
Hari ini adalah hari terakhir Arnav melakukan potretan dengan Reyna.
Di lokasi pemotretan Arnav selalu di kelilingi oleh gadis-gadis cantik, tapi sifatnya yang dingin dan sombong membuat gadis-gadis itu sangat sulit mendekatinya, sampai hari terakhir dia di sana para perempuan cantik itu masih juga tidak bisa untuk mendekatinya.
Dia hanya mempunyai Reyna sebagai teman dekatnya.
Itu juga karena Reyna yang tanpa menyerah terus mendekati dan akhirnya menaklukkan keangkuhan lelaki itu.
''Kak Arnav hari ini hari terakhir kita di sini, apakah kakak tidak ingin memberikan kesempatan kepada teman-teman yang lain untuk melakukan acara perpisahan'' kata Reyna.
''Udah lah Reyna aku banyak urusan. Aku juga harus mengemas barang-barang ku dan semua surat-surat yang aku butuhkan di perjalanan pulang nanti'' jawab Arnav.
''Malam ini aja ya kak please,,,'' bujuk Reyna, karena semua perempuan di sana meminta Reyna membujuk Arnav agar bisa ikut pesta perpisahan malam ini.
''Reyna aku tidak bisa, kalau kau mau pesta,,,kau saja yang berpesta dengan mereka'' kata Arnav tegas sambil mengemas semua barangnya, karena Arnav tidak ingin kembali ke sana lagi.
Sedangkan Mella tidak sengaja mengingat kalau dia telah membuat FB baru beberapa bulan lalu yang tidak pernah di bukanya.
''Kalau gak salah sebulan yang lalu aku bikin FB baru deh, mendingan itu aja yang aku gunakan untuk menyimpan foto ku dengan si kembar, sayang juga foto sebagus ini terhapus sia-sia gara-gara Arav sekarang sudah pintar main handphone''
gumam Mella dalam hati.
Segera Mella memasukan kata sandi, agar dia bisa terhubung kembali dengan FB-nya itu.
''Ting'' ada pesan masuk di inbox miliknya.
Pertamanya dia ingin mengabaikannya, kerena dia menyangka kalau itu mungkin orang yang ingin meminta kenalan saja dengan-nya, tapi sekilas dia melihat kalau FB itu terpajang foto kakaknya yang selama ini dia cari.
''Kak Arnav'' segera Mella membuka FB tersebut dan benar itu dari Arnav. Segera Mella membuka foto profil dan menyelidiki dimana kakaknya berada dan profesi kakaknya itu sekarang.
''ini benar kakak, ini adalah foto-foto terbarunya, tapi kenapa kakak tidak kembali malahan asik di sana, apa dia tidak mengingat disini istri dan anak-anaknya membutuhkannya. Sebaiknya aku tidak usah memberi tau Mecca dulu, aku akan memberi tau mama dan papa aja dulu '' kata Mella sambil menutup kembali laptopnya, dan segera melangkah kelantai dasar menuju kamar orang tuanya.
''Tok tok tok ma, pa,,,, boleh Mella masuk '' kata Mella dengan sopan
__ADS_1
''Ya masuk aja'' saut tuan Andi yang siap-siap untuk berbaring. Sedangkan nyonya Gita telah berbaring duluan, mendengar Mella masuk nyonya Gita juga kembali duduk.
''Ada apa Mella,,,, kamu ini ganggu mama sama papa aja'' kata tuan Andi sambil bercanda.
''Ma, pa ada berita bagus'' kata Mella dengan tergesa-gesa menuju ranjang.
''Berita apa?'' tanya nyonya Gita penasaran.
''Kak Arnav masih hidup, dan sekarang dia berada di negara xx dia kembali ke dunia fashion, sepertinya kakak jadi model di salah satu majalah disana'' kata Mella menjelaskan.
''Apa,,, dia baik-baik saja selama ini. Baguslah papa akan segera meminta dia kembali, papa yakin dia menetap disana mungkin karena paksaan perempuan laknat itu yang selalu mengancam keselamatan istrinya.
Papa sangat tau kalau Arnav akan melakukan apa saja untuk keselamatan Mecca, karena dia begitu mencintai Mecca'' ulas tuan Andi lagi dengan wajah penuh harap, dan begitu bahagia, tapi wajah nyonya Gita langsung berubah, dia seperti tidak menginginkan kedatangan anak lelaki pewarisnya itu kembali.
''Ma, kenapa wajah mama seperti tidak senang mendengar kalau Arnav baik-baik saja, dan mendengar kalau papa akan menjemput dia kembali'' kata tuan Andi yang menyadari perubahan wajah istrinya.
