Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Perempuan hebat


__ADS_3

''Apakah aku tidak salah lihat, apakah ini nyata,,, kok suamiku ada di sini. Ini gara-gara terlalu memikirkan dia aku jadi melihat dia dimana-mana'' gumam Mecca.


Dia berpikir yang dilihatnya itu bukanlah Arnav sungguhan.


Saat dia meraih hanphon milik Deno dia kembali melirik pada Arnav untuk memastikan kalau yang dilihatnya itu benar-benar Arnav.


Arnav membalas tatapan Mecca dengan tatapan dingin, tapi tidak mengeluarkan suaranya.


''Aku yakin ini semua tidak real'' kata Mecca lagi.Tampa sadar dia mendekat pada Arnav dan mencubit pipi Arnav dengan kuat untuk memastikan kalau ini nyata atau cuma hayalanya.


''Aaaauuuussss apa yang kau lakukan. Sakit'' jerit Arnav dengan wajah yang sudah memerah.


''Ini benaran mas ya'' ulas Mecca lagi


''Tentu saja ini aku, kenapa'' balas Arnav lagi sambil mengelus pipinya yang sakit.


Mereka bicara seakan hanya mereka berdua dalam ruangan itu.


Sedangkan semua orang dalam ruangan itu hanya heran menyaksikan mereka.


Ditengah perdebatan mereka ada seorang perempuan yang angkat bicara.


''Kamu orang luar ya, apa maksud kamu diam-diam masuk ke kampus kami, apakah kau punya tujuan tertentu?'' tanya seorang perempuan yang duduk di samping Arnav.


''Tenang tenang semua tidak seperti yang kalian sangka, dia mahasiswa baru disini'' kata Arman berbohong untuk menenangkan situasi.


Setelah semuanya terkendali Arman mendekat pada Arnav dan berbisik di saat maha siswa lagi asik mengerjakan tugas.


''Nav apa yang lho lakuin disini?'' tanya Arman.


''Gua hanya ingin memata-matai perempuan itu, gua gak bermaksud mengganggu orang-orang disini'' balas Arnav lagi.


''Lah lo mau memata-matai istri lho sendiri,,, Baik lah bung lakukan apa yang harus lho lakukan, tapi jangan bikin yang aneh-aneh . Lho ikuti aja kelas gue sampai selesai, setelah itu kita akan bicara '' kata Arman lagi.


''Oke. Sana lanjutkan. Gua gak bakalan aneh-aneh'' ulas Arnav lagi.


Sedangkan Mecca masih merasa tidak percaya, dia merasa tidak habis pikir kenapa suaminya bisa-bisanya memata-matainya seperti itu.


''Ca aku pinjam buku catatan kemaren ya aku lupa membawanya'' kata Deno membuyarkan lamunan Mecca .


Langsung aja Deno mengambil sediri dari tas Mecca. Mereka terlihat dekat satu dan yang lain.


Mata Arnav menatap Deno dengan begitu tajam, dia sungguh tidak suka kalau istrinya punya teman laki-laki.


''Duh Deno ngapain lagi dekat-dekat kesini, nanti mas Arnav emosi dan mengamuk di sini. Tuhan tolong cepatkan waktu ini berlalu, agar aku bisa terbebas dari ketegangan ini'' gumam Mecca.


Istri kecil Arnav itu tidak konsen lagi mendengarkan penjelasan yang di berikan Arman. Dia terus-terusan melihat pada mimik wajah suaminya yang sudah emosi.


Setelah kuliah yang di berikan Arman selesai. Mecca bergegas menghampiri Arnav duluan agar Arnav tidak jadi memarahinya karena persoalan yang tadi.


''Aku harus merayu lelaki keras kepala ini.


Seharusnya aku yang marah besar padanya karena dia sama sekali tidak mempercayaiku, tapi apa boleh buat aku akan mengalah dan melunakkan hatinya. Agar tidak terjadi perang dunia kedua. Kalau itu terjadi disini aduh malunya aku'' gumam Mecca sambil berjalan dekat Arnav.


