
*I LOVE YOU * mendengar ucapan arnav, Mecca hanya membalas ucapan itu dengan senyumannya.
setelah arnav merasa puas dengan permainannya dengan istri kecilnya, dia segera menarik miliknya dengan pelan dari milik istrinya, matanya menetap lekat noda darah yang menetes di atas seprai
''darah'' gumamnya dalam hati, dia begitu senang, dan tersenyum melihat noda itu.
''makasih sayang, ini pengalaman pertama bagi ku, melakukan Tampa pengaman dan ini juga pertama bagiku mendapatkan sesuatu yang berharga, yang tidak aku dapat dari wanita lain, maafkan aku membuatmu kesakitan, dan pasti rasanya sangat perih, andai saja aku dapat menggantikan sakitnya'' kata arnav lagi mengambil posisi di samping istrinya
'' waktu malam itu, kenapa Mecca tidak merasakan apa-apa, sekarang merasakan kesakitan, apakah seterusnya akan seperti ini'' tanya Mecca kepada suaminya, yang merapikan rambutnya
''sayang, sebenarnya kita belum pernah melakukanya, baru kali ini kita melakukan, aku juga baru tau saat melihat kau kesakitan, dan ada noda darah yang keluar dari sana, untuk seterusnya tidak akan sesakit yang tadi, sayang sekarang aku mempunyai alasan yang lebih kuat, aku melakukannya dengan cinta yang besar kepadamu'' kata suaminya menjelaskan
''memang mas masih mau melakukanya'' kata gadis itu terlihat ngeri
''tidak sekarang, tapi kau siap-siap saja kapan aku mau, aku hanya ingin melakukanya dengan mu'' kata arnav sembari menciumi tengkuk istrinya, Mecca seperti merasa gelisah meraba alas tempat tidurnya, arnav yang melihat Mecca seperti mencari sesuatu, dia juga ikut heran.
''sayang kau mau cari apa, biar aku yang mencarikannya, kau jangan banyak gerak dulu'' katanya yang juga ikut duduk.
''mas, sepertinya tadi Mecca mengeluarkan banyak air, tapi kenapa tidak ada yang basah, tadi Mecca pikir setelah ini kita akan mencuci, dan menjemur seprai, dan kasurnya '' kata gadis polos itu kembali.
''istri kecilku,,, yang keluar itu tidak sebanyak yang kau bayangkan, sampai kita bisa berenang berdua di atas ini, itu hanya sedikit, dan selebihnya rasa puas, kau tidak perlu mencuci alas ranjang ini, Karana noda darah itu akan ku simpan'' katanya kembali mengajak istrinya berbaring.
''mas jorok itukan kotor'' kata gadis itu lagi
''tidak masalah, nanti akan kering sendiri, dan yang tinggal hanya nodanya biarkan aku menyimpannya'' katanya lagi
''sebenarnya aku kasihan kepadamu sayang, di umur Yang masih delapan belas tahun, kau udah merasakan ini'' gumaman arnav dalam hati
__ADS_1
''mas, boleh gak Mecca memeluk mas erat-erat, Mecca suka wangi tubuh mas.
''ya tentu saja, tapi kalau aku mau lagi, kau tentunya udah siap'' katanya lelaki itu melebarkan kedua tangannya
''mas jangan, Mecca sangat capek, nanti akan sakit lagi'' katanya yang kembali membelakangi suaminya.
''gak, aku tidak akan melakukanya sekarang, ayo sini'' katanya, Mecca langsung memeluk tubuh kekar itu sepuasnya.
''nanti malam boleh ya, sebentar aja'' bisik lelaki itu, Mecca hanya membalas dengan anggukan,
''makasih sayang'' katanya dengan mencium pucuk kepala istrinya
setelah lama berpelukan, arnav hanya diam menunggu istrinya itu, setelah lama dia menunggu, rupanya gadis kecil itu sudah tertidur karena Marasa capek, arnav hanya tersenyum, dan membuka tangan itu berlahan, setelah tangan itu terbuka dia segera menuju kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya, setelah bersih-bersih dia segera memakia baju santai yang sudah berada di lemari.
setelah dia merapikan dirinya, dia segera membereskan semua bekas amukannya tadi, meletakan lagi meja itu di tempatnya, setelah beres dia kembali melihat istrinya yang tertidur dengan nyenyak
tak lama setelah kepergian arnav, gadis cantik itu terbangun, dia menyusuri semua sudut kamar mencari suaminya.
