
reza mengabarkan jika tak bisa pulang tepat waktu karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
"halo sayang, are you ok?" tanya reza dalam panggilan telfonnya
"hmmm, I'm fine mas!" jawab dinda
"mas kangen sayang!" ucap reza lagi seharian ini keduanya hampir tak berkomunikasi karena kesibukan dan lain hal
"pulang lah rumahnya dekat ini!" jawab dinda ketus
"galak amat mama sama papa" goda reza
"habisnya kenapa ngga pulang pulang" dinda merengek
"sabar ya sayang! ini demi kau dan sibuah hati" ucap reza lagi
"mas lagi kerja apa lagi karaokean?" kesal dinda
"kalem dong din, marah marah terus deh!" reza merayu agar istrinya tak sampai ngambek bisa celaka tiga belas
"tau ah! kesel pokoknya inikan malam....." ucapan dinda terhenti
"malam apa sayang?" ucap reza memancing "kok diem aja din! biasanya ngoceh aja kayak burung beo" ledek reza
"ngga apa apa kerja aja terus biar uangnya banyak nanti aku sama dede yang akan habiskan, ya udah aku mau tidur dulu" dinda menutup panggilan telfonnya sepihak
__ADS_1
dinda gelisah harus memberitahukan apada suaminya atau tidak jika besok ulang tahunya. tapi kenapa suaminya tidak peka dan tahu lebih dulu dan itu membuat dinda makin kesal
"aaaaahhhhhhh" teriak dinda kesal
mau tidur pun tak bisa dinda memutuskan untuk duduk dibalkon kamarnya yang terdapat kursi biasanya untuk bersantai dinda dan reza
kali ini dinda sendirian melihat langit malam yang dipenuhi oleh bintang yang berkelipan. beberapa bintang bersinar lebih terang dibanding jutaan bintang lainya
"sangat indah!" senyum dinda menunjuk beberap bintang yang membentuk sebuah benda yang tampak nyata
karena malam semakin larut sekitar pukul sebelas malam dan suaminya belum pulang, serta tak mengasih kabar sekalipun setelah keduanya komunikasi yang pertama dana terakhirnya untuk hari ini
reza kembali tak ada kabar entah mengapa dinda merasa curiga dan penasaran. tak biasanya suaminya seperti ini sejak keduanya menikah
dinda memurtuskan untuk tidur karena tak tahu sampai kapan suaminya akan pulang. lebih memikirkan bayi dalam kandungannya daripada pikiran buruknya terus berkelana
trauma yang pernah dinda alami kadang masih terpintas dikepalanya namun sejak menikah dan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari reza, perasaan trauma itu sudah berkurang bahkan hampir tak terpikir lagi
******
tengah malam bagaikan maling reza mengendap endap masuk kekamarnya sendiri memastikan istrinya sudah benar tidur atau belum. reza yang akan membuat kejutan dimalam hari pun akhirnya menundanya
dekorasi untuk pesta kecil ulang tahun sang istri telah disiapkan dengan bantuan dion dan juga asisen rumah tangganya
namun melihat istrinya terlelap reza jadi ragu dan memutuskan untuk membuat kejutan dipagi hari. kue ulang tahun beserta kado telah disiapkan spesial untuk sang istri tercinta
__ADS_1
inilah mengapa reza seharian tak memberikan kabar pada dinda. reza yang telah mengetahui hari ulang tahun dinda sejak awal dirinya tertarik pada sang istri sebelum mengenalnya dekat.
"flasback on"
"pak saya pamit pulang karena pakerjaan saya hari ini sudah selesai" ucap reza pada pak tirta
"baiklah! biar saya pulang dengan supir saja masih ada pertemuan lagi. kamu pulanglah" ucap pak tirta
"terima kasih pak" reza mengundurkan diri dari kantor dan segera bergegas kesebuah toko jam tangan mewah
**
"siang mba apakah pesanan saya sudah ada?" tanya reza pada pegawai toko
"sudah pak atas nama bu dinda?"
"iya mba benar! bisa tolong kirimkan ke alamat ini" reza memberikan alamat beserta tips yang cukup besar untuk pegawainya karena meras puas dengan pelayanannya dan barang yang diinginkan reza dapatkan
"tentu saja pak! akan kami kirim sesuai alamat ini"
reza mengangguk mengerti dan pergi dari toko tersebut dan mengendarai mobilnya kesuatu tempat
tiba didepan rumah dinda reza tak masuk kedalam hanya mengawasinya dari luar. nampak sebuah pesta ulang tahun yang sangat mewah untuk anak tunggal keluarga atmaja
"flasback off"
__ADS_1