidur dengan nyenyak,


dia segera masuk ke kamar mandi yang terletak dibelakang, dekat dapur. dia merasa ingin buang air kecil, tapi saat mau bunga air kecil dia merasa perih, pipisnya sedikit yang keluar. selebihnya hanya rasa sakit yang dia rasakan, sampai-sampai dia keringat dingin menahan sakit.


''ca kamu kenapa?? tanya ibu lagi


'' gak tau Bu, saat buang air kecil Mecca merasa sakit, kenapa ya Bu'' dia kembali bertanya kepada ibunya, ibu menanggapi dengan tersenyum.


''bu, kenapa ibu malah senang '' kata Mecca yang melihat ibunya tersenyum.


''itu biasa nak, apakah kau dan nak arnav sudah melakukan hubungan suami istri??'' tanya ibunya lagi


''ibu,,,,,'' jawabnya menahan malu


''yasudah sekarang kau istirahat aja, biar ibu bikin ramuan untuk mu '' kata ibunya, segera Mecca pergi sambil menahan malu.


setelah dua jam tidur, akhirnya arnav terbangun, dia heran melihat istrinya menahan sakit sampai keringat dingin.


''sayang kau kenapa???'' tanya arnav kaget


''mecca merasa aneh saat mau pipis mas, rasanya sangat sakit'' kata gadis itu masih memegangi pangkal pahanya


''sayang apakah bagian ini, kulitnya ada yang lecet??'' tanya arnav melihat bagian sensitif istrinya.


''gak tau mas, sepertinya sakitnya dari dalam'' kata gadis itu lagi


''oooooooossssst'' itu pasti karena aku terlalu lama mainnya, sampai berulang-ulang, pasti karena dia belum terbiasa dengan milikku yang terus minta jatah, apalagi ukurannya xxx lagi, gimana ini, apakah aku harus membawa Mecca ke rumah sakit, gimana kalau ibu tau, bisa hilang muka aku, kenapa dia merasa sakit saat disini gak di Jakarta aja, kalau tau gini, aku gak jadi kasini, duh kasian istri kecilku'' berbagai macam yang berada dalam benak arnav

__ADS_1


''mecca sayang, apakah ada dokter disini'' dia kembali bertanya kepada istrinya yang sedang menahan sakit itu.


''gak usah mas, ibu lagi bikin ramuan '' kata Mecca


''apa??? jadi ibu tau kalau kau sakit beginian'' tanya arnav lagi dengan kaget, ingin rasanya dia segera cabut dari rumah ini.


''sayang kenapa kau tidak bilang dulu kepadaku, inikan ulahku, kau jadi seperti ini'' katanya yang menarik rambutnya Sakin kaget dan malunya


''sekarang ibu dimana''??


''ibu lagi ambil ramaun di kebun'' kata Mecca lagi, mendengar perkataan istrinya, dia segera mengendap-endap keluar kamar ingin mengambilkan istrinya air hangat.


''nak, kau sudah bangun'' terdengar suara wanita paruh baya itu dari belakangnya, langsung langkahnya terhenti dia merasa hilang muka bertemu mertuanya itu.


''udah bu, kata arnav pura-pura tidak tau, melihat ditangan ibu sudah ada segenggam daun-daunan, dan umbi-umbian


''itu pasti obat untuk Mecca, apakah itu bisa menyembuhkan, udah seperti kambing aja dikasih daun, aku pura-pura tidak tau, atau ikut bantuin, kalau pura-pura tidak tau, nanti ibu beranggapan aku tidak peduli, gimana lagi, aku harus makan malu itu sendirian'' katanya dalam hati


''bu, itu obat'' dia sengaja tidak melanjutkan pembicaraannya


''iya ini untuk Mecca''


''sini aku bantuin bu'' dia segera mengambil semua ramuan itu dari tangan ibu, arnav mencuci bersih semua ramuan yang dibawa ibu mertuanya, Bu Lastri tersenyum dan senang melihat kepedulian menantunya.


'' Bu, kalau sudah bersih seperti ini, mau di apain lagi bu??


'' yang daun sini ibu rebus, yang umbi ditumbuk saja di dalam lesung ini'' titah ibu


dari depan terdengar suara bibi yang baru pulang berjualan.


'' mobil siapa didepan kak?? tanya bibi yang masih di pintu menuju dapur.