''mas kemana ya, sebaiknya aku mandi dulu''katanya bicara kecil, dia bingung mau pakai apa masuk kamar mandi, kerena tubuhnya sekarang masih polos, Tampa sehelai kain.
dia kembali membalutkan selimut tebal itu mencari handuk, agar dia bisa masuk kamar mandi, setelah dia mendapatkan handuk dia segera melangkah ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya,di cermin dalam kamar mandi, dia melihat semua tubuh mulusnya ada tanda kemerahan, terlebih di bagian leher dan gunung kembarnya.
setelah selesai dia membersihkan tubuhnya, dia kembali bingung mau pakai baju apa, karena baju yang dipinjamkan Mila sudah lepas semua kancingnya, dirumah baru ini dia juga tidak memiliki pakaian, pakaiannya masih berada di rumah orang tua arnav, dia melirik kesebuah lemari besar, dia segera mencari kalau ada baju yang bisa di gunakan, tapi mecca hanya melihat tiga helai pakaian kemeja milik arnav, arnav sengaja mengambil bajunya sendiri dari rumah orang tuanya, saat dia mencari Mecca kemaren, dia memilih satu yang bewarna putih, untuk dipakainya.
setelah dia memakai kemeja milik arnav, dia merasa tidak nyaman, karena terlalu pendek Tampa bawahan,
''duh ini pendek sekali, celana tadi sudah sangat kotor, aku pakai aja handuk ini untuk bawahan ku'' gumamnya dalam hati
__ADS_1
belum juga dia memakai handuk dia sudah meraih sisir dari lemari, dia segera menyisir rambut panjangnya dengan rapi didepan cermin besar.
arnav kembali dengan cepat, dan membuka pintu Tampa disadari Mecca, yang masih asik menyisir rambut panjangnya.
arnav diam-diam masuk kedalam kamar, dia terpana melihat pemandangan, wanita cantik yang hanya memakai kemeja sedang menyisir rambutnya, dia segera meletakan kantong belanjaannya, dan kembali memeluk istrinya.
''hei, kau mau menggodaku dengan berpenampilan seperti ini'' katanya berbisik di telinga istrinya
''mas kapan datang, kenapa diam-diam masuknya''kata Mecca sangat kaget merasakan ada tangan kekar yang memeluknya
''aku tadi lagi beli makanan, dan baju ganti untukmu, kerena malam ini kita akan pulang kerumah mama, sambil membereskan semua pakaian, dan keperluanku'' kata arnav yang juga ikut melihat bayangan mereka di depan cermin.
''tadinya Mecca mau meminjam baju mas dulu, dan akan memakai handuk saja, karena mas udah membelikan pakaian, Mecca mau Menganti pakaian ini'' kata Mecca sambil membalikan badan mau melangkah pergi, tapi tangan kekar itu tidak mau melepaskannya.
''aku suka melihatmu seperti ini, nanti aja diganti, kalau kita sudah mau pulang, sekarang aku juga mau ikut menyisir rambutmu ini, kau tau gak, pertama bertemu denganmu aku sudah sangat mengagumi kecantikan, dan rambut panjang mu ini, Tanpaku sadari, kau adalah cinta pandangan pertama ku di toko buku itu, aku juga membeli sesuatu untuk mu'' segera arnav membuka kantong belanjaan, dan mengambil botol minyak telon yang sering dipakai istrinya.
''sayang aku sangat menyukai wangi ini, aku ingin kau jadi dirimu sendiri, dengan kebiasaan mu'' segera arnav membuka, dan menggosokkan ke telapak tangannya, untuk di oleskan ke leher istrinya, dan dia juga mau mengoleskan dilehernya, tapi tangan Mecca sigap menghentikan tangan suaminya itu.
''mas, Mecca gak mau mas mengoleskan minyak ini, Mecca suka dengan wangi mas yang sekarang'' kata gadis itu membersihkan telapak tangan suaminya
''mas, makasih mas udah mencintai Mecca apa adanya, Mecca sangat mencintai mas'' kata gadis cantik itu memandang mata arnav.
arnav sangat kaget, dan senang mendengar pengakuan istrinya, dia tidak tau mau berkata apa-apa saking bahagianya, sebenarnya dia juga menunggu ucapan itu, dia segera memeluk istri kecilnya, dan mencium bibir gadis itu dengan lembut
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......