Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
hanya rasa kasihan


__ADS_3

di perusahaan, papanya langsung mengadakan rapat untuk membahas proyek, dan sekalian untuk memperkenalkan calon pemimpin baru perusahaan besar itu, kepada seluruh kariawan dan kolega perusahaan .


setelah acara itu selesai dia kembali ke ruangannya, tidak terasa hari sudah menjelang siang, sebentar lagi waktunya makan siang.


arnav teringat dengan perkataan papanya, yang menyuruhnya menghubungi mertuanya untuk meminta pendapat, dan sekalian meminta mertuanya untuk membujuk istrinya itu.


'' halo, assalamu'alaikum bu'' sapaan yang sopan dari menantu kepada mertua.


'' Waalaikumsalam nak, gimana kabar nak arnav sama mecca'' tanya Bu Lastri


'' baik Bu, ibu gimana kabarnya'' sebelum melanjutkan pembicaraan dia basa basi dulu kepada ibu mertuanya itu.


'' ibu sehat nak'' jawab ibu Lastri lagi


'' gimana kabar Bi Maya, apa dia jadi tinggal di rumah menemani ibu'' tanya arnav


'' iya jadi nak, sekarang ibu tidak merasa kesepian lagi disini, bibi mu juga membawa anak bungsunya yang masih duduk di bangku SMP.


'' syukurlah Bu, kalau masalah sekolahnya, biar aku yang menanggung semua, asalkan dia mau tinggal untuk menemani ibu'' ucapnya lagi


'' baiklah nak, Oya apa Mecca tidak menyusahkan nak arnav?'' tanya Bu Lastri balik


'' gk Bu, dia sangat penurut, gini Bu aku mau segera mencarikan kampus yang cocok buat Mecca disini, biar dia tidak terlalu lama menunda untuk kuliahnya''. mengutarakan tujuannya menghubungi ibu mertuanya itu.


''ibu pingin nya juga seperti itu nak, tapi dia masih belum mau untuk mengambil keputusan''


'' aku sebenarnya juga mau minta tolong ibu untuk meyakinkan dia, karena menurut ku, dia tidak pernah menolak jika ibu yang memintanya, apalagi sekarang sudah ada bibi disana yang menemani ibu, jadi tidak ada alasan lagi untuknya mengundur


'' iya nak, nanti ibu akan coba membujuk Mecca, kapan nak arnav pulang'' tanya Bu Lastri


'' iya Bu, aku maunya habis mendaftarkan Mecca dulu baru aku pulang, sambil menjemput segala keperluan yang di butuhkan, Oya Bu, aku sekarang juga sudah bertugas di perusahan papa ,jadi kalau pulang gk bisa lama seperti biasa juga bu''

__ADS_1


'' oh gak apa-apa ibu mengerti , udah dulu ya nak nanti ibu usahakan untuk membujuk Mecca ''


'' baik Bu, ibu jaga kesehatan dan jangan terlalu capek, kalau ibu butuh sesuatu segera hubungi aku ya bu''


''baik nak, assalamu'alaikum


'' waalaikum salam ''


segera sambungan tersebut terputus, setelah sambungan terputus, dia kembali memastikan keadaan istrinya, dengan menghubungi adiknya.


sedangkan di kamar Mecca sangat bosan, dia sudah menyusuri semua isi kamar dari pakain suaminya, koleksi suaminya, dan penghargaan yang tersusun rapi di lemari kaca khusus milik suaminya itu.


'' mas arnav ini ternyata seorang yang hebat ya, pantas saja dia begitu di kagumi banyak perempuan, udah tampan pintar lagi'' ucapnya sembari memandang satu persatu penghargaan yang berada di lemari itu.


setelah dia meneliti semua, dia kembali membuka album yang tersusun rapi, lengkap dengan tanggal dan lokasi di ambil foto tersebut.