''Mas,,,'' terdengar suara Mecca dengan manja memanggil nama suaminya itu.


''M'' jawab Arnav


''Mas sayang ayo kita keluar cari makan dulu. Sini biar Mecca aja yang bawa tasnya'' tawar Mecca lagi masang senyum lebar di wajahnya.


''Gak usah aku bisa sendiri'' jawab Arnav ketus.


''Mas kenapa marah,,, Gak kebalik itu.Bukankah seharusnya Mecca yang marah pada mas kerena memata-matai Mecca.'' kata Mecca lagi.


''Kalau aku tidak memata-matai kamu, aku gak bakalan tau bagaimana centil mu pada para pria-pria di sini.


Kenapa tidak kau ingat kalau kau itu ibu-ibu anak dua, tidak seharusnya kau bertingkah seperti tadi, apa lagi menonton yang tidak senonoh dalam belajar'' kata Arnav dengan wajah masamnya.


''Apa maksud mas. video apaan?'' tanya Mecca.


''Tu yang kau tonton sampai-sampai kau lupa apa tujuan mu kesini, dan tidak menyadari kehadiranku sama sekali'' jawab Arnav.


''Mas itu Vidio ''ucapan Mecca terputus Karana Arman datang tiba-tiba di hadapan mereka.


''Nav. Gue belum sempat memeluk lho dan mengucapkan selamat kembali ke Indonesia, dan berkumpul dengan anak dan istri lho'' kata Arman memeluk sambil menepuk punggung Arnav.


''Terimakasih bro. Gimana kabar lho. Udah lama gak bertemu. Udah berapa orang anak lho?'' tanya Arnav pada Arman melemparkan banyak pertanyaan. Karena Arnav hanya mengingat pertemuan 10 tahun lalu dengan Arman.

__ADS_1


''Haaa lama kata lho. Baru satu tahun kita gak bertemu, gimana mau punya anak punya istri aja gue belum'' jawab Arman.


''Oh baiklah. Mungkin gue lupa karena ada sesuatu yang terjadi sehingga gue melupakan beberapa ingatan gue '' kata Arnav lagi.


''Bro gue ngerti. Banyak peristiwa yang lho alami untuk mempertahankan hubungan lho dengan istri Lo ini, tapi akhirnya wanita ****** itu tetap saja Menang'' ulas Arman lagi.


''Oya man. Aapakah lho tau gimana sejarah gue bisa menikahi perempuan kecil ini?'' tanya Arnav bicara kecil di telinga Arman.


''Tentu saja bro, gua mengetahuinya semua'' kata Arman


''Kalau gitu bisakah kita bertemu nanti malam, agar bebas untuk bicara. Kalau disini gue tidak bebas karena perempuan kecil ini terus menempel dengan gue'' kata Arnav lagi.


''Baiklah nanti malam kita bertemu di kafe milik Yudi'' jawab Arman.


''Oke, tapi nanti lho kirim lokasinya ya'' ulas Arnav lagi.


''Baiklah tuan muda'' jawab Arman.


''Hmmm kalian mau kemana? apakah Mecca dan sikembar boleh ikut'' kata Mecca yang menguping.


''Hei ini khusus perkumpulan para lelaki tampan '' jawab Arman.


''Turuti kata pak dosen terhormat mu ini. kau tidak boleh ikut, kalau kau ikut semua orang akan mengatai kalau aku suami takut istri'' kata Arnav.


''Ya udah tapi ingat istri dan anak saat di luar'' kata Mecca sambil memonyongkan mulutnya.


''Tentu saja, aku bukan diri mu kalau di luar langsung seperti burung keluar dari sangkar yang melupakan anak dan suamimu '' kata Arnav menjawab.


''Udah,,, kalian ini kenapa ribut-ribut dengan hal-hal kecil seperti ini, dulu aku melihat kalau kalian pasangan yang paling romantis tidak ada pertengkaran sama sekali, tapi kenapa sekarang jadi seperti ini'' balas Arman.