''oh itu Mecca sama nak arnav baru datang'' ibu menjawab dengan suara keras


''dimana dia??aku sangat merindukannya''


''dia lagi istirahat di kamarnya,'' jawab ibu


''oh, ini nak arnav'' bibi segera melihat wajah tampan arnav yang asik menumbuk umbi-umbian, melihat kedatangan bibi arnav segera bersalaman.


''apa kabar bi'' sapa arnav sopan, kembali tangan kekar itu menumbuk ramuan buat istrinya.


''sehat nak, kau begitu tampan, persis yang diceritakan kakak'' kata Bibi


''makasih bi'' ucapnya sopan


''nak kau lagi buat apa??


''nak arnav mau bikin obat untuk Mecca '' kata ibu Lastri mengambil alih


''memang Mecca ku sakit apa kak??

__ADS_1


''biasa, karna masih pengantin baru jadi dia merasa tidak nyaman untuk buang air kecil'' jawab ibu lagi.


''oh biasa itu, nak arnav kau sangat hebat dan pasti kau langsung sukses'' kata bibi menepuk punggung arnav, sementara yang terdengar di telinga arnav bukan pujian, tapi sebuah ejekan, dia kembali menumbuk agar wajahnya tidak terlalu kelihatan menahan malu.


'' bibi sama bunda lagi dimana??'' terdengar suara anak lelaki yang memanggil dari luar, itu adalah adik sepupu Mecca yang masih duduk dikelas satu SMP.


''bunda sama bibi di dapur'' jawab Bu Lastri, segera anak lelaki itu menuju dapur, dia memperhatikan ada pria tampan yang berbadan kekar yang juga berada di dapur.


'' Miko salaman dulu sama kakak ipar''titah bundanya yang juga ikut bekerja di dapur, segera Miko mendekati arnav, bersalaman dan mencium tangan arnav, arnav menyapa anak lelaki itu dengan senyuman.


''kakak ipar kau sangat gagah seperti bintang flem, Oya Kaka ipar kau lagi ngapain???


''kakak ipar mu lagi membuat obat untuk kakak mu'' kata Bu Lastri menjawab


''memang kakak sakit apa??


''kakakmu digigit ulat bulu ''jawab bunda


''ulat bulu, memang kalau di gigit ulat bulu sampai separah itu, memang berapa besar ulat bulu yang mengigit kakak bu??'' tanya anak kecil itu, mendengar pertanyaan Miko, arnav merasa tidak nyaman terus berada disana.


''bun kalau aku melihat ulat bulu itu,pasti akan ku cincang halus'' kata anak itu tak hentinya bicara, mendengar itu arnav merasa gelisah, sedangkan Bu Lastri dan bibi hanya menahan tawa.


''duh kenapa ramuan ini lama sekali halusnya'' gumam arnav dalam hati


''bun, dimana kakak aku mau lihat bagian mananya yang digigit ''tanya anak itu kembali


''hei, jangan kau urus itu, sekarang sudah sore lebih baik kau mandi '' titah bundanya


''oke, nanti kalau udah ngumpul, Miko akan menanyakan kepada kakak secara detail'' kata anak laki-laki itu sembari meninggalkan semua orang, setelah siap ramuannya, segera arnav menuang kedalam gelas di bantu oleh ibu.


''sayang, ini ayo minum'' kata arnav mendudukkan Mecca di ranjang, dikiranya Mecca akan menolak, tapi malahan Mecca meneguk ramuan itu dengan cepat.


''apa!! kau mampu minum ramuan seperti itu, aku yang membuatnya aja udah mual, Banaran istri hebat'' kata arnav lagi terlihat ngeri melihat Mecca minum obat itu.


sedangkan hari sudah mulai gelap, arnav segera mencari handuk untuk mandi, dia terbiasa dengan dingin air di kampung ini.


setelah mandi, dia melihat semua keluarga sudah berkumpul, dia berencana menghindar karena dia tau bocah lelaki itu akan nyinyir, sehingga membuat dia kembali kehilangan muka.


''mas ayo makan, kata Mecca menggigil arnav yang sudah duluan menggulung badannya dengan selimut


''maaf sayang, sepertinya aku tidak ikut makan, aku merasa menggigil'' jawabnya dibalik selimut.


'' tadi gak apa-apa, kok tiba-tiba menggigil, ntar ya Mecca ambil ramuanya dulu, ramuan itu ampuh untuk segala penyakit, Mecca akan ambil dulu ya'' kata Mecca sembari melangkah ke dapur.


''sial, keluar lubang buaya masuk ke lubang macan, bodoh amat aku keluar aja, dari pada minum obat seperti itu, mendingan membahas ulat bulu.


bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2