Asisten Muda Milikku

Asisten Muda Milikku
kemarahan jesika


__ADS_3

"kita mau kemana mas?" tanya dinda penasaran pada suaminya yang mengajaknya tanpa memberitahu tujuannya


"hanya ingin jalan-jalan malam sama istri, emang ngga boleh?" reza melirik melihat ekspresi wajah dinda


"itu bukan jawaban" dinda mulai kesal


tak lama reza memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya kemudian memutar arah dan membukakan pintu untuk dinda.


"ayo" reza mengulurkan tanganya pada dinda dan disambut oleh sang istri, dinda masih bingung tempat apa yang dipilih oleh suaminya kali ini tapi dia hanya mengikuti langkah suaminya yang menarik pelan tangannya


tiba disebuah ruangan gelap dan tiba-tiba lampu menyala saat reza memberikan sebuah kode. nampak meja makan mewah dengan berbagai dekorasi untuk berdua, nuansa romantis yang sebenarnya reza tak terlalu pandai dalam urusan ini


dinda dituntun menuju kursi yang disediakan, reza menarik kursi untuk dinda dan juga untuknya sendiri


sang istri masih diam tak percaya apa yang suaminya lakukan, selama ini suaminya terkesan kaku meski kadang mencoba untuk romantis


"makasih mas" ucap dinda yang mulai membuka suara

__ADS_1


"apa ngga dengar" reza sengaja menggoda dinda yang terlihat malu-malu


"makasih sayang!" dinda sedikit meninggikan suaranya agar suaminya tak mengerjainya lagi. panggilan yang jarang terdengar ditelinga reza membuatnya merasa senang


tak hanya itu saja kejutan selanjutnya pun datang dan juga beberapa kejutan lainnya mengikuti sebuah kalung cantik dipasangkan reza dilehen jenjang istrinya. dan ada musik romantis yang mengiringi makan malam keduanya


senyum terus terpancar dibibir dinda,


malam semakin larut keduanya memutuskan pulang setelah kegiatan romantis pasangan pengentin baru yang tertunda, dinda memeluk lengan reza dengan erat dan menyandarkan kepalanya dipundak reza berjalan menuju parkiran mobilnya.


"sudah ku peringatkan tadi tapi masih berani-beraninya kau wanita bangs*t, lihat saja siapa yang akan reza pilih nanti!" wanita yang sama yang telah mengancam dinda di toilet tadi adalah jesika yang tak suka melihat dinda dekat dengan mami tania karena dulu jesika juga cukup akrab dengan ibu sambung dari reza itu


jesika pulang kerumahnya dengan emosi dan membanting barang-barang yang ada dikamarnya


"si*al*an! Brengs*k.. liat aja re kamu hanya milik ku dan tak boleh satu orang pun yang memiliki mu selain aku" jesika berteriak makin kencang sambil menangis


"kakak kenapa?" tanya jeni adik jesika

__ADS_1


"ngga usah ikut campur! keluar dari sini!" ucap jesika pada adiknya


"ada apa ini!" alex mendengar suara jesika berteriak pada adiknya membuatnya geram


"papa, pa kapan reza akan menikahiku pa!" jesika tak berani berteriak pada alex yang sanagt mengerikan jika marah


"kamu tidak lihat papa sedang mengusahakannya, lagian dulu kamu yang sudah membuatnya membatalkan pernikahan kenapa sekarang seperti orang gila. jangan libatkan adik mu dalam masalahmu dan jagan pernah sakiti adikmu!" ucap alex tak mau dibantah dan mengjak jeni kekuar kamar jesika


jeni sebenarnya tinggal di negera I dengan neneknya, dan kali ini dia sedang libur kuliah maka dari itu dia pulang kerumah papanya diluar negeri.


"sayang, kamu sebaiknya jangan temui kakakmu saat dia ada masalah, nanti kamu bisa disakiti" pinta alex lembut pada jeni


"aku ngga apa-apa pa, kakak sebenrnya baik kok"  jeni membela jesika padahal dari kecil dia selelu dilukai oleh jesika


"baiklah, sekarang kamu istirahat. papa akan kembali bekerja" alex kembali keruang kerjanya


sementara jesika mengurung diri dikamar, dan terus mengumpat sambil menangis

__ADS_1


__ADS_2