''Yaudah bro. Gue masih ada urusan. Nanti malam kita bertemu ya'' kata Arman.


''oke'' balas Arnav.


Setelah pembicaraannya selesai. Arman langsung meninggalkan Mecca dan Arnav di ruangan tersebut.


Sedangkan Arnav juga ingin melangkah keluar meninggalkan ruangan tersebut.


''Mas ayo ke kantin, pasti mas belum makan apa-apa dari tadi'' ajak Mecca.


''Gak. Aku ingin kekantor sekarang aku ada janji sama dokter yang akan menangani Ara'' ucap Arnav sambil melangkahkan kakinya.


''Baiklah'' jawab Arnav singkat.


''Mas tunggu'' kata Mecca lagi sambil menarik lengan suaminya.


''Apa lagi,,,,,,'' jawab Arnav.


Mecca bergegas mengeluarkan selembar buku dari tasnya dan menulis di lembaran buku itu.


'' Ini suami ku!!!awas jangan lirik-lirik ini udah bapak² anak dua '' tulis Mecca di kertas putih itu. lalu Mecca menempelkan ke punggung Arnav dengan solatip.


''Apa-apan ini. Jangan konyol'' kata Arnav sambil membaca tulisan tersebut.


''Mas awas jangan di buang'' ancam Mecca.


''Oh Tuhan,,, istri ku ini semakin hari kekonyolannya semakin meningkat'' kata Arnav bicara kecil.


''Biarin'' jawab Mecca.


Mecca lalu mengandeng tangan suaminya dengan kuat.


Dia melakukan semua itu karena dia tau kalau suaminya mempunyai magnet yang kuat untuk mengikat wanita di kampus itu.


Sepanjang perjalanan Meraka berdua menempel seperti tidak akan terpisahkan lagi.


''Sayang ya. Tampan-tampan udah menikah punya anak lagi'' kata semua perempuan yang melewati mereka berdua sambil membaca tulisan di punggung Arnav.


Tidak terasa hari sudah menjelang sore.


Mereka berdua juga sudah sampai di rumah lagi, hari ini banyak kegiatan yang Meraka lakukan dari pagi. Mereka juga sudah konsultasi tentang keadaan Ara pada dokter yang sangat hebat di negara ini.


Jam delapan malam Arnav juga sudah bersiap-siap berangkat ke kafe Yudi, untuk menemui para sahabatnya.


''Mas ikut ya,,,'' pinta Mecca dengan manja.


''Gak usah,,, kamu tunggu aja di rumah. Aku tidak akan lama. lagian aku juga sudah tidak bisa macam-macam lagi, karena tadi siang kamu sudah memberi tau semua orang kalau aku udah punya istri dan punya anak'' kata Arnav.

__ADS_1


''Mas kok wangi bangat dan pakainya juga beda'' ketus mecca.


''Tiap hari aku memang pakai parfum ini, dan pakain apa saja yang aku kenakan tetap saja aku akan terlihat tampan'' ulas Arnav lagi.


''Mas,,,, awas!! Jangan macam-macam dan jangan sekali-kali bertemu sama perempuan centil yang bernama Reyna itu'' Ulas Mecca lagi.


''Iya aku lelaki setia, gak mungkin aku selingkuh, tenang aja. Temani aja anak-anak kita '' kata Arnav berdiri sambil meyakinkan Mecca dan mencium perempuan berambut panjang itu.


Setelah itu Arnav berlalu pergi meninggalkan rumahnya.


Tidak lama mengendara Arnav telah sampai di kafe milik Yudi.


Tampa pikir panjang Arnav langsung melangkah kedalam kafe.


''Nav!! '' kata Yudi sambil mendekat pada Arnav dan


di ikuti oleh Angga dan Arman.


''Bro gimana kabar kalian'' kata Arnav sambil memeluk sahabatnya itu satu persatu.


''Akhirnya tuan muda kembali juga setelah setahun tampa kabar'' kata Angga.