'' woow ini di Swiss, kalau ini di Amerika, ternya selama ini dia tinggal di luar negri, patas saja dia begitu berbeda.


mereka sangat mesra, dia membuka foto berikutnya, ternyata foto itu adalah foto koleksi antara suaminya dengan enjelin, si gadis yang berambut pirang.


gadis kecil itu menatap lekat foto yang sedang berpelukan mesra, antara suaminya dengan wanita lain.


'' kalau di lihat dari foto ini pandang mas arnav begitu berbeda, dari pada saat dia memandang pada ku, tatapannya kepada mbak enjelin penuh dengan cinta, sedangkan pada ku hanya rasa kasihan, walau ikatan antara kau dan aku nyata, tapi hati mu tidak akan pernah berpihak kepada ku, pas hari perpisahan itu datang aku tidak akan meninggalkan jejak di hati mu mas, karena aku tidak pernah berada disana ''


ucapannya dalam hati, Tampa terasa air matanya menggenangi wajah arnav dan enjelin dalam foto itu.


'' tok tok tok '' terdengar suara di balik pintu kamarnya


'' hei kakak ipar, apa kau tidak bosan selalu be ada di kamar ini, ayo ikut ke kamar ku , aku akan mendandani mu, kita akan keluar '' ucap Mella, mendengar itu dia segera menghapus air matanya dan segera berdiri dari sana


'' kak aku ganti baju dulu ya '' dia segera berdiri berhadapan dengan Mella

__ADS_1


'' emang kau sudah punya baju yang bagus''


'' udah, kemaren aku beli sama mas arnav dan mbak enjelin, tapi aku gk tau pantas atau tidak untuk ku'' ucapnya sambil membuka pintu lemari pakaiannya.


'' apa!!! ternyata kau sudah kenal dengan gadis berambut pirang itu, apa kau tau hubungan antara mereka '' tanya Mella penuh selidik


'' tau kak'' ucapnya sambil mengeluarkan baju yang di dapatnya berbelanja kemaren


'' apa!!! kau tau hubungan antara mereka berdua, tapi kenapa kau biasa saja'' mela menatap heran dan bingung dengan pikiran gadis kecil itu,


'' biarin aja kak, mereka bersama sebelum bertemu dengan ku, lagian mereka saling mencintai'' ucapnya yang menunduk berusaha menyembunyikan wajah murungnya dari mela.


'' aku heran dengan jalan pikiran mu, tapi baguslah kau cukup tau diri juga rupanya, tapi kau harus ingat, kau juga harus menjaga yang disini, agar tidak ada perasaan sakit kelak dan kau harus perhitungkan kerugian mu sendiri, kau boleh bodoh tapi sebodoh bodohnya dirimu, kau juga mempunyai hati bukan '' kata mela memperingati sambil menunjuk ke dada gadis itu


'' baik kak'' ucapnya lagi


'' ayo coba baju yang kau beli itu''


Mecca segera menuju ruangan ganti mengenakan baju warna pink muda,


'' ku rasa kau kurang cocok pakai baju itu, ayo kau pakai baju ku saja, kalau pakai baju seperti itu akan terlihat seperti anak-anak'' ucapnya meninggalkan kamar arnav, menuju kamarnya mengeluarkan dress warna ungu muda yang cantik


'' coba kau pakai baju ini, ini memang bekas tapi masih bagus untuk mu'' Mecca hanya menurut saja dan Menganti pakaiannya dengan dress ungu milik Mella, setelah dia mengenakan dress itu kembali lagi dia ke hadapan Mella.


'' tu,,, kan kau cocok pakai dress ini, ayo aku pinjamkan sepatu untuk mu''


Mela mengeluarkan sepertu kets warna putih yang imut seperti gadis kecil itu, kini penampilannya persisi seperti gadis ABG Korea dengan rambut yang di urai, di hiasi jepit kecil-kecil di bagian kepalanya.


setelah bersiap Meraka langsung meninggalkan rumah mewah itu.


*bersambung*

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...


__ADS_2