Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
kamar mandi


__ADS_3

"mas palang merah" ucap dinda mengejutkan, dinda lupa jika hari ini adalah tanggal dimana tamu bulanannya datang


"maksudnya?" tanya reza tak mengerti maksud istrinya


"aku sedang datang bulan" ucap dinda lesu dan menunduk


"ohhh" reza lebih terkejut lagi saat ini hasratnya sudah diubun-ubun dan harus segera dituntaskan ke kamar mandi untuk bersolo karir


"aahhhh si*al kenapa harus malam ini!" ucap reza bermonolog


setengah jam kemudian reza keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sulit diartikan, antara lega dan menyesal


melihat dinda yang murung sedang duduk dipinggir ranjang.


"kenapa sayang?" reza penasaran


"maaf ya mas, aku lupaa jika hari ini adalah dimana tamu bulanan ku datang" ucap dinda takut reza marah padanya


"hahahaha, kenapa harus minta maaf bukankah masih ada banyak waktu! hanya butuh bersabar sedikit saja, berapa hari biasa wanita selesai dengan itu" tanya reza dan duduk disamping istrinya

__ADS_1


"emmmm satu minggu mas" ucap dinda ragu


"apa! ahhh maaf mas terkejut. selama itu?" tanaya reza lagi dan diiyakan oleh dinda


"ya sudah kita tidur saja sekarang, besok kita harus bersiap keluar negeri" ucap reza mengajak istrinya tidur


baju yang dipakai dinda membuat reza gelisah. mampukah dia agar tak khilaf saat dinda seperti itu


dinda mengikuti reza dan merebahkan tubuhnya ke ranjang tidur yang sudah disiapkan untuk pasangan pengantin baru melakukan malam pertamanya. meski awalnya canggung keduanya terlelap karena lelah dengan kegiatan seharian tadi


pagi hari dinda segera bangun dan mandi agar lebih segar, karena seebelumnya sudah pernah tidur satu ranjang dengan reza jadi baginya tak terlalu terkejut saat bangun. dinda masih menggunakan handuk yang dililit pada dadanya karena tak ada baju untuk ganti dinda membangunkan reza perlahan


bukan dinda justru reza yang kaget dinda berada didekatnya dengan hanya mengenakan handuk disebagian tubuhnya saja, yang msih memperlihatkan bagian atas dadanya dan pundak mulusnya serta bagian kaki yang hanya tertutup dibagian pahanya saja.


"astaga dinda kenapa mengagetkan mas" reza segera bangun dari tidurnya dan mengambil minum dimeja


"maaf mas" dinda merasa bersalah


reza yang melihat dinda segera menghampirinya " kenapa minta maaf terus, mas hanya kaget karena kamu hanya mengenakan handuk berada didepan mas. kalau saja kamu sednag tidak itu pasti mas akan membuatmu tidak bisa bangun" ucap reza mengecup kepala istrinya. membuat dinda menggangga dengan ucapan suaminya

__ADS_1


"pakailah baju mas dulu yang ada dilemari setelah mandi mas akan belikan untukmu"  ucap reza berjalan kekamar mandi. pagi hari yang membuatnya harus melalukan hal yang sama dengan semalam. dinda sudah membangunkan singa tidur tanpa bertanggung jawab menidurkannya lagi


keluar dari kamar mandi reza nampak segar dan mengambil baju yang telah dinda siapkan untuk suaminya. "terima kasih din" ucap reza karena dinda melakukan tugasnya sebegai istrinya


dinda membuka ponselnya dan menemukan pesan dari mami mertuanya " selamat mencetak cucu untukku, sudah mami siapakan alat perangnya" isi pesan dari mami tania yang dikirimkan semalam tapi dinda baru saja membukanya dan menyadari jika semua ini sudah diatur oleh mertuanya


"kenapa sayang wajahmu memerah" tanya reza


"ngga kok, aku hanya berbalas pesan dengan mami tania" jawab dinda tak mau ketahuan malu dengan pesan dari mertuanya


"mas aku sudah pesankan sarapan untuk kita" ucap dinda dan diiyakan oleh reza. setelahnya reza menghubungi seseorang untuk membelikan dinda baju dan mengantarkanya ke kamarnya


"mas kita anak pergi kemana nanti sore?" tanya dinda membuka obrolan saat keduanya duduk di sofa yang sama dan menonton televisi


"kita akan terbang ke negara P dimana orang tuaku tinggal, tapi tenang saja kita akan tinggal dihotel tidak bersama mereka jadi kau tak perlu khawatir akan ada yag mengganggu kita" ucap reza mengedipkan matanya


"mas! siapa juga yang tak mau tinggal dengan orang tuamu, pasti menyenangkan jika kita tinggal bersama" jawab dinda diluar dugaan reza yang mengganggap dinda tidak akan senang karena honeymoonya harus sambil bekerja


"mas memang tak salah pilih istri" ucap reza mengusap rambut dinda

__ADS_1


makanan dan baju yang dipesan sudah diantarkan oelh pegawai hotel reza, keduanya sarapan dan bersiap untuk pulang kerumah orang tua dinda dulu sebelum pergi keluar negeri


__ADS_2