''Panjang ceritanya bro'' jawab Arnav.


''Ya udah. Mendingan kita duduk dulu sambil menikmati makanan dan minuman yang udah gue siapkan untuk menyambut kedatangan lho'' kata Yudi.


''Baiklah'' jawab Arnav.


Setelah mereka duduk Angga kembali mendesak Arnav untuk menanyakan banyak pertanyaan.


''Nav apakah benar lho hilang ingatan?'' tanya Angga.


''Iya,,, panjang ceritanya bro. Pokonya gue hanya ingat terakhir kita ketemu saat di luar negri waktu kita sama-sama kuliah'' jawab Arnav.


''Parah lho. terakhir kita bertemu aja setahun lalu, saat perempuan ****** itu membawa lho pergi saat istri lo melahirkan si kembar'' ulas Yuddi.


''Ya gitu lah bro. sampai-sampai gue gak ingat pertama gue bertemu dengan Mecca dan gimana pernikahan gue berlangsung dengan anak kecil seperti itu'' ulas Arnav lagi.


''Nav gue sangat mengerti dengan perasaan lho saat ini, tapi walaupun dia anak kecil, dia wanita yang sangat lho cintai dan wanita kecil itu telah dewasa dengan penderitaan yang di alaminya'' kata Arman angkat bicara.


''Penderitaan,,,, maksud lho'' kata Arnav heran


''Ya. Dia sangat menderita dari pertama lho bertemu dengannya. Entah berapa banyak luka yang lho torehkan pada perempuan kecil itu, tapi dia tetap bertahan.


Sampai lho sadar kalau lho begitu mencintainya.


Saat kalian mulai bersatu kalian malah di pisahkan oleh Enjelin.


Sedangkan dia masih di bawah umur saat itu, tapi dia sanggup melewati semuanya dengan kondisi sulit, dia perempuan hebat Nav'' kata Arman menjelaskan.


'' Iya. Dia begitu menderita ulah lho sendiri yang selalu menyiksanya dengan hubungan lho dengan Enjelin. Entah berapa kali dia lho sakiti, tapi dia selalu diam karena memang dasarnya perempuan yang lho nikahi itu perempuan pengecut dan cengeng, tapi di balik semua itu ada kekuatannya yang melebihi perempuan mana pun'' kata Angga yang juga ikut bicara.


''Gue lupa dengan semua perjuangan dan setiap siksaan yang gue lakukan kepadanya, tapi satu yang tidak hilang di hati gue, yaitu cinta. Gue sangat menginginkannya walau gue melupakan semuanya, gue tidak melupakan cinta gue untuknya'' jawab Arnav.


''Bagus Nav. Ikuti kata hati lho'' jawab Angga.


''Oya Karana kita-kita tau lho hilang ingatan. Kita-kita berusaha mencari sedikit bukti untuk meyakinkan lho'' kata Arman sambil mengambil remote dan memencet oke.


Setelah itu layar tv besar di depan Meraka menjala disana ada rekaman cctv.


Saat Arnav mengajak Mecca makan di kafe milik Yudi. di layar terlihat bagaimana Arnav mencintai dan sabar saat menyuapi Mecca.


''Dia begitu polos dia istri kecil ku '' gumam Arnav.


Setelah menyaksikan itu semua Arnav ingin segera pulang, dia mempunyai keyakinan yang begitu kuat untuk menemui istrinya itu.


''Bro gue pulang dulu ya,,, gue ingin menemui istri gue sekarang'' kata Arnav sambil mengambil handphone miliknya di atas meja.


Dia tidak mempedulikan lagi sahabatnya, dia segera bergegas melangkah keluar menuju mobil.


Sedangkan para sahabatnya hanya heran melihatnya.


*Bersambung*


Mohon maaf ya pembaca setia ku udah berapa hari tidak ada kabar.


Masih ada gak ya yang membaca novel receh ini

__ADS_1


kalau masih ada tinggalin jejak dong biar semangat lagi


__ADS_2