''Mama tidak suka Arnav kembali pa, dia hanya akan menambah luka di hati Mecca'' jawab nyonya Gita.
''Tidak mungkin ma, kita semua sama-sama tau kalau Mecca begitu mengharapkan agar Arnav kembali.
Mereka akan bahagia ma, begitu juga dengan kita, kita juga akan ikut bahagia kerena Mecca akan selamanya jadi menantu satu-satunya di rumah ini, dia tidak akan meninggalkan kita'' kata tuan Andi lagi.
''Benar ma, apa alasan mama mengucapkan semua itu'' saut Mella yang ikut duduk di ranjang besar orang tuanya.
''Dua Minggu setelah kepergian Arnav, susuter memberikan ini kepada mama'' kata nyonya Gita sambil berdiri mengambil sepucuk surat di lemari pakaiannya.
Itu adalah surat yang di tulis Enjelin sebelum membawa Arnav pergi, Enjelin sengaja menyuruh orang untuk menulis surat tersebut yang menyerupai dengan tulisan Arnav, agar semua keluarganya tidak lagi mencari Arnav.
Segara tuan Andi dan Mella membaca surat tersebut.
''Mama, papa, sekarang aku telah mengabulkan ke keinginan kalian untuk memberikan kalian penerus Sanjaya, kerena anak itu telah lahir, aku juga ingin bebas menggapai mimpi ku yang tertunda selama ini.
Selama ini aku hanya berpura-pura mencintai Mecca.
__ADS_1
Dari dulu sampai sekarang aku hanya memiliki satu kekasih yang aku cintai yaitu Enjelin, dia yang mengerti keinginan ku, dia yang selalu mendukung ku, jadi aku putuskan untuk kembali hidup bahagia dengan wanita pilihanku.
Terserah mama dan papa aja, mau mengembalikan Mecca kepada orang tuanya, yang penting rawat saja anak ku itu, karena itu penerus Sanjaya sesungguhnya.
Jangan cari keberadaan ku, itu akan percuma dan akan menghabiskan waktu papa dan mama saja''
Setelah membaca surat tersebut tuan Andi langsung gemetar. Rasanya dia ingin membunuh Arnav.
Begitu juga dengan Mella yang bercucuran air mata membaca surat kakaknya itu, kerena dia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Mecca kalau mengetahui suami yang di tunggu-tunggunya itu begitu kejam.
''Dasar anak bajingan! ternyata selama ini dia hanya berpura-pura, papa akan mengutus orang suruhan papa untuk mencarinya.
Walau ke ujung dunia sekalipun papa akan mencarinya, dia akan rasakan betapa sakitnya penghianatan'' kata tuan Andi sambil meremas surat itu.
''Kanapa mama tidak memberikan surat itu kepada papa saat mama menerima surat tersebut?'' tanya tuan Andi.
''Mama hanya berusaha menyembunyikan kenyataan ini dari semua orang, agar Mecca juga tidak usah mengetahuinya, kerena mama tau kalau Mecca mengetahui kenyataan ini, dia akan hancur pa. Mama tidak sanggup melihat Mecca seperti itu, mama sangat menyayanginya seperti anak mama sendiri pa'' kata nyonya Gita menjelaskan
''Apapun alasannya Mecca harus mengetahuinya ma, apa mama mau melihat dia terus hidup dengan harapan kosong, apa mama tidak kasihan setiap malam dia terus tidur dengan pakaian kak Arnav.
Dia terus Menganti pakaian di gantungan baju seolah-olah kak Arnav akan datang untuk Menganti pakainya, Mella hancur setiap kali Mella melihat itu ma, apa lagi kalau bulan terlihat terang, dia tidak henti-hentinya melihat dan tersenyum seolah-olah kak Arnav berada di sampinnya'' kata Mella sambil berurai air mata.
''Iya Mecca harus mengetahuinya'' ulas tuan Andi
''Jangan pa, mama mohon setidaknya sampai dia menemukan pria yang tepat untuk mengisi kekosongannya, kalau sekarang dia masih terlalu labil pa, mama lebih memilih Mecca mengetahui kalau Arnav telah tiada, agar dia bisa move on dan membuka kembali hatinya kepada pria lain '' kata nyonya Gita yang juga ikut menangis.
''Baiklah ma, semoga anak brengsek itu tidak kembali untuk selamanya'' ulas tuan Andi dengan kesal
''Mama, papa, Mella ke atas dulu. Mella takut kalau Mecca mencari Mella ke kamar, dia tidak boleh tau tentang surat dan kabar kak Arnav'' kata Mella sambil berlalu meninggalkan kamar orang tuanya.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......